BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
MALL


__ADS_3

Ana membulatkan matanya kemudian memukul pelan dada suaminya itu yang selalu bicara sembarangan.Yang ini aja belum lahir masa mau nambah lagi sih.


"Yang ini aja belum lahir kak,emang kak Arian tau lahiran itu rasanya enak..?"tanya Ana saat sudah membalikkan badannya dan kini berhadapan dengan suaminya.


"Ngga tau...?"ucap Arian seolah olah sedang berfikir.


"kalau enak mau nambah lagi..?"tanya Arian yang membuat Ana membulatkan matanya.


"dasar,taunya cuma itu aja"ucap Ana sambil mengembulkan pipinya membuat Arian gemas melihatnya.


"Oh iya,2 hari lagi kan pesta pernikahan Keluarga Mo yang di bilang sama Ibu tadi kan,"ucap Arian yang di angguki oleh Ana.


"kalau gitu,sayang besok kamu harus ke mall beli baju buat ke pesta pernikahan keluarga Mo"ucap Arian membuat Ana langsung mengelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


"ngga usah,Ana masih punya baju buat pergi ke acara pernikahan keluarga Mo,Ngga usah beli baju.Uangnya kita tabung aja buat bayi kita"ucap Ana mengusulkan.


"Ngga boleh gitu dong sayang,kamu harus pake gaun yang paling cantik,Karna kita akan ketemu sama orang tuaku"ucap Arian membuat Ana terdiam sesaat.


"Orang tua kak Arian dateng juga"ucap Ana dan langsung di angguki oleh Arian.


"Baiklah"ucap Ana sambil tersenyum.


Ana benar2 tidak sabar untuk bertemu dengan orang tua Arian sekaligus mertuanya.


"Kalau gitu,kamu pergi mandi aku siapin dulu makanannya dan habis itu kita istirahat,krna besok istriku ini harus pergi untuk membeli gaun yang indah"ucap Arian dan Ana pun bergegas pergi ke kamar untuk mandi.


ESOKNYA


Pukul 07.15


Ana dan Arian sudah bersiap siap untuk berangkat,Arian akan mengantar Ana ke mall dan kemudian pergi bekerja.


"Udah siap sayang"ucap Arian dan Ana pun mengangguk.


Ana memakai dress di bawah lutut berwarna Pink dan rambutnya yang di biarkan tergerai,sedang Arian mengunakan setelan Jas berwarna hitam membuat dia semakin tampan.


20 menit perjalanan,mereka pun tiba di salah satu mall terbesar di Negara S.Ana sedikit terkejut karna Arian mengantarnya ke Mall terbesar di Negara A,Ana tau kalau barang2 di Mall ini pasti sangat mahal di bandingkan dengan mall lain.


"Kak Arian,kenapa kita ke sini..?"tanya Ana masih dengan wajah terkejutnya saat melihat bangunan Mall itu yang begitu besar,bahkan pekarangannya saja luas


"Ini kan mall sayang,"ucap Arian membuka safety beltnya dan berniat untuk keluar dan membukakan pintu untuk istri tapi di hentikan oleh Ana.


"Di sini barangnya mahal2,kak.kita ke mall lain aja ya"ucap Ana membujuk Arian.


Arian tersenyum mendengar ucapan istrinya itu,Kenapa Arian membawa Ana kemari adalah karna Mall ini adalah milik Arian.Arian mengelus kepala Ana dan tersenyum


"Emangnya kenapa kalau mahal,asalkan itu untuk kamu,aku bakal lakuin apapun"ucap Arian kemudian mencium pipi Ana dan keluar untuk membukakan pintu untuk istrinya.


Ana pun keluar dari mobil,saat Arian membukakan pintu untuknya.Arian mengecup puncuk kepala sang istri dan kemudian memberikan kartu kredit platinum bukannya kartu kredit tampa limit.


Arian sengaja memberikan Ana kartu kredit platinum,Karna kalau Arian memberikan kartu kredit tampa limit pada Ana,bisa2 Ana akan bertanya-tanya,belum saatnya Ana mengetahui siapa dirinya,tinggal 1 hari lagi dan Ana akan mengetahuinya.

__ADS_1


Arian pun pergi setelah Ana menyuruhnya untuk segera pergi,Ana bergegas masuk ke dalam Mall yang begitu luas,tampa Ana sadari sudah Ada Kimso yang melihatnya dari kejauhan.


'ternyata ini sebabnya,kak Arian memintaku untuk ke sini'ucap Kimso dalam hati saat sudah mengetahui tujuan Arian memintanya untuk ke mall,ternyata untuk menjaga nyonya besar toh.


Ana pun pergi untuk melihat Gaun,saat Ana sedang melihat Gaun2 indah,tiba2 sebuah suara mengejutkannya.


"Apa yang kau lakukan di sini"ucap Seseorang yang tidak lain adalah Melinda.


Ana berbalik dan melihat Melinda yang memandangnya dengan pandangan meremehkan.


"Bukan urusannya"ucap Ana cuek dan kembali melihat lihay gaun yang ada di belakangnya.


