BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
MUSUH


__ADS_3

DOR


Suara tembakkan membuat Fira menutup telinga dan reflesk berteriak.Jika saja Arian Terlambat sedetik saja menghindar,pasti saat ini Arian sudah berada di dalam peti mati.


"Aaaaaa"teriak Fira sambil menutup telinganya dengan tangannya dan memejamkan matanya.


Hal itu membuat kericuhan di daerah sekitar,semua orang mulai berlari dan berteriak sedang Arian melihat ke segala arah untuk mencari siapa orang yang ingin menembaknya.


"Tuan muda,anda baik2 saja...??"tanya sopir yang mengantar Arian tadi saat sudah berada di dekat Arian yang masih terduduk dengan Fira yang berada tidak jauh darinya.


Arian tidak menjawab,Arian terus fokus melihat sekeliling hingga pandangannya tertuju pada pria bertopi plus memakai masker yang juga melihatnya.


"Jaga dia"ucap Arian segera berlari mengejar orang itu.


Arian berdiri kemudian berlari meninggalkan sang sopir yang tidak bisa berkata - kata.


Arian terus berlari mengejar orang itu hingga akhirnya orang itu berbelok ke gang.


Arian pun ikut berbelok ke gang itu,saat Arian berbelok sudah ada orang itu yang kebingungan karna ternyata gang itu adalah jalan buntu.


Arian melangkah maju mendekati orang itu.


"Jangan mendekat,kalau tidak ingin mati"ucap orang itu dengan menodongkan pistol pada Arian.


Arian memghentikan langkahnya dan menatap datar orang itu.tiba2 ada 3 orang lagi di belakang Arian,dan kini Arian di kepung oleh 4 orang itu.


Arian menghembuskam nafasnya dan kemudian berbicara.


"Siapa yang membayar kalian..??"tanya Arian membuat 4 orang itu mengernyitkan alis mereka.


"Kau tidak perlua tau,karna hari ini adalah hari kematianmu"ucap 1 orang di belakang Arian.


"Benarkah..??"ucap Arian dengan senyum meremehkan.


4 orang itu tampak kesal dan bersiap menembak Arian.


DOR


*******


Di depan parkiran tempat Fira dan sopir itu berada sudah sedikit tenang.Fira sudah mulai tenang dari keterkejutannya.Tiba2 seseorang mendekati mereka dengan tergesa - gesa.


"Di mana Arian...??"tanya orang itu yang tidak lain adalah Rafael.


Fira dan sopir itu mengangkat kepalanya dan menatap Rafael yang juga menatap mereka dengan keadaan berkeringat.

__ADS_1


"Tuan muda tadi berlari ke arah sana,Tuan Rafael.tolong pastikan tuan muda aman"ucap sopir itu sambil menunjuk ke arah Arian tadi berlari.


Tampa menunggu lama,Rafael segera berlari lagi ke arah yang di tuju oleh Arian tadi.


Rafael terus berlari hingga dia mendengar keributan di gang.Tampa banyak berfikir,Rafael segera berlari ke gang itu.


Rafael mematung saat sudah tiba di gang itu dan melihat 4 orang sudah terbaring di tanah dan 1 orang yang berdiri dengan gagahnya.


"Aku menyesal sudah mengkhawatirkanmu"ucap Rafael yang menatap Arian datar.


Arian yang mendengar hal itu menolehkan kepalanya dan menatap Rafael yang menatapnya datar.


"Apa yang kau lakukan di sini"ucap Arian datar sambil mengelap tangannya yang berlumuran darah dengan sapu tangan miliknya yang sudah di sediakan oleh sang istri.


Rafael yang memdengar hal itu mendadak menjadi kesal,pasalnya saat bawahannya memberikannya informasi kalau Arian sedang di intai oleh pembunuh Rafael segera bergegas menuju lokasi Arian,tapi saat dia datang ternyata Arian sudah membereskan semuanya sendiri.


Memang hal seperti ini bukan pertama kalinya menimpa Arian,tapi tetap saja sebagai saudara meski tidak sedarah,Rafael tetap khawatir pada Arian,ya meski dia tau kalau Arian bahkan bisa membunuh mereka dengan mudah.


