BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PENGANGGU 2


__ADS_3

Salah 1 dari anak Arian menangis membuat Arian segera berdiri dari duduknya dan menghampiri putranya yang menangis keras akibat teriakan Rafael.


Ana terbangun dari tidurnya saat mendengar keributan dan juga suara tangisan putranya.


Arian mengendong Revin mencoba menenangkan putranya itu yang menangis keras.


"Ada apa...?,Revin kenapa...?"tanya Ana sambil mendudukkan dirinya di atas brangkar.


Arian membawa Revin pada Ana karna sepertinya dia lapar.


Arian memberikan Revin pada Ana untuk di beri asi,Arian menatap Rafael tajam membuat Rafael mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


Arian berjalan mendekati Rafael yang masih setia berdiri di samping tempat tidur bayi.


"Mari kita bicara di luar"ucap Arian menarik kerah baju Rafael dan membawanya keluar ruangan.


"Dia baik2 saja kan,...?"tanya Sarah pada Carlson.


Carlson mengangkat bahunya tanda tidak tau apa yang akan terjadi pada Rafael.Jika dulu saat Rafael melakukan kesalahan,Arian pasti akan menghukum Rafael dengan menyuruhnya untuk berlari 50 putaran di lapangan pelatihan militer.


12 menit kemudian,Arian kembali ke kamar inap Ana dengan Rafael yang mengikutinya di belakang sambil memengang kepalanya.


"Kamu kenapa,Yang....?"tanya Sarah pada Rafael saat Rafael sudah duduk di sebelahnya dengan terus mengelus kepalanya.


Rafael menatap Sarah yang juga menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ngga apa2 sayang,cuma abis di kasih gratisan sama Arian"ucap Rafael membuat Carlson menahan tawanya.


Sarah sedikit berfikir mendengar perkataan suaminya itu,'Gratisan..????,di traktir makan atau gimana'ucap Sarah dalam hati terus bertanya pada dirinya sendiri.


Carlson memengang perutnya yang sakit akibat menahan tawanya,hingga tiba2 Carlson tertawa lepas karna tidak bisa lagi menahan tawanya membuat Rafael mengumpat.


"Hahahahaha...."tawa Carlson yang mendapat umpatan dari Rafael.


"Kam**g"ucap Rafael masih mengelus kepalanya.


"Berapa kali Arian memberikanmu gratisan,El.Masih panas ya"ucap Carlson semakin tertawa.


Carlson tau apa yang di maksud Rafael dengan gratisan,itu berarti Arian sudah memberikanya pukulan atau jitakan.Karna Rafael terus menerus mengelus kepalanya bisa Carlson tebak kalau Rafael mendapatkan jitakan panas dari tangan Arian.


Rafael memutar bola matanya malas menanggapi ejekan Carlson padanya.

__ADS_1


Arian yang berdiri di samping brangkar Ana menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan tajam membuat keduanya terdiam takut membuat singa marah lagi.


Ana memberikan Revin pada Arian untuk di tidurkan di tempat tidur bayi di samping Revan yang masih tertidur pulas tampa nganguan.


Arian menidurkan Revin di atas tempat tidur bayi di samping Revan.Arian kembali menghampiri Ana yang sepertinya ingin turun dari brangkarnya.


"Mau kemana...??"tanya Arian yang kini berada di samping Ana yang sudah menurunkan kakinya ke lantai.


"Mau ke kamar mandi"ucap Ana dan Arian pun mengangguk mengerti dan langsung mengendong Ana ala bridel style.


Ana refleks mengalungkan tangannya di leher Arian saat Arian mengendongnya ala bridel style.


Arian berjalan ke kamar mandi meninggalkan 2 pasang suami istri yang mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.


Di dalam kamar mandi,Arian menurunkan Ana perlahan - lahan.


"Kak Arian keluar gih,Ana mau mandi"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti.


Arian kemudian keluar dari kamar mandi dan kemudian mendekati brangkar Ana dan mengambil paperbag yang di bawanya tadi yang berisi baju istrinya itu.


