
Liyana dan Naina saling memandang 1 sama lain melihat Revin yang berhenti menangis saat Arian mengendongnya bahkan meminum susu di dot itu,padahal tadi saat Naina yang mengendong dan memberikannya dot susu tapi Revin tidak juga berhenti menangis.
Arian terus mengendong Revin dan memengang botol dot itu.Revin pun tertidur di gendongan sang ayah membuat kedua neneknya mematung di tempat.
"Revin sudah tidur,sini biar mama yang gendong,kamu makan aja lagi,"ucap Naina membuat Arian memberikan Revin untuk di gendong oleh Ibunya.
Belom berpindah ke gendongan Naina,Revin kembali menangis membuat Arian kembali menimang - nimang putranya itu.
"Mama sama Ibu duduk aja,sepertinya Revin tidak mau di gendong sama orang selain Arian"ucap Arian membuat kedua wanita parubaya itu mengangguk mengerti dan kemudian berjalan ke sofa dan duduk di samping suami mereka masing2.
Arian masih mengendong Revin hampir 2 jam membuatnya memutuskan untuk duduk di sofa.
Arian mendudukkan tubuhnya di sofa sambil mengendong Revin yang tidak ingin lepas darinya.
Ryung,Naina,Young dan Liyana sudah pamit 1 jam yang lalu untuk pulang ke rumah.Arian berpindah ke sofa panjang dan meluruskan kakinya yang keram akibat berdiri sedari tadi.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam Arian pun berdiri dari duduknya dan berniat untuk menidurkan Revin di tempat tidur bayi di samping Revan.
Arian menurunkan Revin perlahan agar putranya itu tidak terbangun dari tidurnya.
Arian memyentuh kedua pipi putranya itu dan kemudian tersenyum.
Arian pun kembali ke sofa dan langsung menidurkan dirinya di sofa panjang karna dirinya sudah mengantuk.
Saat Arian memejamkam matanya,tiba2 terdengar suara Ana yang memanggilnya.
"Kak Arian..."ucap Ana dengan suara khas bangun tidurnya.
Arian yang mendengar Ana manggilnya segera terbangun dan menghampiri istrinya itu.
"Kenapa...??,apa kamu butuh sesuatu"ucap Arian pada Ana.
Ana mengelengkan kepalanya kemudian mengeser sedikit tubuhnya ke samping.
"Kak Arian tidur di sini aja"ucap Ana tersenyum pada suaminya.
Arian kemudian naik ke brangkar itu dan membaringkan badannya di ikuti oleh istrinya.
__ADS_1
Ana memeluk Arian erat dan membenangkan wajahnya di dada bidang suaminya itu dan kemudian terlelap,tidak lama setelah itu Arian pun ikut terlelap.
Pukul 4 pagi.
Arian terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tangisan putranya.Arian segera turun dari brangkar istrinya itu dan menghampiri tempat tidur bayi di mana salah 1 putranya sedang menangis keras.
Arian mengendong putranya yang menangis yang tidak lain adalah Revan,Ana yang mendengar hal itu terbangun dari tidurnya dan melihat Arian yang sudah mengendong putra mereka mencoba menenangkannya.
"Mungkin dia lapar"ucap Ana membuat Arian berjalan mendekatinya dan kemudian memberikan Revan ke pada Ana untuk di beri Asi.
"Kakak tidur lagi aja,Biar Revan Aku yang urus"ucap Ana pada suaminya itu yang terlihat begitu mengantuk.
Arian mengelengkan kepalanya tanda tidak menyetujui hal yang di katakan oleh istrinya itu.
"Aku ngga apa2,tinggal cuci muka aja,abis itu ngga ngantuk lagi"ucap Arian membuat menghembuskan nafasnya.
"Tapi kan Kak,kakak baru tidur 4 jam loh,kalau aku udah tidur cukup lama,kakak...."ucap Ana yang terpotong karna Arian sudah berbicara.
"Ngga apa2 kok,sayang.masa kamu jagain mereka dan aku malah tidur"ucap Arian membuat Ana menghembuskan nafasnya pasrah karna suaminya itu tidak mungkin menarik kata2nya.jika sudah berkata seperti itu maka,dia pasti akan melakukannya.
"Ya udah deh,kakak pergi cuci muka dulu,biar seger"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti dan kemudian berjalan ke kamar mandi untuk menbasuh wajahnya.
