
Selesai Rafael bercerita membuat Arian tertawa sedang Ana berusaha untuk menahan tawanya.
"Kambi*g lu,malah ketawain gue"ucap Rafael pada Arian membuat tawa Arian semakin keras.
"Ha...ha...ha,kasian amat dah pas udah momen romantis malah di ngangu"ucap Arian di sela2 tawanya membuat Rafael hanya memutar bola matanya malas.
Itulah mengapa Rafael tidak ingin memberi tahu pada kedua sahabatnya itu,karna setiap Rafael memberitahukan nasib sial yang menimpanya Arian dan Carlson selalu tertawa membuat Rafael benar2 dongkol.
"Mungkin yang nelfon papanya kali"ucap Ana pada Rafael.
"Emang Ayahnya Sarah kenapa Kakak ipar"ucap Rafael penasaran.
"Karna biasanya,Sarah ngga mungkin terburu buru kalau urusan itu tidak menyangkut papanya,kalau sudah menyangkut papanya pasti dianya cepat pergi"ucap Ana yang membuat Rafael mengangguk mengerti.
Setelah perbincangan yang mengundang tawa itu,Akhirnya mereka makan dengan keadaan hening meski sesekali Rafael mengajak Ana berbicara dan menanyainya apa saja yang di sukai oleh Sarah.
Saat selesai makan malam,Ana memutuskan untuk masuk ke kamar lebih dulu karna sudah merasa mengantuk,Arian mengangguk saat sang istri meminta ijin untuk ke kamar lebih dulu meninggalkan dirinya dan Rafael yang masih setia duduk di kursi di depan meja makan.
Arian membersihkan semua piring yang sudah mereka gunakan,Rafael terus memperhatikan Arian yang begitu rajinnya membersihkan meja makan.jika di kediaman Keluarga Li,Arian pasti tidak akan pernah seperti sekarang atau seperti tadi saat dia tertawa lepas setelah mendengar cerita Rafael.
"Mau di bantu bang"ucap Rafael membuat Arian mengernyitkan alisnya jijik melihat tingkah laku sahabatnya itu.
"Kambi*g"umpat Arian setelah menaruh piring terakhir di westafel lalu segera keluar di ikuti oleh Rafael.
Arian membuka pintu kamarnya sedikit dan melihat Ana yang sudah tertidur pulas lalu kemudian menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan ke ruang tamu,Rafael sudah duduk di ruang tamu dengan memengang remot tv,Arian duduk dan menyambar remot tv yang di pengang oleh Rafael dan menganti siarannya membuat Rafael mengumpat kesal.
"Kambi*g,Lo sama saja kayak tuh orang yang nelfon tadi."ucap Rafael yang membuat Arian hanya tersenyum sambil matanya tetap fokus pada tv yang sedang menyiarkan berita.
"Emang lo benar2 belum Cium Sarah tadi"ucap Arian masih dengan fokus ke tv.
"Ya belum peak,muka gue sama Sarah itu udah dekat banget eeeeeh...,pas mau nempel tuh bibir gue sama Sarah tiba2 ada orang yang nelfon di hp Sarah,gue sumpahin tuh orang ngga bisa tidur 3 hari 3 malam,biar tau rasa"ucap Rafael membuat Arian kembali tertawa namun tidak terlalu keras takut membangunkan Ana dari tidurnya.
"ha...ha..ha..,kasian amat dah Lu,lo mau buat Sarah selalu ada di samping lo ngga...?"tanya Arian yang kini fokus pada Rafael yang juga menatapnya.
"Ya mau lah"ucap Rafael antusias.
"makanya buruan nikahin biar cepat sah"ucap Arian membuat Rafael melemparkan bantal sofa padanya yang membuatnya semakin tertawa.
"kambi*g lu,kalau itu sih gue juga mau,tapi ya Sarah nya mau tidak"ucap Rafael membuat Arian terdiam dan menatapnya serius.
__ADS_1
"Makanya lamar dia besok,pas lo ajak dia kencan kasih cincin,tapi lo harus lamar dia di tempat sepi,gue takut kalau di tempat Ramai"ucap Arian.
"emangnya kenapa kalau di tempat ramai..?"tanya Rafael penasaran.
"Entar lo di tolak,kan bikin malu"ucap Arian yang mendapat umpatan dari Rafael.
"Kambi*g"umpat Rafael yang hanya di balas tawa oleh Arian.
Mereka pun berbincang dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,Rafael pun berpamitan dengan Arian untuk pulang ke apartemenya.
