
Semua orang terkejut melihat Arian yang dengan mudahnya mematahkan tangan 2 orang bodyguard milik Ayah Meliza.
Ketika mereka semua ingin menyerang,Tiba2 Kimso datang dengan beberapa Bodyguard milik Arian (lebih tepatnya anggota Dragon Night dengan setelan jas layaknya seorang bodyguard terlatih).
Semua bodyguard milik Ayah Meliza terkapar di lantai membuat Tuan Kiu yaitu ayah Meliza mematung.Arian melepaskan Pengangannya pada dua tangan bodyguard itu yang sudah patah atau bisa di bilang tulangnya sudah retak.
Kimso berjalan mendekat dan membungkuk saat sudah berada di hadapan Arian.Semua orang yang melihat hal itu lagi2 terkejut (jika terus begini lama2 mereka akan meninggal gara2 terlalu banyak terkejut).
"Maaf,Tuan.Saya datang terlambat"ucap Kimso sambil membungkukkan badannya.
"Tidak masalah,aku rasa kau tau apa yang harus kau lakukan,Kimso.Pada anggota dewan ini"ucap Arian datar sambil menatap Tuan Kiu.
Tuan Kiu bertanya - tanya dalam hatinya'ada apa ini,Kenapa Tuan Kimso yang adalah asisten ceo H&G Group bisa tunduk pada pria ini,Siapa pria ini sebenarnya...?'ucap Tuan Kiu
dalam hati semakin gelisah.
Kimso berbalik dan berhadapan dengan Tuan Kiu,Tiba2..
PLAK
Kimso menampar Tuan Kiu hingga tersungkur ke lantai sedang Meliza yang melihat hal itu segera membantu sang Ayah untuk kembali berdiri.
Ryung yang melihat hal itu,sedikit tidak tega dan mencoba untuk membujuk putranya agar tidak melakukan hal yang lebih parah dari ini,Karna dia tau sifat putranya.Jika ada yang mencari masalah dengan Arian maka mereka akan bernasib buruk.
"Arian kau....."ucap Ryung yang terpotong karna Arian sudah menatapnya tajam.
"Papa lebih baik tidak ikut campur,mereka hampir menampar Ana jadi akan ku buat mereka menyesal karna sudah berani melayangkan tangannya pada Istriku"ucap Arian membuat semua orang membulatkan mata mereka.
"Mulai dari hari ini,anda bukan lagi anggota dewan,Tuan Kiu.Anda hanyalah orang Miskin yang tidak punya apa2,"ucap Kimso memberi arahan pada para bodyguardnya untuk menyeret keluar ayah dan Anak itu beserta para Bodyguardnya.
Semua orang yang melihat menutup mulut mereka,karna terkejut sekaligus karna sudah menyinggung Tuan muda Li tadi,Takut jika Arian membuat hal yang sama dengan mereka.
Kevin sedikit gemetar melihat hal itu,pasalnya tadi dia ingin memukul Arian bahkan menatapnya tajam.Arian berbalik dan menatap semua orang yang sudah menundukkan kepalanya karna takut melihat tatapan tajam dari Arian.
"Baiklah,sekarang kita pulang untuk membahas masalahmu,kalau begitu saya....."ucap Ryung berniat pamit pada tuan Liu tapi Arian sudah berbicara membuat Ayahnya membulatkan matanya.
"Tapi masalahku di sini belum selesai"Ucap Arian yang kini menatap tajam Kevin.
"Arian,apa lagi masalahmu,bukan kah semuanya sudah selesai"ucap Ryung tidak ingin lagi ada korban dari kemarahan Arian.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Papa,Jadi sebaiknya jangan ikut campur"ucap Arian membuat Ayahnya bungkam seketika.
__ADS_1
"Tuan Liu,aku rasa kau harus mengucapkan salam perpisahan pada posisimu"ucap Arian membuat tuan Liu membulatkan matanya.
"Tuan muda Li,Saya mohon maaf atas apa yang terjadi sebelumnya ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya."ucap Tuan Liu yang kini mulai sedikit gemetar.
Arian memanggil Kimso untuk berdiri di sampingnya.
"Kimso,kau tau apa yang harus kau lakukan dengan seseorang yang melakukan suap pada pihak kementrian dalam negeri bukan..!!"ucap Arian membuat Tuan Liu membulatkan matanya.
'Bagaimana dia bisa tau kalau aku melakukan hal itu..?'ucap Tuan Liu dalam hati.
"Baik Tuan."ucap Kimso dan Arian pun berbalik pergi ke pada istrinya yang masih berada di dalam pelukan ibunya.
"Tuan Muda,saya..."ucap Tuan Liu tapi terpotong karna Kimso berbicara.
