BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Bertemu Secara Diam Diam


__ADS_3

Saat melihat Manda keluar dari kamar, dengan cepat dia menghubungi Wawan. Hanya dialah yang bisa membantunya, dia ingin menyelesaikan masalah ini. Dia tidak mau di nikahkan dengan wanita pilihan mamanya.


Selesai dia memberikan pesan kepada Wawan dia pun langsung meletakan handphone tersebut, dia berharap kalau Wawan bisa mengerti dengan pesan yang dia berikan.


Ketiga keluarga sedang menikmati sarapan seperti biasa, mereka yang asik dengan sarapan masing-masing tidak sengaja mendengar suara pintu. Manda dengan cepat melangkah kearah pintu tersebut, di sana dia melihat Wawan yang sedang menatap kearahnya.


“Sedang apa kamu kemari?” tanya Manda yang tidak menyukai Wawan.


“Saya ingin menemui pak Bara bu! Saya ingin menjemput pak Bara untuk menemui non Keysa.” ucap Wawan supaya Manda percaya sama rencana yang di berikan Bara.


Manda yang mengetahui bahwa putranya ingin menemui Keysa langsung menyuruh Wawan untuk masuk ke dalam, sedangkan Bara yang menatap Wawan langsung mengerti saat tatapan yang di berikan Wawan seperti menyampaikan pesan lewat dari tatapan mereka.


Bara dan Wawan langsung pamit kepada kedua orang tuanya, di dalam mobil Bara tidak bisa tersenyum saat Wawan berhasil membawanya kabur dari rumah.


“Pak. Apa bapak yakin sama rencana yang bapak berikan, kalau ibu tau gimana!” ucapan Wawan yang menatap Bara dari spion mobil.


“Kamu tenang saja, mama saya akan percaya sama ucapan saya. Lagian juga Keysa tidak menyukai perjodohan konyol seperti ini, setelah ini kamu antar saya menemui Mawar.”


“Baik pak.” Wawan masih melanjutkan menyetir mobil, saat mobil itu sudah sampai di tepi jalan wanita itu langsung masuk ke dalam mobil.


“Apa kamu yakin sama rencana yang kamu buat,” ucap Keysa yang langsung melirik Bara.


“Ya saya yakin. Yang penting kamu membantu aku untuk menyelesaikan masalah kita, setelah masalah ini selesai saya akan membantu kamu untuk membujuk ayah kamu.” kata Bara yang di setujui oleh Keysa.


Mereka berdua memang berniat untuk menghancurkan perjodohan ini, dia tidak mau kalau di antara mereka tersakiti dengan perjodohan konyol seperti ini.


Di sebuah kafe yang sudah di janjikan oleh Mawar, mereka berdua langsung memilih tempat yang sudah di sediakan sebelum dia datang kemari. Sedangkan Mawar yang sedang bersiap-siap di dalam kamar langsung turun, di sana dia melihat kakaknya dan juga kakak iparnya.

__ADS_1


“Kamu tidak sarapan dulu?” tanya Vanesha yang melihat Mawar buru-buru.


“Tidak usah kak nanti aku sarapan di luar saja,” suara yang di berikan Mawar sudah sedikit menjauh saat wanita itu sudah pergi.


Mawar menatap Bara saat cowok itu bersama dengan wanita yang sempat ia temui, tanpa ragu Mawar menghampiri mereka berdua. Bara yang melihat Mawar datang langsung mempersilakan kekasihnya untuk duduk.


“Kamu mau apa lagi, apa alasan yang kamu berikan penting. Kalau tidak penting aku akan kembali ke kantor,” kata Mawar yang tidak suka basa-basi.


Bara membuang nafas saat Mawar sifatnya mulai berubah, sebelum Bara membuka suara dia menatap Keysa dan Keysa langsung mengangguk setuju.


“Aku tau pasti kamu marah sama aku, aku sama Keysa sama sekali tidak menginginkan perjodohan ini. Kita sama-sama memiliki pasangan jadi kamu jangan berpikir kalau kita menginginkan perjodohan ini, aku ingin kamu percaya sama ucapan aku. Aku tidak mau masalah ini berlarut-larut...” tatapan Bara masih menatap Mawar saat kekasihnya masih sibuk dengan minuman. “Mungkin sekarang kamu tidak percaya sama ucapan aku, tapi Mawar sampai kapanpun aku akan memilih kamu walaupun kamu seorang janda.” Mawar menatap Bara saat tatapan mereka saling bertemu.


Mawar mengatur nafasnya supaya dirinya bisa kuat untuk menyelesaikan masalah mereka. “Percuma kamu menjelaskan semuanya mama kamu tidak akan setuju sama hubungan kita, lebih baik kita mengakhiri hubungan ini supaya mama kamu bisa bahagia kalau anaknya menikah dengan pilihannya.”


Bara dengan cepat menggeleng, dia tidak mau mengakhiri hubungannya. Apalagi dia sangat mencintai Mawar, dia tidak mungkin kehilangan wanita ini.


