
2 hari setelah pernikahan Carlson,semua orang sedang sibuk2nya untuk mengurus pernikahan Rafael yang ternyata akan di laksanakan di hari yang sama dengan resepsi pernikahan Arian dan Ana.
Arian saat ini sedang berada di kantor ayahnya,dan saat ini dia harus berhadapan dengan setumpuk berkas yang tingginya bahkan menutupi wajahnya.
Sungguh Papa yang kejam memberikan pekerjaan pada anaknya yang jelas2 acara resepsi pernikahannya sudah dekat,semakin membuat Arian sibuk tingkat dewa.
'apakah ini pembalasan karna aku tidak memberi tahu Papa kalau aku sudah menikah'rintih Arian dalam hati sambil mengecek satu persatu berkas di hadapannya yang tidak pernah habis.
Di sela kegiatan Arian,tiba2 terdengar suara ketukan pintu.
tok...tok....tok
"Masuk"ucap Arian tidak mengalihkan pandangannya dari berkas yang di lihat.
Pintu terbuka Dan Fira masuk dengan berkas di tangannya yang menumpuk.Fira berjalan mendekati meja Arian dan kemudian menaruh berkas yang di tangannya di atas meja Arian.
"ini yang terakhir,Pak"ucap Fira kemudian pamit undur diri dan kembali ke ruangannya.
Setelah kepergian Fira,tiba2 raut wajah Arian yang sedari tadi datar menjadi terkejut.dan kemudian mengumpat sang ayah,untung saja ruangan itu kedap suara jika tidak,bisa2 akan ada topik panas di kantor itu.
"Ayah sia**n"umpat Arian kesal terhadap sang ayah yang memberikannya pekerjaan menumpuk bahkan sebelum hari resepsi pernikahannya.
Waktu terus berjalan,hingga tidak terasa waktu makan siang pun tiba dan Arian masih tetap berkutak dengan berkas2 yang bukannya habis malah terus bertambah.
Arian terus berkutak dengan berkas2 hingga tiba2 pintu ruangannya di ketuk.
tok....tok....tok.
"Masuk"ucap Arian datar tampa melihat siapa yang memasuki ruangannya.
Perlahan - lahan orang yang mengetuk pintu itu mendekati Arian dan kemudian berbicara membuat Arian sedikit terkejut kemudian mengangkat kepalanya dan menatap seseorang yang berdiri di hadapannya yang tidak lain adalah Ana istrinya.
"Sayang,Kok kamu ke sini sih,bukannya istirahat di rumaj juga"ucap Arian kemudian berdiri dan mendekat pada Ana.
Ana yang mendengar ocehan suaminya itu,hanya tersenyum dan kemudian Arian mendekatinya dan membawanya ke sofa di ruangan itu.
"Aku kemari buat bawain kamu makan siang,nih"ucap Ana saat sudah duduk di sofa bersama Arian yang juga ikut duduk di sampingnya.
Arian mengernyitkan alisnya melihat Ana yang membawakannya makan siang.
"Kamu masak...?"ucap Arian membuat Ana bingung harus menjawab pertanyaan suaminya itu.
"Aku dan mama yang masak tadi"ucap Ana ragu sambil menundukkan kepalanya takut menatap suaminya itu yang jelas pasti marah.
__ADS_1
Arian yang mendengar hal itu menghembuskan nafasnya,Dia tidak tau harus bagaimana caranya agar Ana mau mendengarkannya untuk tidak terlalu capek.
Arian bukannya terlalu posesif tapi iu juga demi keselematan Ana,karna Ana akhir2 ini sering sekali lelah bahkan hanya untuk berjalan sekitar 10 langkah saja sudah seperti berjalan 1 kilo.
"Ya udah,lain kali jangan memasak,aku takut kamu kenapa2 nanti,apalagi aku makin sibuk di kantor,aku takut saat aku ngga ada di dekat kamu,tiba2 terjadi sesuatu yang tidak baik."ucap Arian yang begitu khawatir pada Ana.
"Iya janji,aku ngga bakalan lakuin lagi"ucap Ana kemudian memeluk Arian.
Arian merasakan pelukan Ana yang begitu erat padanya,Dia tau kalau Ana sangat ingin selalu bersamanya,ingin bermanja di pelukan suaminya itu,tapi apalah daya pekerjaan Arian yang bisa di bilang selangit dan menumpuk bagaikan gunung.
