BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
LIBUR


__ADS_3

Ana membalikkan kepalanya saat mendengar Arian memanggilnya.Ana terdiam saat dia melihat Arian yang rambutnya dalam keadaan basah membuat Arian semakin tampan.


Ana tersadar saat Arian duduk di di bawahnya dan kemudian memberikannya handuk.


Ana yang melihat hal itu mengerti apa yang harus dia lakukan,Ana pun mengeringkan rambut Arian dengan handuk yang tadi Arian berikan padanya.


"Kamu kenapa serius gitu liat berita"ucap Arian di tengah2 Ana mengeringkan rambutnya mengunakan handuk.


"Itu perusahaan yang bangkrut dalam 1 malam kan aneh,apalagi langsung 2 lagi,itupun keluarga yang masih berada di posisi 20 besar kan aneh."ucap Ana yang membuat Arian tersenyum lalu mendongakkan kepalanya melihat sang istri yang memasang raut wajah bingung.


"mungkin udah waktunya kali,mereka bangkrut"ucap Arian santai membuat Ana membelalakkan matanya.


"Tapi kan aneh,masa langsung bangrut ngga ada desas desusnya gitu kayak ada orang yang sengaja"ucap Ana yang hanya di balas senyuman oleh Arian.


"Biarin Aja,kita ngga usah ikut campur toh yang bangrut mereka bukan kita"ucap Arian yang membuat Ana malas untuk mengutarakan pendapatnya pada suaminya itu.


Ana masih terus mengeringkan rambut Arian sampai dia mendengar Arian mengatakan sesuatu yang membuat dia berhenti mengeringkan rambut Arian dan membuang Handuk yang dia pengang di sampingnya.


"Kamu ngga kerja"ucap Arian yang seketika membuat Ana berhenti mengeringkan rambutnya dan malah membuang handuk yang dia pengang di sebelahnya dan menatap Tajam Pada Arian.


Arian menatap Ana yang menatapnya tajam,Arian pun berdiri dan duduk di samping sang istri memindahkan handuk ke sisi Sofa kemudian bertanya lagi.


"aku nanya kamu kenapa ngga pergi kerja,kok malah ngga di jawab sih"ucap Arian lagi membuat Ana mencubitnya.


"Awww,kenapa di cubit sayang"ucap Arian pada Ana sambil memengang perutnya yang tadi di cubit oleh Ana.


"Gimana mau pergi kerja coba,kalau kamu buatnya banyak banget lihat nih"ucap Ana sambil menunjuk lehernya yang penuh dengan bekas Cupa*g.


Arian yang melihat begitu banyak Kissmark yang di buat di leher Ana,hanya bisa tersenyum.Ana yang melihat Arian tersenyum kemudian mencubitnya lagi hingga Arian meringis sambil tertawa.


"Awww....ha...ha...ha..."Ringis Arian sambil tertawa membuat Ana membalikkan badannya membelakangi Arian.


Arian yang melihat Ana ngambek,menghentikan tawanya kemudian memeluk Ana dari belakang dan menempatkan kepalanya di ceruk leher Ana lalu berkata.


"maaf ngga sengaja sayang,"ucap Arian masih dengan kepala yang berada di leher Ana.


Ana yang mendengar Arian berkata seperti itu hanya mampu menghembuskan nafasnya.


Ana tidak bisa marah terlalu lama pada Arian.

__ADS_1


"iya aku maafin"ucap Ana mulai membalikkan badannya menghadap Arian yang tersenyum senang.


Arian mencium pipi Ana dan berniat untuk turun ke leher Ana tapi,Ana sudah memberikan tatapan tajam padanya membuat dia tidak jadi melakukannya dan memilih untuk mencium pipi sang istri berulang ulang.


"udah iih,Aku mau pergi masak sarapan dulu,kak Arian mau makan apa..?"tanya Ana yang sudah berdiri berniat untuk ke dapur.


"Mau makan kamu"ucap Arian membuat Ana membelalakkan matanya dan kemudian memberikan tatapan tajam pada Arian.


Arian yang mendapat tatapan tajam dari Ana,hanya bisa cegegesan dan kemudian berkata.


"Apa aja,yang penting kamu yang masak,bahkan kalau mau buatkan kopi Asin pun aku minum"ucap Arian yang membuat Ana mengingat kejadian lalu saat dia tidak sengaja memberikan Arian kopi Asin.


Mengigat hal itu membuat wajah Ana memerah dan bergegas ke dapur meninggalkan Arian yang terus tertawa membuat Sang istri serasa di aniaya.


Ana membuat sarapan dengan cepat dan memanggil Arian untuk sarapan.Arian dan Ana kini duduk berhadapan dengan memakan sarapan mereka,di tengah2 sarapan Ana berbicara yang membuat Arian tersedak makanan.


"kak Arian punya keluarga"ucap Ana yang memang sudah lama ingin bertanya pada Arian tapi tidak pernah sempat dan sekarang saat yang tepat.


mendengar hal itu,Arian tersedak makanan yang di makannya.


"uhuk...uhuk...uhuk.."batuk Arian dan Ana langsung menyodorkan air putih dan langsung di minun oleh Arian hingga tandas.


"Tentu saja punya,aku akan mempertemukanmu dengan meraka saat kau sudah merasa siap untuk melakukan resepsi pernikahan"ucap Arian yang membuat pipi Ana merona.


"Apa kau sudah siap,untuk melakukan resepsi pernikahan...?"ucap Arian pada Ana.


mendengar hal itu,Ana mengangguk malu membuat Arian tersenyum lalu memegang pipi Ana lembut.


"Kita akan bertemu dengan mereka,tapi bukan sekarang,aku dengar kalau keluarga Mo ingin mengadakan resepsi pernikahan untuk putri mereka,aku akan mempertemukanmu dengan mereka di sana,"ucap Arian membuat Ana bingung tapi,karna Arian sudah mengatakan itu Ana tidak ingin ambil pusing lagi dia hanya menganggukkan apa yang di katakan oleh suaminya itu.


Setelah Sarapan,Arian hanya duduk di ruang tamu membuat Ana bertanya padanya.


"kak Arian ngga pergi kerja....?"tanya Ana saat sudah duduk di samping Arian sambil menaruh kopi di atas meja,karna tadi Arian memintanya untuk membuat kopi jadi Ana membuatkannya.


"Tidak,lagi malas pergi kerja,libur sehari tidak apa2"ucap Arian kemudian meminum kopinya tampa meniupnya terlebih dahulu.


Pyuuuur


"Panas..."ucap Arian.

__ADS_1


Ana yang melihat tingkah laku suaminya itu,hanya tertawa.


"ha...ha...ha..,memang panas lah kak,kan baru di bikin"ucap Ana di sela2 tawanya.


Arian hanya menanggapi Ana dengan menggeleng kepalanya kemudian meniup kopinya dan meminumnya.


Saat Arian ingin kembali meminum kopinya,tiba2 ponselnya berdering dan di lihatnya penelfon yang tidak lain adalah Carlson.


Arian melihat Ana yang fokus pada tv yang baru saja dia nyalakan,kemudian Arian pun mengangkat telfonnya.


"Halo,ada apa...?"ucap Arian yang membuat Ana menatapnya.


"Kamu di mana...?,kita lagi di H&J group ini"ucap Carlson.


"Aku di rumah,aku tidak pergi kerja hari ini"ucap Arian yang membuat Ana mengangguk lalu kembali menonton berita yang masih membahas tentang kebangrutan 2 perusahaan yang tidak tau apa sebabnya.


"Hah....,astaga seandainya kau bilang kalau kau tidak pergi kerja kami tidak akan ke sini tau"ucap Rafael merebut ponsel Carlson dari tangan pemiliknya.


"Aku sedang ingin cuti,jadi jangan menggangu"ucap Arian.


"baiklah2....,aku cuma mau memberi tahukan padamu,bahwa 2 orang yang ingin di jatuhkan sudah beres,jadi tinggal 1 orang lagi,aku ingin keluarga Mo tidak bisa bangkit meskipun mereka menjadi besan dengan keluarga Liu,Aku ingin mereka hancur karna berani menghina kakak ipar."ucap Rafael marah.


"kau tenang saja,mereka tidak akan bisa tenang dan juga bertahan selama aku masih ada,kita cuma tunggu tanggal mainnya"ucap Arian membuat Ana menatapnya,Arian yang melihat Ana menatapnya,kemudian tersenyum pada Ana yang di balas pula senyuman oleh Ana.


"baiklah,kalau begitu nikmati waktumu bersama kakak ipar"ucal Rafael.


"baiklah"ucap Arian kemudian mematikan telfon sepihak.


Arian menatap Ana kemudian tersenyum dan memeluk Ana dari samping,mereka pun mengubah posisi menjadi Ana yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Arian sambil fokus pada Tv.


Arian membelai rambut Ana,membuat Ana merasa nyaman.


'kau tenang saja ,akan ku buat siapapun yang berani menghinamu hancur,tidak akan ku biarkan mereka menginjak injak harga dirimu,selama aku masih hidup aku takkan membiarkan kau mengeluarkan air mata sedikitpun,'ucap Arian dalam hati mengecup puncuk kepala Ana.


"I love you,my wife"ucap Arian membuat Ana tersenyum kemudian mendongakkan kepalanya.


"I love you too,my husband"ucap Ana.


Mereka pun berciuman dengan keadaan tv yang menjadi saksi.

__ADS_1


__ADS_2