
"Sayang menurut kamu ini bagus gak?" tanya Keysa yang menunjukan baju yang ia pegang, sedangkan Alaska tidak memperhatikan Keysa malah dia memperhatikan wanita yang tidak jauh dari pandangannya.
Keysa jalan kearah Alaska dan dia malah melihat tatapan Alaska. "Kenapa Alaska melihat wanita itu? Apa mereka berdua saling mengenal." batin Keysa membuat tatapannya terhadap mereka berdua, dua orang itu saling menatap sampai-sampai Alaska tidak mengetahui bahwa Keysa memperhatikan mereka.
"Sayang," panggil Keysa membuat Alaska tersadar. Tatapan Alaska langsung menatap Keysa dan memberikan senyuman yang tidak di sukai Keysa.
"Kamu tadi kenapa diam saja, memangnya kamu lagi melihat siapa?" Keysa penasaran dengan jawaban Alaska, cowok itu malah memberikan jawaban yang mencurigakan. Dia tau kalau Alaska sedang menyembunyikan sesuatu buktinya saja cowok ini memberikan alasan yang tidak ia percaya.
"Kalau kamu sudah selesai belanjanya tinggal bayar di kasir, aku menunggu kamu di luar." ucap Alaska yang langsung melangkah kearah pintu keluar, Keysa tau kalau kekasihnya sedang memperhatikan seseorang tapi kenapa Alaska tidak memberitahunya.
Alaska melangkah dengan cepat saat dirinya bertemu dengan seorang wanita, setelah dia berkeliling mall akhirnya dia bertemu dengan wanita itu.
"Agatha," panggil Alaska dengan pelan, wanita itu berbalik arah dan menatap Alaska.
Wanita itu memberikan senyuman, senyuman yang membuat Alaska merindukannya. "Kamu apa kabar?" tanya Agatha yang begitu merindukan laki-laki ini.
"Aku baik. Gimana kabar kamu?" Alaska menanyakan kabar wanita itu tanpa mereka sadari bahwa Keysa melihat aksi mereka berdua, saat mereka sedang menanyakan kabar tiba-tiba saja wanita itu memeluk Alaska di saat Keysa melihatnya.
Saat yang ia rasakan tidak sebanding dengan perlakuan Alaska hari ini, dia sudah tahan selama ini tapi malah dia melihat mereka berdua berpelukan di depan matanya. Tanpa bicara apapun Keysa pergi dari arah yang berbeda, dia tidak mau mengganggu mereka berdua.
Agatha melepaskan pelukan mereka dan mereka berdua saling menatap. "Aku kangen sama kamu, kenapa kamu bisa ada di sini?" seketika Alaska mengingat Keysa kalau wanita itu masih ada di toko baju.
"Kamu tunggu sini aku akan kenalkan kamu sama seseorang," ujar Alaska membuat Agatha mengangguk, langkah kaki Alaska kembali di tempat toko baju dia sudah mencari keberadaan Keysa tapi wanita itu tidak ada. Dia langsung menghubungi Keysa tapi handphonenya mati, dia kembali ke tempat Agatha.
"Dimana seseorang yang ingin kamu kenalkan sama aku," wajah Alaska mulai khawatir dengan Keysa, dia pun pamit kepada Agatha untuk pergi.
"Mungkin aku bukanlah wanita itu, aku hanyalah teman masa kecil kamu bukan pasangan masa depan kamu." batin Agatha yang melihat kepergian Alaska.
Keysa memang sengaja mematikan handphonenya dia ingin menenangkan diri, dia tidak mau mengganggu mereka berdua. Dia tau kalau dirinya seperti penghalang untuk mereka, hal yang mungkin ia takutkan saat wanita masa lalu Alaska kembali dan membuat dirinya terasingkan seperti dulu.
