BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Bertemu Seseorang


__ADS_3

"Keysa kamu bertemu dengan sia–" ucapan Eliot terhenti saat melihat seseorang pria yang bersama dengan putrinya.


"Kamu?" saat Alaska ingin menyalami tangan Eliot, Eliot sudah menarik tangannya kembali. Alaska hanya diam dengan perlakuan Eliot.


"Buat apa kamu menemui putri saya, kamu tidak tau kalau putri saya sudah saya jodohkan sama seorang pria kaya." Alaska hanya tersenyum saat Eliot tidak menyukai dirinya, sedangkan Keysa memberikan ketenangan buat Alaska.


"Ayah tidak boleh begitu, Alaska datang kemari untuk menemui ayah. Apa ayah tidak bisa memaafkan Alaska, kejadian itu sudah masa lalu ayah lebih baik kita lupakan saja." kata Keysa membuat Eliot kesal, dia tidak mungkin melupakan masa lalunya.


"Sampai kapanpun ayah tidak akan pernah setuju sama dia, kamu Alaska lebih baik kamu jauhi putri saya. Sampai kapanpun saya tidak akan sudi mempunyai menantu seorang pembunuh seperti kamu," Eliot menarik tangan Keysa dan menutup pintu dengan kencang, sedangkan Alaska hanya diam saat Eliot membenci dirinya.


Suatu saat aku akan menjelaskan semuanya, aku bukan seorang pembunuh. Aku melakukan itu untuk menyelamatkan keluarga kamu Keysa.


Dengan berat hati Alaska pergi, Keysa melepaskan tangan ayahnya dan mereka saling menatap.


"Ayah tidak baik bicara seperti itu, aku yakin kalau Alaska bukan seorang pembunuh. Kejadian itu sudah lama ayah, aku percaya kalau Alaska tidak mungkin melakukan itu." Eliot membuang wajahnya saat putrinya mengucapkan nama pria itu.


"Mau dia salah ataupun tidak ayah tidak akan merestui hubungan kalian, kamu sadar Keysa dia sudah membunuh kakak kandung kamu. Kalau dia tidak membunuh kakak kamu pasti kakak kamu masih hidup," erang Eliot yang langsung meninggalkan Keysa. Keysa hanya diam saat mendengar perkataan ayahnya, dia tau kalau Alaska pernah membunuh kakak kandungnya tapi dia yakin pasti Alaska memiliki alasan tertentu.


Apa ayah tidak bisa percaya dengan Alaska, apa ayah masih punya dendam sama Alaska. Aku tau kalau Alaska tidak mungkin membunuh kakak kandung ku.


Alaska yang datang untuk menemui seseorang langsung berjongkok tepat di depan gundukan tanah, dia mencabut rumput dan mengelus nama berada di papan.


Sudah lama ya kita tidak bertemu, kamu apa kabar di sana. Semoga kamu di sana sudah tenang dan tidak merasakan sakit yang kamu derita, kamu tau kalau om Eliot tidak menyukaiku dia masih membenciku.


Andai aku bisa menjelaskan semuanya mungkin om Eliot tidak membenciku, aku sudah menepati janji aku sama kamu. Kamu yang tenang ya di sana, kamu tidak usah memikirkan apapun aku akan selalu melindungi keluarga kamu.


Alaska pamit dari gundukan tanah tersebut, sebelum pergi dia sempat menatap nama yang di tulis di papan lisan. Dia melanjutkan langkah kakinya dan kembali ke rumah.

__ADS_1


Mawar yang sedang melakukan meeting tiba-tiba saja seorang satpam datang sambil membawa bungkusan, Ava mengambil bungkusan tersebut dan memberikan kepada Mawar.


"Terima kasih kalian sudah menuangkan waktu untuk meeting kita hari ini, silakan kalian kembali ke tempat kerja kalian." ucap Mawar. Dan semua orang pada pergi meninggalkan kedua wanita yang masih berada di ruangan meeting.


"Dari siapa bungkusan itu?" tanya Mawar membuat Ava menatap bosnya.


"Saya tidak tau bu, tadi satpam memberikan ini sama saya katanya untuk ibu." urai Ava membuat Mawar penasaran, tanpa rasa curiga sama sekali dia pun membuka bungkusan tersebut.


Di sana dia melihat sebuah bunga dan boneka, dia tidak lupa mengecek siapa pengirimnya. Malah dia hanya menemukan sebuah kertas yang berisi dengan ancaman, apa orang ini sedang main-main dengannya.


Ava yang menatap bosnya dengan rasa curiga. "Ada apa bu? Kenapa ibu hanya diam saja, memangnya di dalam kotak itu isinya apa?" kata Ava yang semakin penasaran dengan kotak yang di berikan satpam.


