BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Siapa Perempuan Itu?


__ADS_3

Saat dahlia membuka matanya ternyata dia tidak melihat suaminya, dia pun langsung mengambil handphonenya dan melihat pesan masuk. Benar saja ada satu pesan yang dikirim oleh suaminya dia pun langsung membalas pesan tersebut.


Suamiku


Selamat pagi sayang! Maaf aku tidak sempat membangunkan kamu, aku gak tega membangunkan kamu. Makanya aku tidak membiarkan kamu tidur, kamu gak usah khawatir aku disini baik-baik aja. Oh iya, aku sudah membuatkan kamu sarapan jangan lupa di makan ya. Love you baby! √√


Dahlia tersenyum saat membaca pesan yang dikirimkan suaminya, dia langsung menuju dapur di sana ia melihat sudah ada beberapa makanan yang sudah disiapkan suaminya. Selesai sarapan dahlia mencuci bekas piring yang ia pakai, selesai cuci piring dahlia membersihkan pekerjaan rumah.


Tidak terasa waktu begitu cepat dahlia memutuskan untuk ke kantor suaminya untuk mengantarkan makanan untuk siang, jadi dia harus ngabarin suaminya terlebih dahulu sebelum ia ke sana.


Suamiku


Sayang. Jam istirahat aku ke kantor kamu ya untuk membawakan makanan buat siang, sekalian aku ingin menemaniku makan bersama. √√


Pesan tersebut sudah ia kirim mungkin pesannya sudah sampai di handphone suaminya, dahlan yang berada diruang meeting melihat handphonenya bergetar dia pun melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya. Ternyata dahlia yang mengirimkan pesan untuknya dan dia pun membalas pesan tersebut.


Suamiku


Sayang. Jam istirahat aku ke kantor kamu ya untuk membawakan makanan buat siang, sekalian aku ingin menemaniku makan bersama. √√


^^^Me^^^


^^^Aku tunggu kamu di kantor, masak yang enak ya sayang. biar aku tambah cinta dan sayang sama kamu. Love you all √√^^^


Saat dahlia ingin mencicipi masakannya ternyata handphonenya berdering, sebelum ia mengambil handphone dia tidak lupa menyelesaikan masakannya terlebih dahulu. Selesai membuat sarapan dia kembali mengecek handphonenya ternyata pesan tersebut berasal dari suaminya.


Saat ia melihat pesan yang dikirim suaminya dia pun tersenyum, kenapa sekarang sifat dahlan berbeda sekali. Berbeda saat dia pacaran dulu, malah dahlan semakin lebai seperti anak ABG yang baru pacaran. Tapi dia senang sudah menjadi istri seutuhnya dahlan, malah dia selalu berdoa kedepannya pernikahannya semakin langgeng sampai kakek dan nenek.


Selesai ia menaruh makanannya ke dalam kotak makan dia langsung menuju kamarnya, dia pun langsung menggantikan pakaian dan langsung menuju kantor dahlan sambil membawa makanan yang sempat ia buat.


Sampai di kantor suaminya dahlia sudah disapa oleh resepsionis, “Selamat pagi bu.” sapa jenifer seorang resepsionis.


“Pagi. Pak dahlan ada di ruangannya,” urai dahlia.


“Ada bu. Pak dahlan baru selesai meeting,” kata jenifer.


Dahlia mengangguk dan dia langsung menuju ruangan suaminya, sampai di sana ia melihat sekretaris suaminya yang bernama ilyas. Sedangkan ilyas yang melihat istri bosnya langsung menyapanya.


“Siang bu. Mau ketemu pak dahlan ya,” sapa ilyas.


“Iya, pak Dahlan ada didalam,”


“Ada bu,”


Sebelum masuk dahlia mengetuk pintu ruangan dahlan, dahlan yang mendengar suara pintu bunyi langsung menyuruh karyawannya masuk. Dia gak tau yang datang ke kantornya adalah dahlia bukan karyawannya.


“Masuk,” ucap dahlan dari dalam.


Dahlia pun membuka pintu tersebut dan dia melihat suaminya masih saja fokus dengan laptopnya tanpa melihat kearah dirinya, dahlia hanya menggeleng kepalanya dan dia meletakkan makanannya di atas meja sambil menunggu suaminya.

__ADS_1


Dahlan bingung kenapa karyawannya tidak bicara sama sekali, apa karyawannya bisu? atau malu untuk menyampaikan keinginannya?


saat dahlan menatap karyawan tersebut ternyata bukan karyawannya yang datang melainkan istrinya.