"Seret dia ke kantor polisi,dan tutup semua saham milik keluarga Liu tampa terkecuali"ucap Kimso membuat semua orang di sana berbisik.
"Astaga liat ternyata tuan Liu itu orangnya licik ya"
"Ternyata benar semua desas desus yang kita dengar soal tuan Muda keluarga Li yang behitu tegas sekaligus kejam"
"Itu berarti keluarga Liu sudah bangkrut total persis seperti keluarga Mo"
Meskipun Ana menutup telinganya,Ana masih bisa mendengar semua yang di ucapkan oleh Arian tadi,itu membuat Ana sedikit takut pada suaminya itu.
Arian yang melihat bahwa Ana sedikit takut padanya mengerti,karna ini pertama kalinya Ana mendengar hal seperti itu keluar dari mulut Arian yang selalunya berkata sambil tersenyum tapi tadi,dingin bagai tak tersentuh.
"jangan takut sayang,ini aku."ucap Arian kemudian tersenyum barulah Ana langsung memeluk Arian.
'Aku tidak akan membuatmu melihat hal seperti tadi,sayang.Ini yang pertama dan juga terakhir kalinya'ucap Arian dalam hati sambil memeluk Ana erat dan kemudian mengecup puncuk kepala Istrinya.
"Jangan berbuat seperti itu lagi.."ucap Ana masih dalam dekapan suaminya.
"iya,janji ngga akan lagi"ucap Arian tapi lain si dalam hatinya.
'iya,janji tidak akan lagi di depanmu,tapi aku tidak bisa janji kalau di belakangmu,sayang'ucap Arian didalam hati.
"Kimso kamu urus semuanya di sini.Pa,Ma kita bicarakan hal yang ingin papa dan mama ketahui di rumah dan juga bibi Navira,Saya sudah menikah dan Ini istriku"ucap Arian pada Navira dan di balas senyumam oleh Navira.
"Baik tuan"ucap Kimso dan Arian pun pergi meninggalkan hotel itu bersama dengan ayah,ibu dan juga mertuanya untuk ke kediaman keluarga Li.
'Kak Arian benar2 membuat 3 perusahaan bangkrut dalam 1 hari,sungguh luar biasa.'ucap Kimso dalam hati berdecak kagum.
__ADS_1
Setelah perjalanan yang cukup lama,mereka semua tiba di kediaman Ryung.Sementara Tuan dan Nyonya Sia,Tuan dan nyonya Sang kembali ke kediaman mereka.
Mereka duduk di ruang tamu,dengan Ryung yang terus menatap putranya yang hanya berwajah datar,Ryung dan Naina duduk berhadapan dengan Arian dan Ana,sedang Young dan Liyana duduk di sofa panjang di samping sofa yang di duduki oleh Arian dan Ana.
Ryung mengatur nafasnya sebelum berbicara karna rasa kesalnya pada Putranya yang bisa2nya merahasiakan pernikahannya dari orang tuanya yang begitu menginginkan menantu.
"Bisa kau jelaskan,Arian"ucap Ryung yang sudah sedikit lebih tenang.
"Yang jelasnya,Aku dan Ana sudah menikah"ucap Arian sambil menarik pinggang Ana hingga akhirnya duduk dengan tidak ada jarak sama sekali.
"Kenapa kami tidak tau dan juga Young dari tadi aku melihatmu seperti berusaha untuk menghindar dari tatapanku,apa kau sebenarnya sudah tau..?"tanya Ryung pada Young membuat Liyana ikut memandang suaminya itu.
"Itu....itu..."ucap Young terbata - bata karna takut membuat sahabatnya itu marah.
"Aku yang meminta ayah mertua untuk merahasiakannya dari papa dan mama"ucap Arian membuat Young bersyukur dalam hati karna di lindungi oleh menantunya itu.
"Jadi kalian sudah menikah hampir 2 bulan,dan kami baru tau sekarang,kau benar....benar anak nakal"ucap Ryung kini memijit kepalanya yang terasa sakit akibat ulah Arian.
Ryung mengambil gelas yang berada di hadapannya yang berisi air putih yang tadi di siapkan oleh para pelayan di rumah itu.
Arian kemudian berbicara yang membuat gelas yang di genggam oleh Ryung jatuh dan pecah.
"Dan sekarang Ana sedang hamil,jadi ku harap papa tidak membuatnya pusing"ucap Arian membuat Ryung terkejut dan tampa sengaja gelas yang di pengangnya jatuh dan pecah.
PRANG
Tidak lama setelah itu,Pintu terbuka dengan keras dan seseorang berteriak membuat semuanya fokus pada orang Itu.
ARIAN
-
-
-
HAPPY READING ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1