
2 menit kemudian,Fira datang dengan nampan yang berisi 2 cangkir kopi untuk bos besar dan direktur barunya.Fira masuk saat sudah mendapat ijin dari Ryung,Fira pun menyimpan 2 gelas kopi itu di meja,lalu pamit untuk mengerjakan tugasnya yang lain.
Fira merasa malu jika harus lebih lama di dalam ruangan Ryung,Bukan apanya dia tadi sempat mengusir anak bos besarnya itu meski secara halus,Tapi itu benar2 mengganggu pikirannya.
Setelah keluar dari ruangan bos besarnya itu,Fira berjalan dengan menundukkan kepalanya hingga tampa sengaja bertabrakan dengan seseorang dan membuatnya terjatuh ke lantai
"Aduuuh,pantat aku sakit"rintih Fira sambil memengang bokongnya yang sedikit sakit.
"Anda baik2 saja,Nona"ucap Seorang pria yang tadi menabrak Fira sambil mengulurkan tangannya.
Fira mendongakkan kepalanya dan mendapati pemandangan yang membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Anda baik2 saja,Nona"Ucap pria itu lagi yang tidak lain adalah Kimso.
Fira segera tersadar dan menerima uluran tangan Kimso,Kimso membantu Fira berdiri karna merasa sedikit bersalah meski tidak sengaja.
"Terima kasih"ucap Fira menundukkan kepalanya karna wajahnya yang sudah bersemu merah.
"Apa anda benar2 baik2 saja,"ucap Kimso yang langsung di angguki oleh Fira.
"Kalau begitu,saya permisi"ucap Kimso kemudian berjalan meninggalkan Fira.
Fira masih di tempatnya diam mematung jantungnya sudah seperti lari maraton saja.
Fira mengelengkan kepala kemudian segera pergi ke kursinya untuk menenangkan diri.
sedang Kimso kini berada di depan pintu ruangan Ryung dan bersiap mengetuk.
Tok...tok...tok
"Masuk"ucap Ryung dari dalam ruangan.
Kimso membuka pintu dan kemudian berjalan mendekat pada Arian yang tengah duduk di sofa di ruangan itu.
Kimso meletakkan paperbag yang sedari tadi dia pengang di atas meja di depan Arian.
"Ini ponsel baru anda,Tuan.saya harap tidak akan rusak dalam waktu singkat"ucap Kimso menyindir Arian yang memang sangat suka melempar Ponselnya saat dia marah.
Ryung yang mendengar hal itu menahan tawanya,sedang Arian segera mengambil paperbag itu dan mengambil ponsel barunya yang masih berada di dalam tempatnya.
"Bagaimana kau bisa tau,kalau aku bersama dengan Papa,Kimso"ucap Arian mengingat bahwa tadi Kimso menelfon nomor ayahnya.
"Saya ke H&G Group dan mendapati Ruangan anda yang sudah kosong dengan ponsel yang sudah tidak bisa di pakai,lalu saya menelfon tuan Ryung karna merasa kalau anda pasti ada bersamanya,Saya mengambil ini"ucap Kimso panjang lebar lalu memberikan Kartu sim yang berada di ponsel lama Arian pada pemiliknya.
Arian kemudian mengambil kartu sim itu,kemudian berbicara yang membuat Kimso mengernyitkan alisnya.
"Kimso,tutup semua informasi tentang Sarah dan juga perjodohannya,jangan sampai ada yang tau,terutama Rafael"ucap Arian membuat Kimso terkejut,sedang Ryung mendengar dengan seksama apa yang di katakan oleh putranya itu.
Tidak mau membuat Arian marah,Kimso pun mengangguk.
"Baik akan saya lakukan sekarang."ucap Kimso kemudian berniat untuk pergi.
Ryung yang sedari tadi diam,kemudian berbicara membuat Arian dan Kimso menatapnya.
"Apa hubunganmu dengan A.Group property,Arian...?"tanya Ryung pada putranya itu.
"Untuk apa papa tau"ucap Arian acuh.
__ADS_1
"Karna papa peduli denganmu,papa hanya tidak ingin kamu berhubungan dengan perusahaan yang bisa di bilang berbahaya terutama AR.Group Finance."ucap Ryung membuat Kimso membulatkan matanya kemudian menatap Arian.
'Aneh,kenapa kak Arian tidak boleh berhubungan dengan A.Group property dan AR.Group Finance,Itu kan perusahaannya'ucap Kimso dalam hati bingung.
