
Arian masuk dan mendapati Ana yang belum tidur dan duduk di samping tempat tidur dengan memakai baju tidur.Ana membaca Novel yang berada di kamarnya untuk menunggu Arian agar mereka bisa tidur bersama seperti sebelumnya.
Ana mangangkat kepalanya dan melihat Arian yang berada di ambang pintu dengan wajah yang seperti terkejut.
"Udah selesai urusannya"ucap Ana menutup dan menyimpan novel yang dia baca di atas meja di samping tempat tidur dan berdiri berjalan ke depan Arian.
"Iya"ucap Arian yang sudah tersadar dari keterkejutannya melihat kamar yang di penuhi kelopak bunga mawar yang bertebaran di mana2.
"Ini semua ibu yang buat"ucap Ana yang sekarang berada di depan Arian sambil menundukkam wajahnya yang sudah memerah.
"Ibu memang perhatian ya"ucap Arian membuat Ana mendongakkan kepalanya dan menatap Arian.
"Dia tau aja,kalau menantunya masih mau malam pertama"ucap Arian mengangkat tubuh Ana ke atas ranjang dan mulai mencumbui istrinya.
"jangan....emmhhh.....dulu......aaaaah"ucap Ana di tengah desahannya membuat Arian mengangkat kepalanya dan menatapnya.
Ana mengatur nafasnya setelah Arian menghentikan kegiatannya yang tadi sempat mencium lehernya,setelah nafasnya mulai teratur dia melanjutkan ucapannya.
"pergi mandi dulu"ucap Ana yang membuat Arian tersenyum genit padanya.
"ngga perlu mandi sayang,entar juga keringat lagi"ucap Arian yang seketika membuat Ana ingin sekali menyembunyikan wajahnya di bawa bantal.
Arian memulai aksinya dan Ana di buat tak berdaya di hadapannya.Arian membuka kancing baju tidur Ana dan mulai membuka satu persatu pakaian Ana hingga hanya menyisahkan Pakain dalamnya saja.
Arian mencium bibir Ana dan tangannya mulai bergerak ke payuda*a milik Ana dan meremasnya lembut yang membuat Ana mendesah.
Arian menancapkan miliknya dan mulai mengoyangkan tubuhnya,hingga dia dan Ana saling mengeluarkan suara desahan yang memenuhi kamar.
mereka baru berhenti saat jam menunjukkan pukul 11 malam,mereka tidur dengan keadaan saling berpelukan.
pagi menjelang,Arian terbangun saat ponselnya berdering menandakan bahwa ada seseorang yang menelfonnya.Arian mengangkatnya tampa melihat siapa yang menelfonnya hingga suara di seberang sana mengangetkannya.
"halo"ucap Arian masih dalam keadaan setengah sadar.
"ANAK NAKAL,beraninya kau tidak mengabari kami kalau kau sudah berada di kota ini"ucap Seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah Ryung Li ayah Arian.
Arian membulatkan matanya saat mendengar suara Ryung.Arian kemudian melihat ponselnya yang mana terdapat nama Ayahnya di sana,Dia merutuki dirinya sendiri yang tidam melihat dulu baru mengangkat telfon.
"Apa maksud Ayah...?,"ucap Arian pura2 tidak tahu dan mulai turun dari ranjang berjalan ke sofa yang ada di kamar dengan hanya memakai handuk.
Arian melihat Ana yang masih tertidur pulas karna masih Jam 6 pagi.Jadi dia bisa tenang karna mungkin pembicaraannya dengan sang ayah akan berakhir sebelum Ana bangun.
"jangan berpura pura tidak tahu Arian,Ayah tau kalau kau sudah berada di negara A,karna ayah sudah menelfon kakekmu dan dia mengatakan kalau kau sudah pulang beberapa hari yang lalu"ucap Ryung panjang lebar.
'Dasar kakek,kenapa dia malah memberi tahu ayah'ucap Arian dalam hati yang merutuki kakeknya.
"Arian,KAU SUDAH BEBERAPA HARI DI SINI TAPI KAU MALAH TIDAK PERNAH DATANG KE RUMAH UNTUK BERTEMU DENGAN KAMI,KAU MEMANG ANAK NAKAL"Ucap Ryung marah yang membuat Arian menjauhkan telfonnya dari telinganya.
