
"Aduuuuuhh"ringis Kimso saat telinganya di tarik oleh seseorang yang tidak lain adalah Arian.
Fira yang melihat hal itu terkejut,mendapati Arian menarik telinga pacarnya.
"Woy lepa....."ucap Kimso yang terjeda saat melihat orang yang menarik telinganya ternyata adalah Arian.
Arian tersenyum pada Kimso dengan wajah kesal,membuat Kimso menelan salivanya dengan susah payah.
"Sepertinya kau sudah pandai merayu ya,Kimso"ucap Arian membuat Kimso lagi2 menelan salivanya dengan susah payah.
"Fira,soal rapat nanti,siapkan semuanya aku harus mengurus pria ini dulu"ucap Arian sambil menarik telinga Kimso dan masuk ke ruangannya dengan Kimso yang terus meringis karna telinganya belum di lepaskan oleh Arian malah di tarik masuk kembali keruangan kerja Arian.
"Baik,pak"ucap Fira saat Arian sudah masuk ke dalam ruangannya.
Fira tidak tega melihat sang kekasih meringis seperti itu,tapi apalah daya dia juga takut pada atasannya itu.
Di dalam ruangan Arian,Arian melepaskan jewerannya dari telinga Kimso membuat si empunya memengangi telinganya yang sudah pasti memerah sekarang.
"Kimso,kamu apa yang sudah kau lakukan"ucap Arian masih dengan senyum mengerikan di wajahnya.
Kimso yang melihat hal itu,mendadak merinding.Tiba2 Arian berbicara membuat Kimso membelalakkan matanya tanda tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Bisa2nya kau memamerkan kemesraan di depanku,apa kau sama sekali tidak kasian padaku,Dan juga dari mana kau belajar merayu seperti itu,"ucap Arian meluapkan rasa kesalnya yang sedari tadi dia redam.
Kimso yang mendengar hal itu,tidak bisa berkata - kata dan hanya terdiam sambil menatap Arian yang menatapnya kesal.
"Coba saja bukan karna pekerjaan ini,aku pasti sudah menemani Ana di rumah,ini semua salah papa,siapa yang mengajarimu begitu Kimso"ucap Arian menyadarkan Kimso dari keterkejutannya.
"Yang mana kak...??"tanya Kimso membuat Arian memijit keninnya.
"Aku bertanya,dari mana kau belajar merayu seperti itu"ucap Arian kini sudah mulai tenang.
"Kak Rafael yang mengajarkannya,dia bilang itu pasti akan bekerja untuk membuat pasanganmu semakin mencintaimu"ucap Kimso polos.
Arian yang mendengar hal itu,mendadak kembali kesal.
"Kau mau saja di sesatkan oleh Setan itu,"ucap Arian meski sebenarnya dia ingat kalau dirinya yang meminta Kimso untuk belajar dari Rafael.
"Bukankah Kak Arian sendiri ya, yang bilang untuk belajar dari Rafael"ucal Kimso mencoba mengingat kembali saat dirinya di minta untuk belajar dari si playboy Rafael,atau bisa di bilang mantan playboy.
"Aku memang memintamu untuk belajar darinya,Tapi jangan memamerkannya di depanku,"ucap Arian kesal.
__ADS_1
Kimso yang mendengar hal itu baru menyadari,kalau ternyata Arian selama 5 bulan terakhir sangat jarang bersama dengan Ana karka urusan pekerjaan.
"Hehe,lain kali aku tidak akan memamerkannya lagi"ucap Kimso dengan cengegesan.
Arian menghembuskan nafasnya,kemudian melihat arlojinya di mana sudah jam 12.24 siang dan pertemuannya dengan klien tinggal beberapa menit lagi.
"besok saja jika kau ingin berkencan dengan Fira,hari ini aku ada pertemuan yang harus aku hadiri dan dia juga harus ikut,jadi besok sana kalian kencan"ucap Arian kemudian melangkahkan kakinya beberapa langkah dan berhenti ketika hendak membuka pintu dan berbicara membuat Kimso menatapnya.
"Jangan terlalu belajar dengan Rafael,karna dia akan menyesatkanmu nanti"ucap Arian kemudian keluar meninggalkan Kimso yang mematung karna perkataannya.
Arian keluar dari ruangannya dan mendapati Fira yang sudah siap dengan semua yang di perlukan untuk pertemuan kali ini.
