BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PERJODOHAN


__ADS_3

Deg


Kimso membulatkan matanya saat melihat siapa orang yang ingin di jodohkan dengannya,sedang wanita itu juga membulatkan matanya tanda terkejut.


"Dia putra tante,Fira.yang mau tante nikahin itu"ucap Naina pada wanita yang tidak lain adalah Fira sekertaris Ryung yang sekarang menjadi sekertaris Arian.


"Tante,Fira....."ucap Fira yang terpotong karna Naina sudah berbicara.


"Tante tau,dia orangnya ngga romantis,terus ngga tau gimana cara nyenangin perempuan dan lagi orangnya cuek gitu,kaku juga"ucap Naina yang membuat Kimso seperti tertimpa batu yang begitu besar.


Sementara Ryung yang mendengar hal itu,hanya mampu menahan tawanya melihat Kimso yang terlihat memengang dadanya akibat perkataan Naina yang tepat sasaran.


"Bukan gitu tante,Fira.."ucap Fira yang lagi2 terpotong karna Naina lagi2 berbicara.


"Dia emang gitu orangnya,Fira.Dia itu kalau lagi sama orang kaku gitu,tapi tante tau kalau kamu pasti bisa ubah dia jadi orang yang lebih baik,tante tidak masalah soal kamu dari kalangan mana,yang tante mau dia bisa bahagia bersama kamu karna tante yakin kamu wanita yang baik"ucap Naina sambil sesekali menyeka air mata yang keluar dari matanya,meski itu hanya pura2.


Ryung yang melihat istrinya seperti itu menjadi takjub,andai saja istrinya itu masuk ke dunia hiburan pasti bakal terkenal.


"Tapi tante,Fira udah punya....."ucap Fira yang lagi2 terpotong karna Naina yang lagi2 berbicara.


"Kamu jangan bohong,Fira.tante tau kalau kamu belum punya pacar,"ucap Naina membuat Fira membulatkan matanya tidak percaya bahwa Naina mengetahui kalau dirinya masih jomblo.


"Bagaimana tante bisa tau..?"tanya Fira pada Naina.


"Arian yang memberi tahukan hal itu,Arian saja sudah setuju"ucap Naina membuat kedua orang itu membulatkan matanya.


'Kak Arian,sia**n'umpat Kimso dalam hati pada Arian.


'Pak direktur...!!!',teriak Fira dalam hati yang di tunjukkan untuk Arian.


"Iya....."ucap Fira yang terpotong karna Naina yang sudah berteriak senang padahal bukan hal itu yang ingin di ucapkan oleh Fira.


"Benarkah,baiklah.papa kita tinggalkan mereka untuk pdkt,Kimso jangan Kaku"ucap Naina lalu menarik Ryung pergi setelah mengedipkan matanya pada Kimso.


Fira tidak bisa berkata - kata lagi,padahal dia hanya ingin mengatakan,Iya tapi kan harus tanya dulu sama orang yang ingin di jodohkan,tapi hal itu tidak bisa Fira ucapakan lantaran Naina sudah berbicara.


Sementara Kimso yang mendapat kedipan mata oleh Ryung hanya bisa mematung tidak tau apa yang harus di lakukan.


"Itu.....,jangan terlalu di fikiran ya"ucap Kimso setelah kesunyian yang cukup lama.


"I....iya,Aku ngerti kok.Semua orang tua memang mau yang terbaik buat anaknya."ucap Fira sambil menunduk dengan wajah yang memerah.


"I...itu,kenalin nama aku Kimso"ucap Kimso sambil mengulurkan tangannya yang sedikit gemetar.

__ADS_1


"Fi....Fira"ucap Fira sambil menyambut uluran tangan Kimso.


Kimso yang sedikit gemetar mulai tenang dan Fira mulai mengangkat kepalanya dan menatap Kimso yang juga menatapnya sambil tersenyum kecil.


Melihat hal itu,jantung Fira berdetak kencang dan kemudian kembali menunduk.


"Ka...kamu,tinggal di mana"Tanya Kimso memberanikan diri.


"A..aku tinggal di apartemen dekat dengan kantor,Ki....Kimso"ucap Fira malu menyebut nama Kimso.


Kimso yang mendengar hal itu hanya tersenyum dan melupakan kegugupanya dan mulai lah,bertanya.hingga menjadi sedikit akrab.


