BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
MAHAL


__ADS_3

Ana terkejut mendapati Arian yang berdiri di hadapannya sekarang,Bukankah mereka baru berpisah beberapa menit yang lalu,tapi kenapa Arian sudah ada di sini apa pekerjaannya sudah selesai,begitulah pikir Ana.


"Apa yang kak Arian lakukan di sini,bukankah kak Arian baru pergi kerja beberapa menit yang lalu,kok sekarang sudah ada di sini sih..?"ucap Ana bingung.


Arian tidak menjawab,dia hanya fokus pada warna merah di pipi Ana yaitu bekas tamparan Melinda.Arian tiba2 menyentuh pipi Ana yang merah.


"Apa sakit...?"ucap Arian lembut tersirat sedikit rasa khawatir di matanya.


Ana tersenyum melihat itu,lalu memengang tangan Arian yang menyentuh pipinya.


"Apa yang kak Arian katakan,ini tidak sakit kok,dan lagi apa yang kak Arian lakukan di sini"ucap Ana berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


"Tadi ada seseorang yang menelfonku,dia bilang kalau ada wanita gila yang menamparmu"ucap Arian menekan kata Gila membuat Ana terdiam kemudian tersenyum.


Di sela2 pembicaraan mereka,tiba2 pengawai wanita yang tadi menemai Ana mendekat dan berbicara yang membuat Ana tersenyum canggung.


"Wah Nona,Apakah dia kakak anda..?,tampan sekali"ucap Pegawai wanita itu sambil tersenyum.


"eh,dia bukan kakakku,tapi suamiku"ucap Ana sambil tersenyum canggung.


"Haha,saya kira dia kakak,Nona"ucap Pegawai wanita itu sambil memaksakan senyumnya.


'baru saja aku mau PDKT,eh ternyata sudah punya istri toh'keluh pegawai wanita itu yang bernama Randa.


"kau sudah menemukan gaun yang kau suka"ucap Arian membuat Ana hanya mampu menggelengkan kepalanya.


"Kok bisa..?"ucap Arian lagi.


"Di sini terlalu mahal,bagaimana jika kita ke tempat lain saja"ucap Ana membuat Arian terdiam kemudian tersenyum.


"kenapa kau takut sayang,selama aku hidup,semahal apapun barang yang ingin kau beli,aku pasti akan membelikannya untukmu meski harus mengorbankan segala yang ku punya"ucap Arian membuat Ana tersipu malu.


"Sini biar suamimu ini membantu"ucap Arian menarik Ana melihat lihat gaun yang ada di sana.


Jauh dari mereka ada Mile dan Kimso yanh sudah membeku melihat sifat bosnya yang berubah 380 derajat di depan Ana,tidak seperri sebelumnya saat pertama Arian datang.


Arian dan Ana terus berkeliling hingga pandangan Arian jatuh pada gaun berwarna putih bercampur dengan warna pink.



"coba yang ini"ucap Arian sambil menujuk gaun itu.


Arian memberi arahan pada Randa untuk mengambil gaun itu dan memberikannya pada Ana untuk di coba terlebih dahulu.


"di coba dulu,sayang"ucap Arian membuat Ana mau tidak mau pergi ke ruang ganti.


Setelah kepergian Ana,datanglah Mile dan Kimso mendekati Arian dan berbicara.

__ADS_1


"Anda memiliki mata yang bagus,Bos"ucap Mile menanggapi gaun pilihan Arian yang adalah gaun rancangan dari desainer terkenal.


"Tentu saja,karna mataku tidak buta"ucap Arian dingin.


"Anda masih marah,Bos"ucap Mile dan mendapat tatapan tajam dari Arian.


Selang beberapa menit Ana pun keluar dari ruang ganti dan menghampiri Arian dengan mengenakan gaun yang tadi di pilih oleh Arian.


Arian terkesima dengan kecantikan istrinya itu,Mile dan Kimso hanya bisa mematung melihat Ana yang bak model terkenal.


Ana menyadari bahwa Arian terus memerus menatapnya membuat dia jadi sedikit gugup.


"jangan terus menatapku seperti itu,Aku malu tau"ucap Ana lirih tapi masih bisa di dengar oleh Arian.


"untuk apa malu,sayang.Aku kan suamimu"ucap Arian menarik Ana ke pelukannya dan tersenyum membuat Mile lagi2 terkejut bukan main.


Kimso yang melihat hal itu,segera memukul kepala Mile membuat ai empunya meringis.


Plak


"Aduh..,lo kejam amat dah"ringis Mile tapi Kimso hanya memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu sangat cocok dengan gaun ini,kita beli yang ini saja ya.Aku juga akan membeli jas yang serasi dengan gaun ini untuk kita pakai besok,Pelayan"ucap Arian kemudian memanggil Randa untuk menyiapkan gaun itu.