"Ayah ingin kau ke sini,Ada pertemuan keluarga kita dan dua keluarga besar lainya,mereka akan kemari untuk makan siang bersama jadi,ku harap kau akan pulang nanti siang,kalau kau tidak datang,AYAH BENAR2 AKAN MENJITAK KEPALAMU SAAT KAU KEMBALI"ucap Ryung.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan ke sana"ucap Arian mematikan telfon sepihak yang membuat sang ayah marah.
Keluarga Li dan 2 keluarga besar yaitu Sia dan Sang menjalin hubungan baik,mereka sudah seperti keluarga saat yang lain kesulitan,yang lain akan datang membantu oleh sebab itulah mereka masih berdiri dan menduduki posisi 1,2 dan tiga sebagai keluarga yang memiliki kekayaan tiada batas.
Arian mendekati ranjang saat selesai mendapat telfon dari sang ayah.Arian mencolek hidung sang istri yang membuatnya terbangun.
"kau sudah bangun"ucap Ana mulai duduk sambil mengosok gosok matanya.
"baru saja,bangunlah habis itu pergi mandi"ucap Arian.
"Kamu udah mandi...?"ucap Ana.
"belum,tapi kalau kau mu mandi bersama juga tidak apa2"ucap Arian sambil tersenyum genit.
melihat hal itu,Ana segera berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu meninggalkan Arian yang tersenyum melihat tingkah lakunya yang masih malu2 padanya.
Setelah Ana selesai mandi,dia pun keluar di ganti oleh Arian yang masuk ke kamar mandi untuk segera mandi.
Ana memakai bajunya dan menyiapkan baju Arian yang sudah di siapkan oleh sang ibu, karna dia tau kalau anak dan menantunya akan tidur di rumah jadi dia sengaja membelinya dan memberikannya pada Ana.
Setelah selesai menyiapkan baju Arian,Ana turun ke bawa dan mendapati sarapan yang sudah di siapkan di meja.Ana pergi ke dapur berniat untuk menyiapkan kopi untuk suaminya dan mendapati ibunya yang juga sedang menyiapkan kopi untuk sang ayah.
Di kediaman keluarga Kim memang memiliki banyak pelayan tapi ,Yana atau sering di panggil Liyana oleh beberapa sahabatnya itu lebih suka menyiapkan kopi sendiri untuk sang suami yang sekarang menular pada sang anak.
Liyana melihat Ana yang membuat kopi untuk suaminya,mencoba untuk mengoda putrinya itu.
"Ehem...,yang udah malam pertama,masih kuat ya pergi ke dapur,"ucap Liyana mengoda sang putri membuat wajahnya merona merah.
"Na,kamu mau buat suami kamu minum kopi Asin ya.."goda sang ibu yang membuat Ana melihat bahwa bukan toples gula yang dia pengang melainkan garam.
"Astaga"ucap Ana menaruk toples Garam yang dia pengang dan menumpahkan cangkir yang berisi kopi asin itu ke westafel dan segera membuat yang baru.
"hahaha.....,Anak ibu kok jadi kayak gini ya,ngga usah grogi Na,Ibu cuman bercanda.."ucap Liyana kemudian keluar membawa kopi untuk sang suami yang sudah menunggunya di meja makan.
Arian turun setelah selesai mamakai bajunya dan turun untuk sarapan.Arian menuju ke meja makan dan hanya ada mertuanya di sana.
"Ana mana Bu....?"ucap Arian.
"lagi bikin kopi buat kamu..."ucap Liyana mulai duduk di samping sang suami.
Arian menganguk kemudian duduk berhadapan dengan sang mertua,yang memang meja makan itu memiliki begitu banyak kursi yang kosong tapi Arian memilih untuk duduk berhadapan dengan mertuanya persisi seperti tadi malam.
Ana keluar dari dapur yang memang terpisah dari ruang makan.Ana berjalan mendekati Arian dan menaruh kopi di samping Arian yang kemudian tersenyum padanya.
"kali ini kopinya maniskan Na"ucap Sang ibu setengah mengoda putrinya yang membuat kedua pria itu menatapnya penuh tanda tanya.
"maksud mama Apa..?"ucap Young mulai penasaran.
