BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
JANJI


__ADS_3

Arian berjalan masuk lalu mendekati ruang tamu dan di sana sudah ada papanya,sedang Houyang pulang ke mansion besar keluarga Li dan Daenji kembali ke negara S.


Ryung menatap marah pada putranya itu,bagaimana tidak bahkan belum sampai 1 jam dia kembali ke rumah sudah ada telfon dari Fira yang mengatakan kalau Arian yaitu direktur baru melakukan pemecatan besar - besaran.


Arian hanya berwajah datar menanggapi tatapan mata papanya itu.


"Duduk."ucap Ryung dan Arian pun duduk berhadapan dengan papanya.


"Apa maksudmu memecat semua kepala staf dan mengantikannya dengan yang baru tampa alasan Arian...?"ucap Ryung berusaha sabar menghadapi anaknya itu.


Arian mengernyitkan alisnya tanda tidak mengerti dengan ucapan papanya yang mengatakan memecat tampa alasan.


"Aku tidak memecat mereka tampa alasan,Aku memecat mereka karna mereka melakukan hal yang merugikan perusahaan dan itu bisa membuat perusahaan papa bangrut perlahan - lahan."ucap Arian menjelaskan membuat Ryung bertanya - tanya apa maksud putranya itu.


"Apa maksudnya Arian..?"tanya Ryung pada Putranya Itu.


"Pantas saja perusahaanku menyamai perusahaan papa,karna papa terlalu percaya pada perkataan dan tindakan dari para staf yang bertingkah layaknya bos di sana.Aku memecat mereka karna alasan.Pertama,mereka tidak tepat waktu,kedua mereka bahkan tidak bisa mengerjakan pekerjaan mereka dengan benar.ketiga karna mereka melakukan korupsi dengan menutupinya sangat rapi sampai tidak ada orang yang tau,Jika saja aku tidak memeperhatikan laporan2 yang mereka kerjakan mungkin perusahaan papa yang itu akan bangkrut 1 bulan lagi"ucap Arian membuat papanya mematung.


"Aku rasa ini adalah pengaruh dari usia papa yang makin lama makin tua"ucap Arian datar menekan kata tua membuat Ryung membulatkan matanya.


"Kau sangat pandai berbicara soal umur papa yang makin lama makin tua,Seharusnya papa sudah pensiun 3 tahun yang lalu tapi...,Bagaimana papa mau pensiun kalau kau bahkan baru pulang ke mari 2 bulan yang lalu"ucap Ryung membuat Arian hanya terdiam.


Arian kemudian berdiri dari duduknya membuat papanya menatapnya seolah bertanya.


"Aku mau masuk kamar,mau mandi abis itu tiduran ama istri"ucap Arian membuat papanya membulatkan matanya,ternyata benar kata orang kalau seorang iblis pun bisa menjadi seorang malaikat ketika seseorang memberikannya kasih sayang yang akan merubah sifatnya menjadi seperti semula.


Ini pertama kalinya Arian berbicara dengan begitu banyak kata yang keluar dari mulutnya pada Ryung,jika di ingat2 saat Arian masih berusia 6 tahun dia masih tersenyum dengan riang setiap hari,tapi mengapa hal itu harus terjadi padanya,hal mengerikan yang merubah sifat Arian 360 derajat menjadi dingin dan bahkan sangat jarang mengeluarkan kata2 membuat Arian menjadi pendiam dan bahkan tidak memiliki teman dan yang mau berteman dengannya cuma Carlson dan Rafael saja yang memang memiliki nasib yang tidak jauh berbeda dengannya.


Ryung menghembuskan nafasnya kemudian menyandarkan kepalanya di sofa yang dia duduki.Memikirkan kejadian di masa lalu yang menimpa putrnya sungguh membuat dia begitu sakit.

__ADS_1


Sementara itu,Arian terus berjalan hingga tibalah dia di depan pintu kamarnya.


Arian membuka pintu dan terkejut dengan apa yang di lihatnya,dia tidak percaya kalau pintu yang di bukanya itu adalah kamarnya.


Arian menutup pintu itu lagi dan memerhatikannya dengan seksama.Ini benar pintu kamarnya dan juga letak kamarnya,lalu isinya kenapa begini.


Arian kembali membuka pintu kamarnya dan melihat Ana yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan keadaan wajah yang basah.


Ana melihat Arian yang berdiri di ambang pintu dan Ana segera berlari ke pelukan suaminya itu.