Arian kemudian berbalik dan mendekati pintu kamar mandi dan kemudian mengetuknya pelan.Ana membuka sedikit pintu kamar mandi kemudian mengulurkan tangannya untuk mengambil paperbag yang ada pada Arian.


"Oh iya,kami pulang dulu ya,Ran.soalnya udah sore"ucap Carlson membuat Arian menatapnya kemudian mengangguk.


"Kami akan berkunjung lagi besok,"ucap Carlson,kemudian berdiri dan keluar bersama istrinya.


Kini tinggal Rafael,Sarah,Arian dan Ana yang sedang berada di kamar mandi beserta 2 malaikat kecil Arian dan Ana.


Arian masih fokus pada Laptopnya sedang Rafael dan Sarah hanya terdiam tidak berani berbicara.


12 menit kemudian.


Ana keluar dari kamar mandi dengan memakai baju yang di bawa oleh suaminya tadi,Arian yang mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka segera menaruh laptopnya di ata meja dan berlari kecil mendekati Ana dan kemudian membantu sang istri berjalan ke arah tempat tidur.


Arian mengendong Ana untuk naik ke brangkarnya untuk kembali beristirahat.


"Kamu baik2 saja..?"ucap Arian dan Ana pun mengangguk.


"Iya kak,baik2 aja kok,"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti.


"Na,aku rinduuuu"ucap Sarah yang kini berada di samping Ana dan memeluknya erat.

__ADS_1


Arian yang melihat hal itu berjalan kembali ke sofa untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Kok bisa rindu sih,perasaan kita ketemu setiap hari deh"ucap Ana yang hanya di balas senyuman oleh Sarah.


"Na,gimana tadi pas lahiran,sakit ngga..."ucap Sarah yang sukses membuat Rafael tersedak air yang di minumnya.


"Uhuk....uhuk..."batuk Rafael saat mendengar perkataan istrinya yang masih bisa dia dengar.


Arian menatap Rafael dengan tatapan bingung.


Sarah tidak menghiraukan Rafael yang tersedak di sofa,Sarah memilih untuk melanjutkan perkataannya.


"Bilang dong,Na.aku penasaran tau,"ucap Sarah yang begitu penasaran.


"Gimana ya....,Kalau aku mau jujur ya,Sakit,Sa.sakit banget malahan"ucap Ana jujur dengan wajah polosnya.


Sarah terdiam mendengar jawaban Ana.


"Beneran,Na."ucap Sarah memastikan ucapan Ana.


Ana mengangguk membuat Sarah tiba2 memengang perutnya yang sudah sangat besar.


"Ngga apa2 kok,Sa.Santay aja kali,semua baik2 aja kok,lagian ya,rambut kak Rafael enak banget di tarik"ucap Ana yang sukses membuat Rafael terkejut dan menatap Arian yang menahan tawanya karna perkataan istrinya itu.


"Iya sih,aku juga suka tarik rambutnya,apalagi pas lakuin itu"ucap Sarah yang mulai melupakan rasa takutnya dan membahas hal yang tidak boleh di bahas.


Rafael menepuk jidatnya pelan mendengar perkataan istrinya itu,sedang Arian semakin menahan tawanya mendengar perkataan Sarah.


"Kita sama dong,Sa.Aku juga gitu kalau lagi lakuin itu sama kak Arian"ucap Ana yang otaknya mulai gesrek lagi.


Kini Rafael lah yang menahan tawanya membuat Arian menatapnya tajam.


"Kok kamu gitu sih,Na.ngga bilang2 sama aku kalau yang pertama bakalan sakit,aku bahkan sampai cakar punggung Rafael tau"ucap Sarah yang otaknya mulai gesrek.


Arian kembali menahan tawanya,ternyata istrinya dan Sarah itu 11/12 tidak jauh berbeda.


"Masa sih..?"ucap Ana yang memang tida terlalu mengingat hal itu.


"Iya tau,terus abis itu,kita lakuin sampai 4 ronde"ucap Sarah yang sukses membuat Arian tertawa tampa suara membuat Rafael yang wajahnya sudah memerah karna malu mengumpat pada Arian.


"Kamp**t emang Lo"umpat Rafael yang semakin membuat Arian tertawa tampa suara.

__ADS_1


__ADS_2