
Mile terkejut bukan main,bagaimana mungkin Bosnya yang terkenal dingin dan juga sangat tidak tertarik pada wanita,bisa menikah.Oh itu tidak mungkin.
"Haha,Kimso.Jangan bercanda"ucap Mile sambil tertawa canggung.
Kimso hanya memasang wajah datar membuat tawa canggung Mile pudar seketika.
"Beneran"ucap Mile ingin memperjelas.
"Apa kau kira aku berbohong"ucap Kimso behasil membuat Mile terkejut dan mulutnya terbuka.
"nanti lalat masuk tuh"ucap Kimso menutup mulut Mile dengan tangannya dan segera di tepis oleh Mile.
"PELAYAN"Teriak Mile membuat pegawai wanita itu kembali berlari mendekatinya setelah tadi pergi untuk mengurus sesuatu.
"Ada yang bisa saya bantu,Tuan Mile"ucap Pegawai wanita itu yang mencoba untuk mengatur nafasnya karna sedari tadi terus terusan berlari ke sana kemari.
"Segera layani wanita yang tadi berdiri di sini,layani dia dengan baik buat dia merasa nyaman,oke"ucap Mile memberi Arahan pada pengawai itu.
Dia pun mengangguk dan segera mendekati Ana yang masih asik memilih Gaun yang bagus tapi sedikit murah.
"Tunggu,jika dia benar2 istri Bos,Bos pasti akan marah saat melihat bekas tamparan di pipi Nyonya"ucap Mile yang kini sudah pucat.
"Dan dia akan membunuhmu,karna tidak becus"Tambah Kimso semakin membuat Mile pucat dan berasa ingin segera mengubur dirinya.
"Tunggu,bukan kah kau juga akan di bunuh karna tidak becus"ucap Mile menyadari kalau bukan hanya dirinya yang bersalah tapi juga Kimso.
Mile dan Kimso saling berpandangan karna nasib mereka yang tidak jauh berbeda.
Kimso mengambil ponselnya dan berniat untuk menelfon Arian yang sedang berada di perusahaannya yang bergerak di bidang properti tempat perusahaan Mo mengajukan kontrak.
********
Saat ini Arian sedang berada di ruangannya sambil melihat lihat lembaran lembaran kertas yang berisi kontrak kerja sama dengan perusahaan Mo.
Arian tersenyum devil,saat melihat bahwa perusahaan Mo menandatangani semuanya tampa membacanya terlebih dahulu.
"Ck,benar2 bodoh"ucap Arian dengan senyum iblis yang tidak terlepas dari wajahnya.
"Tua bangka itu bahkan tidak melihat jelas isi dari kontraknya dan langsung menandatanganinya,benar2 serakah"ucap Arian lagi.
Kenapa Arian mengatakan bahwa mereka serakah karna tidak melihat jelas terlebih dahulu dan lansung menandatanganinya.Di surat kontrak itu jelas2 tertulis bahwa,bila pihak A tidak bisa memberi ke untungan pada Pihak B,maka semua aset yang di miliki oleh pihak A akan menjadi milik pihak B secara Sah.
yang di maksud adalah,pihak A yang di maksud adalah perusahaan Mo dan pihak B tentu saja perusahaan Arian,jika pihak perusahaan Mo tidak bisa memberi keuntungan untuk perusahaan Arian atau bisa di bilang memberi kerugian besar terhadap perusahaan Arian,Maka secara hukum seluruh aset keluarga Mo akan menjadi milik Arian secara Legal.
Arian menyimpan kontrak kerjasama itu untuk dia gunakan besok saat pernikahan Melinda.
Arian sudah menyiapkan rencana yang begitu matang,Dia bahkan mengunakan perusahaan Lain untuk meruntuhkan Perusahaan Mo besok tentu saja dengan skenario yang sudah Arian atur sebelumnya.
__ADS_1
Saat Arian sudah menyimpan Surat kontrak itu dan kembali duduk di kursi kebesarannya,tiba2 ponselnya berdering dan tertera nama Kimso di sana.
Drrrtt...drrrrt..drrrrtt
"Halo"ucap Arian saat sudah mengangkat ponselnya lalu menyambungkannya dengan Bluetooth headphone dan memasangnya ke telinganya.
Lama Arian menunggu tapi Kimso belum juga bersuara,membuat Arian mengernyitkan Alisnya.
"Ada apa...?"ucapnya lagi,sedang Kimso sudah sedikit gemetar di seberang telfon.
"I...i...itu Tuan,Nyo....nyonya"ucap Kimso terbata - bata.
"Ana kenapa..?"tanya Arian sedikit khawatir.
