BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PERTEMUAN KELUARGA 2


__ADS_3

Naina berlari dan memeluk Arian untuk melepas Rindu karna sudah lama dia tidak melihat putranya.


"Mama rindu sama kamu"ucap Naina setelah melepaskan pelukannya.


"Arian juga rindu sama mama,hanya saja Arian malas jika harus pulang dan bertemu.......Auwww"ucap Arian belum selesai dan sudah di jitak oleh sang Ayah hingga Naina membulatkan matanya pada sang Suami.


"Anak nakal,apa yang ingin kau bilang tadi"ucap Ryung sedang Arian masih mengelus kepalanya yang sudah di jitak oleh sang ayah.


Mungkin memang Ryung masih berani bercanda dengan putranya,tapi jika sang putra sudah benar2 marah siapa pun tidak akan berani menantangnya bahkan Ryung sekali pun.


"tidak ada apa2,aku sudah datang tapi tetap saja di jitak seperti ini"ucap Arian kemudian berjalan menuju Sofa yang sudah ada kedua keluarga besar duduk di sana.


Di sana juga sudah ada Carlson dan Rafael beserta asisten pribadi mereka,bahkan Kimso pun sudah ada di sana dan membungkukkan badannya saat Arian sudah tiba di depannya dan duduk.


Ryung dan Naina duduk di sofa panjang yang memuat 2 orang begitu pun dengan tuan dan nyonya Sia dan juga Tuan dan nyonya Sang.sedang Arian,Carlson dan Rafael duduk di sofa tunggal masih berhadapan dengan para orang tua dengan asisten yang setia berdiri di samping mereka.


"Baiklah,saya sebagai tuan rumah merasa senang karna kita bisa berkumpul seperti ini lagi setelah sekian lama."ucap Ryung.


"Kami juga begitu,tapi kurasa putra2 kita sama sekali tidak senang melihat dari raut wajah mereka yang sepertinya sudah mulai bosan meski baru duduk selama 10 menit."ucap Chilson Sia melihat Raut wajah putranya yang sama sekali tidak menikmati pertemuan ini.


Carlson yang mendengar hal itu,tersedak kopi yang dia minum,sedang Arian dan Rafael hanya menatapnya berusaha menahan tawa mereka,karna sahabatnya itu selalu terciduk oleh sang Ayah ketika sedang tidak menyukai sesuatu.


"Uhuk...uhuk..."Carlson yang tersedak kopi yang dia minum.


Melihat hal itu sang asistennya pun bertanya.


"Anda baik2 saja tuan.."ucap Rizu asisten Carlson.

__ADS_1


"Aku baik2 saja"ucap Carlson kemudian mengalihkan pandangannya kepada sang Ayah yang juga menatapnya tajam tapi tidak berpengaruh padanya,jika saja orang lain yang mendapatkan tatapan itu mereka pasti sudah ketakutan dari tadi.


"Aku sangat senang,setelah 5 tahun kita baru bisa berkumpul seperti ini dan juga,Aku ingin bertanya padamu tuan Li"ucap Irkan Sang ayah dari Rafael.


"Irkan bukan kah sudah ku bilang,jika kita sedang berkumpul di sini kita tidak usah terlalu formal,karna kita adalah keluarga,"ucap Ryung karna merasa risih di panggil dengan sebutan tuan oleh sahabatnya yang sudah seperti keluarganya.


"Baiklah,Ryung aku ingin bertanya padamu,"ucap Irkan.


"Apa,katakanlah"ucap Ryung.


"apakah Arian sudah menikah...?"ucap irkan yang membuat Arian,Carlson dan Rafael tersedak ludah mereka sendiri.


"Uhuk...uhuk....uhuk"Batuk mereka bersamaan membuat semua asisten mereka bertanya.


"Anda baik2 saja Tuan...?"ucap Asisten mereka serempak.


Sedang para orang tua hanya menatap meraka Aneh,membuat Ryung angkat bicara.


"Sebenarnya Aku sudah menjodohkan Arian dengan putri dari Young tapi,ternyata dia sudah memiliki pasangan"ucap Ryung menghela nafas.


