BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Sampai di korea selatan Vanesha langsung menuju hotel dan di sana dia langsung ke dalam kamar sambil menyusun barang bawaannya.


“Akhirnya sampai juga,” ucap Vanesha sambil meluruskan kakinya.


Pagi pun tiba dia terbangun dari tidurnya dan menatap kearah jendela, pemandangannya membuat dia ingin tidur kembali. Tapi dia harus bersiap-siap untuk mengurus perusahaannya, langsung saja dia pergi ke kamar mandi.


Sampai di kantor dia langsung menuju ke ruangan temannya dan di sana temannya habis selesai meeting, “Kapan lu sampai di korea.” ucap Sersan teman kuliahnya.


“Tadi malam, makanya gue langsung datang kesini...,” Vanesha memandang ruangan sersan yang tampak rapih, “Tumben ruangan lu rapih biasanya berantakan.”


“Iya dong, sebagai cowok harus rapih. Emangnya cewek dong yang bisa rapih,” kata Sersan sombong.


“Sombong amat lu,” Sersan langsung menggandeng tangan Vanesha keluar kantor.


Semua karyawan menatap kearah mereka berdua dan Vanesha yang ditatap menjadi risih, “Lepasin tangan lu, gue enggak mau semua orang salah paham sama kita berdua.” bisik Vanesha dengan pelan.


“Biarin aja sih, peduli amat sama mereka,” Sersan dari dulu seperti itu malah dia tidak memperdulikan omongan orang lain.


Sampai di sebuah toko es krim dia langsung memesan es krim dan pelayan tersebut menghampiri meja mereka, “Silahkan dinikmati.” ucap pelayan tersebut.


Saat Vanesha menikmati es krim yang di pesan Sersan sambil menikmati pemandangan, “Gimana kamu di sana? Apa ada hal yang membuatmu tertarik.”


“Iya begitulah, mungkin saat ini aku akan tinggal disini untuk beberapa hari atau mungkin sampai bertahun-tahun,” ungkap Vanesha.


“Bertahun-tahun? Kalo kamu disini selama itu terus siapa yang mengurus perusahaan ayah kamu,” urai Sersan sambil menatap kearah Vanesha.


“Kamu tenang aja aku sudah mengurus semuanya, jadi kamu tidak perlu khawatir masalah itu,” Sersan hanya mengangguk dan mereka berdua menikmati es krimnya, tidak itu saja malah mereka berfoto di berbagai tempat sampai-sampai memposting hasil foto mereka.


***


Di tempat lain Aric berada diruang kerjanya sedang sibuk dengan laptop yang selalu ia pantau, saat dia sedang fokus dengan laptopnya tiba-tiba saja handphonenya berdering dan dia beralih menatap handphone tersebut.


“Ada apa?” tanya Aric.


“Aric.. Aric, ternyata kamu masih berani juga mengangkat teleponku. Apa kamu masih mengingat ku,” ucap seorang pria yang sedang duduk kursi kebanggaannya.


Aric menjauhkan teleponnya dan beralih menatap nama yang berada dilayar handphone, tapi dia hanya nomor handphone tidak dikenal. Terus kenapa dia bisa kenal dirinya?


“Ada apa? Sepertinya lu ngelupain gue dalam sekejap, apa lu masih ingat dulu yang mau melawan gue,” lagi-lagi Aric memikirkan suara yang berani menelpon dirinya.

__ADS_1


“Ternyata lu, mau ngapain lu nelpon gue?”


“Xixi, akhirnya lu mengingat gue. Kirain gue lu sudah lupa sama suara indah gue,” ucap Zaky percaya diri.


“Pengen muntah gue dengar ucapan lu,” Zaky yang mendengar jawaban Aric langsung tertawa lepas.


“Kapan lu mau ke rumah sakit untuk jenguk gue,” ucap Zaky.


“Lu enggak sakit jadi buat apa gue datang ke sana,”


“Masa sama saudara kembar enggak ditengok,”


“Gak usah basa-basi gue masih banyak kerjaan yang harus gue urus,” kesal Aric.


Akhirnya Aric memutuskan sambungan teleponnya, “Tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang sifatnya selalu sama.” kata Zaky sambil menatap handphone.


Jam makan siang Aric menuju rumah sakit tempat kerjanya Zaky, dia sudah meminta Bryan buat mengurus perusahaan jadi dia bisa langsung menuju rumah sakit. Sampai di rumah sakit dia langsung memarkirkan mobilnya dan menuju ruangan Zaky.


Semua dokter ataupun suster yang bekerja di rumah sakit menatap kearahnya, malah dia tidak memperdulikan tatapan cewek-cewek yang ada di sana.