Baru saja Kimso ingin kembali berbicara,Mile sudah menyambar ponsel Kimso dan berbicara sambil sedikit meninggikan suaranya.
"Tuan saya minta maaf"ucap Mile saat ponsel Kimso sudah berada di tangannya.
"Untuk apa kau minta maaf,Mile"ucap Arian.
"Itu tuan,NYONYA DI TAMPAR OLEH SEORANG WANITA GILA TADI"teriak Mile membuat Kimso menepuk jidatnya.
'Dasar Mile bodoh'umpat Kimso dalam hati.
Arian mengepalkan tangannya lalu memukul meja hingga terbelah menjadi 2.
Arian memukul meja di depannya membuat semua yang ada di atasnya terjatuh.
Samar2 Kimso dan Mile mendengat keributan seperti barang jatuh di seberang telfon karna Mile mengaktifkan pengeras suaranya.
Mereka berdua tau,kalau bos mereka sedang marah besar membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri seketika.
"Anji*g sialan"umpat Arian semakin membuat Mile dan Kimso ketakutan bahkan mereka menelan salivanya dengan susah payah.
"SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN ITU,HAH"teriak Arian di seberang telfon membuat tangan Mile bergetar bahkan hampir membuat Telfon Kimso yang di pengangnya jatuh.
"I...itu,Melinda,Tuan"ucap Kimso membuat Mile membulatkan matanya.
"bagaimana kau bisa tau,kalau wanita gila tadi itu namanya Melinda"ucap Mile dengan wajah polosnya membuat Kimso serasa ingin memukulnya.
"MELINDA SIAL*N"umpat Arian yang kini sudah memukul dinding ruangannya hingga retak.
Untung saja ruangan Arian kedap suara,kalau tidak,mungkin suara kebisingannya sudah terdengar sampai di luar.
"Tu...tuan,anda baik2 saja"ucap Kimso dan Mile secara bersamaan karna tidak mendengar suara Arian di seberang telfon.
Lama hening,tiba2 panggilan terputus membuat Mile dan Kimso saling berpandangan.entah mengapa mereka merasakan firasat buruk.
__ADS_1
15 menit kemudian,Kimso dan Mile masih berdiri di tempat mereka tadi.entah mengapa,mereka seperti tidak ingin beranjak dari sana.
Tiba2 mereka merasakan dingin di bagian belakang leher mereka,hingga mereka berdua memengang leher mereka secara bersamaan.
Kimso dan Mile bertatapan dan kemudian berbalik ke belakang secara bersamaan.Betapa terkejutnya mereka saat melihat Arian sudah berdiri di belakang mereka dengan hawa membunuh yang keluar dari tubuhnya membuat keduanya gemetar tak karuan.
Kimso dan Mile saling menatap lalu kemudian berkata dalam hati.
'pantas Aja dingin'ucap Mereka dalam hati kompak.
Mile yang melihat Arian yang semakin berjalan mendekat,langsung menghampirinya dan memeluk kakinya lalu merengek seperti Anak kecil.
"Tuan saya minta maaf,saya bersalah karna tidak menjaga nyonya dengan baik,tuan.saya minta maaf,kalau perlu segera bunuh saya untuk melampiaskan kemarahan anda"ucap Mile dengan memeluk kaki Arian.
Sedang Kimso yang melihat hal itu,tidak dapat berbicara hanya bisa mematung di tempatnya.
Raut wajah Arian tidak berubah masih dengan wajah dinginnya.Kimso yang melihat hal itu,hanya bisa menundukkan kepalanya merasa bersalah karna tadi harus ke toilet.
Ini semua gara2 dia kebelet buang air kecil,seandainya saja miliknya bisa menahannya lebih lama mungkin ini semua tidak akan terjadi.Sebutlah Kimso gila karna menyalahkan miliknya.
"Mile...."ucap Arian penuh penekanan dalam menyebut nama Mile membuat si empunya merinding.
"Menyingkir dari kakiku"ucap Arian,Mile pun segera berdiri tegak bak seorang tentara yang memberi hormat kepada Atasannya.
"Ana,dimana...?"ucap Arian saat sudah berada di hadapan Kimso yang masih setia merutuki dirinya sendiri di dalam hati.
"Di sana,Tuan"ucap Kimso sambil menunjuk arah tempat Ana berada.
Arian pergi meninggalkan Kimso dan Mile yang masih terdiam.
Ana terus melihat gaun yang di tunjukkan oleh pegawai wanita itu.Di tengah ke asyikannya,Ana tiba2 mendengar suara yang terdengar tidak asing di telinganya.
"Sayang"ucap Arian dan Ana pun berbalik.
DEG
-
-
-
-
HAPPY READING SEMUA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1