
Pria itu berjalan mendekati Arian,kemudian membungkuk memberi hormat pada Arian.
"Senang bisa bertemu Anda,Jendral"ucap pria itu sambil tersenyum pada Arian.
Arian hanya menatap Datar pria itu hingga kekehan dari pria itu membuatnya menggelengkan kepalanya.
"Hehe,Jendral masih sama seperti dulu ya,tidak suka berbicara."ucap Pria itu yang hanya di balas gelengan kepala oleh Arian.
"Berhenti memanggilku Jendral,Anson."ucap Arian pada pria yang bernama Anson.
Anson tersenyum ketika mendengar Arian memanggil namanya dengan nada sedikit lembut menurutnya.
"Jika kau ingin membicarakan sesuatu,sebaiknya kita masuk ke dalam saja."ucap Arian membuat Anson sedikit terkejut karna biasanya orang di depannya ini paling tidak suka berbicara banyak.
"Anda baik2 saja...?"tanya Anson pada Arian.
"Kau fikir aku kenapa..?"tanya Arian balik.
"tidak ada"ucap Anson kemudian melihat Arloji di tangannya.
"Kalau begitu,aku pamit dulu,....kak"ucap Anson kemudian berbalik pergi.
Anson adalah anak yatim piatu yang di adopsi oleh Daenji di negara S,Daenji melatihnya untuk menjadi seorang tentara sama seperti Arian.
"Hati2 di jalan"ucap Arian membuat Anson menghentikan langkahnya kemudian mengangkat tangannya sambil mengepalkan tangan membelakangi Arian.
Arian segera masuk ke dalam mobil,Dia bergegas untuk pulang karna hari ini dia sangant lelah dengan pekerjaannya dan jiga dengan tingkah konyol kedua sahabatnya itu.
Sesampainya di rumah,Arian bergegas masuk dan membuka pintu dan tidak mendapati siapa pun di sana hanya para pelayan yang sedang melakukan pekerjaannya.
Arian segera berlari menaiki tangga dan membuka pintu kamarnya dan terlihat Ana yang sedang memainkan ponselnya.
Ana memalingkan pandangannya dari ponselnya ke pintu kamar dan mendapati suaminya yang sedang berdiri sambil melihat ke arahnya.
"Kak Arian udah pulang...?"ucap Ana dan Arian pun mengangguk.
Arian kemudian berjalan mendekati istrinya itu,kemudian membaringkan badannya di samping istrinya.
Arian menutup kedua matanya mencoba untuk tertidur tapi Ana bersuara membuat dia kembali membuka kedua matanya Itu.
"Kak Fifi tadi nelfon Ana,dia ajak Ana buat pergi besok ke mall temanin dia pilih baju buat pernikahannya sama kak Carlson"ucap Ana membuat Arian menatapnya.
"Berdua..."ucap Arian dan Ana mengelengkan kepalanya.
"Berempat"ucap Ana membuat Arian seketika duduk.
"Siapa semua...?"tanya Arian lagi.
"Aku,kak Fania,kak Carlson sama Sarah"ucap Ana membuat Arian mengernyitkan Alisnya.
__ADS_1
"Bukannya besok Sarah ada acara keluarga ya..?"tanya Arian pada Ana.
"Kok kak Arian tau"ucap Ana bingung kenapa Suaminya itu bisa tau.
"Kan aku suamimu sayang,suamimu yang tau segalanya"ucap Arian membuat Ana terkikik geli.
"Iya deh tau semua,Sarah bilang katanya acara keluarganya siang jadi dia bisa temenin aku sama kak Fania,karna kami perginya pagi"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti.
Arian mengecup kening Ana tiba2 dan kemudian pergi ke kamar mandi meninggalkan Ana yang bingung karna di cium tiba2 oleh suaminya.
Esoknya
pukul 06.15 pagi
Arian dan Ana bangun bersamaan dan Turun bersamaan ke meja makan dengan baju yang sudah rapi siap untuk berangkat.
Naina memperhatikan menantu dan anaknya itu yang sudab rapi seperti ingin pergi ke suatu tempat.
"mau ke mana sayang,udah rapi padahal masih pagi."tanya Naina yang di tujukan untuk Ana.
"Mau pergi ke mall,Ma.buat temenin sekaligus bantuin kak Fania pilih gaunnya"ucap Ana sambil tersenyum pada Naina.
