BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PUTUS


__ADS_3

huweeeek....huweeeek


Rafael berusaha untuk memuntahkan susu yang baru saja dia minum.


"Jangan muntah di sini woy,masuk sana di kamar mandi,di dapur"ucap Arian sambil menutup mata Ana mengunakan tangannya,Agar Ana tidak melihat Rafael yang berusaha untuk muntah,karna bisa saja Ana jadi ikut muntah.


Rafael berlari menuju kamar mandi yang berada di dapur.Setelah hampir 20 menit,Rafael pun keluar dengan baju yang sedikit basah.


"Kenapa ngga bilang sih,kalau tuh susu buat ibu hamil"ucap Rafael yang kemudian duduk di tempatnya tadi.


"lah itukan salah lo sendiri,langsung minum ngga nanya itu susu apa"ucap Arian.


"Sekarang lo buatin Ana susu yang baru,cepat..!"ucap Arian yang membuat Rafael terkejut.


"hah..,kok gue"ucap Rafael sambil menunjuk dirinya sendiri.


"kan kak Rafael yang minum susu Ana tadi,jadi kak Rafael juga yang harus bikin yang baru"ucap Ana yang membuat Rafael memandang Arian.


"Cepetan,Ana belum minum Susu nih"ucap Arian yang membuat Rafael mau tidak mau pergi membuatnya.


Selang beberapa menit,Rafael pun datang dengan susu di tangannya dan kemudian menaruhnya di atas meja dan duduk kembali di tempatnya.


Tiba2 Rafael menangis seperti anak kecil,membuat Ana yang ingin mengambil gelas susu di atas meja dan meminumnya,Jadi menghentikan tangannya dan menatap Rafael bingung.


Sedang Arian membelalakkan matanya,tidak percaya bahwa Rafael menangis seperti Anak kecil.


"Huwaaaaa....."tangis Rafael pecah seketika.


Arian dan Ana saling memandang 1 sama lain dan kembali menatap Rafael bingung.


"Kamu kenapa El,kok Nangis gitu"ucap Arian merasa kasihan.


"Gue di putusin ama Sarah Ran,Huwaaa..."ucap Rafael di sela2 tangisnya.


Arian dan Ana yang mendengar hal itu membelalakkan matanya.


"Kok bisa,kan kalian baru jadian kemarin,baru juga 1 hari jadian kok bisa putus sih"ucap Ana tidak percaya.


Arian yang mendengar hal itu,berusaha untuk menahan tawanya sambil mengigit bibir bawahnya agar tawanya tidak keluar.


Rafael yang melihat Arian seperti menahan tawanya jadi bertanya.


"Kenapa lo...?"ucap Rafael di sela2 tangisnya yang sedikit mereda.


"Gue kira apaan,ternyata lo di putusin ama Sarah dan lo nangis,hahaha....dasar bucin"ucap Arian yang mulai tertawa kerasa membuat Rafael semakin menangis.


"Huwaaaa,Lo ngejekin gue,ngga nyadar diri lo ya"ucap Rafael membuat Ana menatap tajam suaminya itu.


"Jangan gitu ihh,ngga baik tau"ucap Ana membuat Arian mengangguk dan menghentikan tawanya.


"Lo ceritain,sebenarnya apa yang terjadi sebelum kamu kesini"ucap Arian yang mulai ibah menatap sahabatnya itu yang seperti anak Kecil,padahal dulu saat masih berusia 10 tahun,Rafael bahkan tidak pernah menangis seperti sekarang.


Rafael pun meredakan tangisnya dan mulai menceritakan hal yang terjadi sebelum dia ke apartemen Arian.

__ADS_1


Flashback on.


Jam menunjukkan pukul 07.30,Rafael sudah bersiap siap untuk mengajak kencan Sarah dan melamarnya,Rafael bahkan sudah menyiapkan cincin karna kemarin Rafael sudah bertanya pada Ana ukuran jari Sarah.


Saat Rafael berniat untuk menelfon Sarah,Tiba2 ponselnya berbunyi dan tertera nama Sayang yang berarti Sarah.Rafael sangat senang,karna sebelum dia menelfon, Sarah sudah menelfon lebih dulu.


Drrrrrtt....drrrrttt.


"Halo sayang"ucap Rafael saat sudah mengangkat telfonnya.


"Halo sayang,Bisa kita ketemu"ucap Sarah sedikit ragu di dalam kata2nya.


Rafael mengernyitkan alisnya mendengar Sarah yang seperti takut untuk berbicara padanya.tapi Rafael menepiskan semua fikiran negatif yang ada dalam hatinya.


"tentu sayang,aku juga udah rindu sama kamu dan juga ada sesuatu yang ingin aku kasih sama kamu"ucap Rafael dengan senyum di wajahnya.


"Oke,kita ketemuan di taman yang kemarin"ucap Sarah.


"Oke sayang,sampai jumpa di sana"ucap Rafael sambil mematikan ponselnya dan bergegas keluar dari apartemennya.


Di dalam perjalanan,Rafael singgah di toko bunga dan membeli bunga mawar untuk dia berikan pada Sarah.


Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan,Rafael pun tiba di taman dan mendapati Sarah yang sudah duduk di bangku Taman dengan wajah yang sama sekali tidak menunjukkan raut wajah bahagia.


"Selamat pagi sayang,maaf ya udah buat kamu nunggu lama"ucap Rafael sambil menyembunyikan Bunga mawar di belakang tubuhnya.


Sarah kemudian tersenyum dan sedetik kemudian wajah Sarah kembali murung.


Rafael yang melihat hal itu kemudian bertanya.


Sarah kemudian berdiri membuat Rafael terkejut.


"Aku ingin...."ucap Sarah sambil menundukkan kepalanya seperti tidak bisa untuk berbicara dan melanjutkan kata2nya.


