
Tidak terasa hari pernikanan Carlson dan Fania pun tiba.
pukul 07.30 pagi
kediaman Keluarga Li
"Sayang udah belum"ucap Arian pada Ana yang berada di kamar mandi.
"Iya dikit lagi"teriak Ana dari dalam kamar mandi.
ini sudah 30 menit Ana berada di dalam kamar mandi untuk mandi tapi belum juga selesai.Arian terus menunggu Ana di depan kamar mandi,kenapa...? karna Arian belum mandi gara2 Ana yang terlalu lama di dalam kamar mandi.
Tidak lama kemudian,Ana keluar dengan rambut yang basah dan handuk yang melilit tubuhnya.
"Lama amat,Sayang"ucap Arian yang hanya di balas senyuman oleh Ana.
Arian bergegas masuk ke dalam kamar mandi karna waktu yang sudah mepet,bahkan Ryung terus menerus berteriak setiap 10 menit membuat kepala Arian serasa ingin pecah.
12 menit kemudian Arian keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang melilit di pinggangnya.Arian terkejut dengan apa yang di lihatnya,Ana yang sedang memilih gaun yang cocok untuknya.
"Kenapa sayang...?"tanya Arian kemudian mendekat pada Ana yang sedikit terlihat tidak senang.
"semua gaun ngga cocok sama Ana,Gimana mau pergi coba..?"ucap Ana mengembulkan pipinya.
Arian mengernyitkan alisnya dengan perkataan Ana yang bilang kalau gaun yang dia beli tidak cocok padahalkan baru di beli 5 hari yang lalu.
"Kok bisa...?,bagian mana yang ngga muat"tanya Arian pada Ana.
Ana menunjuk perutnya membuat Arian membulatkan matanya kemudian menatap Ana yang cemberut dan mengelus - elus perutnya yang memang sedikit buncit padahal baru 2 bulan 3 hari.
Arian mengambil ponselnya dan mengetik nomor lalu menelfonnya.
Drrrrrt....drrrrrt.....drrrrrt
"Halo,Kak.Ada apa...?"tanya Kimso saat sudah mengangkat telfonnya.
"Bawakan aku gaun yang bagus dengan segala ukuran yang sedikit besar aku mau segera Kimso,dan bawa ke rumah"ucap Arian kemudian mematikan panggilan sepihak membuat Kimso tidak sempat mengatakan keluhannya.
"Udah tenang aja,Kimso akan datang dengan gaun yang cocok,Oke"ucap Arian membuat Ana hanya mengangguk kecil.
"Sayang jangan nyusahin,Mommy.jadi anak yang baik ya"ucap Arian yang berjongkok agar sejajar dengan perut Ana dan kemudian mengecupnya dan tersenyum pada Ana yang juga tersenyum padanya.
15 menit kemudian.
Tiba2 bel rumah keluarga Li berbunyi dan dengan sigap seorang pelayan membukakkan pintu.
"Tuan Kimso"ucap pelayan itu yang memang mengenal Kimso karna melihatnya pada saat pertemuan keluarga 1 setengah bulan yang lalu.
"Silahkan masuk,Tuan Kimso"ucap Pelayan mempersilahkan Kimso masuk.
__ADS_1
Kimso masuk dan berjalan ke ruang tamu di mana di sana ada Naina dan Ryung yang duduk sambil sesekali melihat Arlojinya dan..
"Arian cepetan kita bisa telat nanti"ucap Ryung yang lagi2 berteriak.
Naina melihat Kimso yang berjalan mendekati mereka dengan 5 paperbag di tangannya.
"Kimso,ada apa...?,dan di tanganmu itu apa...?"tanya Naina berturut - turut pada Kimso.
"Nyonya in....."ucap Kimso yang terhenti karna Naina berbicara.
"jangan panggil nyonya,panggil mama aja,kan kamu udah jadi keluarga kami"ucap Naina membuat Kimso membulatkan matanya.
"Iya tuh,jangan panggil tuan juga,panggil papa,biar enak di dengernya kan kamu udah kami anggap anak kami juga kayak Arian"ucap Ryung membuat Kimso tersenyum.
"Baik...,ma,Pa."ucap Kimso membuat kedua orang itu tersenyum.
"Itu apa...?"tanya Naina pada Kimso.
"Ini gaun Nyo.....,Ma.kak Arian nelfon tadi minta di bawakan gaun katanya"ucap Kimso membuat kedua orang itu saling menatap 1 sama lain.
Naina memanggil salah 1 pelayan yang sedang bekerja dan memintanya untuk membawa paperbag yang di bawa oleh Kimso ke kamar Arian.
pelayan itu kemudian mengambil paperbag itu kemudian membawanya menaiki tangga untuk ke kamar tuan mudanya.
