
Jantung Ana berdetak tak karuan,melihat Arian menumpuh kepalanya dengan tangannya membuat Wajahnya terlihat semakin tampan.
"Bangunlah dan pergi mandi,"ucap Ana dengan wajahnya yang merona karna melihat Arian yang menumpuh wajahnya dengan tangannya,yang membuat jantung Ana berdetak 2× lebih cepat.
Arian melihat wajah Ana yang memerah, membuatnya ingin mengoda istrinya itu.
"Mau mandi bareng sayang...?"ucap Arian mulai memainkan rambut Ana.
Ana membelalakkan matanya saat mendengar Arian mengodanya untuk mandi bersama,Saat Ana membalikkan wajahnya untuk menatap Wajah Arian,Ternyata Arian sudah berada di dekat wajahnya sambil tersenyum mesum,membuat Ana tidak mampu berkata kata.
Arian mencium Bibir Ana sekilas,membuat wajah Ana semakin merona merah,Saat Ana ingin berbicara tiba2,Arian memasukkan tangannya ke dalam selimut,dan menyentuh perut Ana yang masih polos di dalam selimut, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ana.
"Terima kasih,karna sudah hadir dalam hidupku dan juga terima kasih karna sudah memberikan Kebahagian yang tiada habisnya padaku."ucap Arian sambil mengelus perut Ana yang belum membesar.
Mendengar Hal itu,Ana tersenyum sambil membelai kepala Arian yang masih bersandar pada pundaknya.
"Terima kasih juga,karna sudah hadir di kehidupanku dan juga sudah menyayangiku lebih dari apapun"ucap Ana Sambil tersenyum meski Arian tidak melihatnya,karna Arian menundukkan kepalanya di pundak Ana.
Arian yang mendengar hal itu tersenyum,kemudian mengangkat kepalanya dan mencium pipi sang istri sekilas.
"Ayo mandi"ucap Arian sambil turun dari ranjang dan menghampiri Ana dengan keadaan tampa busana,membuat Ana merona saat melihat tubuh Arian yang tidak berbalut sehelai kain di tubuhnya.
Meski Ana sudah beberapa kali melihat Arian tampa mengenakan pakaian,tapi tetap saja jantung Ana serasa mau copot.Ana membalikkan wajahnya yang semakin memerah karna melihat Arian yang begitu seksi menurutnya.
"hanya mandi sayang,"ucap Arian membuat Ana menatapnya sambil mengembulkan pipinya membuat Arian gemas melihatnya.
"memangnya apa yang aku fikirkan"ucap Ana memalingkan wajahnya seolah olah merajuk.
"Aku fikir kau masih mau lagi,"ucap Arian membuat Ana membelalakkan matanya dan menatap Arian dengan tatapan marah.
Melihat Ana yang menatapnya dengan tatapan Marah tidak membuat Arian takut,Arian malah semakin gemas dengan istrinya itu.
"Gendong"ucap Ana sambil mengangkat tangannya.Arian yang melihat hal itu hanya tersenyum,pasalnya selama beberapa Hari ini,sikap Ana kadang2 cepat sekali berubah membuat Arian pusing sendiri.
'mungkin ini karna kehamilannya hingga suasana hatinya cepat berubah seperti ini'ucap Arian dalam Hati sambil mengendong Ana ala bridel style.
Setelah mandi,Arian mengendong Ana lagi kembali ke ranjang dan mengambilkan pakaian milik Ana.
"Bantuin"ucap Ana pada Arian sambil menunjuk pakaiannya.
Arian pun membantu Ana untuk memakai pakaiannya,meski sebenarnya di dalam hati Arian terus tersenyum melihat tingkah laku Ana.
Saat mereka telah selesai memakai baju,Arian berniat untuk keluar lebih dulu tapi,Ana menghentikannya.
"Kak Arian"panggil Ana saat Arian sudah berada di depan pintu kamar berniat untuk membuka pintu dan keluar.
Arian menoleh pada Ana dan berkata"Ada apa sayang,"ucap Arian penuh cinta.
"bareng,tapi gendong"ucap Ana manja membuat Arian menutup mulutnya dengan tangannya dan terkekeh.
Arian pun berjalan mendekati Ana dan mengendongnya di punggungnya lalu berjalan keluar kamar.
Setelah sampai di meja makan,Arian menurunkan Ana dari punggungnya dan memintanya untuk duduk di kursi.
"Kamu duduk aja,biar aku yang masak buat makan malam"ucap Arian.
"Emang kak Arian bisa masak...?"tanya Ana yang di balas senyuman oleh Arian.