Naina mengangguk,Arian dan Ana pun duduk untuk sarapan bersama.Selesai sarapan Ana dan Arian berpamitan dengan Naina da Ryung.
Di perjalanan Ana terus diam begitu pun dengan Arian hingga Arian berbicara membuat Ana sedikit tersenyum.
"Kamu ngga apa2 kalau aku pergi kantor dan ngga nemenin kamu sama mereka"ucap Arian tidak tega meninggalkan istrinya itu.
"Iya deh,tapi ingat jangan terlalu paksain diri kalau udah capek"ucap Arian dan Ana pun hanya bisa mangangguk.
Mereka tiba di depan Mall yang tidak lain adalah Milik Arian tapi belum di ketahui oleh Keluarga Arian atau pun orang luar kecuali,Carlson,Rafael dan Kimso.
Ana kemudiam turun dari mobil setelah tadi sempat mencium sekilas pipi suaminya itu.Arian pergi setelah Ana menyuruhnya untuk pergi.
Ana berjalan memasuki mall dan tiba2 Seseorang meneriakinya.
"ANA..."teriak seorang wanita sambil berlari menghampiri Ana.
"Ana,Aku kangen"ucap Sarah saat sudah berada di dekat Ana dan kemudian memeluknya.
"Aku juga kangen"ucap Ana saat Sarah melepaskan pelukannya.
"Kalian udah dateng...?"tanya Fania saat sudah berada di hadapan kedua wanita itu.
"Iya kak Fania,baru aja"ucap Sarah dan di angguki oleh Ana.
"Kita nunggu Carlson dulu ya,soalnya dia belum dateng"ucap Fania pada Ana dan Sarah.
Tidak lama kemudian,Carlson datang dengan seseorang yang membuat Sarah menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
"Maaf aku telat,sayang.Rafael mau ikut jadi aku kasih ikut aja,ngga apa2 kan"ucap Carlson sambil menatap Sarah.
"Kok kak Carlson liat aku sih,kalau aku ngga masalah"ucap Sarah mengalihkan pandangannya ke tempat lain karna Rafael terus menatapnya.
"Oke deh,kalau gitu ayok"Ajak Fania dan segera menaril lengan 2 wanita itu membuat Carlson dan Rafael hanya mengikut di belakang mereka.
Lama mereka berjalan - jalan dan Memilih Gaun,akhirnya mereka memutuskan untuk mengisi perut mereka di restoran di dalam gedung itu.
Di saat mereka sedang makan,tiba2 Sarah berdiri dan meminta ijin ke toilet.
"Kak Fania,aku ijin ke toilet dulu bentar"ucap Sarah dan Fania pun mengangguk.
Tidak lama itu,Rafael juga berdiri dan meminta ijin untuk pergi ke kamar kecil.
"Gue kebelet"ucap Rafael langsung pergi tampa menunggu persetujuan Carlson.
Di Dalam toilet wanita,Sarah terus membasuh wajahnya dengan air dan melihat wajahnya dari pantulan cermin.
'Gue harus bisa,Gue harus bisa lupain Rafael,gue harus kuat jangan sampai membiat papa Malu'ucap Sarah dalam hati kemudian berniat untuk keluar tapi terkejut karna Rafael sudah ada di ambang pintu menatapnya lurus.
Rafael masuk saat sudah menutup pintu kemudian berjalan untuk mendekati Sarah.
Sarah melangkah mundur hingga Rafael mendorongnya ke tempok da mengunci pergerakan Sarah dengan tangannya.
Sarah berusaha untuk melepaskan tangan Rafael yang mengunci pergerakannya tapi Apalah daya kekuatan Sarah tidak sebanding dengan kekuatan Rafael.
"Rafael ku mohon lepas....."ucap Sarah terhenti saat Rafael sudah menempelkan bibinya di bibir Sarah
Rafael ******* bibir Sarah,membuat Sarah terkejut,Sarah segera tersadar dan kemudian memukul dada Rafael untuk melepaskan pangutannya tapi tidak di hiraukan oleh Rafael.
Sarah terus memberontak hingga tiba2 pintu toilet terbuka
"RAFAELLLL"
Rafael melepaskan pangutannya dan melihat seseorang yang menatapnya penuh amarah dan....
BUK
-
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
__ADS_1
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE