
"SIA**N"geram Arian saat melihat rekaman cctv yang memperlihatkan seoarang wanita yang dengan sengaja menyenggol Ana.
Mile dan beberapa security yang ada di ruangan itu menelan salivanya dengan susah payah melihat Arian yang sudah mengeluarkan hawa membunuh dari tubuhnya.
"Mile.."ucap Arian membuat Mile tersentak.
"Iya Bos"ucap Mile berdiri tegak bak tentara yang siap menerima perintah.
"Cari tau siapa wanita itu,aku mau informasinya 5 menit dari sekarang!!!"ucap Arian menekan setiap kata2nya.
Mile membelalakkan matanya dam kemudian berlari keluar dari ruangan dengan cepat.
5 menit kemudian.
Mile kembali dengan beberapa lembar kertasa di tangannya,Mile berusaha mengatur nafasnya agar beraturan akibat tadi berlari.
"Ini...hosh...Tuan."ucap Mile sambil menyerahkan beberapa lembar kertas yang di pengangnya pada Arian.
Arian mengambil kertas itu dan kemudian meremasnya hingga menjadi bola kertas dan membuangnya ke sembarang arah.
"Vesia Oldenio,kurang ajar.Anak dan ayah sama saja."ucap Arian yang sudah mengertakkan giginya.
Orang di dalam ruangan itu semakin gemetar bahkan Mile saja sudah seperti menciut di hadapan Arian.
Arian mengambil ponselnya lalu kemudian mengetik nomor di ponselnya dengan raut wajah yang sudah memerah akibat marah.
"Halo,kumpulkan 50 orang di sana untuk menyerang Harimau ganas,aku akan ke sana 3 jam lagi,dan aku mau semua orang sudah siap"ucap Arian saat orang yang di hubungi mengangkat telfonnya,Arian kemudian mematikan panggilan sepihak tampa menunggu jawaban dari bawahannya yang berada di Kota B.
Arian berniat untuk memusnagkan Harimau ganas yaitu kelompok mafia milik Warki Oldenio dan juga menghancurkan keluarga Oldenio hari ini juga.
Arian kemudian keluar dari ruangan keamanan itu dan bergegas ke bandara untuk segera kembali ke kota B.Arian tidak peduli lagi dengan kerja sama yang baru saja terjalin yang dia tau sekarang hanyalah memusnahkan keluarga Oldenio beserta kelompok mafia Warki Oldenio.
Setelah kepergian Arian,Mile segera mengetik nomor di ponselnya dan menelfonya.
Drrrt.....drrrrt...drrrrrt
"Halo"ucap orang di seberang telfon yang tidak lain adalah Rafael.
"Tuan Rafael,Bos Arian akan pergi ke kota B"ucap Mile pada Rafael di seberang telfon.
__ADS_1
"Bukankah dia memang sudah ada di kota B"ucap Rafael belum mengetahui kalau Arian sudah pulang karna Ana masuk ke rumah sakit.
"Bukan begitu,Tuan Rafael.bos Arian kembali ke kota A karna nyonya muda masuk rumah sakit karna di senggol oleh seseorang dan sekarang bos Arian akan kembali ke kota B untuk membunuh orang itu beserta keluarganya."ucap Mile panjang lebar.
Rafael mematung saat mendengar bahwa Ana masuk rumah sakit,tampa fikir panjang,Rafael mematikan panggilan sepihak dan kemudian bergegas keluar dari ruangannya dan pergi ke bandara tempat jet pribadi Arian berada.
Mile terdiam saat mendapati Rafael yang sudah mematikan panggilannya sepihak tampa bersuara terlebih dulu.
"Sepertinya pertumpahan darah akan terjadi di kota B,Bos pasti akan membantai mereka layaknya membunuh hewan buas."ucap Mile sambil membanyangkan hal yang akan terjadi.
Sementara itu,Arian sudah tiba di bandara tempat jet pribadinya berada.saat Arian ingin menaiki jetnya,tiba2 dia mendengar seseorang memanggil namanya,Arian pun menoleh ke belakang dan mendapati Rafael yang berlari ke arahnya.
"Aku ikut"ucap Rafael saat sudah berada di dekat Arian.
Arian kemudian masuk ke jet pribadinya dan di ikuti oleh Rafael.
3 jam lebih perjalanan Arian dan Rafael pun tiba di kota B.Arian dan Rafael kemudian turun dari jet itu dan di sambut oleh 50 orang di bandara yang Arian buat tempat jet pribadinya mendarat.
