
Rafael teriak saat kakinya di injak oleh Arian dan reflesk berdiri memengang kakinya yang di injak.Rafael berdiri dengan 1 kaki dan mengusap kaki yang 1 nya lagi untuk sedikit menghilangkan rasa nyeri akibat di injak oleh Arian.
"Lo mau buat kaki gue remuk ya Ran,Aduhhh....,kaki gue sepertinya harus di perban deh"ucap Rafael yang kini sudah kembali duduk di kursinya,sementara Arian hanya memalingkan wajahnya tidak merasa bersalah sama sekali.
Ana hanya menatap Arian penuh tanda tanya,Arian memalingkan wajahnya dan mendapati Ana yang menatapnya.
"kenapa...?"ucap Arian.
"Kak Arian mau pinjamin atau tidak..?"ucap Ana membuat Arian menghembuskan nafasnya.
"Iya2 nanti aku pinjamin dia,"ucap Arian membuat Rafael seketika tersenyum.
"makasih Kakak Ran"ucap Rafael dengan nada sedikit manja membuat Arian bergidik ngeri.
Sarapan pun berlangsung dengan tenang tampa ada suara.Selesai makan,Arian pun bergegas untuk ke H&G Group.
Ana mengantar Arian keluar ke pintu dan kemudian tersenyum pada sang suami yang terlihat seperti tidak ingin pergi meninggalkannya.
Rafael melihat Arian yang terdiam berhadapan dengan Ana,Rafael pun mengerti untuk meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Gue tunggu lo di mobil,aku pergi dulu kakak ipar"ucap Rafael yang di balas senyuman dan anggukan kepala oleh Ana.
Beberapa menit terdiam,akhirnya Arian angkat bicara yang membuat Ana tersenyum dan merasa sangat bahagia karna mendapatkan seorang pria yang begitu menyanyanginya.
"Aku ngga usah pergi kerja ya sayang,kalau aku pergi terus kamu mau sesuatu dan aku tidak ada bagaimana....?"ucap Arian yang memperlihatkan raut wajah yang begitu khawatir pada istrinya itu.
"Hihi..,kak Arian lucu deh,Kak Arian tidak usah khawatir oke,aku baik2 aja kok tinggal di rumah sendirian dan juga,kalau aku ada apa2 aku pasti telfon kak Arian jadi,kak Arian ngga usah khawatir oke."ucap Ana sambil menenggam tangan sang suami.
Arian pun menghembuskam nafasnya dan menatap Ana penuh cinta lalu mencium tangan Ana yang masih mengenggam tangannya.
"Baiklah,Aku pergi kerja tapi jangan lupa untuk telfon aku kalau ada apa2 oke"ucap Arian dan di angguki oleh Ana.
Arian mencium kening Ana,yang membuat wajah Ana bersemu merah atas perlakuan romantis suaminya itu.
"Sayang...,masa cuma aku yang cium kamu"ucap Arian sedikit menaik turunkan alisnya membuat Ana mengerti,kalau suaminya itu minta di cium juga.
Ana kemudian mendekati Arian dan sedikit berjinjit dan mencium bibir Arian sekilas.
Cup
"udah..,sekarang kak Arian pergi kerja oke."ucap Ana dan kemudian berniat untuk masuk ke dalam rumah tapi di hentikan oleh Arian.
"Sayang...."ucap Arian membuat Ana kembali menatapnya.
"Apa lagi...?"ucap Ana yang mulai sedikit kesal dengan tingkah laku suaminya yang mulai seperti anak2 yang merengek pada ibunya.
"yang ini belum"ucap Arian sambil menyentuh pipinya dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
Ana yang melihat hal itu,hanya bisa mengelengkan kepalanya dan kemudian mencium pipi sebelah kanan Arian.
Cup
Setelah selesai mencium pipi kanan Arian,Ana pun kembali berbalik berniat masuk ke dalam rumah tapi masih di tahan oleh Arian.
"Sayang..."ucap Arian yang kini memengang tangan Ana yang berniat untuk masuk ke dalam rumah.
"Apa lagi sih kak..?"ucap Ana yang benar2 ingin memukul kepala suaminya itu.
"Yang ini belum sayang,nanti kalau kamu ngga cium dia bisa cemburu loh"ucap Arian menyentuh pipi sebelah kirinya yang belum di cium oleh Ana.
Ana pun mencium pipi kiri Arian dan membuat Arian tersenyum kecil karna berhasil membuat istrinya itu sedikit kesal dan memperlihatkan wajahnya yang seperti marah,tapi terlihat imut di mata Arian.
"Yang mana lagi..?"ucap Ana setelah mencium pipi kiri suaminya itu.
"Di sini sayang"ucap Arian menyentuh keningnya.
Cup
"Masih ada...?"ucap Ana setelah mencium kening Arian.
"Yang di sini lagi sayang"ucap Arian yang kini menyentuh bibirnya membuat Ana mengernyitkan dahinya.
"Tapi kan itu udah kak,"ucap Ana yang heran dengan suaminya itu,padahal baru tadi dia mencium bibir Sang suami masa di suruh cium lagi,kapan kelarnya coba.