Setelah ke pergian Rafael dari Apartemennya,Arian masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di samping Ana dan kemudian mencium kening Ana.
"Good night,My wife"ucap Arian kemudian tertidur.
******
Pagi menjelang tepat pukul 6 pagi,Arian terbangun dari tidurnya dan mendapati Ana yang masih tertidur pulas.Arian pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berniat untuk membuat sarapan untuknya dan Ana.
Saat Arian keluar dari kamar mandi,tiba2 ponselnya berbunyi dan tertera nama Kimso di sana,dia pun keluar dari kamar untuk mengangkat telfon dari kimso karna takut membangunkan Ana.
Drrrrrt....drrrt.
"Halo"ucap Arian saat sudah berada di luar kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu.
"berapa hari lagi pernikahan anaknya"ucap arian dingin.
"tinggal 5 hari lagi tuan"ucap Kimso.
"Baiklah,lakukan rencana itu dan bersiap siaplah mereka pasti akan datang ke perusahaan A.Group property untuk meminta bantuan,jadi kau bersiap lah"ucap Arian dingin dengan senyuman devilnya.
"baik Tuan"ucap Kimso.
Arian pun mematikan ponselnya dan kembali ke kamar untuk memakai baju dan segera keluar untuk memasak sarapan selagi Ana masih tidur.
Selama 1 jam Arian memasak di dapur,akhirnya semua masakannya pun sudah matang,Arian bergegas melepas celemeknya dan kemudian ke kamar.Arian terkejut saat mendapati Ana yang sudah bangun bahkan sudah mandi dan kini sudah memakai baju.
Ana mendekati Arian kemudian tersenyum padanya.
"Morning my Husband"ucap Ana sambil tersenyum kemudian mencium pipi Arian.
__ADS_1
"Morning too my Wife,let's go breakfest"ucap Arian yang di angguki oleh Ana.
Ana berjalan bersama Arian menuju meja makan sambil mengandeng tangan Arian.
Mereka Sarapan dengan penuh canda tawa,Setelah Sarapan Ana berniat untuk membersihkan piring yang berada di meja tapi di hentikan oleh Arian,Arian meminta Ana untuk ke ruang tamu dan membiarkan dirinya yang membersihkan meja makan.
Ana pun menurut dan pergi ke ruang tamu,selang beberapa menit,Arian keluar dari dapur dan duduk di samping Ana sambil membawakan Ana susu untuk ibu hamil yang baru saja dia buat.
"ini sayang,susunya di minum dulu"ucap Arian meletakkan susu di atas meja.
"kapan beli susu..?"tanya Ana penasaran pasalnya kemarin mereka bahkan tidak pernah keluar rumah.
"Kemarin minta tolong orang buat beliin susu ibu hamil buat kamu"ucap Arian menjelaskan.
"Buruan di minum,nanti dingin"ucap Arian lagi.
"Nanti aja pas udah dingin ya"pinta Ana membuat Arian hanya mampu mengangguk.
Ana tersenyum kemudian bersandar di dada bidang Arian sambil menonton film kartun di tv.
Tampa terasa waktu berlalu jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi tapi Ana masih belum meminum susu yang di buat oleh Arian.
Keasyikan mereka berdua ternganggu saat pintu terbuka dan menampakkan Rafael yang masuk dalam keadaan acak acakan.
Arian dan Ana terkejut saat Rafael masuk tampa mengetuk pintu dan langsung duduk si sofa tunggal di samping Arian.
"kamu kenapa El"tanya Arian pada Rafael.
"Gue di putusin Ran"ucap Rafael yang sudah hampir meneteskan Air mata.
"Hah...di putusin,sama Siapa...?"ucap Arian yang membuat Rafael mengaruk kepalanya membuat Rambutnya semakin acak2kan.
Sebelum menjawab pertanyaan Arian,Rafael menyambar susu yang berada di atas meja membuat Arian dan Ana membelalakkan matanya.
"Jangan di minum"ucap Ana pada Rafael,tapi sudah terlambat karna susu di dalam gelas tersebut sudah habis.
Rafael menaruh gelas yang sudah kosong di atas meja dan menatap Ana yang meneriakinya.
"Kenapa ngga boleh di minum"ucap Rafael masih dengan wajah yang begitu frustasi.
__ADS_1
"ITU SUSU HAMIL BEG*"teriak Arian membuat Rafael membelalakkan matanya dan berusaha untuk memuntahkan kembali susu yang tadi dia minum.
HUWEEEE