"SELAMAT DATANG,BOS.KAMI SIAP MENERIMA PERINTAH."ucap mereka semua serempak.
"Separuh dari kalian pergi ke markas Harimau ganas dan bunuh mereka semua tampa sisa,dan separuhnya ke kediaman Oldenio bunuh semua orang di sana kecuali Warki Oldenio berserta 1 putrinya."ucap Arian dengan hawa membunuh yang sudah keluar dari tubuhnya.
"Aku dengar kalau putra Oldenio ada di markas,Bos.Apa kita perlu membunuhnya atau menunggu anda memberi perintah"ucap Sao orang kepercayaan Arian yang mengurus kelompok mafia Dragon night di kota B.
"Aku akan menelfon kalian nanti"ucap Arian dan Sao mengangguk mengerti.
"Kalau begitu aku pergi"ucap Rafael kemudian pergi bersama dengan 30 orang yang siap untuk menghancurkan markas Harimau ganas.
Pukul 6 sore di kediaman Oldenio.
Warki Oldenio beserta putrinya yaitu Werdina Oldenio sedang duduk di ruang tamu di kediamannya.
Drrrt....drrrrt....drrrrt.
"Halo"ucap Warki saat mengangkat panggilan yang tidak lain dari bawahannya.
"Ha...halo,Bos....."ucap bawahan Warki.
Warki mengernyitkan alisnya saat mendengar suara bawahannya yang gemetar.
__ADS_1
"Kenapa denganmu"ucap Warki tiba2 perasaannya tidak enak.
"Halo,Oldenio...."ucap seseorang yang tidak lain adalah Rafael.
Warki mengernyitkan alisnya mendengar suara yang asing,Saat ingin berbicara dan bertanya siapa,tiba2 penjaga gerbang kediamannya masuk ke dalam rumah dengan luka di tubuhnya.
"Tu...tuan...."ucap penjaga gerbang itu yang mulai terduduk di lantai dengan darah yang terus mengalir dari lukanya.
Werdina menutup mulutnya dengan tangannya melihat penjaga itu yang sudah di ambang kematian.
"Ada apa.!!!!"ucap Warki yang mulai panik.
"Tuan anda...."belum selesai berbicara penjaga itu sudah mati tertembak.
DORR
Warki membelalakkan matanya melihat hal itu,tiba2 suara tembakan di mana2 dan itu semua mengenai para pelayan di rumah itu tepat saran tampa tersisa.
"Sniper....,Lari Werdina selamatkan dirimu!!!"teriak Warki dan Werdina pun berlari menuju ke pintu belakang.
Tapi terlambat,mereka berdua di kepung,seluruh anggota Dragon night memasuki rumah itu membuat Werdina kembali mendekati sang ayah yang sudaj terpojok di tengah2.
Anggota Dragon night yang berjumlah 20 orang sudah membentuk lingkarang, Warki dan Werdina berada di tengah.
Suara langkah kaki memasuk ke dalam rumah,para anggota Dragon Night membuka sedikit cela dan seorang pria bertopeng berjalan mendekat dan berhenti beberapa meter dari Warki dan Werdina.
Warki melihat pria bertopeng itu yang tanganya berlumuran darah mungkin Jasnya juga sudah terkena cipratan darah tapi tidak kentara karna jas yang di gunakan oleh pria bertopeng itu berwarna hitam.
Pria bertopeng itu memberi isyarat pada bawahannya.2 orang mendekat ke pria bertopeng itu dan kemudian mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video.
Setelah tersambung,Pria bertopeng itu memberi isyarat pada 2 orang itu untuk menghadapkan ponsel itu kepada Warki.
Warki membelalakkan matanya saat melihat siapa yang berada di panggilan video itu yang tidak lain adalah putra dan putrinya yang berada di kota A.
"SIAPA KAU,APA YANG KAU LAKUKAN PADA PUTRA PUTRIKU,JIKA KAU PUNYA MASALAH SELESAIKAN DENGANKU SAJA JANGAN MELIBATKAN ANAK2 KU"teriak Warki pada pria bertopeng itu.
Pria bertopeng itu membuka topeng yang menutupi wajahnya,Warki membelalakkan matanya saat melihat siapa yang berada di hadapannya.
"Kau..."ucap Warki tidak percaya.
__ADS_1