"Bisa dong,Kan aku suami kamu"ucap Arian membuat wajah Ana memerah.
__ADS_1
Ana memperhatikan Arian yang begitu telaten memotong sayuran bahkan menumis dan juga memotong bawang yang menurut Ana sama sekali tidak cocok untuk Arian kerjakan,Ana terus memperhatikan Arian dan tidak terasa 1 jam berlalu dan masakan Arian pun sudah siap untuk di sajikan.
Arian menyajikan masakannya di atas meja dan kemudian melepas celemeknya dan duduk di dekat Ana.
"Aku liat dari tadi kamu liatin aku,kenapa ada yang salah"ucap Arian membuat Ana mengelengkan kepalanya.
"Ngga kok kak,cuman heran Aja,kakak Kayak udah biasa gitu masak,padahalkan biasanya cowok itu pada ngga tau masak"ucap Ana membuat Arian tersenyum padanya.
"Siapa bilang....?,Aku,Carlson dan Rafael pintar masak tuh,mungkin karna udah biasa tinggal sendiri,sekarang kamu cobain masakan suami tercintamu ini"ucap Arian membuat Ana tersenyum dengan wajah yang memerah.
"Iya suamiku sayang"ucap Ana membuat Arian tersenyum senang dan mengecup kening Ana lembut.
Arian mengambilkan Nasi beserta lauknya di piring Ana,membuat Ana terpaku seketika dengan Suaminya itu.
'Ngga hanya tampan,tapi juga jago masak beruntungnya aku punya suami kayak kak Arian'ucap Ana dalam Hati sambil tersenyum pada Arian yang di balas pula senyum oleh Arian.
"Enak banget"ucap Ana saat sudah menyendok makanan ke mulutnya.
"Kalau tau masakan kak Arian enak,mending kak Arian aja yang masak tiap hari"ucap Ana membuat Arian memandangnya.
"boleh tapi ada syaratnya.."ucap Arian membuat Ana menghentikan mulutnya yang mengunyah makanan.
"Apa.."tanya Ana penasaran.
"Aku harus sering ketemu sama Anak kita"ucap Arian dengan senyum mesumnya membuat Ana membelalakkan matanya.
"Kak Arian mesum,"ucap Ana membuat Arian tersenyum.
"Mesumnya juga cuma sama kamu sayang"ucap Arian membuat Ana menatapnya penuh curiga.
"masa sih cuman Sama Aku,kan muka kak Arian ganteng tuh pasti banyak cewek yang mau jadi pacar kak Arian"ucap Ana membuat Arian tertawa.
"masa sih"ucap Ana yang di balas anggukan oleh Arian.
Di sela2 perbincangan mereka,tiba2 terdengar bunyi bel apartemen mereka membuat Arian dan Ana menghentikan makan mereka lalu saling menatap 1 sama lain.
"biar aku aja yang buka pintu,kamu lanjut makan aja"ucap Arian kemudian berdiri untuk membuka pintu depan Apartemennya.
Arian sampai di depan pintu dan membukanya,di lihatnya Rafael yang berdiri di sana membuat mood Arian menjadi buruk.
Rafael bermaksud untuk menyapa tapi,Arian langsung menutup pintu dengan keras membuat Rafael mengomel tidak karuan di depan pintu.
"Halo Ar....."ucap Rafael terpotong karna Arian sudah menutup pintu dengan keras.
BRAK
Arian menutup pintu dengan keras membuat Ana terkejut di meja makan.
"WOY RAN BUKA PINTUNYA NAPA,WOY RAN BUKA PINTUNYA KALI GUE DATANG BERTAMU NIH MALAH DI TUTUPIN PINTU"teriak Rafael dari luar tapi di abaikan oleh Arian.
Arian tetap tidak membuka pintu meski Rafael sudah berteriak seperti orang gila di depan pintu.Saat Arian berbalik untuk kembali ke meja makan,tiba2 Ana sudah berada di depannya.
"Siapa kak"ucap Ana saat sudah berada di hadapan Arian.
"Bukan siapa2,orang SKSD doang"ucap Arian yang masih bisa di dengar oleh Rafael di luar Sana.
"SIAPA YANG LO BILANG ORANG SKSD WOY,"teriak Rafael membuat Ana membelalakkan matanya dan kemudian menatap Arian lekat.
Ana pun mengelengkan kepalanya lalu berjalan melewati Arian dan membuka pintu memperlihatkan Rafael yang mengatur nafasnya karna terlalu keras berteriak.
