
Arian semakin tertawa tampa suara ketika Rafael mengumpat padanya.
"Sayang,udah ih."ucap Rafael pada Sarah yang sepertinya semakin ingin membahas hal itu.
"Apaan sih,orang lagi cerita juga"ucap Sarah membuat Rafael serasa ingin segera pulang dan bersembunyi di dalam kamar.
Tiba2 pintu terbuka menampilkan 2 pasang suami istri yang tidak lain adalah Ryung,Naina,Young dan Liyana.
"Selamat sore,eh..,ada Rafael dan Sarah toh"ucap Naina saat memasuki ruangan dan melihat Sarah dan Rafael.
"Sore,Bi.oh iya,Ran.gue balik dulu ya,ayo sayang kita pulang dulu"ucap Rafael kemudian berdiri dan menghampiri sang istri yang berdiri di samping brangkar Ana.
"Tapi aku...."ucap Sarah yang terpotong karna Rafael sudah berbicara.
"Kita dateng lagi besok,sekarang kita pulang dulu,buat mandi."ucap Rafael membuat Sarah pasrah dan kemudian pamit pada sahabatnya.
"Na,Aku pulang dulu ya.besok aku dateng lagi"ucap Sarah dan Ana pun mengangguk mengerti.
"Paman,Bibi,kami pamit pulang dulu,"ucap Rafael dan ke 4 orang itu mengangguk.
"Oh iya,Na.ini Ibu bawa susu buat anak kalian,buat persiapan kalau mereka bangun barengan"ucap Liyana kemudian meletakkan paperbag yang berisi kotak susu bubuk di atas meja di samping brangkar Ana.
"Mereka udah bangun...??"tanya Naina pada pada menantunya itu.
"Cuma Revin,Ma.tadi."ucap Ana membuat Naina memgangguk mengerti.
Sementara itu,Ryung dan Young mendekati tempat tidur bayi dan melihat 2 cucu mereka yang begitu mengemaskan.
Arian memilih untuk fokus pada Laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sedari tadi tertunda.
Ryung dan Young terus memperhatikan cucu mereka hingga tiba2 Ryung membisikkan sesuatu pada besannya itu.
"Sebenarnya aku sudah menyiapkan nama untuk mereka"bisik Ryung pada Young.
Young yang mendengar hal itu,mendekatkan dirinya pada Ryung dan mulai berbicara dengan suara yang begitu kecil.
"Aku juga sudah menyiapkan nama untuk mereka,Tapi melihat kedua orang tua itu yang begitu antusias membuat aku mengurungkan niatku untuk memberi nama pada cucu kita"bisik Young membuat Ryung mengangguk,setuju dengan apa yang di katakan oleh besannya.
"Jika tadi aku berbicara dan memberi nama,bisa2 aku akan dapat tatapan tajam dari mertua"bisik Ryung.
__ADS_1
"Aku fikir kau tidak takut lagi pada Paman Daenji"Bisik Young membuat Ryung menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit di mengerti oleh Young.
Ryung dan Young menghembuskan nafas mereka bersamaan membuat Arian melihat mereka sekilas kemudian mengelengkan kepalanya.
Meski pun Arian duduk di sofa sementara Ryung dan Young di dekat tempat tidur bayi,Arian masih bisa mendengar apa yang 2 orang itu bicarakan meski mereka berbisik sekalipun.
Pukul 7.00 malam
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan sudah waktunya makan malam.
Ryung,Naina,Youn dan Liyana memutuskan untuk makan malam di luar meninggalkan Ana dan Arian di dalam ruangan inap Ana.
Ana sedang makan malam di atas brangkarnya sedang Arian masih sibuk dengan laptopnya.
Tiba2 Salah 1 putra mereka menangis keras membuat Arian bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati tempat tidur bayi.
Arian melihat siapa yang menangis yang tidak lain adalah Revan.Arian mengendong putranya itu mencoba menghentikan tangisannya tapi tidak bisa.
"Mungkin dia lapar,Coba berikan susu yang ibu buat tadi"ucap Ana membuat Arian berjalan mendekati istrinya dan kemudian mengambil botol susu di atas meja di samping brangkar Ana.
Sebelum Naina pergi,Dia sudah menyiapkan susu di botol dot untuk jaga2 jika ke 2 cucunya terbangun sekaligus.