Tampa Kimso dan Fira sadari,dari kejauhan sudah ada yang melihat mereka dengan tatapan yang begitu bahagia siapa lagi kalau bukan Ryung dan Naina.


"Lihatkan,ternyata Arian benar kalau Kimso dan Fira cocok"ucap Naina membuat Ryung mengangguk.


"Aku berharap mereka segera menikah"ucap Ryung sambil melihat Kimso yang tertawa bersama dengan Fira.


Sementara itu,di tempat lain terlihata 2 pria parubaya sedang saling menatap penuh perselisihan hingga tiba2 mereka berpelukan.


"Maafkan Aku,Houyang"ucap pria parubaya yang tidak lain adalah Daenji.


"Aku juga minta maaf"ucap Houyang sambil menepuk pelan punggung sahabatnya itu.


"Aku minta maaf atas semua itu,dan tolong jangan masukan hati semua yang ku katakan"ucap Houyang pada Daenji.


"Aku juga minta maaf,bagaimana kalau sekarang kita baikan saja,dan lupakan semua masa lalu dan menjaga cicit kita bersama"ucap Daenji memberi saran.


"Iya itu ide yang bagus,aku denger katanya kalau dokter bilang bisa jadi kalau Nana mengandung anak kembar"ucap Houyang membuat Daenji berbinar senang.


"Benarkah,"ucap Daenji dan Houyang pun mengangguk membuat dia semakin senang.


"Bagaimana kalau nanti Nana melahirkan dan anaknya laki2 dan kembar,Kita akan memberi nama Revan dan Revin"ucap Daenji tidak sabaran.


"ya benar,kalau perempuan kita beri nama,Anatasha dan Athanasia,bagaimana..?"ucap Houyang dan Daenji pun mengangguk dan kemudian tertawa lepas membuat orang memperhatiakn mereka.


Dari kejauhan sudah ada 2 pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan yang sulit di artikan,siapa lagi kalau bukan Naina dan Ryung.padahal sedang asyik memperhatikan kemajuan Kimso malah harur melihat hal yang begitu langkah.


'Tumben tikus dan kucing akur'ucap Ryung dan Naina dalam hati bersamaan.


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat jam menunjukkan pukul 9 dan acara pun di mulai.


Semua orang mulai berjabat tangan pada kedua mempelai saat acara pengucapan sumpah selesai.

__ADS_1


para tamu semakin bertambah dan mulai menyalimi kedua mempelai yang begitu bahagia.


Ana mulai merasa lelah,Arian yang melihat sang istri terlihat lelah memutuskan untuk mendekatinya dan kemudian berbisik.


"Kamu capek"ucap Arian dan Ana pun mengangguk.


Arian mengangkat tubuh Ana mengendongnya ala bridel style dengan gaun pengantinnya,Ana terkejut kemudian mengalunkan tangannya di leher Arian.


para tamu yang melihat hal itu terkejut dan kemudian bersorak ria.Arian perlahan lahan menurunkan Ana di kursi dan memberi isyarat untuk membawakannya air minum.


Tidak lama kemudian,pelayan itu datang dengan air minum di nampan yang dia bawa,Arian segera mengambil air minum di gelas itu dan memberikannya pada Ana.


Ana mengambil gelas itu dan meminum air denga cepat hingga tandas membuat Arian sedikit terkejut kemudian mengambil tangan Ana dan mengecup punggung tangan istrinya itu.


"Maaf udah buat kamu lelah"ucap Arian serasa mengecup punggung tangan Ana.


Ana mengelengkan kepalanya tanda tidak ingin Arian menyalahkan dirinya sendiri.


Arian tersenyum melihat Ana tersenyum padanya lalu kembali mengecup punggung tangan istrinya itu.


Aku hanya ingin melihat senyummu,tidak ingin yang lain.aku akan selalu membuatmu bahagia meski harus membelah bumi sekalipun,karna kau adalah nyawaku.


By Arian


Aku akan selalu bersamamu dalam suka mau pun duka karna kau adalah terang dan juga hadiah yang begitu berharga yang di berikan takdir padaku.


By Ana


-


-


-


-


-


-


HAPPY READING ALL


JANGAN LUPA LIKE

__ADS_1


__ADS_2