BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
ORANG TUA


__ADS_3

Rafael menatap Ana lama kemudian menatap Arian.Rafael menatap Arian hingga Arian menganggukkan kepalanya dan membuat Rafael membulatkan matanya tidak percaya.


"kamu Kim Ana"ucap Rafael dan Ana mengangguk.


'pantas saja tadi Arian menatapku seperti ingin membunuhku,ternyata dia cemburu aku memengang tangan Istrinya,'ucap Rafael dalam hati sambil berusaha menelan Salivanya dengan susah payah.


"Kakak ipar"Ucap Rafael membuat Ana terkejut kemudian menatap Arian.


"Karna kita sudah menikah,jadi dia akan memanggilmu kakak ipar"ucap Arian menjelaskan pada Ana.


"tapi..."ucap Ana yang langsung di potong oleh Rafael.


"Kakak ipar tidak perlu sungkan,aku akan tetap memanggilmu kakak ipar meski umurmu lebih muda dariku,karna kau sudah menikah dengan pria ini yang sudah ku anggap sebagai kakakku,jadi ketika kau ada masalah dan kakakku tidak ada,kau bisa meminta bantuanku aku akan selalu siap membantumu dan juga,masih ada lagi 1 orang yang belum kau temui dia juga mungkin akan memanggilmu dengan sebutan kakak ipar,jadi kau harus terbiasa dengan sebutan ini."ucap Rafael sambil tersenyum pada Ana.


Ana hanya menunduk malu,karna harus di panggil kakak oleh orang yang jelas2 lebih tua darinya,tapi apa boleh buat sang suami saja tidak protes jadi dia mencoba untuk menerimanya meski ada sedikit rasa sungkan di hatinya.


Perbincangan berlanjut dengan Sarah yang mulai berbaikan dengan Rafael dengan bantuan Arian dan Ana.


mereka terus berbincang bincang hingga suara dering ponsel Ana mengalihkan mereka semua dan fokus pada ponsel yang berbunyi.


Ana melihat ponselnya,terdapat panggilan dari seseorang yang tidak lain adalah ayahnya.Ana membelalakkan matanya mengetahui orang yang menelfonnya adalah ayahnya.semua orang menatap Ana,Sarah yang mengetahui ekspresi Ana ketika seseorang menelfonnya mengetahui kalau Ana sedang di telfon oleh ayahnya.


Ana mengangkat poselnya ketika mendapat ijin dari Arian untuk mengangkatnya.


"halo"ucap Ana sedikit gugup.


Arian yang melihat hal itu berpindah dan duduk di samping Ana,setelah Sarah menyingkir dan berpindah ke kursi di samping Rafael.Arian mengenggam tangan Ana memberikan sedikit rasa nyaman yang membuat Ana akhirnya merasa sedikit tenang.


"Halo sayang,kamu di mana,"ucap Young di seberang sana.


"ini lagi di Cafe Yah,lagi kerja"ucapnya.


Arian yang mendengar Ana memanggil Ayah,mulai mengerti kenapa tadi Ana merasa sedikit gugup untuk Mengangkat telfon yang tidak lain dari Tuan Kim yang kini sudah menjadi mertuanya meski dia belum mengetahui bahwa putrinya sudah menikah.


"apa kamu bisa pulang Sayang,Ayah mau kenalin kamu sama anak teman ayah."ucap Young yang membuat Ana membelalakkan matanya karna terkejut.


"Maaf Yah,aku ngga bisa buat ketemu sama anak temen ayah tapi,kalau buat ketemu sama Ayah dan Ibu aku bisa."ucap Ana sedikit ragu takut sang ayah marah meski sebenarnya dia tidak pernah di marahi oleh sang ayah.

__ADS_1


"Ana kau tidak usah khawatir Nak,anak teman ayah adalah pria yang baik jadi kau tidak usah takut untuk menemuinya.Bukan kah saatnya bagimu untuk mengenal seorang pria yang baik dan sopan untuk menjadi suamimu sayang"ucap Young panjang lebar.


Young berniat untuk menjodohkan putrinya yaitu Ana,dengan anak dari sahabatnya tapi jika Ana menyukainya,jika tidak maka dia tidak akan memaksa putrinya untuk menerima seseorang yang sama sekali tidak dia cintai.


"Ayah...."ucap Ana ragu.


"Iya sayang"ucap Young.


"Aku sudah menikah"ucap Ana yang membuat ayahnya refleks berteriak yang membuat sang istri yang duduk di sebelahnya terkejut.


"APAAAAA"Teriak Young saat mengetahui putri kesayangannya sudah menikah tampa sepengetahuannya.


Ana menjauhkan ponselnya dari telinganya karna teriakan sang ayah.Sedang Arian terkejut dibuatnya,Dia baru tau kalau sang mertua memiliki suara yang begitu keras bahkan dia yang sama sekali tidak terlalu dekat dengan ponsel yang di pengang oleh Ana dapat mendengar suara teriakan mertuanya itu.


"kapan kalian menikah,siapa pria itu dan apa pekerjaannya,mengapa dia tidak datang ke rumah untuk menemui ayah terlebih dahulu,"ucap Young menyerang Ana dengan begitu banyak pertanyaan yang membuat Ana bingung harus menjawab yang mana dulu.


Liyana yang mendengar bahwa sang putri sudah menikah tersenyum bahagia,dan dia meminta sang suami untuk menyuruh putri dan menantunya untuk datang makan malam bersama dan memperkenalkan dirinya.


Sebenarnya Young masih merasa ragu untuk mengundang pria yang sudah menjadi menantunya itu,karna dia sama sekali belum pernah melihatnya,tapi karna sang istri yang sudah memintanya maka dia harus mengabulkannya.


