BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
RUJAK BUAH


__ADS_3

Ana membalikkan badannya dan mendapati Arian yang berdiri di ambang pintu,Ana menatap Arian lama hingga ucapan dari bibirnya membuat Arian mengernyitkan alisnya.


"Kak Arian udah pulang...?"ucap Ana yang heran karna Arian pulang lebih cepat dari biasanya.


Arian mengernyitkan alisnya karna ucapan Ana yang seolah olah tidak suka jika dia pulang lebih awal.


"Apa kau tidak suka,jika suamimu ini pulang lebih awal"ucap Arian membuat Ana menggelengkan kepalanya.


"Bukan begitu,hanya saja ini baru jam 13.45,biasanya kan kak Arian akan pulang sekitar jam 10 atau 11 malam"ucap Ana mencoba mengingat Arian yang biasanya pulang kerja saat dia sudah tertidur pulas.


"Pekerjaannya selesai lebih awal jadi aku bisa pulang cepat,dan juga aku sudah sangat rindu dengan istri kecilku ini"ucap Arian yang sudah berada di hadapan Ana dan menarik Ana ke pelukannya.


"Dasar,taunya cuma merayuku saja"ucap Ana sambil memalingkan kepalanya ke samping dengan pipinya yang sudah memerah akibat rayuan Arian.


"Aku tidak sedang merayumu sayang,aku serius.Kau tau dari tadi saat aku kerja,aku tidak bisa berhenti memikirkan istri kecilku ini,Aku selalu saja ingin cepat pulang,biar bisa peluk kamu"ucap Arian semakin mempererat pelukannya pada Ana.


Ana semakin merona mendengar ucapan Arian,Ana pun mencubit perut Arian membuat Arian tersentak dan melonggarkan pelukannya.


'Perut kak Arian keras amat'ucap Ana dalam hati saat sudah melepaskan tangannya yang tadinya mencubit perut Arian yang ternyata sangat keras membuat dia sulit untuk mencubitnya.


"Kenapa di cubit sih,sayang.Sakit tau...?"ucap Arian membuat Ana menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


"Masa sih,aku aja cubitnya susah,gara2 perut Kak Arian keras kayak besi gitu"ucap Ana membuat Arian tertawa.


"Hahaha...,Masa sih sayang."ucap Arian membuat Ana memanyunkan bibirnya.


"Kok bibirnya di majuin gitu sih sayang,entar aku gigit loh"ucap Arian membuat Ana menatapnya tajam.


"kak Arian,pelukannya di lepasin dulu dong,akunya susah gerak"ucap Ana membuat Arian menatapnya kemudian melepaskan pelukannya.


Arian melepaskan pelukannya dan menatap Ana yang terus menerus menelan salivanya,seolah olah menginginkan sesuatu.


"Kamu kenapa sayang...?"ucap Arian membuat Ana menatapnya.


"Itu....itu,Ana pengen makan rujak buah.tadi Aku pengen ke dapun buat bikin rujak buah,tapi tiba2 kak Arian buka pintu bikin Ana jadi ngga jadi pergi ke dapur"ucap Ana membuat Arian mengangguk lalu kemudian terdiam dan menatap Ana seolah olah mengintrogasi.


Ana yang di tatap seperti itu jadi grogi,dan memalingkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari tatapan Arian yang seperti tatapan intimidasi.


"Kamu ngga terlalu lakuin hal yang buat kamu lelahkan sayang"ucap Arian yang membuat Ana merinding seketika.

__ADS_1


"it....itu."ucap Ana yang tidak tau harus bagaimana agar Arian tidak marah padanya.


Arian menghembuskan nafasnya,ternyata istrinya ini benar2 tidak bisa di beritahu,padahal Arian sudah mengatakan agar tidak melakukan pekerjaan apapun yang bisa membuat dia lelah,tapi tetap saja istrinya ini melakukannya.


"Kau mau rujak buah kan,suamimu ini akan membuatnya"ucap Arian membuat Ana berbinar senang.


Arian yang melihat Ana yang berbinar senang,hanya bisa tersenyum kecil.


Arian berjalan menuju dapur dan di ikuti oleh Ana yang menggekor di belakangnya.


Sesampainya di dapur,Ana duduk di kursi sementara Arian membuka jasnya dan menaruhnya di kursi di samping tempat Ana duduk.


Arian membuka kulkas dan mengambil semua buah2 yang di perlukan untuk membuat rujak buah,Arian memotong semua buahnya dan semua hal itu tidak lepas dari pandangan Ana.