“Gak. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan kamu, kamu sudah janji untuk ada di samping aku. Kenapa kamu jadi menyerah seperti ini, apa kamu tidak mau berjuang sama aku!” kata Bara yang penuh berharap kalau Mawar tidak melakukan ucapannya.


Saat Mawar ingin pergi dengan cepat Bara menahan dirinya, Keysa yang melihat adegan itu hanya diam. Ternyata percintaan mereka sangat sulit apalagi mereka berdua tidak direstui.


“Aku mohon sama kamu jangan seperti ini, kita bisa menjalankan semuanya. Aku yakin kalau aku sama kamu bisa menjalankan ujian ini, kamu jangan ninggalin aku hanya gara-gara mama tidak merestui hubungan kita.”


“Bara! Aku tidak mau kalau kamu melawan ibu kamu sendiri, aku ingin mencintai seseorang atas restu orang tua. Kalau ibu kamu tidak merestui hubungan kita buat apa kita melanjutkan hubungan ini, aku yakin pasti kamu bisa menjalankan semuanya.” Mawar berusaha melepaskan tangan Bara tapi laki-laki itu enggan untuk melepaskannya.


“Gak... Gak! Jangan seperti ini Mawar, kamu tidak boleh ninggalin aku sendiri.” tangan Bara berusaha untuk menahan Mawar tapi wanita itu terus berusaha melepaskannya, dan wanita itu langsung masuk ke dalam mobil.


“Aaarggghh!”

__ADS_1


PRANG!


Semua peralatan piring yang berada di meja langsung tumpah akibat ulah Bara, yups! Laki-laki itu menghancurkan semua piring yang berada di atas meja, sampai menimbulkan suara dan semua orang yang berada di sana menatap kearah meja mereka.


Keysa mencoba menahan Bara supaya cowok ini tidak membuat kekacauan, dia menghubungi Wawan untuk membawa Bara pergi. Sebelum pergi Keysa menuju meja kasir untuk menganti kerugian yang sudah di hancurkan Bara, dan wanita itu langsung pergi begitu saja.


“Bara kamu tenang dulu, jangan seperti ini! Sekarang apa yang kamu perbuat semua orang pada takut melihat kamu marah-marah seperti tadi, kita bisa menyelesaikan masalah ini. Aku akan membantu kamu untuk menyakinkan Mawar.” ucap Kesya untuk menenangkan Bara, malah Bara sekarang benar-benar kacau rencana yang di buat olehnya hancur begitu saja.


***


Maafin aku sudah melakukan ini sama kamu, aku tidak ingin mengatakan ini. Mungkin ini satu-satunya cara untuk melepaskan kamu, aku tidak mau menghancurkan masa depan kamu.


Supir mobil yang melihat majikannya merasa kasihan, apalagi dari tadi majikannya terus menangis. Dia saja tidak berani ikut campur masalah bosnya, dia hanya bisa berharap kalau masalah bosnya cepat selesai.


“Bara. Sekarang kamu harus tenang, kamu tidak boleh emosi seperti ini. Kalau kamu seperti ini masalah yang kamu miliki tidak akan selesai, biarkan dia sendiri untuk menenangkan pikirannya dan kamu juga harus bisa mengontrol emosi kamu.” ucap Keysa yang terus memberikan ketenangan untuk Bara, walaupun dia tidak bisa memberikan apapun kepada Bara yang penting dia bisa menyelesaikan masalah ini.


“Sekarang kita selesaikan masalah ini sama-sama, aku yakin pasti kita bisa melewati semuanya.”


Wawan membantu bosnya untuk di bawa ke dalam mobil, Keysa yang melihat Bara merasa kasihan saat kondisi cowok ini tidak baik-baik saja. Dia harus bisa menyelesaikan masalah ini, dia tidak mau terjerat dalam hubungan yang seperti ini.


Manda yang melihat mobil yang sempat di kendarai Bara langsung menghampiri mereka, di sana dia melihat Kesya saat wanita itu berada di sini.


“Keysa kamu mau masuk dulu,” tawar Manda yang begitu senang saat Keysa mampir ke rumahnya.


“Terima kasih tante. Aku mau langsung pulang, kalau gitu aku pamit dulu!” tutur Keysa langsung pamit kepada Manda, sedangkan Bara dia tidak memperdulikan ibunya saat Manda terus mengoceh tidak jelas.


Dengan lemas Bara menuju kamar, dia saat ini benar-benar tidak berdaya. Apalagi Mawar memutuskan untuk meninggalkan dirinya, kenapa dia menjadi seperti ini. Dulu dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita semenjak pacarnya meninggalkan dirinya tanpa sebab, dan sekarang dirinya seperti orang yang kehilangan semangat hidup.

__ADS_1


Mawar kamu sudah janji untuk selalu berada di samping aku, tapi... tapi kenapa kamu melakukan ini! Apa kamu tidak mencintai aku lagi, kalau memang hanya gara-gara status kamu aku tidak peduli tentang itu. Sampai kapanpun aku akan tetap memilih kamu Mawar.


Kenapa percintaannya seperti ini, kenapa harus dirinya merasakannya. Apa dia tidak bisa bahagia dengan pilihannya sendiri tanpa harus orang tuanya yang ikut campur.


__ADS_2