"Baiklah,nanti kau jawab di rumah,datanglah ke rumah nanti malam bersama dengan suamimu untuk memperkenalkannya pada kami,ayah tidak mau mendengar penolakan.Kalau begitu sudah dulu,ayah mau menelfon teman ayah untuk memberi tahukannya soal kamu yang sudah memiliki pasangan,jadi dia tidak perlu lagi membawa putranya untuk bertemu denganmu"ucap Young kemudian mematikan telfonnya saat Ana mengatakan Baiklah,saat itu juga Young mematikan telfonnya.


"Ada apa...?"Ucap Arian masih dengan memengang tangan Ana.


"Ayah bilang kita harus ke rumah nanti malam buat makan malam bersama"ucap Ana ragu takut Arian tidak mau untuk pergi.


Sarah yang mendengar bahwa Pamannya yaitu Young,mengundang Ana dan Arian untuk makan malam bersama tampak sedikit terkejut.


"Paman kaget ya,pas kamu bilang kalau kamu udah nikah"ucap Sarah yang di angguki oleh Ana.


Rafael yang sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya ikut berbicara.


"Apa susahnya,kan tinggal pergi lagi pula,Kakakku bukan tipe pria yang takut pada mertuanya"ucap Rafael setengah bercanda mendapat pukulan dari Sarah di lengannya,membuat pria tampan berambut kuning dan memilikk warna mata berwarna agak sedikit kuning itu meringis kasakitan,lalu kemudian tertawa dan kembali mendapat tabokan di lengannya.


"Tidak apa2,kita akan ke sana nanti malam dan bertemu dengan kedua orang tuamu untuk meminta restu dari mereka"ucap Arian yang mendapat acungan jempol dari Rafael.


"kamu yakin...?"ucap Ana.

__ADS_1


"Aku yakin,lagi pula aku juga tau meski kita baru menikah beberapa hari yang lalu,kau sudah membuatku jatuh cinta padamu dan aku akan memperjuangkan pernikahan ini meski awalnya di mulai dengan ke tidak sengajaan"ucap Arian yang membuat wajah Ana bersemu merah dan langsung menunduk.


Rafael tidak percaya dengan apa yang dia dengar,dia tidak tau kalau Arian,orang yang dia tau sama sekali tidak pintar berkata romantis ternyata salah besar.kata2 Arian lebih mematikan dari gombalannya yang dia keluarkan untuk merayu wanita cantik yang ingin dia jadikan teman kencan.


Jantung Ana berdetak dengan cepat seolah ingin keluar dari tempatnya.'aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya,bahkan saat Kevin mengeluarkan kata2 romantis aku sama sekali tidak seperti sekarang ini,apakah ini yang di namakan cinta'ucap Ana dalam hati sambil tersenyum kecil kemudian mengangkat kepalanya lalu mengangguk kepada Arian.


Arian menunggu Ana sampai dia selesai bekerja,sedang Rafael sudah pulang dari tadi.


Jam menunjukkan pukul 4 sore dan Ana pun bergegas untuk pulang dan bersiap untuk pergi ke rumah orang tuanya.


Setelah Arian dan Ana sampai ke apartemen, Arian pun bersiap untuk pergi ke rumah orang tua Ana.Ana mandi dan bergegas untuk memakai baju,Ana melihat sebuah bingkisan di atas Ranjang.


Ana mendekati ranjang dan mengambil bingkisan itu dan melihat sebuah tulisan di sana


**Ini adalah baju yang sudah ku siapkan untukmu semoga kau menyukainya


from Your Husband**


melihat hal itu Ana tersenyum,kemudian dia membuka bingkisan itu dan mendapati gaun yang begitu indah di dalamnya.Ana melihat gaun itu lama dan yang keluar pertama kali dari bibirnya adalah.


"cantik"ucapnya kemudian berfikir bahwa mungkin gaun ini sangat mahal,tapi Arian tetap mebelikannya untuknya,Dia benar2 merasa bersyukur mendapat suami yang begitu perhatian seperti Arian,rasa cinta Ana semakin meningkat pada Arian.


Tampa mau menunggu lagi ,Ana segera memakai gaun itu lalu merias dirinya untuk tampil cantik di depan sang suami.


kalian pasti bertanya bagaimana cara Arian membeli gaun itu,Saat Arian mengetahui bahwa dia di undang untuk datang ke kediaman Keluarga Kim oleh ayah mertuanya,dia segera menelfon Kimso dan memintanya untuk membelikan gaun yang paling cantik,saat dia sedang Menunggu Ana selesai bekerja,tentu saja itu tampa sepengetahuan Ana.


Arian sudah selesai bersiap sedari tadi,dia menunggu Ana di ruang tamu.hampir 20 menit menunggu,Ana pun keluar dari kamar.


"Aku sudah siap,ayo pergi"ucap Ana yang membuat Arian yang sedari tadi fokus ke ponselnya karna membalas pesan dari Carlson yang sudah tau kalau istrinya adalah wanita polos,berita itu tentu saja Carlson tau dari mulut ember Rafael.


"Baiklah,ayo per...."ucapan Arian tergantung saat dia melihat Ana yang bagaikan bidadari saat memakai gaun yang di belikan olehnya.


Arian ingin sekali menerkam Ana saat itu,tapi karna mereka akan pergi ke rumah orang tua Ana,Arian mengundurkan niatnya dan bergegas pergi sebelum dia kehilangan kendali.


lebih dari 30 menit perjalanan,mereka pun tiba di kediaman keluarga Kim.Mobil Arian memasuki gerbang setelah di ijinkan masuk oleh satpam yang bertugas.


Arian memarkirkan mobilnya lalu Keluar dan berjalan dengan bergandengan dengan Ana dan membuka pintu masuk utama.

__ADS_1


DEG


__ADS_2