"gini loh pa,tadi itu Ana masukin garam ke kopi Arian bukan gula,"ucap Liyana yang membuat Young dan Arian membulatkan matanya,sedang Ana hanya menunduk karna wajahnya sekarang benar2 sudah memerah.
__ADS_1
"Kalau saja mama tadi ngga liat,mungkin sekarang menantu kita udah minum Kopi asin pa"ucap Liyana terkikik geli dengan tingkah purtinya yang begitu grogi saat di tanya soal malam pertama.
Arian menatap kopi yang di suguhkan oleh Ana,Ana yang menyadari bahwa sang suami menatap kopi yang baru dia buat akhirnya mengangkat kepalanya dan berbicara.
"udah aku ganti,jadi ngga bakalan asin"ucap Ana menekan kata Asin yang membuat Arian tersenyum sedang orang tuanya hanya mampu menahan tawa melihat sang putri yang ngambek hanya karna kopi yang dia buat di tatap seperti itu oleh suaminya.
"Biar asin juga aku tetap minum,asal kamu yang buat"ucap Arian kemudian meminum kopinya yang seketika membuat dia kembali memuncratkannya.
Ana yang sudah tersipu malu karna kata2 Arian,terkejut saat Sang suami memuncratkan kopi yang dia minum.
PYUUUUR
Young dan Liyana terkejut mendapati sang menantu memuncratkan kopinya,sedang Ana jangan di tanya lagi dia segera memberikan air pada Arian.
"kak Arian ngga papa,"ucap Ana khawatir pada Arian.
"ngga apapa,"ucap Arian menandaskan Air yang di berikan Ana.
'asin',ucap Arian dalam hati.
Ana melihat kopi yang di buatnya dan meminumnya.Arian yang melihat hal itu membulatkan matanya.
"Asin,kok bisa asin sih perasaan tadi udah aku ganti deh"ucap Ana setelah meminum kopi buatannya sendiri.
"kamu salah ambil toples lagi kali,karna di dalam ada 2 tempat garam sama kayak tempat gula"ucap Liyana menjelaskan membuat Ana membulatkan matanya kemudian menunduk malu karna sudah membuat suaminya meminum kopi Asin.
melihat hal itu,Arian jadi tidak tega dan mencoba menghiburnya.
"kan aku udah bilang,biar pun asin asal kamu yang buat aku tetap minum"ucap Arian yang kembali meneguk kopinya dengan sekali teguk dan langsung tandaslah sudah kopi Asin yang di buat oleh Ana meski sebenarnya Arian menelannya dengan susah payah.
Melihat hal itu Ana tersenyum,dan mengambil gelas kopi itu berniat untuk membuat yang baru.
"aku buatkan kopi lagi"ucap Ana beranjak untuk pergi membuat kopi.
"ngga usah,Kita sarapan aja,kamu mau pergi kerja,nanti telat lo,jadi kita sarapan aja soal kopi ngga usah bikin lagi."ucap Arian menghentikan Ana yang mencoba untuk membuatkan kopi baru untuknya.
Ana pun menurut karna memang dia ingin pergi kerja tidak enak bukan jika dia harus datang telat,meski cafe itu milik Sarah tetap saja,sangat tidak pantas jika dia datang telat sementara karyawan yang lain datang tepat waktu.
"Ana masih kerja...?"ucap Young pada Arian.
"begini Yah,Ana minta izin buat kerja,jadi aku ijinin karna tidak baik jika aku tidak mengabulkan ke iginan istriku,aku cuma berpesan untuk selalu menjaga kesehatannya jika dia tidak melakukan itu maka aku akan menyuruhya untuk berhenti"ucap Arian panjang lebar membuat Young mengangguk mengerti.
Mereka sarapan dengan tenang tampa ada yang berbicara,setelah selesai Sarapan Young pun berpamitan pada istrinya dan selang beberapa detik kemudian Arian dan Ana juga berpamitan untuk pergi bekerja.
Arian mengantar Ana sampai di depan Cafe dan setelah itu pergi,setelah mencium kening Ana dan melihat Ana memasuki cafe.
Arian melajukan mobilnya dan tiba di tempat yang di tujunya yaitu kediaman keluarga Li.
Arian melangkahkan kakinya untuk masuk dan membuka pintu.
__ADS_1
Saat Arian membuka pintu, semua orang yang berada di sana melihatnya.
ARIAN.