"Ini tidak ada urusannya dengan,Papa."ucap Arian masih acuh.
"Papa hanya memberi tahumu Arian,karna mereka berbahaya meski kita adalah keluarga yang menduduki posisi pertama,kalau mencari masalah dengan mereka kita juga bisa dalam bahaya,Terutama AR.Group Finance..."ucap Ryung menjeda kalimatnya.
"Apa kau tau,kalau AR.Group yang sudah membuat Perusahaan Mo bangrut dan mereka bekerja sama dengan perusahaan A.Group property untuk menjatuhkan perusahaan Mo bahkan membuat keluarga itu menghilang begitu saja bagai di telan bumi dan tidak lama itu,keluarga Liu juga menghilang tiba2 bahkan Dewan yang hari itu kau permalukan menghilang bersama dengan seluruh keluarganya bahkan seluruh asetnya entah diberikan pada siapa dan mendadak seluruh aset 3 keluarga itu menjadi milik A.Group property."ucap Ryung panjang lebar membuat Kimso membulatkan matanya.
'Bagaimana mungkin paman Ryung mendapatkan informasi itu padahal sudah di tutup dengan rapat dan juga soal masalah menghilangnya 3 keluarga itu sudah di tutup sangat rapat bahkan tidak ada yang mengetahuinya'ucap Kimso dalam hati bingung dari mana Ryung mendapatkan informasi rahasia itu.
"Apakah Papa benar2 ingin tau..?"tanya Arian kini fokus pada ayahnya yang juga menatapnya.
"Kalau aku bilang A.Group property dan AR.Group Finance adalah perusahaanku,Apa papa percaya...?"tanya Arian membuat Ryung terkejut bukan main.
Ryung belum selesai dengan keterkejutannya dan Arian sudah kembali berbicara membuatnya semakin Terkejut,seandainya saja Ryung punya penyakit jantung mungkin sekarang dia akan langsung berbaring di rumah sakit.
"Kalau aku bilang,Aku yang telah merencanakan itu semua,Apa papa percaya...?"Tanya Arian lagi membuat Ryung tidak mampu berkata - kata.
"Apa menghilangnya 3 keluarga itu juga ulahmu..?"tanya Ryung kini sudah serius.
Jika Arian sudah berbicara seperti itu,maka apa yang dia katakan pastilah benar adanya,karna Arian tidak pernah berbohong pada Keluarganya,begitu pikir Ryung tapi tidak tau bahwa Arian juga bisa berbohong dengan keadaan tertentu seperti kelompok Mafianya dan juga Hal lain yang tidak ingin dia beritahukan pada keluarganya.
"Kalau itu,Aku tidak tau"ucap Arian berbohong karna tidak mungkin dia mengatakan kalau dirinya sudah membunuh 3 keluarga itu tampa sisakan.Itu pasti akan membuat Ryung kena serangan jantung dadakan.
"Oh,baiklah,papa akan pulang untuk beristirahat sebaiknya kamu jangan membuat ulah"ucap Ryung berniat untuk pergi.
"Aku tidak akan jamin hal itu,Soal tidak membuat masalah"ucap Arian sambil tersenyum penuh Arti.
Ryung bergegas keluar dari ruangannya soal Arian membuat masalah itu mungkin saja hanya candaannya.setelah Ryung keluar dari sana dan pintu kembali tertutup,Arian kembali berbicara dengan Kimso.
"Aku hanya melihatnya di parkiran saat memasuki mobilnya,Bisa di pastikan dia sedang buru2"ucap Kimso menjelaskan.
"Pergilah dan tutup Informasi tentang Sarah,"ucap Arian membuat Kimso mengangguk mengerti.
"Apakah kakak ingin bermain petak umpet dengannya"ucap Kimso membuat Arian tersenyum penuh Arti untuk yang kedua kalinya.
"Biarkan saja dia sudah dulu,hehe"ucap Arian di iringi tawa jahat.
Kimso mengerti kalau Arian ingin balas dendam dengan Rafael yang sangat suka menganggunya dan sekaranglah saat yang tepat mumpung Arian punya kartu As.
"Kalau begitu,aku pergi dulu,Kak."ucap Kimso dan mendapat anggukan kepala dari Arian.
setelah kepergian Kimso,Arian berjalan menuju ke kursi kebesaran Ayahnya yang kini sudah menjadi kursinya.