Ana sedikit menyesal karna selalu di tinggalkan oleh Arian dari pagi hingga malam.2 hari ini Arian selalu pulang malam karna pekerjaan yang harus dia selesaikan bahkan dia selalu pulang saat Ana sudah tidur.
Arian membalas pelukan Ana dan kemudian mengecup puncuk kepala istrinya itu.
"Maaf karna aku tidak bisa menemanimu akhir2 ini,"ucap Arian merasa bersalah pada Ana.
"Tidak apa2,aku mengerti."ucap Ana sambil tersenyum dan semakin memeluk Arian erat.
"Sekarang kak Arian makan,entar kak Arian sakit lagi kalau terus - terusan telat makan"ucap Ana melepaskan pulukannya dan membuka Tapperware tempat dia menaruh makan yang dia bawa dari rumah.
Arian melihat Ana yang dengan senyum di wajahnya sambil membuka tapperware itu membuat Arian ikut tersenyum.jika ada yang melihat Arian tersenyum mungkin para karyawan akan bergosip ria tentang Bos mereka yang dingin bagai es batu itu tersenyum di depan istrinya dan mungkin akan membuat mereka merubah pemikiran mereka tentang Arian yang mereka kenal dengan iblis es gunung himalaya.
"Ayo makan.."ucap Ana saat sudah selesai membuka semua tapperware yang berjumlah 5 dengan ukuran sedang.
Ana yang di tatap seperti itu oleh suaminya mendadak sedikit merinding.
"Kenepa liat2 Ana kayak gitu sih,Kak Arian"ucap Ana membuat Arian tersenyum mesum.
"aku engga mau makan makanan,sayang"ucap Arian memajukan badannya semakin mendekat dengan Ana.
Ana memundurkan tubuhnya dan kemudian menyilangkan di depan dada dan melotot pada Arian.
"Mau apa,hayool..."ucap Ana membuat Arian semakin tersenyum mesum.
"mau makan kamu,sayang"ucap Arian membuat Ana membulatkan matanya.
"kak Arian sadarkan,ngga boleh.Ana lagi hamil,dan juga Ana lagi ngga mau,titik ngga pake koma"ucap Ana membuat Arian seketika kembali ke tempat duduknya semula dan kemudian mengambil salah 1 tapperware yang berisi nasi.
Arian mengambil lauk dan kemudian memakan makanan itu dengan tapperware yang menjadi piringnya.
"Kok cemberut gitu sih"ucap Ana yanh tidak suka dengan ekspresi Arian yang terlihat masam.
Arian hanya terdiam dan tidak menjawab perkataan Ana.Ana tau apa yang membuat Arian berwajah masam,Ana pun menghembuskan nafasnya karna melihat Arian yang gambek seperti anak kecil.
__ADS_1
"Kalau Ana udah lahiran,baru bisa lakuin kak Arian.jadi suamiku ini ngga usah pasang raut wajah masam gitu ih,ngga enak di liat"ucap Ana membujuk Arian.
Arian yang mendengar hal itu kemudian melihat Ana yang masih menatapnya sambil tersenyum.
"Beneran,Sayang"ucap Arian antusias.
Ana mengangguk membuat Arian berbinar senang tapi kemudian Ana kembali berbicara membuat Arian seketika lesuh.
"Tapi kak Arian harus puasa dulu,40 hari"ucap Ana membuat Arian membulatkan matanya.
"Lama amat sayang"ucap Arian ketika sudah menaruh makanannya dan meminum Air.
"emang harus gitu kali kak,"ucap Ana membuat Arian mendekati Istrinya itu dan kemudian sedikit membujuk seperti anak kecil yang meminta permen pada ibunya.
"20 hari aja ya,sayang"ucap Arian dan Ana mengelengkan kepalanya.
"30 hari aja deh,Ya...ya."bujuk Arian lagi dan Ana lagi2 mengelengkan kepalanya.
"35 hari deh,kalau 40 hari kelamaan sayang,36 hari deh,ya"bujuk Arian lagi dan Ana tetap mengelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
"Ngga kak Arian,40 hari.kalau ngga mau,ya udah ngga usah"ucap Ana membuat Arian membulatkan matanya.
Saat Arian ingin menjawab,Tiba2 pintu terbuka keras membuat sepasang suami istri itu menatap pelaku yang membuka pintu dengan keras.
BRAK
-
-
-
-
-
-
HAPPY READYNG ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1