Revan masih mengemut ****** dot itu meski isinya sudah habis.
Arian menarik botol itu dan menaruhnya di atas meja,Arian melihat bibir Revan yang masih bergerak seperti mengemut ****** dot padahal sudah dia singkirkan.
Arian menahan tawanya saat melihat bibir putranya itu yang masih terus bergerak,dengan kejahilannya,Arian mencubit hidung putranya itu membuat Revan sedikit terngangu dan bibirnya pun berhenti.
Tidak sampai di situ,Arian kembali mencubit hidung putranya itu hingga membuat Revan mengeliat di gendongannya tanda tidurnya terngangu.
Merasa gemas dengan prliaku putranya,Arian terus mencubit hidung putranya itu hingga terdengar suara deheman membuat Arian mengangkat kepalanya dan melihat sang istri yang menatapnya tajam.
Arian hanya cengegesan mendapat tatapan tajam dari istrinya.Arian terus mengendong Revan bahkan sampai mengelilingi ruangan itu.
"Kak,Aku udah selesai makan"ucap Ana pada suaminya itu.
Arian yang mendengar hal itu tersenyum kemudian mengangguk,Arian menurunkan Revan kembali ke tempat tidur bayi dan berjalan mendekati brangkar Ana dan menyingkirkan semua piring di atas meja dan membawanya ke westafel di ruangan itu.
"Kak Arian ngga makan...??"tanya Ana saat Arian kembali duduk di sofa dan berniat untuk mengambil laptopnya yang ada di atas meja di depan sofa tempat ia duduk.
__ADS_1
"Tunggu mereka balik,baru Aku makan"ucap Arian tersenyum pada Istrinya.
"Kalau kamu udah lelah,tidur aja,biar aku yang jagain mereka berdua"ucap Arian lagi membuat Ana mengangguk mengerti.
Ana membaringkan badanya dan menatap suaminya dan kemudian tertidur.Arian masih fokus pada laptopnya hingga tiba2 pintu terbuka dan masuklah 2 pasangan parubaya.
Arian mengangkat kepalanya yang tadi fokus ke laptopnya kini melihat orang tuanya beserta mertuanya memasuki ruangan itu.
"Arian,Ini makan malammu,maaf kami lama"ucap Naina kemudian meletakkan kantong plastik yang berisi tapperware.
Arian menutup laptopnya kemudian menaruhnya di atas meja.Arian membuka tapperware itu dan bersiap untuk makan,Tiba2 suara tangisan putranya membuat tangannya yang sudah siap menyuap makanan ke mulutnya terhenti dan kemudian kembali menaruh sendok itu dan bersiap berdiri.
"Biar mama aja"ucap Naina berdiri dari duduknya.
"Liyana,kamu duduk aja,biar aku saja"ucap Naina yang melihat Liyana hendak berdiri.
Liyana mengangguk mengerti dan kembali duduk di samping suaminya itu.
Naina mendekati tempat tidur bayi dan melihat siapa yang menangis yang ternyata Revin,Naina mengendong cucu keduanya itu mencoba menghentikan tangisnya.
Liyana bangkit dari duduknya dan segera membuat susu untuk cucunya.
Arian menyuap makanan ke dalam mulutnya sambil memperhatikan mertuanya yang membuat susu.
"Ini Naina,Aku rasa dia lapar"ucap Liyana memberikan susu yang baru saja dia buat.
"Ini masih hangat..??"tanya Naina yang di angguki oleh Liyana.
"Aku membuat baru karna botol susunya kosong,sepertinya tadi salah 1 dari mereka bangun"ucap Liyana membuat Naina memgangguk mengerti.
Revin terus menangis meski sudah di beri susu,Arian yang melihat hal itu segera meminum air dan berjalan mendekati mertua dan Ibunya.
"Biar aku saja,Ma,Bu."ucap Arian membuat kedua wanita paru baya itu menatapnya.
Naina memberikan Revin pada Arian,Naina memberi botol susu pada Arian yang kini mengendong putranya itu.
Arian terus menimang putranya agar tidak menangis,karna bisa2 Ana terbangun dari tidurnya.
Naina dan Liyana terdiam dengan apa yang mereka lihat di hadapan mereka,sungguh hal yang sangat langka.
__ADS_1
'Mungkin Arian akan sangat dekat dengan putra2nya'ucap Naina dan Liyana dalam hati.