"Aku mendapat informasi kalau kau menjadi sasaran pembunuhan,Aku segera kemari dam melihat ternyata kau sama sekali tidak butuh bantuan"ucap Rafael menjelaskan.


"oh jadi kau kemari untuk membantuku,kalau begitu tolong ya,Rafael"ucap Arian mendekat pada Rafael dan kemudian menepuk bahu Rafael dan pergi.


Rafael terkejut dengan Arian yang tiba2 menepuk bahunya,Tiba2 kesadaran Rafael kembali tapi sudah terlambat karna Arian sudah pergi jauh.


Rafael menghembuskan nafasnya dan mengambil ponselnya dari saku celananya dan kemudian menelfon seseorang.


"Halo,Tuan Rafael"ucap orang di seberang telfon yang tidak lain adalah Desta.


"Kemarilah dan bereskan kekacauan yang di buat oleh bosmu itu"ucap Rafael dengan sedikit kesal,kenapa harus dia coba yang menelfon orang untuk membereskan kekacauan yang di buat Arian,padahalkan Arian punya ponselnya sendiri.


"Aku akan mengirim alamatnya lewat sms,segera kemari sebelum polisi datang"ucap Rafael pada Desta di seberang telfon.


"Baik,Tuan Rafael"ucal Desta dan Rafael pun mematikan panggilannya dan segera pergi dari tempat itu setelah mengirim sms pada Desta.


*****


Arian yang sudah berjalan sedari tadi kini sudah sampai kembali ke parkiran dan melihat Fira dan sang sopir yang menunggunya.


Arian melihat Fira yang masih gemetar karna kejadian yang beberapa menit lalu terjadi di depan matanya,bisa Arian pastikan kalau itu pertama kalinya Fira melihat hal yang seperti itu.


"Kau baik2 saja..??"tanya Arian saat sudah berada di dekat kedua orang itu.


Fira dan sopir itu mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk dan menatap Arian yang hanya berwajah datar.


"Tuan muda,apa anda baik2 saja..?"tanya sang sopir yang terlihat begitu khawatir takut terjadi sesuatu pada Arian.

__ADS_1


"An..anda baik2 saja,Pak..?"tanya Fira yang masih dalam ke adaan gemetar.


"Aku baik2 saja,pertemuan hari ini dengan klien,batalkan saja,atur pertemuan ulang lain kali,dan kau pulanglah dulu,tenangkan dirimu"ucap Arian pada Fira,Fira yang mendengar hal itu mengangguk mengerti.


"Ran...hosh....lo...hosh...cepat amat dah"ucap Rafael yang sudah berada di samping Arian sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat berlari.


"antar dia pulang dengan selamat,aku akan pulang dengan Rafael"ucap Arian pada sang sopir.


sopir itu mengangguk mengerti dan kemudian mempersilahkan Fira untuk mengikutinya ke mobil sedang Rafael yang mendengar hal itu,membelalakkan matanya.


Tiba2 Arian menarik kera baju Rafael dan menyeretnya ke mobil milik Rafael.


"Njiiiir,gue mau istirahat dulu,Raannnn"ucap Rafael tapi tidak di pedulikan oleh Arian.


Sesampainya di tempat mobil Rafael di parkirkan,Arian melepas tarikannya lalu memibta Rafael segera masuk dan menyetir.


"Masuk,kau yang menyetir"ucap Arian membuat Rafael lagi2 membelalakkan matanya.


"Sia**n,lo aja yang nyetir kali"ucap Rafael tidak terima.


Arian yang mendengar hal itu,menatap Rafael datar dan kemudian masuk ke kursi samping kemudi membuat Rafael mengumpat.


"Teman Kamp**t"umpat Rafael dan kemudian masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di tengah perjalanan hanya ada kesunyian hingga tiba2 Arian berbicara membuat Rafael mengerem mobilnya.


"Singkirkan jendral tua itu"ucap Arian santay.


CKIIIIT


-


-


-


-


-


HAPPY READYNG ALL


SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA LIKE

__ADS_1


__ADS_2