Mendengar hal itu,Carlson,Rafael dan Kimso berusaha untuk menahan tawa mereka,bagaimana tidak menahan tawa,mereka Bertiga tau kalau Arian dan Ana sudah menikah sedang sang Ayah berusaha untuk menjodohkannya,gimana ceritanya coba.


Chilson melihat putranya yang berusaha menahan tawanya,dia pun bertanya.


"Kau kenapa Carl,"ucap Chilson membuat sang putra menatapnya kemudian menstabilkan raut wajahnya agar tidak mencurigakan.


"Tidak apa2,aku hanya merasa bahwa sepertinya wanita itu memiliki peruntungan yang baik,"ucap Carlson membuat Arian seketika memberikannya tatapan dingin yang hanya di balas Senyuman oleh Carlson.

__ADS_1


"Kambi*g,"umpat Arian membuat kedua Sahabatnya itu tertawa lepas sedang Kimso,jangan di tanya lagi,dia mati2an menahan tawanya.


orang tua mereka hanya menatap mereka,sambil menggelengkan kepala melihat tingkah putra2 mereka yang sekejab menjadi pria dewasa dan dalam sekejab lagi menjadi anak kecil.


"Aku ingin kalian bertiga mendengarkanku sebentar"ucap Ryung membuat tawa Carlson dan Rafael berhenti dan fokus padanya,begitu pun dengan Arian.


"Tidak lama lagi,akan ada begitu banyak acara yang melibatkan 3 keluarga besar dan juga beberapa keluarga lainnya,jadi kami harap kalian bisa hadir di setiap acara agar publik bisa mengenal kalian,apakah kalian tau karna kalian bertiga tidak pernah hadir di setiap pertemuan yang melibatkan 3 keluarga besar,hampir semua orang tidak tau kalau kalian adalah tuan muda dari 3 keluarga besar,jadi ku harap kalian bisa hadir nanti saat ada acara yang melibatkan 3 keluarga besar,terutama kau Arian."ucap Ryung membuat ketiganya terdiam.


"maaf paman jika aku lancang,tapi paman juga tau kalau kami bertiga sudah tinggal di Negara S hampir 14 tahun,kami ke negara S saat umur kami 10 tahun dan kami baru kembali beberapa hari yang lalu,aku bukan bermaksud untuk tidak menuruti permintaan paman tapi,Paman tau jika dia (sambil menunjuk Arian),dia bilang tidak mau maka kami juga tidak,karna kami sudah menganggap dia sebagai kakak tertua kami,karna selama di Negara S,kami selalu bergantung padanya."ucap Carlson panjang lebar sementara Arian meminum kopinya dengan mata yang terpejam mendengar perkataan Carlson.


Para orang tua mengerti soal hal yang baru saja di bicarakan oleh Carlson,tapi bukan itu masalahnya,Masalahnya adalah mereka bertiga adalah pewaris tunggal tapi mereka sama sekali tidak di kenal oleh publik,takutnya orang akan melakukan kesalahan pada mereka dan pasti akan berakhir teragis karna tidak tau kebenarannya.


Para orang tua hanya bisa pasrah,mereka tidak mau membuat ke 3 putra mereka kembali ke Negara S,oleh sebab itu semua keputusan ada di Arian.


"Baiklah,kita bicarakan saat kita selesai makan siang"ucap Ryung ketika melihat jam yang sudah menunjukkan waktu makan Siang.


Mereka semua pun pergi ke meja makan.


"Kalian bertiga juga ikut"ucap Ryung pada 3 asisten.


mereka memasuki Ruang makan,tiba2 ponsel milik Kimso berdering,Kimso berpamitan pada mereka untuk mengangkat telfon dan meminta mereka melanjutkan makannya.


Selang Beberapa saat,Kimso kembali dan berdiri di samping Arian kemudian berbisik.


Arian yang Mendengarkan apa yang di katakan oleh Kimso yang berbisik padanya.


mendadak Raut wajah Arian berubah menjadi marah dan membuat semua orang di ruangan itu ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2