BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
DIREKTUR BARU


__ADS_3

Arian membuka pintu dengan sangat keras membuat semua orang menatapnya dengan tatapan terkejut,Karna berani2nya orang luar menganggu rapat penting perusahaan,begitu pikir mereka.


Arian menatap datar semua orang hingga padangannya jatuh pada sang ayah yang tersenyum simpul padanya membuat rasa kesalnya semakin besar.


Sekertaris Ryung berjalan mendekati Arian lalu berkata membuat Arian semakin menatap ayahnya,Sedang Ryung hanya bisa tersenyum melihat apa yang di lakukan sekertarisnya dia tidak bermaksud untuk menghentikannya malahan ingin melihat lebih jauh.


"Maaf,Tuan.kami sedang rapat,jika ada keperluan,anda bisa menunggu sampai rapat selesai"ucap Sekertaris Ryung ramah.


Arian yang melihat hal itu hanya menatap datar lalu kemudian kembali melihat Ayahnya yang sedang menahan tawanya di sana.


Arian tidak peduli dan berjalan melewati sekertaris itu,Dengan cepat Arian berjalan hingga tiba di hadapan Ayahnya dan kemudian mengebrak meja membuat semua orang di sana terkejut bukan main.


Sekertaris Ryung yang bernama Fira terkejut bukan main,Fira segera berjalan dengan cepat untuk segera meminta orang asing itu keluar.


Saat Fira ingin berbicara,Ryung mengangkat tanganya isyarat untuk Fira diam.Arian kemudian berkata dengan lantang membuat semua orang di tempat itu gemetar takut bos besarnya marah karna perkataan Orang asing itu yang sangat tidak sopan.


"Aku sangat tidak suka saat seseorang memintaku untuk datang,tapi ternyata orang itu malah sibuk dengan pekerjaannya."ucap Arian penuh penekanan dan menatap Ayahnya datar.


"Bagaimana perasaanmu saat menelfon seseorang untuk datang menemuimu dan dia bilang sibuk padahal kenyataannya mungkin tidak sibuk sama sekali"ucap Ryung menyindir putranya itu.


Arian yang mendengar hal itu berusaha untuk mengatur nafasnya agar rasa kesalnya mereda.Sedang para petinggi perusahaan yang melihat hal itu terkejut dan bertanya - tanya,Ada apa ini..?.


"Aku tidak berbohong,aku benar2 sibuk.Jika tidak ada yang ingin di bicarakan aku akan pergi saja"ucap Arian dongkol dengan ayahnya,padahal dia harus menghadiri rapat penting perusahaannya yang lain,Tapi malah harus ke perusahaan ayahnya ini,sungguh menyebalkan,pikir Arian.


Ryung yang mendengar hal itu,berdiri membuat semua orang heran sedang Arian yang melihat hal itu merasakan firasat buruk kalau dirinya pasti akan terkena hal yang akan membuatnya lebih lama untuk pulang ke rumah.


Benar saja,saat Ryung berbicara membuat Arian membulatkan matanya,firasatnya memang tidak pernah salah.


"Kalian semua,perkenalkan ini adalah Arian Li putraku sekaligus direktur yang akan menjabat mulai dari sekarang"ucap Ryung membuat Arian serasa ingin memukul meja itu hingga patah menjadi 2.


semua orang yang berada di ruang rapat itu terkejut,Mereka saling memandang 1 sama lain,lalu kemudian membungkukkan badan mereka bersamaan.


"SELAMAT DATANG,TUAN MUDA LI"ucap Mereka serempak.


Saat ini Arian benar2 sudah marah bahkan tangannya sudah mengepal dengan keras.

__ADS_1


Arian mengatur nafasnya agar dirinya tidak terbakar oleh emosi sehingga iblis di dalam dirinya tidak bangun karna itu bisa bahaya.


"Apa maksudnya ini,Pa."ucap Arian menatap Ryung Tajam sedang yang di tatap hanya tersenyum manis.


"Apa maksudnya...?,tentu saja kau sekarang menjadi direktur baru di sini,Ayah sudah ingin pensiun,Arian."ucap Ryung sambil tersenyum membuat Arian tidak berhenti - hentinya melafalkan kata sabar di dalam hatinya.


'Sabar Arian,Sabar.'ucap Arian berulang - ulang dalam hatinya.


"Aku tidak bisa,Aku sibuk.Jika hanya itu,aku lebih baik pergi"ucap Arian kemudian berbalik pergi.


Ryung yang melihat hal itu,mengambil ponselnya dan mengetik no seseorang di sana.


Tidak menunggu lama,seseorang di seberang telfon mengangkat panggilannya.


"Halo,pa.Ada apa...?"tanya seseorang yang tidak lain adalah Ana.


"Begini,Ana.Kau tau apa yang di buat oleh suamimu pada papa...?"tanya Ryung pada menantunya itu.


Arian yang sudah sampai di depan pintu dan sudah memengang gagang pintu itu bersiap untuk membukanya,Tapi dia hentikan saat Ayahnya menyebut Nama istri,Arian berbalik dan segera mengambil ponsel yang berada di telinga papanya itu karna bisa saja papanya mengadu yang tidak2 pada istrinya.


"Halo sayang,kamu udah makan...?"tanya Arian mengalihkan pembicaraan saat ponsel sang Ayah sudah berada di tangannya.


"Tidak,kalau begitu aku matikan sayang soalnya lagi rapat"ucap Arian dan mematikan panggilannya setelah Ana mengatakan iya.


Saat Arian ingin marah,Tiba2 ponsel Ayahnya yang si pengangnya bergetar menandakan ada seseorang yang sedang menelfon.


Arian melihat seseorang yang menelfon yang tidak lain adalah Kimso.


"Ada apa...?"ucap Arian saat mengangkat telfonnya lansung to the point.


"Tuan Arian....?,Apakah ini benar2 anda...?"ucap Kimso takut jika telinganya salah mendengat suara.


"Memangnya siapa...?,cepatkah aku sibuk"ucap Arian dengan wajah dinginnya.


"Kak,Soal informasi yang kakak inginkan

__ADS_1


sudah aku dapatkan"ucap Kimso di seberang telfon.


"Kirim lewat emailku,Dan segera datang ke perusahaan Papa sekaligus belikan aku ponsel baru, dan juga batalkan Rapat di A.Group property,aku tidak bisa datang,karna ada rubah licik yang menjebakku"ucapnya menyindir ayahnya yang hanya tersenyum.


Ryung yang mendengar sindiran dari putranya itu hanya tersenyum dan di dalam hatinya bertanya,Apa hubungan Arian denga A,Group property apakah dia ingin melakukan kontrak,bukankah Arian belum memiliki perusahaannya sendiri..?,begiti fikit Ryung.


Semua keluarga Arian tidak tau,kalau Arian memiliki perusahaannya sendiri karna memang Arian tidak memberitahukan hal itu pada keluarganya,Carlson dan Rafael pun sama,Mereka juga tidak memberitahukan pada keluarga mereka kalau mereka memiliki perusahaan dari hasil jerih payah mereka.


"Baik tuan,Saya akan kesana dengan ponsel baru anda"ucap Kimso dan kemudian Arian mematikan panggilannya.


Para karyawan yang berada di ruang rapat itu masih terdiam dengan apa yang baru mereka dengar,hingga teriakan dari Arian membuat mereka bubar seketika dan segera melaksanakan perintah direktur baru mereka.


"KENAPA KALIAN MASIH DI SINI,KEMBALI BEKERJA DAN SEGERA KIRIMKAN HASIL KINERJA KALIAN PADAKU SECEPATNYA,JIKA TIDAK MAKA BERSIAPLAH UNTUK ANGKAT KAKI DARI PERUSAHAAN INI"teriak Arian membuat semua orang di ruang rapat itu segera pergi dan mempersiapkan hal yang di minta oleh direktu baru mereka.


Setelah kepergian para karyawan itu,tinggal Arian,Ryung beserta Fira di sana.


"Fira bisa buatkan kopi untukku dan juga untuk dia,segera antar ke ruangan saya"ucap Ryung dan Fira pun keluar untuk membuatkan kopi untuk atasannya itu.


Saat ini Arian dan Ryung sudah berada di ruangan kebesaran Ryung,Arian duduk di sofa sambil memangku laptop ayahnya yang dia ambil dari meja kebesaran ayahnya itu.


Selang beberala lama,Ada pesan masuk ke email Arian dan itu dari Kimso.Arian memperhatikan informasi yang di kirim Kimso menganai Sarah dan Saat di melihat Informasi tentang siapa yang di jodohkan dengan Sarah membuat Arian membelalakkan matanya.


HAH


-


-


-


-


-


HAPPY READING ALL

__ADS_1


SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2