"Bukan apa-apa," Mawar memasukan kembali kertas tersebut dan dirinya langsung kembali ke ruangan. Ava hanya menatap bosnya dengan bingung, apa bosnya sedang menyembunyikan sesuatu.


***


"Sudah bos,"


"Bagus, saya akan memberikan kamu imbalan yang sesuai dengan tugas kamu." laki-laki itu tersenyum saat membayangkan imbalan yang dia pikir sangat besar.


"Ibu bicara dengan siapa?" tanya Bara yang melihat Manda sedang serius menelpon seseorang.


Manda dengan cepat menutup teleponnya dan menatap kearah Bara. "Bukan siapa-siapa, kamu mau kemana Bara?" tanya Manda yang terus memperhatikan penampilan Bara.


"Mau bertemu dengan clean," jawab Bara yang langsung meninggalkan Manda, dia dengan cepat meminta bantuan seseorang untuk mengikuti putranya pergi.


Saya tidak akan membiarkan kamu berhubungan dengan wanita itu, sampai kapanpun mama tidak akan merestui kalian berdua.

__ADS_1


"Sayang apa aku bisa membuat mama kamu menyukai aku, kalau mama kamu tidak bisa merestui hubungan kita gimana." ucap Mawar yang secara tiba-tiba membuat Bara menatap kekasihnya.


"Aku yakin pasti mama akan menyukai kamu, tinggal menunggu waktu saja." Bara mengelus rambut Mawar, mereka berdua tidak mengetahui bahwa seseorang sedang mengawasi mereka berdua.


Laki-laki itu memberikan sebuah foto yang sempat dia ambil dan dia kirim kepada bosnya, di sana wanita itu sedang menggenggam tangannya karena melihat foto putranya dengan wanita sialan seperti Mawar.


Berani-beraninya kamu menemui anak saya, saya akan menghancurkan hubungan kalian. Saya akan membuat kamu hancur Mawar.


Keysa sungguh tidak berdaya saat kencan buta ini akan menjadi lebih serius, mereka berdua mengira kalau kencan seperti ini hanya kencan biasa tapi kenyataannya menjadi seperti ini.


Keysa yang melihat ayahnya sedang asik dengan menonton dia pun menghampiri Eliot, dia hanya menatap Keysa saat putrinya sedang terdiam.


Keysa menatap Eliot dengan tatapan yang masih mengarahkan kearah televisi. "Ayah, aku tidak ingin melanjutkan hubungan ini." Eliot yang mendengar perkataan Keysa langsung menatap putrinya, apa dirinya tidak salah dengar dengan ucapan Keysa.


"Ayah sudah memutuskan untuk melakukan pertunangan kalian berdua, ayah rasa kalian berdua sama-sama cocok." tutur Eliot yang tidak peduli dengan perasaan Keysa.


Keysa beralih duduk di depan Eliot, walaupun dia harus sujud di kaki ayahnya dia tidak peduli yang penting ayahnya mendengarkan perkataannya.


"Kamu mau ngapain Keysa?" saat tangan Kesya ingin menyentuh kaki Eliot sudah di tahan oleh pria itu.


"Ayah Keysa mohon, ayah batalin pertunangan ini. Ayah tau kalau aku tidak mencintai Bara, aku hanya mencintai Alaska. Aku tau kalau Alaska yang sudah membunuh kakak kandung aku, tapi aku yakin kalau Alaska tidak mungkin melakukan itu ayah." tatapan yang di berikan Keysa membuat Eliot terdiam, apa dia harus mengikuti keinginan putrinya.


"Saat ayah menikah dengan bunda, pasti ayah mencintai bunda. Begitu pun dengan aku ayah, aku tidak ingin menikahi siapapun kecuali Alaska hanya dia yang aku cintai." kata Keysa yang terus memohon kepada Eliot.


Eliot masih terdiam sambil memandang televisi, Keysa yang melihat reaksi ayahnya hanya bisa diam. Dia sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, apalagi ayahnya sangat menginginkan pertunangan ini.


Eliot menghembuskan nafas. "Baiklah, ayah akan menyetujui hubungan kamu dengan Alaska. Ayah akan membicarakan ini sama keluarga Bara, ayah akan membuktikan kalau Alaska pantas mendapatkan putri ayah." Keysa yang tidak menyangka dengan perkataan Eliot dan Keysa langsung memeluk ayahnya, sedangkan Eliot tersenyum sambil mengelus rambut Keysa.

__ADS_1


Ayah akan melakukan yang terbaik untuk kamu, tapi kalau Alaska menyakiti hati kamu ayah tidak akan membiarkan putri ayah terluka.


__ADS_2