Melinda yang melihat hal itu,menjadi marah dan menarik tangan Ana dan langsung menamparnya.


PLAK


Ana terkejut dan memengang pipinya yang di tampar oleh Melinda.


"Lo itu ya,gue lagi bicara sama lo,"ucap Melinda sedang Ana masih terdiam dengan memengang pipinya yang seperti nyut2.


"Lo itu orang miskin bisa2ny lo datang ke tempat ini yang jelas2 bukan buat orang miskin kayak lo,atau kau sudah tidur dengan om om,jadi lo udah punya uang terus lo bisa ke sini deh"ucap Melinda meremehkan dan sedikit menghina.


"Jangan omonganmu,Melinda.Aku tidak seperti kau yang bisa seenaknya merebut hak orang lain"ucap Ana yang mulai emosi.


Saat Melinda ingin membentak Ana,suara seseorang dari belakang Ana menghentikannya.


"Ada apa ini...?"ucap Orang itu yang tidak lain adalah Kimso yang baru saja datang dari toilet karna kebelet buang air kecil.


Ana berbalik dan melihat Kimso yang berjalan mendekatinya,Kimso terkejut saat sudah berada Di dekat Ana dan melihat pipi Ana yang memerah.


"Tuan Kimso,saya baik2 saja"ucap Ana tapi tidak bisa membuat Kimso percaya.


'Ini seperti bekas tamparan,jika sampai kak Arian tau,dia pasti akan marah besar'ucap Kimso dalam hati dan kemudian pandangannya beralih pada Melinda.


"Apa kamu yang melakukan ini..?"ucap Kimso dingin pada Melinda.


"Apa hubungannya denganmu"ucap Melinda sedikit gemetar.


Kimso mengepalkan tangannya dan kemudian berteriak membuat Ana terkejut.


"PELAYAN.."Teriak Kimso membuat Ana sedikit tersentak.


Seorang pengawai Wanita segera berlari dan mendekati ke 3 orang itu.


"Ada yang bisa saya bantu,Tuan"ucap Pengawai wanita itu pada Kimso.


"Siapa yang menjadi manajer di mall ini,"ucap Kimso masih dengan menatap tajam ke Melinda.


"manajer Mile,tuan"ucap Pengawai wanita itu sedikit takut karna Kimso sudah mengeluarkan hawa membunuh dari dirinya.


"Segera panggil dia"ucap Kimso dan Pengawai wanita itu pun segera berlari untuk memanggil atasannya.

__ADS_1


Selang beberapa saat,pengawai wanita itu datang dengan seorang pria muda yang cukup tampan,tapi lebih tampan Arian tentu saja.


"Tu..an Kimso"ucap Mile Saat melihat wajah Kimso.


'Kenapa Wajah Tuan Kimso suram begitu,apa ada orang yang sudah membuat dia marah.'ucap Mile dalam hati melihat suasana hati Kimso sedang buruk.


"Segera usir wanita ini dari sini,jangan biarkan dia memasuki Mall ini"ucap Kimso dingin membuat Mile merinding.


Tampa menunggu lama,Mile segera memanggil security.


"KEAMANAN,Segera bawa wanita ini keluar dari mall ini,jangan biarkan dia memasuki mall ini"ucap Mile pada security sambil menunjuk ke Arah Melinda.


"Apa yang kalian lakukan,lepaskan Aku"ucap Melinda berontak saat security menyeretnya keluar dari mall.


"nyonya anda baik2 saja"ucap Kimso saat amarahnya sudah reda.


"Saya baik2 saja,Tuan Kimso.Anda tidak perlu khawatir"ucap Ana sambil tersenyum.


Mile yang melihat hal itu,terkejut karna Kimso yang biasanya ceuk terhadap Wanita,malah sangat perhatian dengan Ana.


"kalau begitu,aku liat2 gaunnya lagi.Tuan Kimso saya permisi dulu"ucap Ana dan berbalik menjauh untuk melihat lihat gaun yang lain.


"kau ternyata sangat romantis ya,Kimso"ucap Mile saat Ana sudah cukup jauh dari mereka.


Mile adalah orang kepercayaan Arian untuk mengurus Mall ini,oleh karna itu Mile sangat dekat dengan Kimso.


Kimso yang mendengar hal itu,kemudian memukul kepala Mile.membuat si empu meringis.


Plak


"Aduuuuh"ringis Mile sambil mengelus kepalanya.


"Apa kau tau siapa wanita itu,sehingga kau mengatakan hal itu"ucap Kimso membuat Mile fokus padanya.


"Dia pacarmu kan..?"ucap Mile membuat Kimso memukul kepalanya lagi.


Plak


"Aduuuh,kenapa kau memukul kepalaku lagi sih"ucap Mile sambil menatap Kimso tidak percaya.


"Dia bukan pacarku bodoh,dia itu istri tuan Arian"ucap Kimso membuat Mile berteriak.


HAH


-


-


-


-

__ADS_1


HAPPY READING


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2