Cup
Saat Ana ingin melepaskan ciumannya,Arian menarik pinggang Ana dan ******* bibir istrinya itu.
Ana tau kalau suaminya itu sangat tidak ingin meninggalkannya sendiri di rumah tapi mau bagaimana lagi,Arian harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka di tambah,mereka akan segera memiliki buah hati,jadi mereka harus mulai mempersiapkannya dari sekarang,begitu pikir Ana.
Ana mengalungkan tangannya di leher Arian dan menikmati ciuman yang di berikan oleh suaminya itu.
Lama mereka berciuman,Akhirnya Arian melepaskan pangutan mereka saat Ana mulai kehabisan nafas.
"Udah gih,kak Arian pergi kerja sekarang nanti telat"ucap Ana saat nafasnya sudah beraturan.
Arian pun menghembuskan nafasnya dan kemudian membungkuk dan mengsejajarkan wajahnya ke perut Ana yang masih rata itu.
"Sayang,Daddy pergi kerja dulu yah,kamu jangan minta yang macam2 sama Mommy kalau Daddy tidak ada,entar kalau Daddy udah pulang baru minta itu yah"ucap Arian sedikit tersenyum.
Ana yang mendengar hal itu ikut tersenyum bahagia karna bisa memberikan Arian kebahagian yang tiada duanya di dunia.
Arian kemudian mengecup perut Ana,kemudian mengelusnya dan kembali berdiri.
"Aku pergi dulu"ucap Arian dan mengecup kening dan kemudian berbalik pergi.
__ADS_1
Ana yang melihat Arian pergi kemudian memutar tubuhnya dan masuk ke dalam Apartemen dan menutup pintu.
Sementara itu,Rafael yang sudah turun ke parkiran sedari tadi mulai bosan karna Arian belum juga datang.
Rafael memutar kepalanya menuju ke pintu lift dan mendapati Arian yang sudah berjalan mendekatinya.
"Lama banget dah,lo fikir gue ngga bosan apa nungguin lo hampir 1 jam,bosen tau"ucap Rafael yang hanya di abaikan oleh Arian.
Arian terus berjalan dan kemudian masuk ke dalam mobil meninggalkan Rafael yang terus mengoceh tidak karuan.
"Lah nie bapak2 di kasih tau malah ngga ngedengerin"ucap Rafael yang kemudian ikut masuk ke dalam mobil di kursi pengemudi di sebelah Arian.
Rafael pun menyalakan mobil dan menancap gas menuju ke H&G Group.Di tengah perjalanan,Rafael tidak berhenti mengoceh membuat Arian serasa ingin menjahit mulut sahabatnya itu.
"Lo bisa diam ngga,kuping gue sakit dengar lo ngoceh mulu"ucap Arian yang mulai kesal.
"Lah kan gue cuma bilang Ran,gue tadi hampir mati bosen tau nungguin lo "ucap Rafael yang tidak mau kalah.
"iya gue tau,jadi lo bisa diam sekarang,kalau lo masih ngoceh entar gue ngga bantuin lo buat dapetin Sarah"ucap Arian yang mulai merasa seperti ada yang mengikuti mobil mereka.
"Lah anying,jangan lah kalau bukan lo yang bantuin gue terus siapa dong...?"ucap Rafael yang menatap wajah Arian yang seperti waspada.
Rafael pun kembali fokus ke depan dan pandangannya jatuh pada spion yang memperlihatkan bahwa ada 5 mobil yang mengikuti mereka.
"kau tau apa yang harus kau lakukan"ucap Arian membuat Rafael menancapkan gas mobilnya dan mencari tempat2 sepi yang bisa mereka gunakan untuk memusnakan penganggu yang mengikuti mereka.
Rafael membelokkan mobilnya ke salah satu gang yang sepi lalu mengerem mobilnya.
CKIIIT
-
-
-
-
-
HALO KAKAK2 UDAH PADA NUNGGUIN YAH.
MAAF YA KAK AKU UPDATENYA LAMA SOALNYA KEMARIN AKU BARU SAMPAI DI RUMAH DAN KEPALA AKU PUSING BANGET HABIS NAIK MOBIL JADI ISTIRAHAT DULU DEH DAN HARI INI AKU MAU UMUMIN SESUATU MULAI HARI INI AKU BAKALAN UP LAGI DAN UNTUK PENGEMAR SETIA TERIMA KASIH UDAH MAU NUNGGUIN AKU UPDATE YA DAN MAAF KALAU KELAMAAN SOALNYA AKU MAU UPDATE DI TEMPAT KERJA AKU TAPI NGGA BISA SOALNYA DI SANA NGGA ADA JARINGAN JADI SUSAH AKU NYA BUAT ONLINE TAPI SEKARANG KALIAN NGGA PERLU KHAWATIR LAGI KARNA URUSAN AKU UDAH SELESAI SAMPAI TUNTAS DAN BUAT KALIAN....
HAPPY READING🤗🤗
SEMOGA KALIAN SUKA
__ADS_1