“Siapa pria itu ganteng banget,”


“Iya, aku baru kali ini melihat cowok seganteng dia,”


“Bukannya dia Aric pemilik perusahaan yang terkenal,”


Itulah bisikan cewek-cewek yang melihat kearahnya, sampai diruang Zaky dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya. Dia melihat Zaky sedang bermesraan dengan wanita lain.


Ehem! Ehem!


Zaky melihat kearah sumber suara ternyata saudaranya dan perempuan yang ada di samping Zaky langsung menatap Aric dengan tatapan berbinar, “Kamu bisa keluar dulu baby aku ingin ngobrol sama dia?” bisik Zaky.


Perempuan itu pergi dari ruangan Zaky, “Siapa lagi cewek yang lu bawa, lu gak bosan apa gonta-ganti cewek.” Aric bersandar dimeja kerja Zaky.


“Masih muda, gue belum tua-tua amat jadi puas-puasin dulu mainin cewek. Kalo sudah puas baru cari yang lebih serius,” Aric hanya menggeleng kepalanya melihat perlakuan saudaranya, sama seperti dulu tidak pernah berubah.


“Gimana sama percintaan lu, apa sudah ada nama di hati lu sekarang,” ledek Zaky.


“Iya ada, tapi sekarang aku sedang LDR dengannya,” Zaky mendekati Aric, “LDR itu tidak enak sobat, lebih baik lu cari perempuan lain yang lebih darinya, mumpung lu sama dia LDR jadi lu bisa puas mencari wanita manapun.”

__ADS_1


“Aric yang sekarang bukan Aric yang dulu, mungkin dulu gue bisa memperbanyak cewek-cewek simpanan gue. Tapi sekarang gue ingin satu saja yang gue punya,” kata Aric.


“Seterah lu dah gue enggak peduli,” dan mereka berdua menikmati makan siang bersama.


***


Pulang dari rumah sakit dia menuju acara semua bisnis, dia berangkat tidak sendiri melainkan dengan Zaky. Sampai di tempat acara mereka berdua turun dari mobil dan ngobrol dengan para bisnis lainnya.


Di satu sisi seorang wanita yang baru saja pulang dari jerman dia menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh pengusaha sukses, mata perempuan itu menatap kearah Aric yang sedang ngobrol dengan pria lain.


“Kenapa kamu melihatnya seperti itu,” ucap Ita saat dirinya melihat sahabatnya melihat kearah pria tampan.


“Sepertinya aku baru melihat dia,” jawab Violet.


“Dia laki-laki pengusaha terkenal di Indonesia, banyak investor yang ingin bekerjasama dengannya. Tapi yang gue tau dia laki-laki yang tidak bisa dikalahkan,” jelas Ita.


“Apa dia sudah memiliki perempuan?” ucap Violet sambil meminum air berwarna merah.


“Yang gue tau dia pria bejat yang suka mainin perempuan, tapi sekarang gue gak tau apa dia masih seperti itu apa sudah berubah,” tutur Ita.


“Soalnya dia gak pernah muncul diberita tentang kehidupan dia,” ucap Ita.


“Menarik,” gumam Violet, “Dia pria yang menarik yang gue temuin.” sambung Violet.


“Apa lu tertarik dengannya,”


“Sepertinya begitu,” tatapan Violet terus kearah Aric malah Aric tidak mengetahui bahwa seorang wanita menatap kearahnya.


Ita hanya mengangguk malah dia memberikan semangat untuk sahabatnya, di tempat lain Dara terus menatap kearah perempuan yang bernama Violet keturunan inggris.


“Gak bisa dibiarin, tidak ada satu pun wanita yang mendapatkan Aric. Hanya gue yang memiliki Aric seutuhnya,” batin Dara dengan tatapan membunuh.


Pulang dari tempat acara Aric terus menatap kearah foto Vanesha sedang senyum, Zaky yang melihat saudara langsung melirik kearah handphone yang dia genggam.


“Pantesan aja lu tidak tertarik dengan wanita siapa pun, ternyata wanita lu lebih cantik dari wanita manapun,” tutur Zaky.


“Tidak hanya wajahnya saja melainkan hatinya juga,” ucap Aric, “Dia wanita yang bisa mengubah sifat gue yang dulu, walaupun butuh waktu tapi dia berhasil mengubah hidup gue.”


“Semoga aja lu sama dia disatukan kembali,”

__ADS_1


Setelah Aric mengantarkan Zaky dia kembali ke rumahnya dan menuju kamar, dia tidak tau kalo di tempat lain seorang wanita sedang memikirkan dirinya. Walaupun raganya jauh tapi hatinya tidak mungkin jauh.


“Aku berharap kamu baik-baik aja di sana, aku berharap kamu bisa memaafkan aku dan bisa mendapatkan wanita yang lebih dari aku,” batin Vanesha dengan wajah tersenyum sambil menatap kearah langit.


__ADS_2