__ADS_1
"Keysa kamu kemana? Kenapa handphone kamu tidak aktif?" ucap Alaska yang terus menghubungi Keysa, sekarang dia tidak peduli apa kata orang-orang sekitar yang ia pedulikan hanyalah Keysa.
Keysa yang sudah sampai di rumah langsung tersenyum saat melihat ayahnya sedang santai. "Kenapa kamu pulang sendiri, dimana Alaska?" Eliot mencari keberadaan Alaska malah cowok itu tidak ada dan dia menatap putrinya.
"Ayah kalau gitu Keysa masuk ke dalam dulu ya," Keysa masuk saat seluruh tubuhnya lemas, dia memang kuat di depan ayahnya tapi tidak dengan dirinya.
Keysa melemparkan tubuh di atas tempat tidur, hari ini dia sangat lelah dia ingin istirahat untuk melupakan kejadian hari ini. Keysa melangkah menuju meja kerjanya dan dia sangat lupa kalau Alaska terus menghubungi dirinya, dia terus sibuk dengan laptop dan seketika dia mengingat sesuatu.
Dia mencari handphone saat dirinya berhasil menemukan handphonenya, dia melihat semua pesan dan juga panggilan yang di berikan Alaska. Dia tidak membalas pesan ataupun menelpon balik Alaska dia ingin sendiri dulu tanpa di ganggu oleh siapapun.
***
Selesai sarapan Keysa pamit kepada ayahnya dan di sana dia melihat mobil Alaska yang sudah menunggu dirinya. Dia menghampiri mobil itu membuat pemilik mobil membuka kaca mobil.
"Kamu kenapa bisa ada di sini," kata Keysa yang menatap kearah Alaska.
"Aku mau jemput kamu, buruan masuk nanti kamu kesiangan." Keysa masih diam sambil melihat kearah jam, dan dia kembali menatap Alaska.
Mobil itu berhenti tepat di depannya membuat Alaska menatap mobil berwarna putih. "Alaska aku duluan ya," Keysa masuk ke dalam mobil itu membuat dirinya kaget bahwa Keysa memanggil dirinya nama bukan sebutan 'sayang'.
"Kamu yakin tidak berangkat bareng sama tunangan kamu," ucap laki-laki itu yang melihat Keysa secara sekilas dan melanjutkan menyetir mobilnya.
"Aku yakin, bukannya aku menghindarinya tapi aku ingin memberikan waktu satu sama lain supaya kita bisa menerimanya." laki-laki itu mengangguk dan dia tidak mau ikut campur dengan hubungan Keysa, sebagai teman dia akan selalu mendukung keputusan Keysa.
Mobil itu berhenti di depan kantor Keysa, walaupun Keysa anak dari pengusaha tapi dia tidak ingin kerja di tempat kerja ayahnya. Dia ingin mencari kerja sendiri tanpa harus diakui kalau dirinya anak dari seorang pengusaha.
"Makasih kamu sudah nganterin aku, pulang kantor kamu tidak perlu jemput aku. Aku akan bertemu dengannya," laki-laki itu mengangguk sambil memberikan senyuman, setelah melihat mobil itu pergi Keysa masuk ke tempat kerjanya.
"Jam makan siang aku ingin makan berdua sama kamu," pesan itu masuk ke handphone Alaska membuat pemilik handphone menatapnya, saat dia tau kalau pesan itu dari kekasihnya dia pun membalasnya.
__ADS_1
Keysa yang sudah ingin menemui Alaska di tempat yang sudah mereka janjikan, seketika Agatha berada di sana dan bertemu dengan Alaska.
"Alaska, kamu di sini juga?" Alaska menatap Agatha dan memberikan senyuman kecil.
"Boleh aku duduk di sini," Alaska mengangguk saat Keysa baru saja sampai dan melihat mereka berdua, wanita itu adalah wanita yang sama saat dia bertemu di mall. Apa dia harus menghampiri mereka berdua?
