BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
MASA LALU ARIAN


__ADS_3

Di sebuah pakarangan rumah,Ada seorang anak kecil yang sedang bermain bola dengan riangnya.


"Tuan muda,apakah anda tidak lelah...?,istirahat dulu tuan muda"ucap Seorang perempuan tidak lain adalah pengasuh anak itu yang berpakaian seperti seorang pelayan.


"Aku tidak lelah,Ririn.Aku akan istirahat nanti,aku sedang asik ini"ucap Anak itu yang lagi menendang bolanya dan mengenai pohon yang menjadi sasarannya dan memantul kembali ke hadapannya.


"Tuan muda Arian,bukankah hari ini adalah hari ulang tahun anda yang ke 7"ucap Ririn membuat Arian kecil menatapnya senang karna di tangan Ririn sudah ada kado kecil berwarna biru warna kesukaan Arian sama seperti warna matanya.


"Wah,Ririn. Kau selalu mengingat hari ulang tahunku dan bahkan sudah menyiapkan kado aku jadi semakin menyanyangimu."ucap Arian kecil mengambil kotak kado berwarna biru dari tangan Ririn.


"Tentu saja saya mengingatnya,Tuan muda.Saya sudah bersama anda selama 7 tahun jadi tidak mungkin saya lupa."ucap Ririn sambil tersenyum pada Arian.


"Oh iya,Tuan muda Carlson dan tuan muda Rafael beserta tuan muda Reykael akan datang untuk pesta ulang tahun anda nanti malam.nyonya dan tuan juga akan pulang cepat,apakah tuan muda senang mendengar hal itu..?"ucap Ririn membuat Arian kecil tersenyum bahagia.


"Benarkah,Mama dan papa akan pulang cepat,tapi kenapa anak menyebalkan itu juga datang"ucap Arian sambil mengembukan pipinya.sangat mengemaskan.


Ryung selalu keluar kota untuk urusan bisnis dan Naina pasti akan ikut dengannya karna dia menjadi sekertaris suaminya itu,karna Ryung malas jika harus mencari sekertaris.


Anak menyebalkan yang di maksud Arian adalah Rafael,kenapa Arian kecil mengatakan kalau Rafael menyebalkan karna mulutnya yang tidak pernah berhenti berbicara padahal Arian tidak terlalu suka dengan kebisingan.


Reykael Sang adalah kakak Rafael,1 tahun lebih tua dari Rafael dan Arian sekaligus Carlson.


Ririn tersenyum mendengar hal itu dan kemudian berjongkok memsejajarkan badanya dengan badan kecil Arian.


"Tuan muda tidak boleh begitu,bukankah tuan muda Rafael adalah orang yang menyenangkan"ucap Ririn.


"Apa yang ingin anda minta hari ini,Tuan muda"ucap Ririm membuat Arian kembali tersenyum.


"Aku ingin berjalan - jalan ke taman,bagaimana....?"ucap Arian antusias.


"Baiklah,tapi kita harus menelfon ayah tuan muda ya"ucap Ririn dan Arian pun mengangguk.


"Biarkan aku yang bicara"ucap Arian saat Ririn mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan kemudian mengetik nomor dan menghubunginya.


"Halo sayang,Selamat ulang tahun"ucap Naina saat sudah mengangkat telfonnya.


"Terima kasih,Ma.Kalian di mana sekarang..?"tanya Arian pada Naina di seberang telfon.


"Mama ada di bandara,sayang.tinggal beberapa menit lagi sebelum jadwal penerbangan"ucap Naina menjelaskan pada putra kecilnya.


"Ma,Ariam sama Ririn mau pergi ke taman untuk jalan2,boleh kan,Ma...?"tanya Arian meminta persetujuan Naina.


"Boleh sayang.tapi hati2 ya,jangan nyusahin Ririn"ucap Naina membuat Arian berbinar senang.


