BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
SELAMAT


__ADS_3

Arian dan Ana saling memandang saat mengetahui bahwa,Sarah dan Rafael pacaran sungguh tidak bisa di percaya.


"Kapan kalian jadian...?"tanya Ana menatap Sarah dan Rafael bergantian.


"baru aja tadi,Pas pergi makan Siang"ucap Sarah yang pipinya sudah memerah.


Hal itu membuat Arian terkejut,Arian menatap Carlson,Carlson yang di tatap seperti itu hanya mengangkat bahunya tanda dia juga benar2 tidak tahu bagaimana bisa 2 orang yang selalu bertengkar bisa jadian.


Arian yang melihat Carlson mengangkat bahunya hanya bisa memijit keningnya yang serasa ingin pecah.Dia heran mendapati sahabatnya itu,Dia yang memberitahukan,dia juga yang tidak tau.


"Bagaimana ceritanya kalian bisa jadian,yang aku tau kalian kan selalu bertengkar setiap kali bertemu,jangan2 kau melakukan sesuatu ya,Rafael"ucap Arian membuat Rafael membelalakkan matanya tidak percaya kalau Arian mengira dirinya melakukan sesuatu pada Sarah.


"Enak saja kau,aku dan Sarah saling mencintai jadi apa salahnya jika kami jadian, kan sayang"ucap Rafael tidak terima.


Fania tidak menghiraukan mereka yang beradu mulut,Dia hanya fokus memandang Ana sedari tadi hingga dia memutuskan untuk berbicara.


"Arian...,apa kau tidak ingin memperkenalkanku pada seseorang."ucap Fania yang membuat semua orang menatapnya.


Arian tersenyum melihat Fania yang menatapnya penuh amarah,karna belum di perkenalkan pada Ana.


"Fania,perkenalkan Dia Ana istriku dan Ana,Dia Fania calonnya Carlson"ucap Arian pada Ana,yang membuat Ana tersenyum pada Fania.


"Salam kenal,"ucap Ana sambil tersenyum.


Fania yang melihat Ana tersenyum padanya,langsung berlari ke samping Ana menyingkirkan Arian dari tempat duduknya yang sedari tadi duduk di samping tempat tidur Ana,lalu di gantikan oleh Fania yang duduk di tempat Arian dan langsung memeluk Ana dari samping.


Arian yang melihat tingkah laku Fania yang langsung menariknya menjauh dari sang istri menatap Carlson tajam,membuat Carlson berpura pura tidak melihatnya.


"Halo Ana,Namaku Fania kau bisa memanggilku Fifi,oke"ucap Fania bersemangat sambil melepas pelukannya dari Ana tapi tidak pindah dari tempatnya membuat Arian mulai merasa kalau Fania adalah penggangu.


"Hai kak Fifi"ucap Ana yang membuat Fania semakin gemas padanya.


"Aaaawww imut sekali,pantas saja si raja es batu itu menyukaimu"ucap Fania membuat Ana terheran dan penasaran siapa yang di sebut si raja es batu itu.


Arian yang mendengar Fania mengatainya raja es batu,membuat Arian serasa ingin segera mengeluarkan Fania dari ruangan Rawat Ana.


"raja es batu itu siapa,kak Fifi"ucap Ana membuat Fania membeku sedang Carlson dan Rafael berusaha menahan tawanya.


Arian yang melihat Carlson dan Rafael yang menahan tawanya,mendekati mereka dan langsung memukul kepala mereka bersamaan membuat mereka berdua meringis.


BUKK


Pukul Arian pada kedua sahabatnya itu,membuat Rafael dan Carlson langsung menjauh darinya dan mengelus kepala mereka yang terkena pukul oleh Arian.


"Dasar kau,apa kau tidak bisa hanya memukul Rafael saja,kenapa harus aku juga"ucap Carlson masih mengelus kepalanya.


Rafael yang mendengar hal itu,membelalakkan matanya.

__ADS_1


"Sembarangan,kenapa harus aku saja yang kena coba"ucap Rafael.


Saat Fania ingin menjelaskan,tiba2 datang seorang suster yang memanggilnya untuk melakukan operasi.


"Dia itu....."ucapan Fania terpotong saat seorang suster memanggilnya dari ambang pintu kamar rawat Ana yang memang tidak tertutup rapat.


Tok...tok...tok


Semua pandangam mengarah ke pintu.


"permisi Dok,15 menit lagi akan ada operasi yang harus anda lakukan"ucap Suster itu sambil menunduk.


Fania yang mendengar hal itu menghembuskan nafasnya dan melihat Ana, lalu berbicara.


"Baiklah aku segera ke sana,Ana kapan2 kita bicara lagi ya,oh iya hampir aja aku lupa,selamat ya semoga anaknya sehat dan ganteng2 nanti atau cantik2 aja deh ngga perlu ganteng nanti kayak bapaknya lagi"ucap Fania mencium pipi Ana lalu pergi bersama dengan suster itu ke ruang operasi.


Ana yang mendengar Fania mengucapkan selamat terkejut dan menatap Arian meminta penjelasan.Arian bernafas lega saat Fania keluar dari ruangan Ana,Arian pun menatap sang istri yang juga menatapnya penuh tanda tanya.


Arian tersenyum pada Ana,lalu mendekatinya dan duduk di samping Ana dan berkata.


"maksud Kak Fifi apa....?"ucap Ana saat Arian duduk di sampingnya.


Arian mencium kening Ana dan berkata.


"Kamu hamil sayang dan sekarang usia kandungan kamu baru 1 bulan lebih,jadi mulai besok kamu ngga usah kerja lagi oke,biar aku aja yang kerja"ucap Arian sambil mengelus perut Ana yang masih rata.


"kok nangis sih,jangan nangis sayang,aku salah di mana...?"ucap Arian mulai merasa bersalah dan menatap ketiga orang yang berada di hadapannya yang juga kebingungan.


"Hiks....hiks...,aku hamil...,aku hamil kak Arian"ucap Ana yang mendapat anggukan dari Arian.


"Aku bakalan jadi ibu,aku jadi ibu"ucap Ana dengan senyum di wajahnya dan juga air mata di pipinya.


Mendengar hal itu,Arian,Carlson,Rafael dan Sarah menghembuskan nafas mereka,mereka fikir Ana kenapa2,ternyata cuma terharu toh,begitu fikir mereka.


"kak Arian,mau pulang"ucap Ana yang tiba2 sudah berhenti menangis dan merengek untuk pulang.


Mereka semua terkejut,mendapati Ana yang sudah berhenti menangis dan merengek untuk pulang.


"oke2,kita pulang,emmm....Carlson bisa kau urus administrasinya,aku akan segera membawa Ana pulang sepertinya dia sudah tidak tahan"ucap Arian membuat Carlson terkejut dan memandang Rafael.


"Aku.."ucap Carlson sambil menunjuk diri sendiri,lalu pandangannya beralih ke Rafael.


Rafael yang merasakn firasat yang mengatakan kalau dirinya akan terkena masalah langsung berbicara.


"Sayang,bagaimana kalau kita pergi kencan di taman,"ucap Rafael membuat Carlson membelalakkan matanya.


Tampa menunggu jawaban Sarah,Rafael langsung menariknya keluar.Sarah yang di tarik tiba2 oleh Rafael hanya mampu melambaikan tangannya pada Ana sebelum dirinya benar2 keluar dari ruangan Rawat Ana.

__ADS_1


"Sial*n"umpat Carlson saat Rafael pergi meninggalkannya.


"Baiklah"ucap Carlson pasrah.


"Terima kasih Carlson"ucap Arian.


"Terima kasih kak Carlson"ucap Ana sambil tersenyum.


"Iya sama2,seandainya bukan karna kamu,aku tidak mau mengurus hal seperti ini"ucap Carlson dan berbalik keluar untuk mengurus administrasi milik Ana.


*****


Saat Ini Ana dan Arian sedang berada di mobil menuju perjalan pulang ke apartemen mereka,Ana melihat Arian yang fokus pada jalanan,entah mengapa di mata Ana itu membuat Arian semakin tampan.


Arian yang menyadari bahwa Ana terus memandangnya,mengerakkan tangannya yang bebas untuk memengang tangan Ana lalu menciumnya.


Ana yang melihat hal itu hanya tersenyum dan terus mengengam tangan Arian hingga sampai di apartemen mereka.


Saat Mereka tiba di parkiran,Ana meminta untuk di gendong oleh Arian,Arian pun mengendong Ana ala bridel style hingga sampai di pintu Apartemen mereka dan masuk.


Arian menutup pintu mengunakan kakinya,karna Ana yang tidak mau turun.


Mereka pun masuk ke dalam kamar mereka dan mulailah Ana yang tidak bisa diam,tangannya mulai meraba ke sana kemari membuat Arian kembali menindihnya.


Arian mulai membuka pakaian Ana,Arian menciumi Ana dan mulai turun ke leher Ana lalu,turun lagi ke payuda*a Ana dan mulai memainkan lidahnya di puti*g payuda*a Ana, membuat Ana mendesah.


Arian membuka semua pakaianya dan mulai memasukkan miliknya ke dalam inti Ana dan melajukannya dengan tempo lambat Agar tidak menyakiti Ana.


Desahan demi desahan memenuhi Kamar mereka,hampir 2 jam Arian melakukannya dengan Ana.Setelah beberapa kali klimaks,Arian pun tumbang di samping Ana dan memeluk Sang istri lalu mencium puncuk kepala Ana dan tertidur.


Setelah Arian mencium puncuk kepalanya,Ana tersenyum dan menengelamkan Wajahnya di dada bidang suaminya itu lalu tertidur.


Mereka tertidur sekitar 1 jam,Ana terbangun dan mendapati Arian yang masih tertidur di sampingnya dan tampa sengaja matanya mengarah pada bekas cupa*g di leher Arian akibat ulahnya tadi.


Ana tersenyum kecil,kemudian berniat untuk beranjak dari tempat tidur tapi tangannya di pengang oleh Arian yang ternyata sudah bangun.


Arian tersenyum pada Ana dan kemudian berkata.


"Good Afternoon,My Wife"ucap Arian sambil tersenyum pada Ana.


DEG...DEG....DEG.


HALO KAKAK2 SEMUA,TERIMA KASIH UDAH MAMPIR DI NOVELKU.


JANGAN LUPA LIKENYA YA,BUKAN APA2 SIH CUMAN BIAR AKU BISA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATENYA KARNA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA MERUPAKAN MOTIFASI UNTUK AKU BISA LEBIH SEMANGAT LAGI.


KALAU GITU SELAMAT MEMBACA KAKAK2 YANG CANTIK.😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2