"Ana kangen"ucap Ana kini memeluk Arian.


"Aku juga kangen kamu sayang"ucap Arian membalas pelukan istrinya itu.


Ana lagi2 mengendus bau Arian membuat Arian menatapnya bingung.


"Tapi kak Arian wangi kok.Kak Arian tau ngga,Ana dari tadi muntah terus ngga enak tau"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti.


"Masa sih,...?"tanya Arian pura2 bingung.


"Iya kak,Di tambah tadi kakek Li sama kakek Su berantem soal nama anak kita,bikin Ana pusing,tapi dikit hehe."ucap Ana kemudian menarik Arian untuk duduk di atas tempat tidur yang sudah dia ganti spreinya dengan yabg baru.


"Mereka melakukan itu,apa mereka tidak lihat kalau perut istriku ini masih rata kayak gini"ucap Arian saat sudah duduk di atas tempat tidur.


"Hihi mungkin mereka terlalu senang kali,oh lihat itu foto kak Arian sama Ririn udah aku bersihin jadi kayak baru lagi"ucap Ana sambil menunjuk bingkai foto itu.


Arian melihat bingkai foto itu yang seperti baru dan fotonya bersama dengan Ririn terlihat seperti baru di ambil beberapa hari yang lalu.Arian terdiam bahkan sudah mengepalkan tangannya,Ana yang menyadari tidak ada respon dari Arian memudian menatap Suaminya itu yang raut wajahnya berubah menjadi dingin dan itu membuat Ana sedikit takut.


Dengan mengumpulkan keberanian,Ana menyentuh lengan suaminya itu membuat Arian tersadar kemudian segera mengubah raut wajahnya,Arian tersenyum pada Ana menbuat rasa takut Ana hilang seketika.

__ADS_1


Arian pun berdiri dari duduknya berniat untuk pergi mandi.


"Aku pergi mandi dulu sayang"ucap Arian sambil tersenyum kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Arian membuka seluruh pakaian dan menyalakan shower dan kini tubuh Arian sudab basah,Arian mengepalkan tangannya saat memori kelam kembali ke ingatannya,memori yang ingin dia singkirkan tapi tidak tidak bisa,Arian memukul dinding di dalam kamar mandi membuat dinding itu sedikit retak.


'Aku tidak akan pernah membuat Ana melihat diriku yang itu dan saat anak kami lahir aku tidak akan membuat kejadian yang terjadi padaku menimpa mereka,aku tidak akan membuat mereka merasakan sakit atau kehilangan'ucap Arian dalam hati berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi keluarganya.


Esoknya pukul 06.44 pagi.


Arian bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk segera berangkat ke perusahaannya untuk menyelesaikan urusannya baru kemudian ke perusahaan papanya.


Ana sudah bangun dari tadi,saat ini dia sudah berada di meja makan duduk bersama kedua mertuanya,tidak lama kemudian Arian turun dengan setelan jas yang rapi tapi belum pakai dasi.


Arian segera berdiri di hadapan istrinya dan memberikan Ana dasi yang di pengangnya dan Ana pun dengan sigap mengambil dan memakaikannya pada suaminya itu.


mungkin hal itu sudah menjadi kebiasaan Arian untuk di pakaikan dasi oleh istrinya.


Arian menyambar kopinya dan kemudian mencium kening istrnya dan segera berlari membuat ketiga orang itu mematung.


"Dia kenapa buru2 sekali,Kau tidak melakukan sesuatu pada putramu kan...?"tanya Naina pada suaminya dan sukses membuat Ryung tersedak dengan kopi yang di minumnya.


"Uhuk...uhuk....,Apa yang kau katakan sayang..?"tanya Ryung pada Istrinya itu.


"Ana makan yang banyak sayang,ini semua makan yang baik buat ibu hamil"ucap Naina mengabaikan Ryung,Ana hanya tersenyum kemudian memakan makanannya dia terus terpikir soal Arian,yang agak aneh saat membahas masa kecil suaminya itu.


Di sisi lain,Arian yang sudah sampai di H&G Gruop segera masuk ke dalam Ruangannya untuk beristirahat sejenak sebelum Kimso datang dengan semua berkas yang harus di lihatnya.


Di tengah ketenangan Arian,lagi2 ada seseorang yang membuka pintu dengan keras membuat Arian serasa ingin memasukkan orang itu ke dalam peti mati.

__ADS_1


__ADS_2