BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
IBU HAMIL


__ADS_3

5 Bulan kemudian.


Di dalam mansion besar,seorang wanita yang sedang hamil tua berjalan dengan di bantu oleh Mertuanya untuk berjalan ke sofa,siapa lagi kalau bukan Ana dan Naina yang memapah sang menantu untuk duduk di sofa.


Ana duduk di sofa di ikuti oleh Naina yang duduk di sampingnya.


"Ana,kamu mau apa,biar mama ambilin"ucap Naina lembut.


Ana tersenyum mendengar hal itu dan kemudian berbicara.


"Ana mau makan apel,Ma."ucap Ana dan Naina pun mengangguk.


"tunggu ya,mama ambilin.oh iya,kamu juga harus minum susu ya,Na.mama ambilin apel sama susu kamu ya"ucap Naina dan Ana hanya mengangguk.


Tidak lama kemudian,Naina datang dengan piring yang berisi buah apel dan juga susu di tangannya.Naina duduk di samping Ana dan meletakkan susu beserta apel di piring yang sudah di potong2.


"Maaf ya,Na.gara2 papa,Arian jadi tidak bisa nemenin kamu setiap waktu"ucap Naina pada Ana yang sudah menyuapkan apel ke dalam mulutnya.


"Ngga apa2 Kok,Ma.lagian kan ada mama yang nemenin Ana di rumah,Kak Arian juga udah berkali - kali bilang maaf karna ngga bisa nemenin Ana"ucap Ana sambil tersenyum dan mulutnya yang mengunyah.


"Ya tapi kan beda,Na.Mama tau kalau kamu pengen selalu dekat dengan Arian,Mama udah rasain tau pasa mama hamilin Arian dulu"ucap Naina yang hanya di balas senyuman oleh Ana dan kemudian menunduk.


"Tapi mau gimana lagi,Ma.kan kak Arian sibuk dan lagi......."ucap Ana yang terpotong karna suara seseorang yang berteriak memanggil namanya dari pintu utama.


"Anaaaaa...!!"teriak seorang wanita yang tidak lain adalah Sarah dan Fania yang mengikutinya dari belakang.


"Ana aku rinduuuu"ucap Sarah sambil duduk di sebelah Ana dan memeluknya dari samping.


"Oke,kalau gitu,tante ke dapur dulu ya,buat kasih kalian cemilan"ucap Naina kemudian berdiri dari duduknya saat Fania sudah berada di sana dan duduk di tempat Naina.


Naina bisa saja meminta pelayan untuk mengambilkan camilan untuk ke 3 wanita hamil itu tapi...,para pelayan semua sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing2.


"Na,aku rindu banget tau"ucap Sarah masih memeluk Ana.


"kamu jangan peluk2 gitu kali,aku sesak tau ngga"ucap Ana membuat Sarah melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Gimana keadaan janinnya baik,kan.ngga sangka lo si Arian bisa buat langsung 2 gitu"ucap Fania tertawa kecil.


Ana sudah melakukan pemeriksaan 4 bulan yang lalu dan hasilnya,Ana mengandung bayi kembar soal jenis kelamin masih belum di ketahui.Keluarga Li dan Kim yang mendengar hal itu sangat bahagia dan juga 2 kakek tua yang begitu gembira karna tidak harus berebut cucu nantinya.


Bahkan keluarga Sia dan Sang turut senang,karna menantu mereka juga sedang mengandung membuat kebahagian mereka semakin bertambah.


Sejak melakukan pemeriksaan,Ana mulai sering merasakan sesak,tapi itu adalah gejala kehamilan bayi kembar yang di katakan oleh dokter membuat Arian dan keluarganya harus ekstra untuk terus menjaga Ana.


"Baik kok kak Fania,kakak sendiri gimana??"tanya Ana pada Fania membuat Sarah mendengus kesal.


"Cuma Kak Fania aja yang di tanya,kok aku ngga di tanya sih,Na."ucap Sarah sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya2,maaf lupa,kamu gimana,Sa"tanya Ana membuat Sarah berbicara tampa jeda membuat kedua wanita itu hanya mampu mendengarkan.


"Aku baik aja kok,Na.kamu tau ngga si Rafael makin lama makin nyebelin,masa dia minta itu pas aku lagi hamil,dan anehnya kalau dia dekat2 sama aku,aku jadi nyium kalau dia bau,Na, dan...."ucap Sarah yang terpotong karna Naina sudah datang dari dapur dengan nampan yang berisi dengan piring yang berisi buah - buahan.


"Seru sekali,Ini buah buat camilan,"ucap Naina dan ketiga wanita itu hanya tersenyum.


2 wanita itu mengambil buah itu dan memakannya,sambil tersenyum pada Naina yang duduk di sofa di hadapan mereka bertiga.


"Seneng deh,liat 3 wanita hamil di rumah"ucap Naina membuat kedua wanita itu melihatnya,sedang Ana masih asyik dengan apel di piring yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


"Hehe,bibi,waktu hamil ngidam apa.??"tanya Sarah pada Naina.


Naina yang mendengar hal itu,terlihat sedikit berfikir,kemudian tersenyum dan kemudian berbicara.


"Dulu pas bibi ngidam itu,bibi pengen banget makan,mangga tapi harus di negara S"ucap Naina membuat ketiga wanita itu menatapnya penuh tanda tanya.


Flashback On.


Cklek


Seorang wanita berjalan memasuki ruangan dan berjalan mendekat pada pria yang sedang sibuk dengan laptopnya di meja kerjanya.


"Sayang..."ucap Wanita itu yang tidak lain adalah Naina.


Pria itu mengangkat kepalanya siapa lagi kalau bukan Ryung.Ryung mengangkat kepalanya yang fokus pada Laptop kini menatap Naina yang kini berdiri di depan mejanya.


"Iya sayang"ucap Ryung kini mengahampiri Naina.


"Aku mau makan mangga muda"ucap Naina sedikit acuh.


belum sempat Ryung menjawab,Naina sudah mendorongnya sedikit menjauh darinya.


"Kamu bau tau"ucap Naina mendorong Ryung dan menutup hidungnya dengan tangan dan berjalan mundur sedikit menjauh dari Ryung.


Ryung yang memdengar hal itu hanya bisa menghembuskan nafasnya,sudah 5 hari ini dia tidur di kamar tamu karna Naina yang tidak bisa terlalu dekat dengannya karna alasan Ryung yang begitu bau meski baru saja sudah mandi.


"Oke,aku telfon Sarkan untuk membeli mangga mudanya"ucap Ryung berniat mengambil ponselnya di atas meja.


"Aku ngga mau makan mangga muda di sini"ucap Naina membuat Ryung menghentikan tangannya yang sudah hampir mengapai ponselnya di atas meja.


"Terus,mau makan mangga mudanya di mana..??"tanya Ryung.


"Sayang,kamu yakin..?"tanya Ryung memastikan.


Naina mengangguk membuat Ryung tidak bisa berkata - kata dan perkataan Naina selanjutnya membuat Ryung membulatkan matanya.


"Aku mau sekarang kita pergi ke negara S"ucap Naina keluar tampa menunggu persetujuan suaminya itu.


Ryung pun menelfon Sarkan untuk menyiapkan jet pribadi untuk dia gunakan bersama Naina sebentar lagi.


Mereka pun berangkat dengan jet pribadi yang sudah di siapkan oleh Sarkan.


2 jam kemudian mereka tiba di bandara di negara S,bandara pribadi untuk jet pribadi keluarga Li.


Mereka kemudian naik mobil dengan Ryung yang menjadi sopirnya dan Naina duduk di kursi belakang membuat Ryung hanya bisa mengelengkan kepalanya.


Tiba2 Naina meminta Ryung menghentikan mobilnya.


"Berhenti"ucap Naina membuat Ryung mengerem mobilnya,untung saja Ryung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Naina tiba2 keluar dari mobil membuat Ryung mengikuti sang istri dari belakang.


"Ada apa sayang..??"tanya Ryung saat tiba2 Naina berhenti.


"Mangga muda"ucap Naina sambil menunjuk pohon mangga yang berdiri di hadapan mereka lebih tepatnya di depan rumah orang.


"Terus...."ucap Ryung membuat Naina mendengus kesal.

__ADS_1


"Mau lah,panjat gih"ucap Naina membuat Ryung membulatkan matannya dan kemudian menunjuk dirinya sendiri.


"Ya iya,siapa lagi coba"ucap Naina membuat Ryung mau tidak mau berjalan dengan lesuh ke depan pintu rumah orang pemilik mangga itu.


"Mau ke mana...?"tanya Naina membuat Ryung menghentikan langkahnya dan menatap istrinya itu.


"Mau minta dulu sama yang punya,sayang"ucap Ryung membuat Naina mengangguk mengerti.


Ryung mengetuk pintu rumah itu dan tidak lama kemudian sepasang suami istri membuka pintu.Ryung mulai berbicara dan meminta mangga itu dengan cara membelinya tapi sepasang suami istri itu mengeleng tanda tidak ingin jika Ryung membelinya.


"Anda ambil saja,kami tidak menjualnya.lagi pula istri anda yang mengiginkannya"ucap Suami dari pemilik rumah itu.


Ryung tersenyum kemudian berterima kasih dan berjalan mendekati Naina.


"udah"ucap Naina dan Ryung pun mengangguk.


"Panjat gih"ucap Naina yang sukses membuat senyum di wajah Ryung pudar.


Ryung pun memanjat pohon mangga itu dengan susah payah,Ryung terus menerus berusaha meski sudah beberapa kali gagal.


pada akhirnya Ryung berhasil memanjat dan kini sedang berusaha untuk mengapai buah mangga itu dan pada saat Ryung mengapainya dan siap menariknya tiba2 Ryung terpeleset dan akhirnya jatuh membuat dia berteriak,Naina dan sepasang suami istri itu mendekatinya.


"Aduuuuhhh,pinggang ku"ucap Ryung sambil memengang pinggangnya,Naina dan pemilik pohon mangga itu berlari mendekatinya.


"Kau baik2 saja sayang"ucap Naina khawatir.


"Anda baik2 saja tuan"ucap Sepasang suami istri itu bersamaan.


"Iya,cuma pinggang saya saja yang sakit"ucap Ryung mencoba berdiri sambil memengang pinggangnya.


"Kenapa anda tidak bilang kalau anda tidak pintar memanjat,saya bisa mengambilkan anda tangga"ucap pemilik mangga itu membuat Ryung membulatkan matanya.


"Oh ada tangga ya"ucap Naina tampa rasa bersalah pada suaminya.


Ryung mengerutu dalam hati.


'Aku tidak akan memanjat mangga lagi,ini yang pertama dan terakhir tidak akan ada lain kali'ucap Ryung kemudian berjalan ke mobil di ikuti oleh Naina yang memengang sebiji mangga yang berhasil di ambil oleh Ryung setelah tadi sempat berterima kasih dan pamit pada sepasang suami istri itu.


Flashback Off.


-


-


-


-


-


-


-


HAPPY READYNG ALL


SEMOGA SUKA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2