"Udah selesai"ucap Arian yang di tujukan pada Revin yang mulai melepaskan hisapannya dari put**g ibunya.
Arian memgendong Revan kembali ke tempat tidur bayi dan membaringkannya perlahan.
Arian memperhatikan lama kedua putranya dan kemudian kembali ke pada sang istri.
"Kok ngga tidur lagi sih,Sayang."ucap Arian yang kini berada di samping brangkar Ana.
"Kak,Aku mau pulang ke rumah nanti,aku udah ngga bisa di rumah sakit lagi,"ucap Ana membuat Arian menatapnya dengan tatapan bingung.
"Kenapa...??"tanya Arian pada istrinya itu.
"Aku ngga bisa liat kamu kayak tadi malam,"ucap Ana yang tidak ingin melihat suaminya itu tidur di sofa.
"Baiklah,aku akan urus nanti,jadi kau tidak perlu khawatir lagi,oke"ucap Arian menbelai pipi istrinya itu dan kemudian mengecup puncuk kepala Ana.
__ADS_1
"Tidur lagi yuk"ucap Arian dan Ana pun mengangguk.
Arian kembali naik ke brangkar Ana dan tidur dengan posisi seperti tadi malam di mana Ana memeluknya erat dan Arian pun membalas pelukan istrinya itu.
Pukul 8 pagi.
Arian dan Ana sedang mengurus kedua bayi mereka,di mana Arian sedang mengendong Revan dan Ana sedang menyusui Revin.
Tiba2 pintu terbuka dan memperlihatkan Rafael dan Sarah yang datang dengan membawa keranjang buah dan kantong plastik yang berisi minuman bersoda.
Sarah berjalan ke Arah brangkar Ana sedang Rafael berjalan mendekati sofa dan menaruh kantong plastik yang berisi minuman bersoda di atas meja beserta keranjang buah yang di pengangnya.
"Halo,Ana.ehhh si kecil masih bangun aja,kenapa ngga tidur sih,biar Bibi Sarah kalian ini bisa ngobrol sama Mommy kalian"ucap Sarah saat berada di samping brangkar Ana dan kemudian mencubit pipi Revin gemas.
"Mereka baru aja bangun,jadi mungkin masih lama buat tidur"ucap Ana membuat Sarah memayunkan bibirnya.
"Arian duduk di sini napa,lo ngga capek apa berdiri terus kayak gitu"ucap Rafael yang melihat Arian yang terus berdiri bukannya duduk di sofa.
Arian pun berjalan mendekati sofa dan duduk di samping Rafael.
"Gitu dong"ucap Rafael yang membuat Arian ingin sekali memukulnya,seandainya saja Arian tidak mengendong Revan,mungkin dia sudah memukul kepala sahabatnya itu.
"Kok gue kayak liat duplikat lo ya,Lo bikinnya kayak gimana,Ran.sampai muka mereka mirip lo semua"ucap Rafael yang semakin membaut Arian kesal.
Rafael berniat untuk mencubit pipi Revan tapi Arian suda menatapnya tajam membuat Rafael menghentikan niatnya.
"Na,kamu ngidam apaan sih,sampai 2 baby boymu ini mirip bapaknya semua"ucap Sarah membuat Ana menatapnya.
Arian dan Rafael yang mendengar hal itu mengarahkan pandangan mereka menatap Sarah yang fokus pada Revin yang kini tertidur di gendongan Ana.
"Ngidam....?,ngga ngidam apa2 kok,Sa.cuma mau makan yang asam2 aja,kenapa...?"tanya Ana membuat Sarah menatapnya curiga.
"Masa sih cuma itu,terus yang hari itu di rumah sakit apa coba..."ucap Sarah mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat dirinya dan Rafael tidak sengaja melihat pemandangan panas di rumah sakit.
"Oh yang itu,Lagi pengen aja kali,Sa.lagian waktu itu udah lama aku ngga lakuin itu sama kak Arian,gara2 dia sibuk"ucap Ana yang otaknya lagi2 mulai gesrek.
Sarah menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
__ADS_1
"Lo tau ngga,Na.Rafael tuh ya kalau mau yang kayak gituan pasti dia bakal mintanya di kamar mandi"ucap Sarah yang sukses membuat Rafael terkejut