BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
BERSIAP


__ADS_3

Setelah Rafael bercerita yang ada hanya keheningan,dan Kimso jangan di tanya lagi,dia menelan salivanya dengan susah payah.


"Karna itu aku menyarankan,lebih baik kamu mencari sendiri dari pada mau di cariin sama bibi Naina"ucap Rafael yang membuat Kimso segera menganggukkan kepalanya.


"Tapi kak Rafael,aku ngga punya pacar.jangankan pacar,deketin cewek aja ogah"ucap Kimso membuat Rafael dan Sarah membulatkan matanya.


"Kamu tidak tau pdkt sama cewek,Kimso"ucap Rafael tidak percaya.


"Kak Arian tidak mengajarkan soal itu,jadi ya sudah"ucap Kimso lagi2 membuat Rafael terkejut.


"Bagaimana jika kau cari pacar di aplikasi gitu,kan sekarang bisa"ucap Sarah memberi saran.


Kedua pria itu menatap Sarah yang hanya bisa bingung karna tiba2 di tatap membuat dia sedikit terkejut.


"emang bisa...??"tanya Kimso yang sebenarnya juga ingin di katakan oleh Rafael.


Sarah mengangguk membuat Kimso segera mengambil ponselnya dan mencari aplikasi yang di maksud oleh Sarah.


Sedang Rafael yang melihat hal itu,hanya bisa terdiam sambil menatap takjub tangan Kimso yang bergerak begitu cepat hanya untuk mencari aplikasi yang di maksud Sarah.


"Beneran ada yang begitu,Yang"ucap Rafael menatap Sarah yang duduk di sampingnya.


Lagi2 Sarah mengangguk membuat Rafael mengerti dan kemudian berbicara yang membuat Sarah mencubit perut calon suaminya itu.


"Aku juga mau dong kalau gitu"ucap Rafael kemudian mendapat cubitan di perut oleh Sarah membuat Kimso yang sedari tadi fokus mencari aplikasi di ponselnya kini menatap mereka.


"Aduhh,sakit sayang"ucap Rafael pura2 meringis.


"Coba aja cari yang lain,entar aku tendang dari sini"ucap Sarah kemudian menyilangkan tangannya di dada.


"Ngga kok,yang.cuma becanda doang,cius nih"bujuk Rafael pada Sarah.


Kimso hanya bisa mematung melihat hal di hadapannya,sungguh sadis sekali mereka memperlihatkan kemesraan di depan Kimso yang seorang jomblo.


"Kalau begitu,aku permisi dulu,Kak Rafael"ucap Kimso menyadarkan kedua orang itu yang baru menyadari bahwa masih ada Kimso di sana.


"Oh iya,Kimso.Jangan lupa untuk mencari seseorang untuk jadi pacarmu"ucap Rafael mengantar Kimso sampai di pintu.


Setelah kepergian Kimso,Rafael segera menutup pintu dan berjalan mendekati Sarah yang melihatnya dengan tatapan datar.


"Udah dong sayang,jangan marah.tadi cuma becanda kok"bujuk Rafael lagi.


"Sekarang cepetan putar filmnya tau,capek nunggunya"ucap Sarah cuek.


mendengar hal itu,Rafael pun segera memutar film romantis yang ingin mereka nonton dan segera duduk di samping Sarah.


******


Di tempat lain,Arian tengah bersiap - siap untuk pulang karna hari yang memang sudah sore.

__ADS_1


Arian melampirkan jasnya di tangannya kemudian berjalan keluar dari ruangannya dan mendapati Fira yang juga bersiap - siap untuk pulang karna memang sudah jam 4 sore waktu bagi para pegaway pulang ke rumah bagi yang tidak lembur.


Saat Fira sedang bersiap untuk melangkah dia melihat Arian yang keluar dari ruangannya dan dengan sigap Fira memberi hormat pada bosnya itu.


"Selamat sore,Pak"ucap Fira sambil membungkukkan badannya.


"Sore"ucap Arian singkat kemudian berjalan beberapa langkah dan berhenti,lalu menatap Fira yang juga menatapnya dengan terkejut karna di tatap tiba2 oleh Arian.


Fira sangat gugup,bagaimana tidak gugup Arian terus menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki dan itu membuat Fira gemetar.


Tiba2 Arian berbicara membuat Fira membulatkan matanya dan kemudian menatap bosnya itu bingung.


"Kamu udah punya pacar..?"tanya Arian tiba2 membuat Fira membulatkan matanya tidak percaya.


"Belum punya,pak"jawab Fira setelah sadar dari keterkejutannya.


Arian mengangguk kemudian pergi meninggalkan Fira dengan 1000 pertanyaan di kepalanya.


Kini Arian berada di parkiran bersiap untuk masuk ke dalam mobil dan pulang.


Di tengah perjalanan,Arian terus memikirkan Fira yang sepertinya adalah wanita baik".


