
Werdina masih dengan posisinya yang mengelus dada Arian yang terbungkus dengan kemeja beserta jas dengan sensual.
Arian hanya berwajah datar menanggapi prilaku Werdina yang benar2 membuatnya jengkel.
"Menyingkir"ucap Arian membuat Werdina terdiam dan kemudian menatap Arian yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.
"Ayolah,jangan pura2 begitu,"ucap Werdina mendekatkan wajahnya ke wajah Arian dan berniat untuk mencium bibir Arian yang menurutnya mengoda.
Arian berdiri dari duduknya membuat Werdina terjatuh ke lantai dan meringis.
"Aduuh,bokongku"ringis Werdina yang masih terduduk di lantai.
"Ingat batasamu,Nona."ucap Arian kemudian pergi meninggalkan Werdina yang mematung tidak percaya bahwa dirinya baru saja di tolak oleh pria.
Arian keluar dari ruangan itu dan mendapati Kimso yang berdiri di samping pintu masuk bersama dengan asisten Werdina.
Kimso mendengar suara pintu yang terbuka dan melihat Arian yang keluar dari ruangan dengan wajah datar.
Arian berhenti di hadapan asisten Wardina dan kemudian berbicara.
"Beri tahu pada Tuan Oldenio,jika besok bukan dia yang datang untuk bertemu denganku secara langsung,maka jangan harap kerja sama bisa terjalin"ucap Arian kemudian pergi dan di ikuti oleh Kimso yang mengekor di belakangnya.
Arian dan Kimso berjalan ke parkiran untuk segera pulang ke hotel.Arian masuk ke tempat duduk di samping kemudi sedang Kimso yang menjadi sopirnya.
Kimso menyalakan mesin mobilnya dan kemudian melaju dengan kecepatan sedang.Di tengah perjalanan yang sunyi,tiba2 Kimso berbicara membuat lamunan Arian terngangu.
"Apa kakak sedang kesal atau bagaimana..?"tanya Kimso yang fokus ke jalan.
"Wanita itu menjengkelkan,dia mngotori jasku"ucap Arian dengam wajah datarnya.
Kimso menahan tawanya saat mendengar perkataan Arian barusan.Dia tau jika Arian.
"Apa dia melakukan hal yang tidak kakak suka ya.."tebak Kimso masih fokus ke jalan.
"wanita itu benar2 membuatku ingin segera pulang,kalau nanti si Oldenio tidak menelfon,sebaiknya kita pulang besok"ucap Arian yang di angguki oleh Kimso.
"kenapa bukan kau saja yang dia rayu tadi,"ucap Arian membuat Kimso tersentak dan melihat Arian sekilas kemudian kembali fokus ke depan.
"walau dia merayuku sekali pun,aku tidak akan tertarik,wanita menjengkelkan seperti dia harusnya sudah lama masuk ke rumah sakit jiwa"ucap Kimso yang bergidik ngeri membanyangkan jika dia yang di rayu tadi.
Mereka tiba di hotel tempat mereka memesan kamar,Arian turun dari mobil di ikuti oleh Kimso dan kemudian masuk mengunakan jalur khusus.
Arian tiba di kamarnya,kamar yang begitu luas bahkan sangat lengkap di dalam,dapur,ruang tamu,semua terpisah.
__ADS_1
Arian membaringkan badannya di kasurnya dan kemudian memejamkan matanya,Arian kembali membuka matanya dan merogoh ponselnya yang berada di saku celananya.
Arian kemudian mengetik nomor di ponselnya dan kemudian menelfon nomor tersebut.
Drrrrt....drrrt...drrrt.
lama berdering,Akhirnya seseorang mengangkat telfon Arian.
"Halo,kenapa nelfon,mau bicara sama Ana ya"ucap orang di seberang telfon yang tidak lain adalah Naina.
"Iya,Ma.Ana di mana,udah tidur belom..?"tanya Arian membuat Naina tersenyum.
"Dia belum tidur,Tunggu mama kasih ya"ucap Naina lalu kemudian berjalan ke kamar Ana.
Naina membuka kamar Ana,Ana yang sedang membaca novel,menoleh saat dia mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka dan mendapati Naina yang tersenyum padanya.
"Ada apa,Ma...?"tanya Ana saat Naina sudah berada di dekatnya.
"Ini,Na.Arian mau bicara"ucap Naina sambil tersenyum dan memberikan ponselnya pada menantunya itu.
Ana menaruh ponsel itu di telinganya dan kemudian berbicara.