"Apa....?"ucap Rafael yang mulai gelisah entah mengapa dia merasakan firasat buruk.


Dan benar saja,saat Sarah melanjutkan kata2nya membuat Rafael terkejut.


"Aku...hiks...ingin....hiks...kita .....putus"ucap Sarah yang kini sudah mulai menangis.


Bagaikan di sambar petir di pagi hari,Rafael membeku mendengar perkataan Sarah,1 yang Rafael rasakan saat itu,Hatinya seperti hancur berkeping keping.


Sarah terus menangis,Rafael tersadar dan langsung berdiri dan menghapus Air mata Sarah sambil tersenyum.


"Kamu bercandakan sayang"ucap Rafael sambil menghapus air mata Sarah yang kini sudah membasahi pipinya.


Sarah menggelengkan kepalanya membuat Rafael benar2 mematung.


"Aku minta maaf....hiks....Aku ngga ingin mutusin kamu....hiks.....tapi...hiks....,Papa aku udah jodohin aku sama....hiks...Seseorang...hiks....Aku ngga ingin nyakitin kamu lagi.....hiks...,Aku minta maaf...hiks"ucap Sarah kemudian berbalik dan pergi dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Rafael masih mematung di sana,Dia kini berfikir Dia yang biasa memutuskan kekasihnya dan selalu mendapatkan tamparan saat mengatakan putus pada wanita yang beberapa hari jadi pacarnya,Dia kini mengerti bagaimana rasanya patah hati.


1 kata yang keluar dari bibir Rafael"Sakit"sambil memengang dadanya yang seperti sudah terkena bom.

__ADS_1


Rafael meninggalkan taman itu beserta bunga mawar yang dia beli tadi dan melajukan mobilnya ke apartemen Arian untuk curhat.


Flasback off.


Rafael kembali menangis seperti anak kecil saat sudah menceritakan saat2 dia di putuskan oleh Sarah.Sedang Arian yang mendengar hal Itu,tertawa membuat Ana menatapnya dan kemudian mencubit perut sixpack suaminya itu yang membuatnya meringis.


"Bukannya di bantu,malah di ketawain"ucap Ana pada Arian membuat Arian menghembuskan nafasnya.


Di sela2 tangis Rafael yang mulai mereda,tiba2 pintu terbuka menampilkan Carlson dan Fania yang datang sambil bergandeng tangan.


"Selamat pagi"ucap Carlson dan Fania yang mulai masuk dan mendekati sofa dan duduk sambil menaruh keranjang buah yang mereka beli tadi di atas meja.


Rafael menatap Carlson dan Fania yang sedang bergandeng tangan,membuat Rafael kembali menangis.


"HUWAAAA...."tangis Rafael yang semakin kerasa membuat Carlson dan Fania membelalakkan matanya terkejut.


Carlson menatap Arian yang hanya berwajah datar,membuat Carlson berteriak pada Arian.


"Dia kenapa,jangan2 lo apa2in dia lagi,ampe nangis gitu"ucap Carlson membuat Arian membelalakkan matanya.


"Enak Aja,Siapa juga yang buat dia nangis"ucap Arian.


"Lah terus nih anak kenapa nangis..?"ucap Carlson yang di angguki oleh Fania.


Mau tidak mau Arian menceritakan semuanya pada Carlson,bukannya prihatin Carlson malah tertawa meratapi nasib sahabatnya itu.


"Hahahahaha.......,dia baru di putusin Ama Sarah...hahahaha....."ucap Carlson di sela2 tawanya.


Fania mengelengkan kepalanya melihat Carlson yang menertawai Rafael,Fania pun berbicara.


"kok bisa,perasaan kemarin kalian baik2 aja tuh"ucap Fania prihatin.


Rafael menghapus air matanya,melihat hal itu Arian dan Carlson menahan tawa mereka,Ana dan Fania yang melihat mereka akhirnya mencubit masing2 pasangan mereka.


"Dia mutusin aku,karna di jodohin ama papanya,Pengen banget dah gue racunin tuh orang tua"ucap Rafael membuat Ana dan Fania terkejut


"jangan gitu,ngga baik tau..."ucap Ana pada Rafael.


"tapi kakak ipar...."ucap Rafael yang terpotong karna Fania mulai berbicara.


"bener tuh yang Ana bilang,lagi pula mungkin itu yang terbaik dari pada Sarah jalanin hubungan sama Kamu tapi udah jelas dia tau kalau dia di jodohin kan siapa nanti yang susah"ucap Fania membuat Rafael pasrah dari pada harus melawan 2 orang wanita beradu mulut,sudah jelas kalau dia akan kalah.


"udahlah,dari pada bahas itu mending bahas soal kehamilan Ana aja,"ucap Fania membuat Rafael terdiam dan bermaksud untuk meminum susu yang berada di atas meja tapi di lihat oleh Arian.


"Woy,lo mau muntah lagi"ucap Arian membuat Rafael tersadar kemudian menaruh susu itu kembali ke tempatnya.


"hah....,maksudnya Apa..?"ucap Carlson penasaran.


"Masa tadi dia minum Susu yang udah gue bikin buat Ana,"ucap Arian.


"Kan cuma susu Ran"ucap Carlson masih belum paham.


"kalau cuma susu biasa tidak apa2,tapi itu susu buat ibu hamil,BEG*"ucap Arian membuat Carlson membelalakkan matanya dan sedetik kemudian.

__ADS_1


"Buhahahahahaha......,udah di putusin ama Sarah abis itu minum susu buat ibu hamil lagi,ngga lama lagi lo lahiran tuh El,Hahaha...."ucap Carlson mendapat umpatan dari Rafael.


"Kambi*g"umpat Rafael.


__ADS_2