Arian menelfon sekertaris ayahnya itu untuk segera ke ruangannya,Tidak lama kemudian,Fira datang dan masuk setelah tadi sempat mengetuk pintu dan mendapat ijin dari Arian.
"Bawakan semua laporan pekerjaan dari masing2 staf,Aku akan memeriksanya"ucap Arian dingin.
"Baik,Pak"ucap Fira segera berlari keluar.
Butuh waktu 30 menit bagi Fira untuk mengumpulkan semua yang di minta oleh Arian,Fira kemudian masuk dengan dokumen2 yang menumpuk di tangannya bahkan hampir melewati kepalanya saking banyaknya dokumen itu.
Fira menaruh dokumen itu di atas meja,kemudian mengatur nafasnya sebelum berbicara.
"Ini tuan,semua dokumen dari masing2 staf yang berada di peeusahaan ini,"ucap Fira masih dengan nafas yang memburu akibat terlalu Terburu - buru.
__ADS_1
"Kau bisa keluar"ucap Arian dingin dan Fira pun segera keluar dari ruangan itu.
'Cukup kompeten sama seperti Kimso sam juga sepertinya umurnya tidak jauh berbeda dari Kimso'ucap Arian dalam hati sambil memeriksa dokumen itu satu persatu.
Raut wajah Arian berubah perlahan - lahan saat mellihat dokumen itu,Raut wajah yang tadinya dingin berubah menjadi kesal.
Arian kemudian menelfon Fira dan memintanya untuk memberitahukan semua kepala dari masing2 staf untuk melakukan Rapat dadakan.
Kini semua kepala staf di perusahaan itu berkumpul di ruang rapat dengan jumlah 20 orang,22 dengan Arian dan Fira.
Semua orang gemetar ketakutan bahkan sudah merinding dari tadi,Karna Arian yang sudah benar2 mengeluarkan hawa dingin dari tubuhnya di ikuti oleh aura membunuh.
"Apa kalian masih ingin bekerja"ucap Arian dingin membuat semua orang di ruangan itu menelan salivanya dengan susah payah.
"Mulai besok,Aku tidak ingin melihat wajah kalian di kantor ini,kalian semua di pecat"ucap Arian dingin dengan penuh penekanan di setiap kata2nya.
Mereka semua terkejut bahkan ada yang berani bersuara membuat Arian menatap mereka semua tajam.
"Tapi tuan....."ucap Pria itu yang terhenti karna Arian menatap mereka semu dengan tatapan tajam bak pisau.
"Jika aku melihat kalian masih berkeliaran di kantor ini,Maka aku tidak akan membiarkan kalian pulang dengan keadaan utuh"ucap Arian kemudian berjalan keluar dari ruang rapat itu di ikuti oleh Fira.
Tidak berselang lama,kabar soal pemecatan yang di lakukan oleh Arian sudah menyebar luas di kantor.
"Apa kau tau,20 orang kepala staff di pecah hari ini oleh direktur baru"
"Astaga kejam sekali,aku tidak tau kalau ternyata direktur baru itu oramg yang sangat tegas"
Semua menyebar dengan sangat cepat,bahkan sudah ada yang memberi Arian julukan sebagai Bos Dingin yang sangat menakutkan bagi semua pegawai di kantor itu.
Tidak terasa tenyata sudah pukul 4 sore dan ini waktu bagi Arian untuk pulang,Dia benar2 lelah karna tadi harus memilih kepala staf baru untuk mengantikan yang sebelumnya.
Arian keluar dari Ruangannya dan segera berjalan menunu parkiran.Arian melewati jalur khusus yang sering di lalui oleh ayahnya dengan begitu tidak akan ada orang yang melihatnya.
Arian masuk ke dalam mobilnya dan segera menancap gas,Hanya perlu 12 menit dan Arian sudah sampai di mansion Ayanya.
Arian bergegas turun dari mobilnya dan segera membuka pintu,betapa terkejutnya Arian saat sudah di sambut dengan sang Ayah yang sudah berdiri sambil menatapnya marah dari arah Ruang tamu.
A.R.I.A.N
-
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
SEBELUM ITU SAYA MINTA MAAF ATAS EPISODE SEBELUMNYA YANG MEMILIKI SEDIKIT KATA YANG SALAH ATAU BISA DI BILANG AKU SALAH PENCET ABISNYA BURU2
__ADS_1
SEKALI LAGI MAAF