"Duduk aja di sini,kita bareng nanti ke acaranya,tolong buat kan Kimso kopi"pinta Naina pada pelayan setelah mengatakan pada Kimso untuk berangkat bersama.
sementara itu,Arian sudab rapi dengan setelan Jas berwarna putih sedang Ana masih duduk sambil memakai kimono mandi karna gaun yang di belinya tidaknada yang muat padahal pas di beli masih muat.
"Aku heran deh,perasaan waktu aku beli gaun itu bareng Sarah sama Kak Fania masih muat,kenapa sekarang malah ngga muat sih"ucap Ana kesal karna bisa2 gaun yang sudah dia beli tidak bisa dia gunakan.
"Ana gemuk ya,kak Arian"ucap Ana yang sukses membuat Arian menatapnya tidak percaya.
"Kalau hamil memang pasti ada perubahan,Sayang.apa lagi berat badan sama bentuk tubuh pasti bakalan berubah."ucap Arian sambil mengelus kepala Ana.
tiba2 ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mereka dan Arian pun berjalan mendekati pintu untuk membukanya.
Cklek
Arian membuka pintu dan terlihat seorang pelayan wanita memengang 5 paperbag di tangannya.
"Tuan muda,ini paperbag dari tuan Kimso"ucap Pelayan itu memberikan paperbag yang di pengangnya pada Arian.
Arian mengambil paperbag itu dan kemudian berterima kasih dan pelayan itu pun pergi setelah mengatakan sama2.
Arian masuk dan mendekati Ana dengan 5 paperbag di tangannya.
"Ini di coba dulu."ucap Arian meletakkan paperbag itu di atas ranjang.
15 menit menunggu,Naina,Ryung dan Kimso benar2 sudab bosan hingga mereka mendengar suara langkah kaki seseorang menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Udah siap,Ayo berangkat"ucap Arian dengan Ana yang merangkul tangannya.
"Kau benar2 membuat kami menunggu,Arian."ucap Ryung tapi tidak di pedulikan oleh Arian dan malah langsung pergi begitu saja.
Mereka segera pergi ke Acara pernikahan Carlson dengan Arian dan Ana menaiki mobil mereka dan Kimso yang juga menaiki mobilnya beserta Ryung dan Naina dengan mobil keluarga yang di supiri oleh supir kepercayaan mereka.
Sementara itu di sisi lain di hotel berbintang tempat di adakannya pesta pernikahan Carlson dan Fania yang sudah begitu Ramai bahkan Rafael beserta kedua orang tuanya sudah ada di sana bersama dengan Sarah yang memakai gaun senada dengan setelan jas Rafael.
Acaranya akan di mulai pukul 09 dan sekarang baru pukul 08.30.Sudah banyak orang di sana para pengusaha dan juga kerabat dari kedua mempelai.
Pintu utama hotel terbuka memperlihatkan Ryung dan Naina yang bergandengan tangan di ikuti oleh Arian dan Ana di belakang mereka beserta Kimso.
Semua orang takjub akan apa yang mereka lihat,keluarga terpandang dan 3 penerusnya berada di 1 tempat sungguh pemandangan yang langkah.
"Maaf sedikit terlambat,ada sedikit masalah tadi"ucap Ryung pada Chilson dan juga Sunny.
"Tidak apa2,kami mengerti"ucap Chilson pada Ryung sambil tersenyum.
Tiba2 Rafael mendekati Arian dan Ana yang berada di samping Ryung beserta Naina sedang Kimso memilih untuk pergi berbaur bersama para pengusaha.
"Ran,temenin gue yuk,"ucap Rafael dengan pada Arian.
Saat ini mereka menjadi pusat perhatian karna kepala keluarga Li beserta istrinya,Kepala keluarga Sia beserta istrinya dan kepala keluarga Sang beserta istrinya.
Banyak orang yang datang untuk menyapa mereka yaitu Ryung,Chilson dan Irkan.
"Kemana..?"ucap Arian malas meladeni Rafael.
"Kakak ipar,aku pinjam suaminya ya"ucap Rafael membuat Arian membulatkan matanya.emang dia barang apa pake di pinjam2 segala.
Rafael manarik Arian saat mendapat anggukan oleh Ana dan pergi setelah meminta ijin pada calon istrinya.
Di sisi lain,di sebuah kamar tampak seorang lelaki sedang mondar mandir karena gugup,lelaki itu adalah Carlson yang gugup setengah mati.
Carlson mondar mandir sambil mengigit tangannya kegiatannya terganggu Saat pintu terbuka keras membuat dia sedikit tersentak.
BRAK
-
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
__ADS_1
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE