BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Perjuangan Dahlan


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana tantangan yang diberikan oleh joshua ayahnya dia merasa takut dengan hari ini, takutnya ayahnya memberikan tantangan yang sangat berat untuk dahlan. Dia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk hari ini dan kedepannya.


Di ruang makan dahlia dan joshua sedang menikmati sarapan pagi dengan santai tanpa mengobrol apapun, kenapa gue deg-degan ya! yang dikasih tantangan dahlan bukan gue, kenapa gue yang deg-degan. batin dahlia.


Selesai sarapan joshua memandang kearah putrinya yang lagi serius dengan sarapannya, dia tahu pasti putrinya kepikiran dengan tantangan yang dia berikan nanti. Tapi sebagai ayah dia harus tahu pasti tentang dahlan dan asal usul dahlan, apakah dahlan pantas untuk mendapatkan putrinya atau tidak. Dia tidak mau kalo putrinya disakiti sama laki-laki apalagi sampai putrinya menangis akibat ulah laki-laki.


“Ayah tunggu pacar kamu di lapangan golf, kalo sampai pacar kamu tidak datang kamu tahukan apa yang ayah lakukan,” tutur joshua dengan tegas.


Dahlia menatap kearah ayahnya, “Iya yah, aku tahu.”


Dahlia langsung menghubungi dahlan, selesai ia mengirimkan pesan kepada dahlan ia langsung menemukan ayahnya di lapangan golf.


Diruang olahraga dahlan sedang melakukan olahraga dengan peralatan yang ada dirumahnya, selesai olahraga dahlan beristirahat sejenak dan dia beralih menatap handphonenya. Saat ia membuka handphone ternyata ada sebuah pesan dari kekasihnya ia langsung saja melihat pesan tersebut.


My honey


Pagi sayang! Hari ini kamu jadi datangkan kelapangan golf tempat yang sudah dijanjikan ayah, aku harap kamu bisa datang soalnya ayah sudah menunggu kamu. Semangat ya sayang apapun yang terjadi aku selalu dukungan kamu. Mis you all ☺ √√


Saat ia mendapatkan pesan dari kekasihnya ada rasa senang karena dahlia menyemangatinya, dia berharap dia bisa melakukan sesuai kemampuannya. Apapun yang terjadi dia akan memperjuangkan hubungannya.


^^^Me^^^


^^^Pagi baby! Aku akan datang ke sana tunggu aku di sana ya √√^^^


Dahlan langsung menuju kamarnya untuk bersiap-siap untuk menemui kekasihnya, dia melihat pantulan dirinya di hadapan kaca dan menatap dirinya di pantulan kaca.


Tenang dahlan.. lu harus tenang. Gue harap lu bisa melakukan apapun sesuai kemampuan lu, apapun yang terjadi lu sudah berusaha semaksimal mungkin. Lu harus yakin kalo lu bisa mendapatkan hati ayah mertua lu. batin dahlan dan dia terus menyemangati dirinya sendiri untuk semuanya.


Selesai ia melihat dirinya di pantulan cermin dia langsung bergegas ke rumah dahlia, dalam perjalanan dia hanya bisa fokus dengan motor yang ia kendarai. Saking fokusnya dia hampir menabrak seorang perempuan dengan cepat dahlan mengerem motornya tepat waktu, untungnya perempuan itu tidak kenapa-napa hanya goresan kecil.


Dahlan turun dari motor dan menghampiri perempuan tersebut, “Kamu tidak papa?” tanya dahlan kepada perempuan itu.


Perempuan tersebut meringis kesakitan di pergelangan tangannya, dahlan melihat luka perempuan itu.


“Sepertinya kamu terluka! aku bawa kamu ke rumah sakit ya untuk diperiksa,” ujar dahlan.


Perempuan itu hanya melihat dahlan dengan detail, “Tidak papa, hanya luka kecil saja.” jawab perempuan itu.


“Kamu yakin tidak mau ke dokter?” dahlan lagi-lagi bertanya kepada perempuan di hadapannya.


“Iya saya yakin,”


“Yasudah. Kalo begitu kamu hati-hati dijalan, maaf aku sudah menabrak kamu. Sebagai permintaan maaf ku gimana kalo aku mengantarkan kamu,”


“Boleh, tapi aku tidak merepotkan kamu,”

__ADS_1


“Tidak sama sekali,”


Akhirnya dahlan mengantarkan perempuan itu ke alamat yang diberikan perempuan tersebut, sampai di rumah perempuan itu dahlan menghentikan motornya didepan pintu rumah tersebut.


“Terima kasih kamu sudah mengantarkan aku pulang,”


“Iya sama-sama,”


Saat dahlan ingin menyalakan motornya tiba-tiba saja tangannya dihentikan, “Ada apa?” Lagi-lagi dahlan melihat tangan perempuan tersebut menempel di pergelangan tangannya.


Perempuan itu langsung melepaskan tangannya, “Namaku Tia, kalo kamu siapa?”


“Dahlan. Kalo gitu aku pamit dulu ya tia,” dahlan langsung menyalakan motornya dan menuju rumah pacarnya.


“Dahlan! Nama yang bagus,” gumam tia.


Tia pun masuk kedalam rumahnya sedangkan dahlan terus mempercepat motornya, di lapangan golf seorang laki-laki sedang bermain bersama teman kantornya. Dahlia yang dari tadi menghubungi dahlan tidak dijawab sama sekali.


Sudah hampir dua jam dahlan tidak kunjung datang, gimana kalo dahlan tidak datang? apa ayah akan mempercepat perjodohannya dengan aric teman bisnis ayahnya. batin dahlia sambil melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.


Akhirnya dahlan sampai juga, dia langsung parkir motornya ditempat parkiran. Dahlan dengan terburu-buru menuju tempat yang sudah dikirimkan alamatnya kepada dahlia. Sampai di sana ia tidak menemukan siapapun, malah lapangan sudah sepi.


Dahlan langsung mengabarkan pacarannya bahwa dia sudah sampai ditempat yang sudah dijanjikan.


Me


Pesan tersebut masuk di handphone dahlia tapi dahlia tidak membalasnya, jujur dia sangat kecewa dengan sikap dahlan hari ini. Apakah dia harus percaya lagi dengan dahlan? dulu dia pernah dikecewakan oleh dahlan, tapi ia memberikan kesempatan itu kepada dahlan. Lagi-lagi dahlan mengecewakan dirinya yang kedua kalinya.


“Gimana kamu sudah tahukan sikap pacar kamu ke ayah, itu yang disebut laki-laki. Seharusnya dia sudah datang tepat waktu kehadapan ayah tapi apa malah dia mengecewakan kamu lagi, lebih baik kamu pikirkan baik-baik hubungan kamu dengan dahlan. Masih banyak laki-laki yang lebih baik dari pada dahlan, belum jadi mantu aja udah kaya gitu apalagi kalian sudah menikah semakin parah,” jelas joshua dengan nada dingin.


Dahlia tidak bisa berbicara apapun dengan ucapan ayahnya, saat ini dia tidak ingin bicara kepada siapapun apalagi dengan dahlan. Sebenarnya dia tahu pasti dahlan bukan laki-laki seperti itu? pasti ada hal yang membuat dia terlambat untuk menemui ayahnya.


•••••


Sampai di rumah dahlia langsung menuju kamarnya, sedangkan dahlan dia kembali kerumahnya. Sampai di rumah dahlan hanya berbaring di atas kasur sambil melihat kearah handphonenya.


Apakah kekasihnya kecewa dengannya? Dia harus bicara dengan dahlia dengan kejadian tadi! Kenapa dia sampai terlambat menemui ayah mertuanya. Dulu dia pernah mengecewakan dahlia, tapi sekarang dia tidak mau mengecewakan dahlia lagi. Semenjak ada dahlia hidupnya berubah tidak kaya dulu yang suka mempermainkan banyak wanita. Semenjak ada dahlia dia tidak berpikiran untuk mainin wanita lagi, cukup satu saja yang ia perjuangkan.


Dahlan sudah mencoba mengirim pesan dan menelpon kekasihnya tapi tidak diangkat sama sekali malah sekarang handphone kekasihnya tidak bisa dihubungi.


Dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri, kenapa dia harus terlambat menemui orang tua pacarnya. Sekarang dia harus apa?


