BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
BERMAIN


__ADS_3

DUG


Fira terduduk di lantai saat dia tidak sengaja menabrak seseorang,sungguh kemalangan kenapa dia harus terus tertimpa kemalangan saat seperti ini.


"Kau baik2 saja...?"ucap orang yang tidak sengaja menabrak Fira dan kemudian mengulurkan tangannya.


Fira seperti tidak asing dengan suara yang baru saja dia dengar,Fira mengangkat kepalanya dan melihat seorang pria berjas hitam rapi sedang menatapnya sambil mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.


Jantung Fira berdetak 2 kali lebih cepat saat melihat pria di hadapannya itu yang tidak lain adalah Kimso.


Fira meraih uluran tangan Kimso dan berdiri kemudian berterima kasih dan berlari ke tempat duduknya.Kimso yang melihat hal itu sedikit bingung,ini pertama kalinya dia melihat wanita yang seperti menghindarinya.


Kimso mengelengkan kepalanya menyingkirkan semua fikiran aneh yang sempat singgah,Kimso berjalan masuk ke ruangan Arian setelah mengetuk pintu dan mendapat ijin dari Arian.


Kimso melangkahkan kakinya masuk dan melihat Arian yang tidak henti2nya berkutak dengan berkas2.Kimso berjalan mendekati Arian dan kemudian membungkukkan sedikit badannya membuat Arian mengangkat kepalanya yang sedari tadi fokus pada berkas kini melihat Kimso.


"Ada apa...?"ucap Arian to the poin.


"Aku ke sini untuk membicarakan masalah kontrak kerjasama yang di kirim oleh salah 1 perusahaan dari kota B."ucap Kimso membuat Arian mengernyititkan alisnya.


"Mereka ingin bekerja sama dengan AR


Group Finansial."ucap Kimso kemudian menaruh berkas yang sedari tadi di pengangnya di depan Arian.


Arian mengambil berkas itu kemudian melihatnya dengan seksama,Arian mengernyitkan alisnya saat membaca berkas itu.


Ini pertama kalinya Arian menerima surat kontrak yang di ajukan oleh perusahaan lain padanya yang mana memberikan keuntungan lebih padanya.


Arian terus membaca kontrak itu,hingga dia menemukan sesuatu yang menurutnya ganjil dalam berkas kontrak itu.Arian tersenyum devil melihat hal itu.


"Apa mereka fikir,mereka sedang berhadapan dengan kucing,sampai ingin bermain seperti ini,"ucap Arian,Kimso yang mendengar hal itu mengerti jika Arian menemukan sesuatu yang ganjil dari kontrak itu.


"Siapa pemilik perusahaan ini...?"tanya Arian pada Kimso dengan wajah datar.


"Tuan Warki Eldonio,Ketua mafia di kota B.kelompok mafianya sudah berdiri cukup lama dan di takuti di kota B dan dia juga memiliki 1 anak laki2 dan 2 perempuan.istrinya sudah meninggal akibat kecelakaan atau bisa di bilang upaya pembunuhan pada Warki yang mengenai istrinya yang di kirim oleh kelompok lain"ucap Kimso padat dan jelas.


Kimso tau,setiap ada perusahaan yang ingin bekerja sama dengan mereka,Kimso akan mencari tau terlebih dahulu bahkan membuka informasi rahasia yang tidak di ketahui oleh orang lain dan itu semua di ajarkan oleh Arian.


Karna Arian berpesan pada Kimso,jika seseorang adalah iblis maka kita harus menjadi malaikat tapi berjiwa iblis.jika mereka pintar makan kita lebih pintar lagi.


kata2 itulah yang selalu Arian ucapkan untuk membuat seorang Kimso menjadi seperti sekarang,licik dan pintar persis seperti Arian.

__ADS_1


"Mafia kota B,apakah mereka mengira kalau kita ini adalah orang bodoh.karna mereka yang ingin maka,mari bermain dengan mereka"ucap Arian memasang wajah dingin.


"Kita akan bermain dengan mereka,Kimso.lakukan seolah - olah kita masuk dalam perangkap"ucap Arian sambil tersenyum devil.


Kahancuran Warki Eldonio akan di mulai hari ini,sungguh bodoh,Dia benar2 membangunkan seokor singa yang tertidur.mereka ingin bermain dengan Arian yang jelas2 memiliki kepintaran di luar nalar.


"Kalau begitu,aku pamit untuk mengurus semuanya"ucap Kimso berniat pergi tapi Arian menghentikannya.


"Tunggu,aku ingin bertanya padamu Kimso...?"ucap Arian membuat Kimso menatapnya.


"Apa kak...?"ucap Kimso menatap Arian yang juga menatapnya.


Arian pun mengeluarkan pertanyaan yang membuat Kimso tidak mampu berkata - kata.


"Kapan kau akan menikah,Kimso...?"tanya Arian yang sukses membuat seorang Kimso mematung di tempatnya.


Kimso tidak bisa berbicara karna pertanyaan Arian yang menurutnya sangat tepat mengenai jantungnya.


