BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Kecurigaan Terungkap


__ADS_3

Selesai dokter hamzah memeriksa botol pemberian vanesha ia baru tahu bahwa botol tersebut berisi obat racun, sepertinya ia harus memberitahu kepada vanesha.


Drrt.. drrrtttt


Selesai meeting vanesha mendengar handphonenya berbunyi ia langsung mengambil benda pipih tersebut, ternyata dokter pribadi ayahnya yang menelpon. Ia langsung mengangkat handphonenya.


“Halo mba,”


“Halo dok, ada apa?” Ucap vanesha


“Mba ada waktu hari ini untuk datang ke rumah sakit,”


Vanesha menjauhkan handphonenya dan bertanya kepada ava sekretaris pribadinya, “Va, hari ini saya masih ada jadwal tidak.” Tanya vanesha


Ava memeriksa jadwal bosnya, “Tidak ada mba.”


Vanesha mengangguk dan melanjutkan pembicaraannya kepada dokter hamzah, “Baik dok, saya akan ke rumah sakit sekarang.”


“Baik mba saya tunggu,”


Vanesha mengakhiri sambungan teleponnya, “Ava kamu urus kantor sebentar, saya akan keluar untuk menemui dokter pribadi ayah saya. Kalo ada apa-apa kamu kabarin saya segera.” Perintah vanesha


“Baik mba,”


Vanesha langsung saja ke rumah sakit menemui dokter hamzah, saat didepan ruangan dokter pribadi ayahnya ia mendapatkan SMS dari dokter hamzah untuk menemuinya di laboratorium. Di sana ia melihat banyak dokter bagian penelitian, langsung saja ia menghampiri dokter hamzah.


“Begini mba seperti yang saya duga, botol yang mba berikan ke saya ternyata botol tersebut berisi racun. Saya tidak tahu racun apa yang ada di botol ini, tapi dari semua dokter yang ada disini tahu bahwa isi dari botol ini berisi racun. Saya sudah memberitahu teman saya yang ada di luar negeri, cuman ada satu cara untuk menemukan Penawarnya mba,” Jelas dokter hamzah


“Caranya gimana dok,”


“Bunga Autaristik, bunga ini sejenis obat herbal yang langka. Ternyata bunga Autaristik terdapat di hutan perbukitan di daerah X, saya tidak tahu jelas mengenai ini tapi ada satu perusahaan besar yang sudah menemukan bunga Autaristik ini mba,” Jelas dokter hamzah


“Ya mba vanesha, bunga tersebut berwarna gold dan daunnya sangat halus. Kalo mba sampai mengenai ranting pohonnya mba akan terkena efek dari daun bunga Autaristik,” Jelas dokter Bima salah satu rekan dokter lain.


“Saya akan berusaha semaksimal mungkin dok, untuk menyembuhkan ayah saya. Gimanapun caranya,” Ucap vanesha


“Baik mba, saya akan berusaha untuk meredakan racun ditubuh pak Alison,” Ucap dokter hamzah


“Baik dok. Kalo begitu saya permisi,”


Vanesha keluar dari laboratorium ia berjalan menghampiri ruang inap ayahnya, di sana ia melihat frey sedang menunggu ayahnya.


“Maaf saya sudah merepotkan kamu lagi,” Ucap vanesha


Yang awalnya frey sedang beristirahat tiba-tiba saja terdengar suara dari anak bosnya, “Maaf mba saya ketiduran.” Ucap frey langsung merubah posisinya

__ADS_1


Vanesha duduk di samping frey, “Frey kamu tahu mengenai bunga Autaristik?” Tanya vanesha


“Bunga autaristik mba? Sepertinya saya pernah mendengar bunga itu tapi saya lupa mba. Yang saya tahu bunga autaristik sudah didapatkan oleh perusahaan X mba,” Jelas frey


“Perusahaan X? Kamu tahu siapa pemilik perusahaan tersebut,”


“Yang saya tahu perusahaan tersebut sudah diambil alih sama anaknya, dulu perusahaan itu dipegang oleh rasya anggara putra. Karena pak anggara sudah tua makanya diambil alih oleh putranya,” Ucap frey


“Siapa nama anaknya?” Tanya vanesha


“Nama anaknya aric art sanjaya artharama, Kemarin pas acara pelelangan perusahaan sanjaya artharama datang mba, tapi saya tidak melihat pemilik perusahaannya,” Ucap frey. “Memangnya kenapa mba, menanyakan perusahaan pak anggara?” Sambung frey


“Tidak. saya hanya tanya saja sama kamu, Terima kasih informasinya,” Ucap vanesha


“Sama-sama mba,”


Aric art sanjaya artharama! Sepertinya gue pernah dengar namanya tapi dimana? Batin vanesha


***


Di sebuah taman tidak jauh dari rumahnya sedang mengamati bunga autaristik yang menurutnya sangat indah, bunga tersebut ia dapatkan hasil jeri payahnya.


Dulu ia gagal untuk mendapatkan bunga autaristik, tapi kali ini dia berhasil merebutnya dari perusahaan yang sempat merusak tanaman. Alhasil ia yang mengurus bunga autaristik di kebun miliknya.


Saat ia mengamati taman terdapat seorang pria yang berpenampilan gagah walaupun Pria tersebut sudah sekitar kepala tiga tapi dia tetap sehat seperti muda dulu.


“Ada apa ayah datang ke sini?” Tanya aric saat ayahnya berdiri disampingnya.


“Seharusnya ayah yang bertanya sama kamu, kenapa kamu masih disini,” Ucap rasya


“Aku gak tahu, saat aku memandang bunga autaristik aku melihat ibu ada disini, tapi saat aku melihatnya seakan-akan bayangan tersebut sirna begitu saja,” Ucap aric dengan nada sedih.


Rasya tahu putranya merindukan ibunya, jadi dia tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai. Seperti halnya dia dulu sangat-sangat terpukul atas kepergian istrinya.


Rasya mengelus pundak putranya dan aric hanya bisa terdiam memandang kearah bunga autaristik.


Dimeja makan empat orang sedang menikmati makan malam dengan tenang, saat ia sedang menikmati santapan malam ini tiba-tiba saja ayahnya membicarakan anak rekan bisnisnya.


“Ayah harap kamu harus bersikap baik sama dahlia anak dari rekan bisnis ayah, ayah tidak mau hubungan bisnis ayah renggang gara-gara ulah kamu,” Ucap rasya


“Kemarin ayah dapat laporan dari joshua teman ayah, bahwa kamu tidak peduli dengan putrinya malah kamu memperlakukan dia tidak wajar. Benar begitu,” Titah rasya


“Lebih baik ayah tidak usah membahas ini lagi, saya sudah kenyang lebih baik saya kembali ke kamar,” Ucap aric


Aric pun kembali ke kamarnya, jujur dia tidak ingin pulang ke rumah ayahnya. Tapi gimana lagi dia selalu dipaksa untuk pulang dan bertemu banyak masalah yang menurutnya sangat muak.

__ADS_1


Pagi harinya vanesha terbangun dari tidur dan menuju kamar mandi, selesai membersihkan badannya ia langsung menuju meja makan. Saat ia sedang sarapan tiba-tiba saja pintu rumahnya ada yang mengetuk.


Tok.. tok..


Ting.. nong


Bi surti menghampiri suara pintu tersebut ternyata tiga orang petugas yang memakai baju polisi, “Ada yang bisa saya bantu pak.” Ucap bi surti


“Apa benar ini rumahnya jesica,” Ucap polisi


“Benar pak. Silahkan masuk,” Ucap bi surti mempersilakan petugas polisi masuk.


“Selamat pagi, apa benar dengan ibu jesica,” Ucap polisi


“Benar pak,”


“Saya mendapatkan laporan bahwa anda meracuni seseorang,”


“Buktinya apa kalo saya meracuni orang,” Ucap jesica


Ketua polisi langsung memerintahkan anak buahnya dan anak buahnya langsung memberikan surat kepada jesica, “Ini adalah buktinya.”


Jesica mengambil sebuah amplop coklat dan benar saja kertas yang ia buka ternyata ia terbukti bersalah. Saat jesica ingin kabur dari petugas polisi dengan sigap polisi menangkapnya.


“Bawa dia kekantor polisi,”


“Pak jangan bawa mama saya kekantor polisi pak, mama saya tidak bersalah pak,” Ucap mawar


“Maaf mba, ibu mba harus kami bawa. Lebih baik kita bicarakan ini di kantor polisi,” Ucap polisi dengan tegas


“Ma.. Mama,” Teriak mawar


“Terima kasih mba vanesha sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib,” Ucap polisi sambil mengulurkan tangannya kearah vanesha dan vanesha pun sama.


“Sama-sama pak,”


Saat polisi pergi tiba-tiba saja mawar memarahinya, “Oh jadi lu yang ngelaporin mama gue ke kantor polisi.” Ucap mawar


“Iya emang kenapa, memang pantas mama lu masuk penjara. Kayanya memang pantas mama lu ditahan karena dia sudah meracuni bokap gue, kalo mama lu gak bikin gara-gara sama gue gak bakalan gue ngelakuin ini ke ibu lu,” Ucap vanesha


“Dasar wanita tidak tahu diri,” Ucap mawar marah saat mawar ingin menampar vanesha dengan sigap vanesha menangkap tangan mawar.


“Kalo kamu masih macem-macem sama saya, saya tidak akan segan-segan memperlakukan kamu seperti ibu kamu,” Ancam vanesha dan vanesha langsung melepaskan tangannya


Vanesha langsung pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Lihat saja nanti gue akan balas perbuatan lu, kita tunggu siapa yang menang siapa yang kalah kali ini. Batin mawar dengan penuh emosi.


“Akhirnya gue bisa melaporkan perbuatan jahat perempuan di rumah gue, tinggal gue mendapatkan bunga autaristik untuk mengobati ayah. Tapi gimana caranya gue bisa dapatkan bunga itu,” Gumam vanesha


__ADS_2