“Kenapa kamu tidak bilang dulu kalo mau ke kantor,” ucap dahlan saat melihat dahlia sibuk main handphone.


Dahlia menghentikan aktifitasnya dan menatap kearah dahlan, “Aku takut ganggu kamu, makanya aku kemari sambil membawakan makan siang untuk kamu. Pas aku datang aku ngeliat kamu sibuk makanya aku gak mau ganggu kamu, dari pada aku ganggu pekerjaan kamu lebih baik aku menunggu kamu selesai.” jelas dahlia.


Dahlan meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke tempat dahlia, dahlan membuka makanan yang dibawa dahlia. Saat ia melihat makanannya ternyata dahlia membawa makanan kesukaannya dan dahlia yang ditatap oleh suaminya jadi salah tingkah.


“Kamu ngapain ngeliat aku kaya gitu,” tanya dahlia.


“Kamu tau makanan kesukaan aku,” jawab dahlan dan dahlia mengangguk.


Belum sempat dahlan bicara sudah didahului oleh dahlia, “Tadi aku tanya sama kakak sasa tentang makanan kesukaan kamu, jadi aku membuatkan makanan kesukaan kamu.”


Dahlan mengangguk paham dan dia langsung menyantap masakan istrinya, dahlia yang melihat suaminya lahap hanya bisa tersenyum.


“Makannya pelan-pelan aku tidak akan minta,” kata dahlia saat suaminya makan seperti anak kecil.


“Gimana enak gak masakan aku?” tanya dahlia dengan hati-hati.


Saking nikmatnya dahlan hanya mengangguk dan tiba-tiba saja dahlan tersedak.


Uhuk.. Uhuk..


Dahlia dengan cepat menepuk pundak dahlan sambil memberikan minuman, akhirnya dahlan stabil seperti semula.


“Iya,” selesai sarapan dahlan membereskan rantang yang dibawa dahlia dan dia langsung menarik tangan dahlia biar mendekat kearahnya.


Dahlia terkejut dengan suaminya yang tiba-tiba menarik tangannya dan dahlia memeluk suaminya di dada bidang dahlan.


“Jangan kaya gini, kamu gak malu posisi kita seperti ini. Nanti tiba-tiba karyawan kamu datang gimana?” ucap dahlia sambil menatap mata suaminya.


“Gak akan,”


Tapi yang dikatakan suaminya malah kebalikannya, tiba-tiba saja pintu dibuka oleh ilyas tanpa mengetuk terlebih dahulu. Saat ilyas membuka pintu tersebut dia melihat atasannya sedang berduaan didalam, sedangkan dahlia malu pada posisinya dan dahlan langsung menutup wajah istrinya.


“Ada apa kamu kesini? Saya sudah bilang sama kamu kalo saya sedang bersama istri saya jangan di ganggu kenapa kamu malah membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu,” ucap dahlan dengan tegas.


“Mohon maaf pak, saya disini mau mengantarkan berkas penting ke bapak dan karyawan bapak yang bernama tia ingin meminta tanda tangan bapak,” jelas ilyas.


Dahlan membisikkan sesuatu ke telinga dahlia, “Kita lanjut lagi nanti, soalnya aku banyak kerjaan.” ucap dahlan dengan lembut sambil mencium kening dahlia.


Dahlia paham maksud ucapan suaminya dan dia langsung mengubah posisinya, “Bawa berkasnya kemari dan tolong panggilkan tia untuk membawa berkas tersebut.” perintah dahlan.


“Baik pak,” ilyas memberikan berkas yang Ada di tangannya dan dia pun langsung pergi untuk menemui tia, di sana tia sudah menunggu ke datangan ilyas.


“Gimana pak, saya boleh masuk,” tanya tia.

__ADS_1


Ilyas mengangguk dan tia langsung masuk ke ruangan bosnya, di sana ia melihat seorang perempuan sedang duduk di sofa. Siapa perempuan itu? Itulah pikirin tia yang melihat perempuan itu berada di ruangan bosnya atau orang yang dia cintai.


Ekhm.. Ekhm..


Dahlan melihat tia memandang istrinya seperti tidak suka, ada apa dengan karyawannya yang satu ini? kenapa dia tidak suka melihat dahlia disini?


“Mana berkas yang harus saya tanda tangan,” ucap dahlan dengan lantang dan tia langsung memberikan berkas tersebut.