Kimso menghembuskan nafasnya,mungkin inilah yang di sebuat pertanyaan pembawa maut.


"Aku belum mau menikah,Kak."ucap Kimso sedikit lemas.


"Bilang saja kalau kamu belum punya pacar"ucap Arian dan lagi2 tept sasaran.


Kimso memengang dadanya yang baru saja mendapat hantaman pertanyaan yang begitu menyakitkan baginya.


"Bagaimana aku mau punya pacar,kalau aku selalu sibuk dan lagi wanita itu menyebalkan,mereka hanya tau bagaimana caranya menaiki ranjang seorang pria kaya dan bergelayut manja pada lengan seorang pria dan juga tidak ada wanita yang bisa setia di dunia ini"ucap Kimso mengeluarkan keluh lesahnya dan kemudian menatap Arian yang juga menatapnya datar karna perkataan Kimso yang mengatakan kalau tidak ada waniat yang setia di dunia ini.


"Maksudku...,jarang ada wanita yang setia di dunia ini"ralat Kimso membuat Arian menyandarkan kepalanya di sandaran kursinya.


"kalau kau tidak mencarinya,bagaimana kau bisa menemukannya"ucap Arian membuat Kimso berbicara dalam hati.


'bagaimana mau mencarinya,jika aku terus sibuk 24 jam nonstop'ucap Kimso dalam hati.


"Pergilah keluar di mana saja,dan ajak Rafael dia pasti akan mengajarkanmu apa yang dia tau soal wanita,aku memberikanmu cuti dan jangan kembali sampai kau menemukan bibi yang baik untuk keponakanmu yang belum lahir"Ucap Arian yang sukses membuat Kimso membulatkan matanya.


"Tadi kakak bilang Apa...?"tanya Kimso memastikan pendengarannya.


"Aku bilang kau harus menemukan wanita untuk menjadi pendampingmu dan jangan kembali sampai kau menemukannya.jika aku menadapatkan kau berkeliaran di H&G Group maka aku akan meminta Desta untuk mengurungmu di markas"ucap Arian membuat Kimso membulatkan matanya dan kemudian berlari ke arah Arian dan memohon seperti orang yang tidak ingin di hukum oleh Ayahnya.


"Kakak ku mohon,tarik kembali ucapanmu.aku lebih baik kerja dari pada mencari pasangan hidup,ku mohon kak,ampuni adikmu ini,tolong biarkan adikmu ini bekerja dari pada mencari seorang wanita"ucap Kimso memohon tapi Arian hanya berwajah datar.

__ADS_1


Arian kemudian berdiri dan menyeret Kimso keluar ruangannya bak anak kucing yang di keluarkan dari rumah.


"Jika di hari resepsi pernikahanku kau belum membawa seorang wanita sebagai calon istrimu,maka aku akan minta mama untuk menyiapkan kancan buta untukmu"ucap Arian saat Kimso sudah berada di depan pintu ruangannya dan dia yang berdiri di ambang pintu.


Kimso membulatkan matanya dan kemudian berdiri berniat untuk membujuk Arian tapi Arian sudah menutup pintu membuat Kimso mengumpat.


"Wanita Sia**n"umpat Kimso yang di tunjukkan kepada para Wanita.


Kimso mengacak rambutnya frustasi,kemudian membalik badan dan pergi ke suatu tempat yang menurutnya dapat membantu.Fira yang duduk di kursinya melihat semua kejadian barusan hanya terdiam dan kemudian kembali fokus.


Di sisi lain,Rafael yang sudah mengantar Ana segera kembali ke apartemennya untuk bertemu dengan pujaan hatinya,siapa lagi kalau bukan Sarah.


Rafael masuk ke dalam apartemen yang ternyata tidak di kunci,dia pun masuk tampa menutup pintu dan segera berlari ke dapur dimana sudah ada Sarah di sana yang sedang menyiapkan camilan.


Sarah yang sudah selesai kemudian berbalik berniat untuk menaruh camilan di atas meja karna dia akan menonton film bersama dengan Rafael di apartemen.


Sarah terkejut ketika berbalik dan sudah mendapati Rafael berdiri sambil tersenyum padanya.


"kamu bikin kaget aja deh,Yang.udah selsai sama urusannya..?"tanya Sarah sambil berjalan ke ruang tamu di ikuti oleh Rafael.


"Udah selesai,main yuk,"ucap Rafael kemudian menarik Sarah ke pelukannya setelah selasai menaruh camilan di atas meja.


Rafael kemudian mengecup singkat bibir Sarah yang kemudian menjadi lumatan.Sarah kemudian mengalungkan tangannya di leher Rafael dan membalas lumatan Rafael.


Di tengah keasyikan mereka,tiba2 terdengar suara yang membuat kedua orang itu melepaskan pangutan mereka dan menatap seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu dan segera orang itu menutup pintu .


"Maaf menganggu"


Brak


-


-


-


-


-


HAPPY READING ALL

__ADS_1


SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2