Hampir 15 menit,akhirnya rujak buah buatan Arian pun sudah jadi.Ana melihat rujak buah buatan Arian yang kelihatan mengoda,Tampa menunggu lama,Ana memakan rujak buahnya tampa menunggu Arian yang sedang mengambil sendok dan garpu.


Arian berbalik setelah mengambil sendok dan Garpu,dan melihat Ana memakan rujak tampa mengunakan garpu hanya mengunakan tangannya membuat Arian berfikir,Segitu inginnya kah Ana makan rujak sampai tidak menunggunya untuk mengambil sendok.


"kenapa ngga tungguin aku sih sayang"ucap Arian saat sudah duduk di kursi di hadapan Ana sambil menyodorkan Garpu.


"Rujaknya enak,kak Arian ternyata pintar buat rujak ya,mau dong Ana tiap hari makan rujak


"Boleh sayang,tinggal bilang aja kalau kamu mau makan rujak,Biar aku buatin"ucap Arian sambil menyeka bibir Ana.


"Kak Arian emang serba bisa ya,Apa sih yang ngga bisa kak Arian buat"ucap Ana membuat Arian terdiam kemudian tersenyum.


Ana menatap Arian yang juga menatapnya dengan tersenyum membuat wajah Ana merona.


"Kenapa kak Arian menatapku sambil tersenyum seperti itu,aku kan sedang bertanya,harusnya kak Arian menjawabnya kan"ucap Ana yang wajahnya sudah seperti tomat.


"Apa kau ingin tau,apa yang tidak bisa ku lakukan sayang"ucap Arian membuat Ana menganggukkan kepalanya.


"Yang tidak bisa ku lakukan itu...."ucap Arian membuat Ana fokus padanya.


"yang tidak bisa ku lakukan adalah....."ucap Arian lagi.


"Yang tidak bisa ku lakukan adalah..."ucap Arian lagi yang membuat Ana kesal,karna Arian terus menerus mengantung ucapannya.


"iiiihhss..,kak Arian jangan gitu dong,bikin Ana penasaran tau"ucap Ana yang sudah tidak tahan dengan Arian yang tidak melanjutkan perkataannya malah terus mengulanginya membuat Ana semakin penasaran.

__ADS_1


"oke sayang ngga lagi deh"ucap Arian yang sudah puas membuat Ana penasaran.


"yang tidak bisa aku lakukan adalah,tidak bisa mencintai orang lain selain istri kecilku ini"ucap Arian sambil menyentuh pipi Ana.


Blush


Wajah Ana memerah mendengar perkataan Arian,Dia pun memalingkan wajahnya ke arah lain agar Arian tidak melihat wajahnya yang memerah akibat perkataannya.


"Dasar Gombal"ucap Ana membuat Arian tersenyum.


"Kak Arian jangan bicara seperti itu,bisa2 jantung Ana copot nanti"ucap Ana membuat Arian semakin tersenyum lebar.


"Tapi aku serius sayang,Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu,sampai aku mati.Aku berjanji padamu"ucap Arian membuat Ana menatapnya.


"Aku juga berjanji, akan sehidup semati dengan kak Arian"ucap Ana sambil tersenyum.


Ana pun memakan rujak buah buatan Arian dengan lahap bahkan meminta lagi membuat Arian harus kembali membuatkannya.


"Kak Arian,udah selesai makan rujak buahnya,kita ke ruang tamu ya"ucap Ana membuat Arian tersadar dari lamunannya.


"Kak Arian lagi mikirin apa...?"ucap Ana penasaran karna sepertinya Arian jadi melamun sejak dia mengatakan untuk sehidup semati dengan Arian.


"Tidak apa2,aku hanya berfikir mungkin setelah bayi kita yang ini udah lahir,kita buat lagi yah"ucap Arian membuat wajah Ana kembali memerah.


"Dasar kak Arian mesum"ucap Ana kemudian berlari ke ruang tamu.


Ana pergi ke ruang tamu dan meninggalkan Arian yang terkikik karna sudah berhasil mengoda istrinya itu.


Saat Ana ingin mendudukkan dirinya di sofa,tiba2 bel apartemennya berbunyi.Ana pun berjalan dan di bukanya pintu untuk melihat siapa yang datang.


Cklek


"Siapa....ya"ucap Ana saat membuka pintu dan melihat dari ujung kaki hingga naik ke wajah orang itu dan..


DEG


HAPPY READING


JANGAN LUPA LIKE

__ADS_1


__ADS_2