__ADS_1
Rafael tersenyum saat melihat pintu terbuka dan mendapati Ana yang membukanya sambil tersenyum.
"Kak Rafael kenapa teriak2 sih"ucap Ana.
"Bagaimana ngga teriak,kalau iblis tuh buka pintunya abis itu di tutupin lagi,baru nutupnya keras banget bikin gendang telingaku kayak mau pecah"ucap Rafael sambil menunjuk Arian yang hanya memalingkan wajahnya seperti tidak merasa bersalah.
Ana menghembuskan nafasnya,kemudian mempersilahkan Rafael masuk dan kemudian menutup pintu.
Rafael berjalan lebih dulu dan duduk di ruang tamu,membuat Arian serasa ingin membuangnya dari gedung apartemen itu.
"Wihhh bau apa nih,kayaknya enak,"ucap Rafael yang langsung berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam mendapati begitu banyak makan yang membuatnya seketika lapar.
"Wihhh lagi makan malam ya,boleh dong aku makan malan di sini juga"ucap Rafael kemudian duduk di salah 1 kursi di meja makan itu.
Arian yang masuk bersama dengan Ana dan melihat Rafael yang duduk di kursi bersiap untuk makan,Arian ingin melarangnya tapi Ana sudah bersuara.
"Boleh kok lagian makanannya banyak juga"ucap Ana membuat Arian membelalakkan matanya lalu memasang wajah cemberut seperti anak kecil.
"Terima kasih kakak ipar"ucap Rafael kemudian menyendokkan Nasi beserta lauknya ke piring miliknya lalu memakannya dengan lahap.
Ana pun duduk di tempatnya lalu kembali memakan makanannya yang tadi sempat dia tinggalkan,.Arian yang melihat hal itu hanya bisa menghembuskan nafasnya,lalu kemudian duduk di kursinya dan menatap Rafael dengan tatapan seperti akan mengoreng Rafael hidup2.
"Gue kira lo pergi kencan Sama Sarah,kenapa malah ke sini"ucap Arian membuat Rafael menghentikan mulutnya yang mengunyak kemudian menatap Arian.
"Niatnya sih gitu,tapi...."ucap Rafael yang tiba2 moodnya berubah menjadi buruk.
"Tapi kenapa...?"tanya Ana penasaran.
Rafael menghembuskan Nafasnya kemudian menceritakan kejadian yang terjadi padanya dan Sarah saat pergi kencan di taman.
Flashback on
Rafael dan Sarah berjalan jalan di taman,lalu kemudian duduk di salah 1 bangku taman dan mengobrol di sana sambil melihat pemandangan Yang menurut mereka sangat indah.
"Sayang,boleh aku tau kenapa kamu suka sama aku"ucap Sarah pada Rafael.
"karna kamu adalah orang pertama yang bisa buat aku deg degan kalau dekat sama kamu dan juga Karna kamu spesial buat aku"ucap Rafael membuat pipi Sarah merona merah.
Rafael melihat wajah Sarah yang memerah,dia pun mendekati Sarah secara perlahan,Saat Sarah menoleh ke arah Rafael, ternyata Rafael sudah sangat dekat dengan wajahnya membuat Jantung Sarah berdetak lebih cepat seperti lari maraton.
Rafael mendekatkan wajahnya berniat untuk mencium Sarah,Sarah pun menutup matanya dan saat wajah mereka hanya berjarak 5 centi,tiba2 ponsel Sarah berbunyi membuat Sarah seketika berdiri dan mengangkat telfonnya.
Rafael mendadak lemas dan langsung menyandarkan badannya di bangku taman.
Drrrrt...Drrrrt.
"Halo"ucap Sarah saat sudah mengangkat telfonnya.
"Halo nona,maaf jika saya mengangu nona, saya hanya ingin memberi tahu kalau tuan ingin bertemu dengan Nona sekarang"ucap Simon di seberang sana.
"Baiklah aku segera ke sana"ucap Sarah sambil mematikan telfonnya dan kemudian menatap Rafael yang menyandarkan tubuhnya pada Bangku taman sambil tersenyum padanya.
"aku minta maaf sayang aku harus pulang duluan deh,maaf ya sayang"ucap Sarah merasa bersalah karna meninggalkan Rafael di saat mereka sedang berkencan.
"iya ngga apa2,kamu pulang aja aku ngga apa2 kok lagi pula aku mau pergi juga ke suatu tempat"ucap Rafael sambil tersenyum.
Sarah mencium pipi Rafael lalu pergi dan meninggalkan Rafael yang mematung di tempatnya.
Flashback off.
__ADS_1