
Didalam kamar tia terus-terusan tersenyum, entah kenapa dia memikirkan bosnya. Makin lama bosnya semakin tampan, rasanya dia ingin sekali mendapatkan dahlan. Orang yang dia cintai walaupun bosnya sudah punya istri tapi dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dia sudah mendapatkan info dari teman kantornya kalo dahlan sudah menikah tapi pernikahannya belum dikarunia anak, mungkin dia sangat kecewa, patah hati. Bagaimana pun dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan walaupun orang yang dia cintai sudah menikah.
Tia berjalan kearah jendela kamarnya sambil menatap kearah jalan, “Gue akan mendapatkan kamu dahlan, walaupun aku harus menghancurkan pernikahan kalian tapi kamu harus menjadi milik gue selamanya.” batin tia dengan tersenyum senang.
Pagi harinya tia sudah begitu rapih dengan penampilan, hari ini penampilannya berbeda dari biasanya. Malah semakin berani ini jalan satu-satunya untuk rebut apa yang dia inginkan walaupun harus menghancurkan pernikahan bosnya.
“Kita tunggu permainan gue, gue bakal mendapatkan kamu seutuhnya,” ucap tia dengan penuh bahagia.
Sampai di kantor tia melewati semua karyawan, banyak karyawan yang memandang dia seksi, cantik dan juga memandang tidak suka. Tapi bagi dia angin lalu yang penting dia harus memulai rencananya.
“Bukannya dia karyawan baru ya? kenapa pakaiannya seperti itu?”
“Gak tau malu banget udah tau tidak boleh berpakaian seperti itu tapi tetap saja dipakai,”
“Sumpah seksi banget tia seharusnya dia berpakaian seperti itu aja setiap hari, jadi gue semakin semangat kalo ngeliat wanita seksi kaya dia,”
“Boleh tuh badannya nanti malam mau dibayar berapa,” goda karyawan laki-laki yang menatap tia dengan penuh gairah.
Itulah ocehan yang dia dengar, tia tidak memperdulikan ucapan semua karyawan malah dia menganggap angin lalu saja. Sampai di ruangannya tia langsung membereskan mejanya dan tiba-tiba saja ilyas sebagai sekretaris dahlan menghampiri dirinya.
Saat ilyas melihat penampilan tia dari atas sampai bahwa dia menelan ludahnya, apa ini benar tia? dia gak mungkin salah liat kan? itulah pikirkan ilyas saat memandang pakaian tia yang dia kenakan.
Tia tersenyum melihat ilyas sebagai asisten bosnya menatap dirinya dengan begitu pesona, dia yakin pasti dahlan menatap dirinya seperti ilyas. Tinggal beberapa langkah lagi dia akan mendapatkan semuanya.
“Pak, bapak ngapain ngeliatin saya seperti itu?” ucap tia sambil melambaikan tangannya kearah wajah ilyas.
Ilyas tersadar dari lamunannya dan kembali fokus dengan tujuan dia, “Maaf, sepertinya kamu dipanggil sama pak dahlan.” ucap ilyas.
“Ada apa ya pak?” tanya tia.
“Saya tidak tau, lebih baik kamu temuin saja pak dahlan dari pada kamu mendapatkan masalah,” tutur ilyas.
“Baik pak,”
Tia pun pergi untuk menemui dahlan sampai di ruangan bosnya dia langsung mengetuk pintu tersebut, dan ternyata dahlan sedang fokus dengan laptop yang selalu menemaninya.
“Pak dahlan kalo lagi serius ganteng juga gak salah pilih ternyata gue sudah jatuh cinta dengan pesonanya,” batin tia terus memandang kearah dahlan.
“Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?” ucap tia.
“Saya ingin ka___,” belum sempat dahlan mengucapkan kalimatnya dia sudah memandang penampilan tia dengan begitu aneh, kenapa tia berpenampilan seperti itu? apa dia ingin menjadi wanita penggoda?
“Ada yang bisa saya bantu pak,” ujar tia saat melihat dahlan terbengong dengan penampilan dirinya yang begitu menggoda.
“Kamu bisa panggilkan OB kesini,” ucap dahlan.
“Baik pak,”
__ADS_1
Belum sempat ia melangkahkan kakinya ke pintu tiba-tiba saja bosnya memanggil dirinya, “Ada lagi pak yang bisa saya bantu.”
“Nanti sore kamu ikut saya ke restoran untuk menemui clean dari surabaya,”
“Baik pak, ada lagi pak?”
“Sudah itu saja, kamu lanjutkan pekerjaan kamu sekarang,” perintah dahlan.
“Baik pak,”
***
Sore harinya seperti biasa tia sedang membereskan berkas penting yang diperintahkan oleh dahlan dan sekarang tia sedang berada di ruangan dahlan, selesai membereskan berkas penting tiba-tiba saja dahlan menghampiri dirinya.
“Gimana kamu sudah mengecek berkas kerjasama yang saya perintahkan ke kamu,” ucap dahlan dengan begitu lantang.
