BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
DUNIA PARA WANITA


__ADS_3

Brak


suara pintu terbuka dengan keras siapa lagi kalau bukan Rafael.Arian yang berada di belakang Rafael dan melihat Rafael membuka pintu dengan keras hanya bisa menatap malas sahabatnya itu.


Carlson terdiam sejenak karna terkejut akibat Rafael yang membuka pintu dengan keras.untung aja belum malam pertama,bisa2 Rafael bakalan di pukul lagi sama Carlson karna menganggu.


"Lo mau buat pintu itu ambruk ya,El."ucap Carlson malas yang di balas cegegesan oleh Rafael.


"Sorry,ngga maksud"ucap Rafael kemudian duduk di atas ranjang sedang Arian duduk di kursi di dalam kamar itu.


Carlson hanya memutar bola mata malas pada Rafael.


"Sebaiknya lo perbaikin kebiasaan buruk lo suka buka pintu kayak orang di kejar waktu aja,kalau lo udah nikah sama Sarah terus Sarah hamil tua,abis itu lo buka pintu kayak tadi,bisa2 Sarah lahiran di tempat"ucap Carlson memuat Arian menahan tawanya.


"udah hilang entar,kalau udah nikah mah"ucap Rafael tidak terima di sindir oleh Carlson.


"Kau gugup..?"tanya Arian membuat Carlson menatapnya.


"Hah,kok bisa...?,yang gue tau Carlson ngga pernah gugup tuh,ketemu presiden Aja di biasa aja tuh,kok sekarang gugup sih"ucap Rafael membuat Carlson serasa ingin memukul kepala Rafael.


"Tuh mulut bisa diem ngga"ucap Rafael menatap marah pada Rafael.


Rafael yang di tatap seperti itu,bungkam seketika karna takut bisa2 dia yang akan jadi samsak empuk dadakan oleh Carlson.


"Tidak perlu gugup,selow aja,lo ketahuan ciuman ama Rafael aja ngga gugup kayak gini"ucap Arian membuat Rafael seketika tertawa.


"hahahahaha"tawa Rafael pecah mendengar perkataan Arian yang mengungkit masa lalu.


"Kamb**g lo"umpata Carlson membuat Arian ikut tertawa seperti Rafael.


"Hahahahah"tawa Arian dan Rafael membuat Carlson serasa ingin mengubur sahabatnya itu.


"bukannya semangatin malah ejekin lo pada"ucap Carlson kesal pada sahabatnya itu.


"Gue yakin,kalau Fania jauh lebih gugup dari lo"ucap Rafael membuat kedua pria itu menatapnya.


"mungkin aja...."ucap Arian membuat Carlson menatapnya bingung.


"maksud lo..?"tanya Carlson pada Arian.


Arian mengedikkan bahunya tanda tidak tau juga apakah Fania gugup atau malah sebaliknya.


****


Di sisi lain ruangan di dalam hotel itu,Fania sedang duduk sambil menunggu pukul 9 karna acaranya baru di mulai pukul 9.


tiba2 pintu ruangan yang di tempati Fania terbuka dan terlihat Sarah dan Ana yang berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


Mereka berdua masuk dan duduk di ranjang,Ana merebahkan badannya di tempat tidur karna merasa lelah,entah mengapa akhir2 ini dia mudah sekali lelah.


"Loh,Na.kok gaun yang kamu pake lain bukan yang kita beli itu hari sih"ucap Fania melihat gaun Ana yang tidak sama dengan yang mereka beli tempo hari.


Rencananya Ana dan Sarah akan couple lan untuk pernikahan Fania tapi malah sekarang yang di pake Ana malah gaun lain.


"Katanya gaunnya ngga muat,kak Fania"ucap Sarah karna dia tadi sempat menanyakan pertanyaan yang sama yang di lontarkan oleh Fania.


Fania membulatkan matanya mendengar bahwa gaun yang mereka beli tempo hari tidak muat untuk Ana,padahal waktu di beli masih muat2 aja.


"Hah,kok bisa....?"tanya Fania yang di tujukan untuk Ana yang masih asik rebahan di kasur.


"Ngga tau,kak Fania.pas Ana pake tadi pagi udah ngga muat jadi ke paksa deh,Kak Arian telfon Kimso buat bawa gaun baru yang senada sama Jasnya"ucap Ana masih tiduran sambil memalingkan kepala dan melihat Fania.


"Kayaknya kamu beneran hamil anak kembar deh,Na."ucap Fania membuat Sarah dan Ana membulatkan mata mereka.