'Sepertinya dia yang cocok untuk jadi pendamping Kimso,lagi pula dia belum punya pacar.aku akan bicara pada Mama soal ini'ucap Arian dalam hati.


******


5 Hari kemudian.


Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi tapi tempat acaranya sudah di penuhi oleh kerumunan manusia yang tidak bisa di hitung.


Sedang di dalam kamar tunggu pengantin,Rafael tidak henti2 nya mondar mandir menbuat Arian yang duduk di atas ranjang pusing melihat tingkah laku sahabatnya itu.


"Bisa diam ngga,kepala gue sakit tau,liat kamu mondar mandir kayak orang lagi Pms nunguin roti tawarnya dateng"ucap Arian membuat Rafael berhenti dan kemudian ikut duduk di samping Arian.


"Gue gugup,Ran"ucap Rafael jujur membuat Arian menatapnya tidak percaya.


"Santay aja kali,waktu Lo ambil misi di negara X untuk tugas memantau pergerakan musuh kau tidak gugup dan lagi kalau tidak salah ada seseorang beberapa hari yang lalu menyindir Carlson karna gugup di hari pernikahannya"ucap Arian menyindir Rafael.


Rafael yang mendengar hal itu hanya cengegesan,Dia sekarang sadar ternyata seperti ini perasaan Carlson hari itu dan sekarang dia merasakannya juga.


Tiba2 pintu terbuka memperlihatkan Carlson yang berdiri di ambang pintu dengan memakai jas berwarna putih hampir sama dengan yang di kenakan oleh Arian dan Rafael.


Carlson berjalan masuk setelah menutup pintu dan duduk di kursi di depan kedua sahabatnya yang mana Rafael sedang menatapnya dan Arian hanya acuh dan fokus pada ponselnya yang di pengangnya.


"Kamu baik2 saja,El...?"tanya Carlson membuat Rafael mengernyitkan alisnya.


"Memangnya aku kenapa..?"ucap Rafael membuat Carlson menatap Arian yang masih fokus pada ponselnya entah apa saja yang di lakukan dengan gerakan ketikannya yang begitu cepat.


Arian yang merasa di lihat mengangkat kepalanya dan melihat Carlson yang menatapnya penuh tanya.

__ADS_1


"Dia gugup"ucap Arian membuat Rafael membulatkan matanya.


Carlson yang mendengar hal itu menahan tawanya dan..


"Hahahaha,kau gugup,El"ucap Carlson di sela2 tawanya membuat Rafael memalingkan wajahnya ke arah lain.


"aku dengar 5 hari yang lalu,kamu meminta Kimso untuk mencari pasangan,aku rasa anak itu mengalami kesulitan"ucap Rafael mengalihkan pembicaraan.


"kau menyuruh Kimso untuk mencari pasangan,kau kan tau Arian,kalau Kimso sama sekali tidak tau bagaimana cara mendekati wanita,jangankan mendekati wanita,bersentuhan dengan mereka saja tidak pernah."ucap Carlson turut angkat bicara.


"Apa salahnya kan aku hanya memintanya dan lagi hal itu tidak susah pun"ucap Arian tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan sesekali mengerutu.


Carlson yang melihat hal itu,memberikan kode pada Rafael untuk mengambil ponsel Arian dan dengan sigap Rafael menyita ponsel Arian membuat pemiliknya menatap tajam padanya.


"kambalikan,Rafael"ucap Arian dengan menyodorkan tangannya berharap Rafael memberikannya ponselnya kembali.


bukannya mengembalikan pada pemiliknya,Rafael malah melihat apa yang sedari tadi sahabatnya itu lakukan dengan terus memencet seperti menulis pesan.


Rafael membulatkan matanya saat melihat apa yang sedang Arian lakukan dengan ponselnya yang ternyata sedang chatan dengan Ana.


Rafael menatap Arian dengan tatapan tidak percaya,Arian berdiri dan segera mengambil ponselnya dari tangan Rafael yang hanya mematung akibat melihat apa yang di lakukannya sedari tadi.


"Kau kenapa,El...?"tanya Carlson saat melihat Rafael yang hanya mematung setelah melihat apa yang Arian lakukan.


"Dia chatan ama kakak ipar,Carl"ucap Rafael yang sukses membuat Carlson membulatkan matanya tidak percaya.


"Baru juga pisah berapa jam udah rindu,kesambet bucin nih orang"ucap Carlson yang sukses membuat Arian menatapnya.


"Ngga nyadar"sindir Arian dan membuat suasana di sana menjadi riuh akibat tawa Rafael.


"hahahaha,"tawa Rafael pecah saat mendengar sindiran Arian untuk Carlson.


"apa mungkin Sarah juga kayak aku ya,gugup kayak gini"ucap Rafael sambil mencoba membanyangkan Sarah.


Arian dan Carlson yang melihat hal itu saling berpandangan dan kemudian mengangkat bahunya tanda tidak peduli.


-


-


-


-


-


HAPPY READING ALL


SEMOGA SUKA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2