“Sudah pak,” setelah semuanya selesai tia langsung mengikuti dahlan menuju pintu luar kantor, di sana mereka berdua sedang menunggu mobil pribadi bosnya. Akhirnya mobil tersebut sampai juga dihadapannya dan mereka berdua langsung duduk di tempat masing-masing, mereka berdua hanya melakukan aktifitas masing-masing tanpa berbicara satu kata pun.
Tanpa sengaja tia melirik kearah handphone bosnya, ternyata bosnya sedang mengirimkan pesan kepada istrinya. Saking kesalnya dia hanya melirik dengan tajam, kenapa dunia ini tidak adil untuknya! saat orang lain mendapatkan laki-laki begitu sempurna tapi dia tidak seberuntung perempuan yang beruntung diluar sana, malah kehidupannya semakin menderita saat perpisahan orang tuanya.
Kenapa di saat dia menyukai seorang laki-laki malah laki-laki itu sudah mendapatkan perempuan yang tepat untuknya, sedangkan dirinya hanya bisa berangan-angan saja tanpa terjadi di kehidupannya. Sekejam itukah dunia pada dirinya?
“Sepertinya bapak sangat mencintai istri bapak,” lontar tia. Entahlah dia tidak memikirkan ucapan yang dia lontarkan barusan.
Dahlan tersenyum mendengar ucapan tia, “Iya, walaupun saya menikah belum ada setahun tapi saya sayang kepadanya, dulu saya tidak pernah berpikir untuk menikahi istri saya tapi saat saya kehilangan dahlia saya mulai sadar bahwa saya tidak bisa hidup tanpanya. Mulai saat itu saya mulai berani untuk berkomitmen dan menjadikan dia pendamping hidup saya untuk selamanya.” jelas dahlan sambil menatap ke layar handphone.
“Gue penasaran kehidupan percintaan mereka seperti apa? sepertinya alay banget kalo gue dengar, mungkin istrinya aja yang gatel makanya pak dahlan tergila-gila,” batin tia.
Tia hanya tersenyum kecut, tebakan bosnya tidak seperti itu? malah percintaannya dulu tidak bisa diingat kembali, apakah dia masih pantas untuk mendapatkan laki-laki baik seperti bosnya? Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai tujuan dan mereka langsung turun dari mobil menuju tempat yang sudah di pesan terlebih dahulu.
“Maafkan kami sudah datang terlambat,” ucap dahlan saat melihat clean-nya sampai lebih dulu darinya.
“Tidak masalah, saya baru saja sampai beberapa menit saja. Mari kita mulai saja kerjasama kita,” ucap sekretaris clean-nya.
Dan mereka berdua akhirnya bisa melakukan kerjasama tanpa ada gangguan sedikit pun dan clean dahlan berpamitan kepadanya, tinggal mereka berdua-lah yang masih didalam restoran.
“Ini kesempatan gue untuk mendapatkan hati dahlan, kesempatan tidak mungkin datang yang kedua kalinya,” batin tia dengan begitu bangga.
“Pak. bapak hari ini mau langsung kembali ke kantor atau gimana pak?” ucap tia sambil memperhatikan dahlan dengan begitu serius.
“Saya ingin kembali ke kantor,” dahlan langsung pergi meninggalkan tia yang masih setia dengan tempat duduknya dan tia langsung mengejar dahlan yang sudah tidak kelihatan batang hidungnya.
Akhirnya mereka berdua sampai juga di kantor dan tia langsung kembali ke ruangannya, hari ini dia sangat kesal karena rencananya gagal. Kirain dia bosnya mau makan terlebih dahulu tapi ternyata dia buru-buru kembali ke kantor.
“Rencana gue hampir saja berhasil tapi gara-gara handphone pak dahlan bunyi jadi sia-siakan gue memulai strateginya,” batin tia sambil menahan amarahnya.
Saat tia ingin menuju toilet tiba-tiba saja OB membawa segelas kopi ke ruangan dahlan, dia langsung berinisiatif untuk menghampiri OB tersebut.
“Bu. Maaf bu itu kopi untuk pak dahlan ya?” tanya tia.
__ADS_1
“Iya mba,”
“Kalo gitu biar saya saja bu yang mengantarkan kopi ini ke ruangan pak dahlan,”
“Tapi mba ini tugas saya sebagai OB kalo saya tidak melakukan tugas saya nanti saya dipecat mba,” urai OB.
“Ibu tidak akan dipecat, saya yang mau mengantarkan kopi ini. Jadi ibu gak perlu takut nanti kalo ibu dipecat saya akan bilang sama pak dahlan supaya tidak pecat ibu,” kata tia.
“Baiklah kalo mba memaksa,” OB tersebut langsung memberikan kopi itu kepada tia dan tia langsung menuju ruangan bosnya. Di sana dia tidak melihat bosnya dimana pak dahlan? saat dia meletakkan kopi tersebut ternyata dia liciknya mulai melintas akhirnya tia menaruh sesuatu ke dalam minuman dahlan, selesai menaruh serbuk yang minuman dahlan tia mengaduk minuman itu dan dahlan langsung menghampiri tia.
“Kenapa kamu yang mengantarkan kopi saya? dimana OB yang saya perintahkan untuk membuatkan kopi?” tanya dahlan.
“Bapak jangan salahkan OB pak, saya yang mau mengantarkan minuman bapak,” jawab tia.
Dahlan hanya mengangguk dan dahlan kembali ke tempat duduknya, dahlan pun meminum kopi yang dibawakan tia. Seketika obat tersebut bekerja dengan cepat membuat dahlan merasakan pusing di keningnya dan saat itu juga dahlan melihat tia seperti dia melihat istrinya yang memakai pakaian seksi.
“Dahlia,” gumam dahlan sambil memegangi kepalanya.
Mereka berdua langsung melakukan hal yang tidak diinginkan dan saling terhanyut dalam dekapan malam, tapi dahlan tidak tau bahwa istrinya sedang menunggu dirinya.
Sedangkan dahlia dari tadi terus saja khawatir dengan keadaan suaminya kenapa sampai sekarang dia tidak bisa menghubungi suaminya, dimana suaminya? apa suaminya lembur lagi sampai-sampai tidak bisa memberikan kabar satupun.
“Kamu dimana mas aku terus menghubungimu tapi handphone mu tidak aktif,” gumam dahlia.
Dahlia terus saja menghubungi suaminya tapi hasilnya sama saja nihil tidak diangkat sama sekali, dahlia memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu sampai-sampai dia ketiduran.
***
Pagi harinya tia lebih awal bangun dari pada dahlan, di sana ia melihat dahlan begitu lemah. Apalagi posisi mereka yang membuat orang merasa jijik untuk diperlihatkan, tia langsung tersenyum memikirkan kejadian semalam yang begitu indah. Karena hari ini kantor libur jadi cuman beberapa karyawan saja yang lembur pagi ini.
Tia mengambil barang-barangnya sambil mendekati dahlan yang masih terlelap dalam mimpi.
“Terima kasih kamu sudah menjadikan aku wanita yang paling sempurna, aku akan terus mendapatkan kamu secepatnya,” ucap tia sambil mencium pipi dahlan.
Selesai rapih dengan penampilannya tia langsung pergi begitu saja dan dia kembali ke rumahnya untung tidak ada yang melihat dirinya keluar, sedangkan dahlan dia terbangun dan merasakan sakit di bagian kepadanya. Dia terkejut dengan penampilannya kenapa penampilannya seperti ini? apa yang terjadi pada dirinya?
Dahlan menatap kearah jam tangan dan dia terkejut ternyata dia ketiduran di kantor, yang tidak habis pikir kenapa penampilannya begitu menjijikan, dia langsung buru-buru merubah penampilannya dan membereskan meja kerja. Dia harus buru-buru pulang pasti dahlia mengkhawatirkannya, didalam perjalanan dahlan terus memikirkan dahlia.
Akhirnya dia sampai di rumah dan dia langsung memarkirkan mobil di bagasi, dia pun turun dari mobil dan menuju rumah. Di sana dia melihat dahlia tiduran di sofa tanpa selimut, apa dia tidak kedinginan? Dahlan mendekati dahlia dan mengusap kening istrinya.
“Maafin aku tidak ngabarin kamu, aku aja tidak tau dengan kejadian semalam. Entah kenapa aku tidak mengingat apapun malah aku begitu menjijikan dengan penampilanku, maafkan aku sudah membuatmu menunggu. Aku akan kembali ke kamar untuk membersihkan badan terlebih dahulu, habis itu akan membuatkan mu sarapan,” ucap dahlan sambil mencium kening istrinya.
Selesai mandi dahlan membuatkan sarapan, saat dahlia merasakan aroma makanan dia langsung membuka matanya ternyata dia melihat suaminya sedang membuatkan sarapan.
“Kapan kamu pulang? kenapa tidak ngabarin aku kalo kamu pulang,” ucap dahlia sambil menatap punggung suaminya dari belakang.
“Barusan, maaf sudah membuat kamu menunggu. Aku juga minta maaf tidak mengabarkan kamu terlebih dahulu soalnya semalam aku lembur jadi aku nginep di kantor,” jelas dahlan.
Sepertinya dahlan memang tidak mengingat apapun, memang semalam rencananya dia ingin lembur tapi entah kenapa saat dia bangun dia melihat penampilannya seperti pria brengsek. Dia akan mencari bukti, sekarang dia harus menyembunyikannya terlebih dahulu sebelum dia mendapatkan bukti dia harus menyakinkan dahlia. Sampai bukti itu ia dapatkan baru dia akan menceritakan kepada istrinya kenapa dia seperti itu?
__ADS_1
“Enggak papa, aku ngerti ko pasti kamu sibuk banget makanya kamu pulang sepagi ini,” urai dahlia.
Akhirnya mereka berdua makan bersama tanpa membicarakan kata apapun, malah mereka berdua sangat menikmati sarapan mereka.