Ana segera duduk dan menatap Fania lekat lalu kemudian berbicara.


"Masa sih,Kak."Tanya Ana penasaran.


"Bisa jadi,kalau berat badan kamu naik banget kayak gini"ucap Fania membuat Ana memengangi perutnya dan kemudian mencubit pipinya,apakah tembem atau tidak.


"Oh iya,Na.Aku mau tanya nih,pas kamu lakuin itu sama Arian,sakit ngga sih"ucap Fania membuat Ana membulatkan matanya.


Sarah yang mendengar pertanyaan dari Fania turut mendengar dan menyimak dengan baik jawaban apa yang akan keluar dari mulut Ana.


"Kakak ngga tau...?"ucap Ana membuat Fania mengangguk.


Kini dua wanita itu menatap Ana dengan tatapan penuh tanda tanya,sedang Ana mencoba mengingat apa yang terjadi saat dia dan Arian melakukannya pertama kali.


"Ana ngga terlalu ingat,abis Ana waktu itu mabuk,"ucap Ana membuat kedua wanita itu menghembuskan nafasnya karna kecewa tidak mendapat jawaban dari pertanyaan mereka.


"emang kak Fania ngga tau..."ucap Ana membuat Fania menatapnya kemudian mengelengkan kepalanya.


"ada ibu2 yang bilang,katanya sakit,Na."ucap Fania membuat Sarah menelan salivanya dengan susah payah.


"Beneran Kak....?"tanya Sarah pada Fania dan Fania pun mengangguk membuat tenggorokan Sarah serasa kering seketika.


"kayaknya ngga deh,karna aku sama kak Arian malah minta lagi"ucap Ana membuat kedua Wanita itu lagi2 menatapnya penuh tanda tanya.sungguh Ana terlalu polos jadi orang.


"Masa sih..?"tanya Fania dan Sarah serempak.


Ana mengangguk membuat kedua wanita itu saling menatap 1 sama lain.


"Tapi ada ibu2 yang bilang,katanya itu sakit banget"ucap Fania malah membuat Sarah merinding.


"Kakak percaya mana,Aku atau ibu2 itu.Aku udah rasain loh,ini lagi bunting gara2 udah lakuin"ucap Ana yang otaknya makin gesrek.

__ADS_1


"Beneran,Na."ucap mereka lagi,dan lagi2 Ana mengangguk membuat mereka berdua bernafas lega.


*****


Carlson dan Rafael menatap Arian dengan penuh tanda tanya karna masalah yang sedang mereka bahas adalah bagaimana cara membuat anak dengan cepat.


"Jawab napa,Ran."ucap Rafael yang sudah bosan menunggu tapi Arian belum juga berbicara.


"Mau tau......"ucap Arian dan langsung di angguki oleh kedua pria itu.


"Kepo..."ucap Arian membuat kedua pria itu menyerangnya dan bahkan sudah memukul kepala Arian membuat empunya menatap tajam.


Tidak terasa pukul 9 dan Acara pun di mulai.


Saat ini Carlson sudah berada di atas altar yang berada di luar ruangan yang di desain dengan begitu indah.


Kini Fania berjalan bersama dengan sang Ayah menuju Altar di mana sudab ada Calrson yang tersenyum padanya.


mereka pun tiba di Altar dan kini Ayah Fania menyerahkan tangan Fania kepada Carlson dan Carlson pun mengengam tangan Fania.


Semua orang tersenyum melihat ha itu dan turut bahagia,sama seperti Rafael,Sarah,Ana dan Arian yang tersenyum bahagia melihat sahabatnya melepas status lajangnya.


Hari ini adalah awal dari segalanya,awal bagi kebahagian ke 3 pria yang selalu di liputi oleh sisi kelam.mereka bertiga menemukan kebahagian dan Pendamping hidup yang akan menemani mereka hingga ajal menjemput.


Kebahagian Ana ada pada Arian dan begitu pun sebaliknya.


-


-


-


-


-


HAY SEMUA,AKU MAU KASIH TAU NIH


NANTI KALAU AKU UDAH UP DI EPISODE 61 AKU BAKALAN BAHAS MASA LALU ARIAN,NIH


JADI TERUS PANTENGIN YA


DAN MUNGKIN KALAU UDAH BAHAS MASA LALU ARIAN AKU BAKAL LONCATIN KE 5 BULAN KE DEPAN.


JADI USIA KANDUNGAN ANA UDAH 7 BULAN


MOGA KALIAN NGGA MARAH YA

__ADS_1


SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2