"Halo,kak Arian,kenapa...?"tanya Ana saat ponsel milik mertuanya itu sudah berada di telinganya.
"Aku rindu,sayang.kamu udah minum susu kan..?"tanya Arian membuat Ana tersenyum.
"Udah kok kak,dari tadi malahan,ini lagi siap2 buat tidur"ucap Ana merasa sangat senang karna mendengar suara suaminya.
"baguslah kalau gitu,jangan lupa makan yang teratur ya,aku pulang 2 hari lagi"ucap Arian yang lemas ketika mengatakan 2 hari lagi pada istrinya.
"Iya ngga apa2 kok,kak Arian udah makan..?"tanya Ana yang khawatir kalau suaminya itu telat makan.
"Ah belum sayang"ucap Arian kikuk.
Rencananya tadi,Arian ingin makan malam saat pertemuannya dengan Warki Oldenio selesai,tapi malah harus bertemu dengan wanita menjengkelkan membuat mood makan Arian hilang.
"Ya udah,kak Arian makan gih,ngga baik tau telat makan"ucap Ana.
"Iya2,kalau gitu,aku makan dulu ya sayang,Jangan lupa mimpiin aku"ucap Arian membuat Ana tersenyum lebar di seberang telfon.
"iya,nanti aku mimpiin"ucap Ana dengan tertawa kecil.
"Dah,sayang."ucap Arian.
__ADS_1
"Dah"ucap Ana dan Arian pun mematikan panggilan telfonnya dan kemudian bangkit dari tidurnya dan pergi ke dapur.
Arian membuka kulkas yang berisi begitu banyak bahan makanan yang sudah di sediakan oleh hotel.
Arian memakai celemek dan mengambil semua bahan makanan yang ingin dia olah.
Arian memotong semua sayuran dengan pisau seperti chef profesional.
hampir 30 menit Arian berkutak dengan pisau dapur,akhirnya makanannya pun siap untuk di santap.
Arian menyajikan makanan yang dia masak di piring dan kemudian membawanya di meja makan.Arian makan dengan lahap dan menghabiskan makanannya dengan cepat.
Karna bosan,Arian memutuskan untuk menyalakan tv dan melihat berita yang membuatnya mengernyitkan alisnya.
Bagaimana tidak mengernyitkan alisnya,jelas2 di berita itu dirinya yang sedang di bahas.
Berita itu mengatakan bahwa tuan muda keluarga Li dari kota A mengemparkan dunia bisnis selama beberapa bulan terakhir.
Arian menghembuskan nafasnya,untung saja di berita itu tidak menampakkan foto dirinya,dia tidak ingin melibatkan keluarganya dengan dunia gelapnya terutama sang istri tercinta.
Arian mematikan tv karna bosan dan kemudian beranjak ke tempat tidur.
pukul 6.25 pagi.
Arian terbangun dari tidurnya kemudian beranjak untuk segera membersihkan diri.
12 menit kemudian,Arian keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.
tiba2 pintu kamar Arian di ketuk oleh seseorang dari luar.Arian berjalan mendekati pintu dan membukanya,Saat Arian membuka pintu sudah ada Kimso yang berdiri di sana.
Kimso melihat Arian dari atas hingga bawah,Kimso menghembuskan nafasnya melihat penampilan Arian yang hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya.
"Kak,tuan Oldenio ingin bertemu dengan kita di restoran di dekat sini,jam 7 pagi nanti"ucap Kimso membuat Arian mengangguk dan menutup pintu membuat Kimso tersentak.
Arian memakai kemejanya setelah mendapat kabar dari Kimso kalau Warki Oldenio ingin bertemu dengannya.
Setelah rapi,Arian keluar dari kamarnya dan segera menaiki lift khusus.lift terbuka Arian segera berjalan menuju ke parkiran,saat sampai di parkiran Kimso sudah berdiri di samping mobil.
"ayo.."ucal Arian kemudian masuk kedalam mobil di ikuti oleh Kimso.
Tidak lama kemudian,mereka tiba di restoran tempat yang sudah si beritahukan oleh Tuan Warki Oldenio.
Arian keluar dari mobil dengan kaca mata hitam yang dia gunakan.Mereka berdua berjalan memasuki restoran itu,Mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung wanita di restoran itu,terutama Arian.
__ADS_1
Lama mereka melihat dan mencari keberadaan orang yang ingin mereka temui,tiba2 seseorang berbicara membuat mereka menoleh pada orang tersebut.
"Selamat datang,Mr.A"ucap seseorang di belakang Arian dan Kimso