"Kak Arian,ngga usah di ini deh,yang lain aja ya"ucap Ana saat melihat harga yang tertera pada gaun itu.


"Dan lagi,jika istriku ini memakai pakaian murah,apa yang akan Ayah mertua katakan padaku,dia pasti akan berkata kalau aku tidak bisa menafkahi istriku"ucap Arian membawa - bawa nama mertuanya.


"Baiklah"ucap Ana pasrah setelah berfikir panjang.


Arian tersenyum dan kemudian mengecup kening Ana,membuat Ana tersenyum.


"Wah anda sangat cantik memakai gaun itu nyonya"puji Mile yang mendapat tatapan tajam dari Arian.


Ana tersenyum mendengar pujian dari Mile.


"Terima kasih,Tuan untuk pujiannya"ucap Ana tapi hanya bisa di angguki oleh Mile karna sudah mendapat tatapan tajam dari big Bos.


Kimso menahan tawanya saat melihat Mile yang di tatap tajam oleh Arian karna memuji nyonya muda mereka.


'Akhirnya,aku tidak menderita sendirian'Kikik Kimso dalam hati.


"Baiklah,kalau begitu kita pulang sayang"ucap Arian saat barang2 yang mereka inginkan sudah terpenuhi.


Selama perjalanan hanya ada keheningan,Tiba2 Ana berbicara.


"Apa kak Arian tidak merasa keberatan,jika aku meminta sesuatu yang berlebihan."ucap Ana membuat Arian melihatnya sekilas kemudian kembali fokus ke jalan.

__ADS_1


"Apa aku pernah menolak permintaanmu,sayang"ucap Arian sambil memengang tangan Ana dengan tangannya yang bebas.


"memangnya apa yang kau minta dari suamimu ini..?"tanya Arian sambil sesekali melirik Ana.


"apakah kak Arian akan tetap seperti ini,sampai kapan pun tidak akan berubah meski apapun yang terjadi"ucap Ana berhasil membuat Arian sedikit terdiam kemudian tersenyum dan menghentikan mobilnya karna sudah sampai di apartemen mereka.


"Aku tidak akan berubah sampai kapan pun,meski banyak wanita di luar sana,Aku hanya akan memcintai istriku ini"ucap Arian memengang kedua pipi Ana dan menatapnya penuh cinta.


Ana tersenyum bahagia mendengar penuturan Arian.


Beberapa menit kemudian,mereka masuk ke dalam Apartemen mereka dan Ana langsung duduk di sofa karna merasa sedikit lelah.


Arian masuk ke dapur dan mengambil segelas air putih lalu membawanya ke luar dan memberikannya pada Ana.


"Nih sayang,di minum dulu"ucap Arian sambil memberikan Ana gelas yang berisi Air minum.


Ana segera mengambil gelas itu dan langsung meminumnya hingga tandas tak tersisa.setelah habis,Ana menaruh gelas iti di atas meja lalu kemudian bersandar di bahu Arian yang duduk tepat di sebelahnya.


"Apakah kau sangat haus sampai2 menghabiskan air di gelas itu dengan sekali minum,sayang"ucap Arian sambil tersenyum kecil.


"sudah jangan mengejekku lagi kak Arian"ucap Ana tidak terima.


"iya2 aku tidak akan mengejek istriku lagi,jadi sekarang kita istirahat yang cukup untuk besok menghadiri pesta pernikahan keluarga Mo.Dan sepertinya,kita akan melihat pertunjukan besok"ucap Arian membuat Ana mengernyitkan Alisnya tanda tidak mengerti.


"Pertunjukan...?"tanya Ana.


"Kau akan melihatnya besok,sayang."ucap Arian sambil tersenyum pada Ana yang mendonggakkan kepalanya untuk melihat Arian.


"Baiklah,aku akan menantikannya"ucap Ana kemudian kembali menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


'Keluarga Mo,Kehancuran kalian akan di mulai besok,akan ku buat kalian sadar bahwa kesalahan yang di buat oleh putri kalian akan membawa petaka bagi 1 keluarga,Melinda Mo akan ku buat pesta pernikahanmu menjadi pesta kehancuranmu sekaligus keluargamu'ucap Arian dalam hati tidak sabar menunggu hari esok.


-


-


-


-


HALO KAKAK2 SEMUA


HAYO PADA PENASARANKAN TERU IKUTI YA CERITANYA BIAR NGGA PENASARAN HEHE.


HAPPY READING ALL


JANGAN LUPA LIKE

__ADS_1


__ADS_2