BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
BOROS


__ADS_3

Hari Ini adalah hari pernikahan keluarga Mo,Arian dan ana sedeng bersiap - siap untuk pergi ke sana.


"Sayang,udah selesai belum"ucap Arian dari luar kamar karna sudah selesai berpakaian.


"Iya,sebentar lagi"teriak Ana dari dalam kamar.


"Kok lama banget sih, sa....yang"ucap Arian ketika membuka pintu dan mendapati Ana yang baru mengenakan lipstik.


"Ngga usah di tambahin apapun,kamu tetap cantik kok"ucap Arian yang kini sudah memeluk Ana dari belakang.


"Kak Arian jadi semakin tampan ya,apa lagi pakai jas gini,makin double deh gantengnya."puji Ana membuat Arian tersenyum dan membenangkan kepalanya di ceruk leher Ana.


"udah selesai kan,kita berangkat nanti telat"ucap Arian dan di angguki oleh Ana.


Sesampainya mereka di parkiran,Ana tidak melihat mobil yang sering di pakai oleh Arian melainkan mobil Ferari berwarna biru yang sudah terparkir di sana.


"Kak Arian,mobil kak Arian mana...?"ucap Ana bingung.


Arian terdiam sejenak kemudian tertawa lepas membuat Ana semakin bingung.


"hahaha,"tawa Arian yang tidak tahan dengan tingkah polos istrinya.


"ini mobil yang akan kita pake ke Pernikahan keluarga Mo"ucap Arian sambil menunjuk mobil Ferari yang ada di hadapan mereka.



Ana membulatkan matanya tidak percaya,bagaimana mungkin suaminya ini bisa membeli mobil Ferari yang jelas sangat mahal apalagi yang model begini.


Sepertinya Arian mulai boros ,Ana harus memberi tahu Arian kalau mereka terus menerus boros begini,bagaimana nanti dengan masa depan mereka dan juga anak mereka nanti,begitulah fikir Ana.


"Ayo sayang,nanti kita telat loh"ucap Arian mempersilahkan Ana masuk lebih dulu.


Di tengah perjalanan,Ana terus melamun bahkan tidak mendengar Arian yang terus memanggilnya.Arian menyentuh tangan Ana menyadarkannya dari lamunannya yang mungkin semakin tinggi.


"Kamu baik2 aja,sayang"ucap Arian sambil melirik Ana sekilas kemudian kembali fokus ke depan.


"Ah,tidak apa2 kok kak,aku cuma berfikir bukankah kita sekarang terlalu boros"ucap Ana membuat Arian tersedak ludahnya sendiri.


"uhuk..uhuk,tadi kamu bilang apa,sayang"ucap Arian mencoba memastikan.


"Aku bilang,bukan kah kita terlalu boros,kita akan segera punya Anak,jika kita terus seperti ini bagaimana masa depan anak kita nanti"ucap Ana panjang lebar membuat Arian takjub karna istrinya itu bahkan sudah berfikir sampai ke situ.


Arian tersenyum kemudian mengengam tangan Ana dan mengecupnya lembut.


"baiklah,aku tidak akan boros lagi,"ucap Arian membuat Ana tersenyum.


15 menit kemudian,Mereka berdua tiba di sebuah hotel di mana acara itu di adakan.

__ADS_1


Arian menghentikan mobiknya dan kemudian turun untuk membukakan pintu untuk Ana.


Mereka pun berjalan untuk memasuki hotel,tiba2 Arian menghentikan langkahnya membuat Ana juga ikut menghentikan langkahnya dan menatap suaminya itu.


"Ada apa...?"tanya Ana pada Arian.


"Kamu masuk lebih dulu ya,sayang.aku mau telfon seseorang dulu"ucap Arian membuat Ana murung seketika.


Arian yang melihat hal itu,hanya bisa tersenyum kecil.


"Aku akan segera masuk saat sudah menelfon,aku janji"ucap Arian membuat Ana mengangguk.


Di sela2 pembicaraan mereka,tiba2 terdengar suara yang membuat keduanya berbalik dan menatap seseorang yang terus berteriak.


"ANA.."teriak seorang wanita yang tidak lain adalah Sarah.


"Ana kamu cantik banget,dan juga ada Kak Arian"ucap Sarah ketika berada di hadapan sepasang suami istri itu.


"Kok belum masuk sih,acaranya udah di mulai lo,Kalau kita telat entar ****** itu bilang yang aneh2 lagi nanti"ucap Sarah setengah menyindir Melinda.


"Kalau gitu kamu masuk sama Ana duluan,entar aku nyusul.Aku mau nelfin seseorang lebih dulu"ucap Arian membuat Sarah membulatkan matanya.


