BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Teror


__ADS_3

“Kamu istirahat jangan mikirin macam-macam,” kata Bara yang baru sampai rumah.


“Iya,”


Mereka berdua masuk ke kamar masing-masing, di tempat lain Andre sedang berada di tempat dimana dia mengingat kejadian Mawar. Sudah dua hari dia melepaskan wanita itu dan sekarang malah dirinya yang tidak bisa melepaskan wanita itu.


“Aku tidak tau apakah aku bisa melupakan kamu atau tidak,” batin Andre yang masih menetap di bangku sambil menatap awan.


Ketika Mawar ingin bangun dia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal, dia berpikir kalau nomor itu hanya orang iseng jadi dia tidak memperdulikan pesan tersebut.


Saat Mawar ingin pergi ke dapur handphone yang berada di dalam tasnya berbunyi kembali, dia pun mengambil handphone tersebut ternyata nomor yang sama membuat dirinya heran. Kenapa nomor seperti ini selalu mengganggu aktivitasnya? Apa dia tidak memiliki kerjaan yang selalu di teror seperti ini.


Bara yang melihat Mawar berdiri di anak tangga langsung menghampiri wanita itu, “Ada apa? Kenapa kamu masih di sana?”


Mawar mendongak sambil menyimpan kembali handphone yang sempat dia genggam, “Tidak ada, hanya pesan kantor saja!”


Ketika mereka berdua sedang sarapan pagi tiba-tiba saja Bara memberikan sebuah kalung kepada dirinya, sedangkan dirinya hanya menatap kalung tersebut.


“Ada apa? Kenapa kalungnya tidak di pakai,” kata Bara.


“Aku sudah memakai kalung,”


“Lepas. kalung yang kamu pakai lepas, aku tidak menyukai kalung yang ada di leher kamu!”


“Kenapa? Aku menyukainya,”


“Lepas Mawar. Aku ingin kamu memakai kalung ini,”

__ADS_1


Mawar terpaksa mengikuti keinginan Bara dan dia langsung melepaskan kalung yang berada di lehernya sambil memakai kalung yang di berikan Bara.


“Sudah. Gimana kamu sudah senang,” ujar Mawar. Dan Bara pun mengangguk sambil tersenyum.


“Hari ini aku tidak pulang, karena aku harus mengurus proyek yang berada di kalimantan. Jadi aku harap kamu bisa jaga diri di rumah,” tutur Bara yang masih menatap Mawar.


“Kamu tenang saja aku akan baik-baik saja di sini,” jawab Mawar membuat Bara tidak yakin kalau wanita ini bisa menjaga dirinya.


Setelah mengantarkan Mawar ke kantor dia pun langsung berangkat, belum sempat Mawar ingin masuk ke pintu utama sudah di tahan oleh satpam. Dan satpam tersebut memberikan sebuah kotak yang menurutnya sangat mengerikan.


“Dari siapa, pak?” tanya Mawar yang menatap satpam tersebut.


“Tidak tau bu. Tadi ada orang yang memberikan ini katanya untuk ibu,”


“Baiklah. Terima kasih,” ucap Mawar di jawab anggukan oleh satpam.


Bara yang berada di sebuah kafe yang terdapat di daerah kalimantan, dia pun mengambil handphone untuk mengecek keadaan Mawar. Saat dia membuka CCTV yang terletak di kalung yang dia berikan dia langsung membuka adegan yang baru saja terjadi, dia hanya heran kenapa wanita itu tidak takut saat membuka kotak misterius malah membuang kotak yang sudah dia buka.


Bara tersenyum saat Mawar dengan beraninya membuang kotak itu, malah dia tidak habis pikir kenapa Mawar tidak merasa takut saat dirinya sedang di teror.


Bara langsung memerintahkan kaki tangannya untuk menyelidiki aksi teror yang diterima oleh Mawar, kaki tangan Bara langsung mengerti maksud yang di ucapkan bosnya dan lelaki itu langsung memulai mencari bukti yang di perintahkan bosnya.


“Kamu tidak usah takut aku akan selalu melindungi kamu,” batin Bara.


***


Pulang dari kantor Mawar mendapatkan pesan dari nomor yang sama, nomor yang pertama kali dia buka. Tapi dia heran saat dia menghubungi nomor ini selau tidak aktif malah menghilang begitu saja, hanya ada suara orang bernafas dan suara seperti angin.

__ADS_1


Malah menurutnya pengirim pesan ini ingin menakuti dirinya tapi pengirim tersebut salah orang, dia bukan wanita penakut malah dia semakin penasaran siapa yang memberikan kotak itu dan juga pesan ini.


Mawar tersenyum sinis saat mengingat kalau dirinya di teror, “Saya ingin tau berapa lama pengirim kotak itu dan pesan ini meneror ku, aku akan selalu menunggu hadiah ataupun pesan yang membuat orang depresi!”


“Dasar bodoh kamu salah orang untuk mengirimkan hadiah dan pesan, kita liat saja apa kamu masih ingin mengirim pesan aneh atau menyerah. Aku suka tantangan seperti ini, semakin dia penasaran semakin dia ingin mengetahui orang yang sudah mengganggu dirinya” ucap Mawar. Dan Mawar langsung menuju kamar.


Kenapa wanita itu tidak ketakutan sedikitpun, apa teror gue kurang menantang? pikir wanita yang memandang handphone.


“Ada apa?” tanya wanita itu yang mendapatkan panggilan dari seseorang.


“Sepertinya rencana lu gagal, dia bukan wanita yang seperti itu. Lebih baik lu menyerah saja dari pada mengganggu kebahagiaan wanita lain,” ucap seseorang dari sebrang sana.


“Sampai kapanpun gue tidak akan menyerah dan gue bakal membuat dia ketakutan, kalau gue sudah berhasil membuat dia depresi gue akan mengakhiri perbuatan gue!” timpal wanita itu yang tidak pernah menyerah kalau keinginannya belum terpenuhi.


“Terserah lu. Gue sih yakin kalau wanita itu tidak akan pernah mempan dengan rencana yang lu berikan,” seseorang itu langsung menutup sambungan telepon membuat dirinya kesal.


“Kita liat saja kalau gue bakal menghancurkan wanita bodoh seperti dia,” batin wanita misterius.


“Ini orang kenapa tidak menyerah, udah gue cuekin masih aja mengirim pesan yang tidak masuk akal. Atau gue kerjain saja kali ia lagian ini orang terus mengganggu kehidupan gue,” batin Mawar saat otak jahilnya mulai berinteraksi.


Mawar hanya tersenyum geli saat dia membalas pesan dari orang yang sudah menerornya, dan orang tersebut malah tersenyum puas saat rencananya berhasil. Tapi nyatanya malah wanita itu dibales dengan kejahilan yang diberikan Mawar.


“Gue akan pastikan hidup lu akan menderita dan cewek bodoh seperti lu secepatnya akan gue singkirkan,” ucapan wanita itu membuat Mawar senang saat dia berhasil mengikuti keinginan orang tersebut.


“Apa kamu baik-baik saja,” ucap Bara yang mengirimkan pesan kepadanya.


“Iya. Aku baik-baik saja,” balasan pesan yang dia kirimkan buat dirinya senang, di saat dia di khianati ada seorang lelaki yang selalu mendukungnya. Dia berharap kalau lelaki ini akan selalu bersamanya walaupun dia tidak tau sampai kapan dia terus bersama pria ini.

__ADS_1


“Semoga kamu yang ditakdirkan untukku, entah sampai kapan aku terus menatapmu dari kejauhan tapi aku yakin kalau tuhan sudah mentakdirkan kamu yang selalu ada di samping ku!”


__ADS_2