Maafkan aku sudah membuatmu kecewa, aku tidak ingin mengecewakan kamu lagi. Tapi ada sedikit hambatan untuk menemui ayahmu, mungkin kalo aku menceritakan semuanya sama kamu pasti kamu mengerti. Tapi gimana dengan ayah kamu apa dia mau merestui hubungan kita. batin dahlan sambil melihat foto dahlia dilayar handphonenya.


Malam harinya dahlan hanya berdiam diri didalam kamar tanpa melakukan apapun, malah handphonenya berdering dengan kencang tapi ia hiraukan. Entah kenapa hari ini dia benar-benar tidak ingin melakukan apapun, malah dia berpikir bagaimana dia bisa menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Saat sasa sedang menyiapkan makan malam di dapur, sasa meletakkan masakannya dimeja makan. Tapi tidak ada tanda-tanda dari dahlan, kemana dia?


“Mama, om dahlan kemana? ko gak sarapan bareng kita,” ucap nia bocah umur enam tahun.


“Tumben anak itu tidak turun ke bawah,” gumam sasa.


“Kamu tunggu sini ya nia jangan kemana-mana, mama ke kamar om dahlan dulu,” kata sasa.


“Oke ma,”


Sasa pun mengecek kamar dahlan, ternyata dahlan tidak ada dikamar. Dia pun berinisiatif menelpon dahlan, saat ia menelpon ternyata handphonenya tertinggal di kamar.


“Kemana anak itu? tumben pamit gak bilang-bilang. Udah handphonenya tertinggal, gimana mau hubungin dahlan anaknya aja gak bawa handphone,” gumam sasa.


Sasa meletakkan kembali handphone milik dahlan dan menutup kembali pintu kamar dahlan, dia langsung menuju ruang makan.


“Kita makan bareng berdua aja ya nia, om dahlan kayanya sibuk jadi gak bisa makan bersama malam ini,” ucap sasa.


“Iya ma gak papa,”


Akhirnya mereka berdua makan malam bersama, sedangkan dahlan dia sedang bermain basket sendiri. Entah kenapa saat ia kepikiran suatu hal pasti dia lebih suka bermain basket apalagi sendirian tanpa diganggu oleh siapapun.


Dari kejauhan jack dan bryan melihat seorang laki-laki sedang bermain basket sendiri, langsung saja mereka menghampiri orang tersebut. Ternyata laki-laki itu adalah dahlan temannya.


“Woy bro, lo ngapain disini sendiri,” sapa jack.


Tapi tidak di sahut sama sekali oleh dahlan, jack langsung memberikan kode kepada bryan untuk merebut bola basket yang ada ditangan dahlan.


“Lo berdua ngapain gangguin gue disini,” kesal dahlan.


“Yang ada gue yang nanya itu ke lo, lo ngapain main basket sendiri disini. Gak ngajak-ngajak kita berdua lagi,”


Dahlan mengambil botol minum dan meminumnya, “Kayanya cewek gue kecewa sama gue.”


“Ah kecewa! Emang lo ngapain dia sampai dia kecewa,” tanya bryan.


Akhirnya dahlan menceritakan kejadian yang dia alami dan mereka berdua hanya mengangguk, “Kalo gue jadi lia mungkin gue kecewa juga sama lo.”


Akhh (dengan nada frustasi)


“Terus gue harus apa sekarang,” dahlan frustasi dengan dirinya sendiri benar-benar dia tidak bisa melakukan apapun lagi.


Bryan menenangkan dahlan, “Menurut gue lebih baik besok lu datang ke rumahnya dan jelasin semuanya ke dahlia sama orang tuanya dahlia. Gue yakin pasti dahlia mengerti kondisi lu saat ini.” jelas bryan.


“Kalo dahlia gak mau nemuin gue gimana? Apa dia harus benci lagi sama gue,” ucap dahlan dengan rasa kecewa di dalam dirinya.

__ADS_1


“Kalo itu gue gak tahu, yang penting lo udah berusaha untuk menemuinya. Mau dia percaya ataupun tidak kan lu udah jelasin semuanya,”


Dahlan menghela nafasnya, “Seharusnya begitu.”


__ADS_2