'Arian ngga bakalan nelfon Rafael buat kemari kan'ucap Sarah dalam hati masih belum bisa bertemu dengan Rafael,karna merasa bersalah.


Arian memerhatikan wajah Sarah yang seperti sedikit khawatir dan itu bisa di baca oleh Arian.kalau Sarah tidak ingin bertemu dengan Rafael untuk sementara waktu.


"Siapa juga"ucap Sarah tapi Arian sudah berjalan menjauh dari mereka berdua.


"Udahlah Sa.kita masuh yuk"ajak Ana dan Sarah pun langsung mengandeng tangan Ana dan berjalan masuk bersama.


Sementara itu,Arian memgambil ponselnya dan menelfon Nomor Rafael.


Drrrt....drrrrrt....drrrtt


"Halo,kak"ucap Rafael saat sudah mengangkat telfonnya.


"Kau dimana sekarang...?"tanya Arian dengan raut wajah serius.meski Rafael tidak melihatnya,dia tau kalau Arian sedang memasang wajah super duper serius di sana.


"Aku sudah berada di dekat markas mereka dengan orang kita dan juga dengan Carlson"ucap Rafael malas karna Ada Carlson yang ikut bersamannya.


"kalau begitu....lakukan,aku menunggu kabar baiknya"ucap Arian sambil tersenyum devil dan kemudian mematikan panggilan secara sepihak membuat Rafael jadi menggerutu sendiri.


"Dasar Arian,kenapa coba harus matiin panggilannya kan gue mau protes,"rutuk Rafael saat Arian mematikan panggilannya.


"Lo mau protes apaan..?"tanya Carlson membuat Rafael hanya menatapnya malas.


"protes soal Lo lah"ucap Rafael membuat Carlson mengernyitkan Alisnya.

__ADS_1


"Soal gue..?"tanyanya yang membuat Rafael serasa ingin berteriak tapi dia urungkan.


"ya iyalah soal Lo,kenapa coba lo harus ikut juga,kan Gue pengen senang2 dikit"ucap Rafael mengeluarkan unek2nya.


"Sudahlah kapan2 aja,sekarang kita harus membereskan mereka dengan cepat"ucap Carlson kemudian memberikan Arahan pada bawahannya untuk bergerak.


******


Sementara Itu,Ana yang sudah memasuki hotel sedari tadi mulai berbaur dengan tamu lain.Para tamu yang berbaur dengannya terus bertanya soal gaun yang dia kenakan,Ana hanya membalas dengan tersenyum manis pada mereka.


tiba2 terdengar suara yang membuat semua orang yang mengelilingi Ana sedikit menjauh.Sarah yang melihat hal itu mengepalkan tangannya karna merasa jengkel karna harus mendengar mulut jal**g berbicara kasar pada temannya.


"Wah aku fikir kau tidak datang,Ana"ucap Melinda yang berjalan mendekati Ana bersama dengan Kevin yang dia rangkul terus.


Ana yang melihat itu hanya berwajah datar dan kemudian tersenyum manis.


"Selamat untuk pernikahan kalian,aku turut senang"ucap Ana sambil tersenyum simpul.


"Terima kasih,untuk ucapan selamatnya,apa kau kesini sendirian di mana suamimu itu..?"ucap Kevin dengan tampang sedikit merendahkan.


"Untuk apa kau mengurus urusan orang,Tuan muda Liu."ucap Sarah dengan senyum yang di paksakan.


Ana menatap Sarah yang juga menatapnya,Ana mengelengkan kepalanya yang mengatakan kalau dia tidak boleh begitu.


"Suamiku sedang menelfon seseorang,dia akan segera masuk ke mari,Aku akan memperkenalkannya padamu nanti,Tuan muda Liu"ucap Ana sambil tersenyum simpul.


Raut wajah Kevin berubah sedikit masam karna kata2 Ana,Sarah yang melihat hal itu berusaha untuk menahan tawanya,karna menurutnya melihat Kevin yang berwajah masam sangat lucu baginya apalagi itu ulah sahabatnya.


Ana dan Sarah yang membelakangi pintu masuk tidak menyadari kalau di belakang mereka begitu berisiki karna seseorang yang begitu menarik perhatian sudah memasuki ruangan.


Ana dan Sarah semakin tidak nyaman karna suara bisik2 di belakang mereka,hingga tiba2 seseorang memeluk Ana dari belakang dan menempatkan kepalanya di bahu Ana.


"SAYANG"


DEG


-


-


HALO2 TAMBAH PENASARAN YA


PANTENGIN TERUS YA


HAPPY READING ALL


JANGAN LUPA LIKE

__ADS_1


__ADS_2