"Katanya kamu sedang menunggu seseorang tapi orang yang kamu tunggu tidak datang," kata Agatha penasaran, dia memang menunggu kedatangan Keysa tapi wanita itu tidak kemari. Sebelum Keysa menghampiri mereka dia mengatur nafasnya untuk dia bisa sabar menemui mereka.
"Maaf ya aku telat," ucap Keysa membuat mereka berdua menatapnya, Alaska menyuruh Keysa untuk duduk di sampingnya malah Keysa memilih untuk duduk berjauhan dengannya.
"Keysa kenalin ini Agatha teman kecilku, Agatha dia calon istri aku." kedua wanita itu saling memperkenalkan dirinya dan memberikan senyuman.
"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Alaska yang memberikan buku menu kepada Keysa, wanita itu malah mengambil buku menu yang lain membuat Alaska bingung dengan sikap Keysa.
Keysa hanya diam saat melihat interaksi mereka berdua, dia memang memilih diam saat dua orang itu sedang ngobrol sambil bercanda sedangkan dirinya di acuhkan begitu saja.
Mereka berdua terus menerus ngobrol bersama sampai-sampai dirinya diabaikan, dia tidak tau harus melakukan apa dia ingin ketemu Alaska untuk ngobrol berdua kenapa jadi seperti ini.
Alaska diam memperhatikan Keysa saat tunangannya terus diam. "Kamu kenapa sayang? Tumben kamu diam saja biasanya kamu bawel saat jalan sama aku," Keysa menghentikan langkahnya dan menatap mereka berdua.
"Alaska lebih baik aku pulang ya, sepertinya aku mengganggu kalian berdua." tangan Keysa di tahan saat kaki Keysa mulai melangkah, dia berusaha melepaskan genggaman Alaska tapi tidak bisa.
"Kamu kenapa Keysa? Dari tadi aku perhatikan kamu diam saja, apa aku ada salah sama kamu. Kamu yang mengirim pesan untuk bertemu dengan aku malah kamu ninggalin aku," suara Alaska lantang saat Keysa menunduk ketakutan, dirinya tidak berani menatap Alaska dan dia dari tadi hanya diam saat dirinya diabaikan.
"Aku ketemu kamu ingin ngobrol berdua sama kamu, tapi apa yang aku dapatkan dari kamu. Malah kamu asik ngobrol dengan Agatha, aku tau kalian berdua teman dari kecil setidaknya kalian berdua hargai aku dan kamu hargai aku sebagai tunangan kamu Alaska. Dari tadi aku terus diam sama kalian berdua sampai-sampai semua orang merasa kalian pasangan serasi sedangkan aku hanya babu untuk kalian, aku salah sudah mengganggu kencan kalian berdua. Lebih baik aku pergi dari pada menganggu kalian," hardik Keysa saat amarahnya mulai melemah, dia berusaha melepaskan tangan Alaska saat tangan itu mulai melonggar dan dia pergi meninggalkan mereka berdua.
"Keysa," teriak Alaska saat wanita itu tidak mempedulikannya.
"Alaska Keysa benar, seharusnya kamu jalan dan ngobrol sama tunangan kamu bukan sama aku. Mungkin kalau aku jadi Keysa pasti akan marah seperti dia, aku tau kita berdua hanya teman masa kecil sedangkan Keysa wanita yang akan menjadi pasangan hidup kamu. Kalau aku terus-terusan mengganggu kamu yang ada aku akan merusak hubungan kalian," Agatha pamit kepada Alaska untuk pergi dan dia mengejar Keysa bukan Agatha.
__ADS_1
"Mungkin di sini aku yang salah sudah membuat kalian ribut seperti ini, kirain aku... aku bisa mendapatkan kamu kembali tapi nyatanya aku salah malah aku mengacaukan hubungan kalian," batin Agatha yang tidak ada harapan untuk kembali dengan Alaska, cowok itu hanya menganggap dirinya teman kecil bukan sebagai pasangan.