Dahlia menatap wanita itu? Kenapa wanita itu seperti tidak suka kepadanya? Dahlia menggeleng kepalanya dia gak boleh berpikir negatif apalagi sama karyawan suaminya. Dahlan selesai menandatangani berkas yang dibawa tia, sedangkan tia masih berdiri sambil menatap dahlia dengan sinis.


“Kenapa kamu masih ada disini?” tanya dahlan saat dia melihat tia masih setia berdiri di ruangannya.


“Maaf pak, kalo begitu saya permisi terlebih dahulu,” ucap tia sambil mengambil berkas yang sudah di tandatangani dahlan dan tia pun pergi dari ruangan dahlan.


“Ada apa sayang,” tanya dahlan saat istrinya masih menatap pintu.


Dahlia dengan cepat menggeleng kepalanya, “Sepertinya aku tidak pernah melihat perempuan itu?” tanya dahlia.


“Maksud kamu tia? Tia karyawan baru disini kemarin dia baru saja ngelamar kerja di kantor aku, jadi aku menerimanya karena dia memiliki potensi sesuai dengan jurusannya,” jelas dahlan.


“Kamu cemburu sama tia?” tanya dahlan sambil menggoda istrinya.


“Siapa yang cemburu? Aku kan cuman tanya bukan cemburu,” timpal dahlia.


Dahlan terkekeh melihat ekspresi istrinya dia tau sebenarnya dahlia tidak suka melihat tia di kantor, tapi dia akan tetap mencintai istrinya sampai kapanpun.


***


Pulang dari kantor suaminya dahlia meminta izin untuk pulang dan sekarang dia sedang duduk sambil menonton televisi, saat asik dengan televisi tiba-tiba saja dahlia mengingat karyawan baru yang bekerja di kantor suaminya. Ada apa dengan perempuan itu? Kenapa perempuan itu menatapnya seperti itu?


“Kamu gak boleh berpikiran negatif lia, kamu harus percaya sama suami kamu kalo suami kamu tidak seperti itu?” batin dahlia.


“Lebih baik aku buat kue dari pada memikirkan hal yang tidak penting,” ucap dahlia, dahlia mematikan televisinya dan menuju dapur untuk membuat resep kue terbaru.


Selesai urusan kantor dahlan membereskan berkas penting yang ada di ruangannya dan dia langsung menuju parkiran, saat ia sedang menuju parkiran tidak sengaja ia melihat tia sedang merapikan tasnya. Saat dia melewati ruangan tia tiba-tiba saja tia memanggil dirinya, dia pun menghampirinya.


“Ada perlu apa kamu memanggil saya?” tanya dahlan.


“Enggak Ada apa-apa pak, hanya saja saya ingin pulang bareng sama bapak,” ucapan yang tia lontarkan membuat dahlan semakin bingung, kenapa tia bicara seperti itu?


“Maksud saya bukan itu pak. Tadi saya ke kantor naik motor tiba-tiba saja motor saya mogok jadi saya bawa ke bengkel, jadi saya bolehkan pak numpang sampai gang rumah saya,” tutur tia dengan wajah memohon.


Dahlan menghela nafasnya, “Baiklah. Kamu boleh bareng sama saya,” urai dahlan dan dahlan pergi begitu saja tanpa memperdulikan tia sedang berteriak memanggil dirinya.


Sampai di parkiran dahlan membuka pintu mobilnya dan tia melakukan hal yang sama, dalam perjalanan mereka berdua hanya saling diam. Itu yang dilakukan dahlan sedangkan tia dari tadi hanya melirik bosnya tanpa di ketahui oleh dahlan.


Sebenarnya dia ingin menanyakan masalah perempuan yang sempat ia lihat di ruangan bosnya tapi dia urungkan niatnya, malah dia takut untuk ungkapin apa yang dia inginkan. Dahlan tidak menghentikan mobilnya di gang rumahnya tia malah dahlan mengantarkan tia sampai depan rumah, sampai di sana dahlan menghentikan mobilnya dan tia langsung mengucapkan terima kasih.


“Terima kasih pak sudah nganterin saya pulang,” ucap tia.

__ADS_1


“Iya sama-sama,” setelah mengantarkan tia dahlan langsung pergi menuju rumahnya, malah dia saat ini memikirkan istrinya lagi apa? malah dia tidak berpikiran untuk memikirkan macam-macam yang dia pikirkan hanyalah dahlia bukan perempuan lain.


__ADS_2