Arian dan Fira segera berjalan ke lift dan sesampainya di lift,Fira dengan sigap memencet tombol lift,tidak lama kemudian mereka berdua tiba di lantai dasar atau lobi perusahaan.
Arian berjalan dengan wajah datarnya dengan Fira yang mengekor di belakangnya.Arian menjadi pusat perhatian lagi oleh Karyawan wanita di sana,meski dengan sikap dinginnya,Arian tetap menjadi pusat perhatian.
"Ganteng banget ya,pak direktur.sayang sudah punya istri"
"Aduh ngga sia2 aku jalan ke lobi,bisa liat pak direktur"
Begitulah bisik2 para karyawan wanita di sana yang mengangumi ketampanan atasannya itu.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan tidak butuh waktu lama,mereka pun tiba di restoran tempat pertemuan itu di adakan.
Arian keluar dari mobil saat sang sopir membukakan pintu.Arian memasuki restoran itu dengan Fira yang mengikutinya di belakangnya.
Saat Arian dan Fira memasuki restoran itu ternyata sudah banyak orang di sana,Saat ini orang yang ingin Arian temui atau rekan bisnis sang ayah,sedang mengadakan pesta keluarga,Arian awalnya tidak ingin datang tapi tidak sopan jika dirinya tidak datang padahal sudah di undang secara langsung.
Saat Arian berjalan untuk mendekati Tuan Wei,orang yang mengadakan pesta keluarga itu.Arian menjadi pusat perhatian,Arian yang menyadari hal itu hanya acuh dan terus melangkahkan kakinya dengan santay.
"Bukankah itu tuan muda keluarga Li"
"Astaga itu tuang muda keluarga Li kan"
"Lihat dia sangat berwibawa,benar2 orang terhormat"
begitulah bisik2 para pengusaha yang melihat Arian.
"selamat datang,Tuan muda Arian"ucap Pria paru baya yang tidak lain adalah Tuan Wei.
Arian yang melihat tuan Wei menyapanya,hanya berwajah datar.
__ADS_1
"Saya sangat senang anda datang ke pesta kecil keluarga saya"ucap Tuan Wei lagi membuat Arian menghembuskan nafasnya,jengah dengan sikap pura2 orang tua di hadapannya ini.
"selamat untuk anda,untuk kepulangan putri anda"ucap Arian dingin.
"Terima kasih untuk ucapan selamatnya,Tuan muda Arian.silahkan menikmati hidangan yang sudah kami siapkan."ucap Tuan Wei meski sebenarnya dia sudab gemetaran.
"Saya masih ada urusan,saya kemari hanya untuk memberikan sesuatu kepada anda,Tuan Wei"ucap Arian membuat Tuan Wei mendadak menelan salivanya dengan susah payah.
Mendengar hal itu,Fira melangkah mendekati Tuan Wei kemudian memberikannya sebuah map.Dengan ragu2 tuan Wei membuka map itu,tuan Wei membelalakkan matanya saat melihat isi dari map itu,tuan Wei kemudian melihat Arian yang hanya berwajah datar dan menatapnya dingin.
"Kalau begitu kami permisi,tuan Wei."ucap Fira sedikit membungkukkan badannya sedang Arian sudah berjalan keluar lebih dulu.
Tiba2 Tuan Wei terduduk dengan wajah yang begitu pucat membuat semua orang menatapnya bingung,bagaimana tidak,Arian baru saja memberikannya surat pembatalan kontrak dengan perusahaan Ayahnya dengan Tuan Wei.
Tiba2 tuan Wei pingsan membuat semua orang berteriak dan segera menelfon ambulans,bagaimana tidak keluarga sudah bangkrut total karna pembatalan kontrak yang di berikan oleh Arian membuatnya syok dan akhirnya pingsan.
Sedang Fira yang berjalan di belakang Arian,melihat bahwa sang bos ternyata lebih sadis dari berita yang dia dengar,buktinya bosnya itu membuat seseorang bangkrut di hari kepulangan putri orang itu,sungguh sadis sekali benar2 tidak punya ampun.
Arian terus berjalan hingga tiba di parkiran,saat Arian mendekat ke arah mobil di mana sang sopir sudah membuka pintu tiba2,Arian berhenti dan berbalik kemudian menarik tangan Fira.
Fira terkejut saat Arian tiba2 berbalik dan kemudian menarik tangannya hingga dia sedikit mundur ke belakang dan hampir terjatuh dan kemudian terdengar suara....
DOR
-
-
-
-
-
-
HAPPY READYNG ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1