"Terima kasih,Ma.Arian tidak akan menyusahkan Ririn,karna Ririn adalah calon istri Arian"ucap Arian membuat Naina yang berada di seberang telfon dan Ririn yang di dekatnya membukatkan matanya.


"Arian akan menikah dengan Ririn,kalau Arian sudah dewasa,boleh kan Ma.....?"ucap Arian lagi.


"Iya boleh sayang.makanya kamu cepat besar gih biar Ririn ngga lama nunggunya"ucap Naina di seberang telfon membuat Arian tersenyum dengan senang.


"udah dulu ya,sayang.Soalnya pesawat mama sama papa udah mau berangkat"ucap Naina yang memang tidak mengunakan pesawat pribadi.


"Oke,Ma.Arian sama Ririn juga mau kelyar ke taman,dadah mama"ucap Arian dan panggilan pun berakhir.


"Ririn ayo kita pergi,"ucap Arian penuh dengan kebahagiaan.


Arian tidak tahu kalau hal buruk akan terjadi,hal yang akan mengubah hidupnya 380 derajat hal yang akan membuatnya kehilangan Orang yang dia sayangi selain ayah dan ibunya.


Arian dan Ririn kini dalam perjalanan untuk pergi ke taman dengan di antar oleh sopir kepercayaan keluarga Li.


Di tengah perjalanan,tiba2 ban mobil yang mereka gunakan kempes.


"Ada apa,Ririn.kenapa kita berhenti padahal kan belum sampai di taman"tanya Arian saat mereka keluar dari mobil.


"Ban mobil kita bocor,Tuan muda.tidak apa kan kalau menunggu sebentar."ucap Ririn pada Arian dan Arian pun mengangguk.


Ririn melihat sekeliling dan menyadari kalau ada yang sedang mengawasi mereka,Perlu kalian ketahui,Ririn bukanlah wanita biasa dia adalah anggota militer khusus yang di tunjuk oleh Daenji untuk menjaga Arian.


Arian dan Ririn duduk di tepi jalan sedang sopir menganti ban yang bocor.


Tiba2 datang 5 orang laki2 berpakain serba hitam bahkan menutupi wajahnya dan memengang sebuah pedang memakai motor berbocengan kemudian turun dari motor.


Ririn berdiri dan menarik tangan Arian untuk segera berlari mengikutinya saat para pria berbaju hitam itu mendekat pada mereka.


Ririn membawa Arian berlari memasuki hutan dan Para pembunuh itu ikut berlari mengikuti mereka setelah membunuh sopir itu.


Ririn melihat ke belakang dan tidak melihat pembunuh itu,lalu menarik Arian untuk bersembunyi di balik pohon.

__ADS_1


"Tuan muda,Ambil ini dan segera cari jaringan dan telfon polisi,anda tau nomor polisi kan"ucap Ririn dengan nafas yang tidak beraturan,Arian mengangguk dengan cepat.


"Anda harus keluar dari hutan ini dan terus berlari saat sudah menelfon polisi dan jangan kembali,aku akan menahan mereka sampai anda aman,pergilah"ucap Ririn tapi Arian mengeleng tanda tidak bisa melakukan hal itu,karna dia tidak ingin meninggalkan Ririn.


"Cepatlah pergi tuan muda"ucap Ririn dan mendorong Arian untuk mnejauh.


Arian berlari dan terus barlari untuk mencari jaringan dan menelfon polisi.


Akhirnya Arian mendapat Sinyal di hp milik Sarah dan segera menelfon polisi.


Arian selesai menelfon polisi dan kemudian mengirim titik lokasi keberadaannya pada polisi dan kembali berbalik ke tempat Ririn.


DEG


Arian membulatkan matanya terkejut dengan apa yang di lihatnya.Ririn terkapar di tanah dengan tubuh yang berlumuran Darah dengan seorang pembunuh yang sedang memengang pedang dan siap untuk membunuh Ririn.


"Kau hebat juga,tidak sangkah kau dapat membunuh 3 di antara kami dan membuat dia terluka parah"ucap Pembunuh itu sambil menunjuk salah satu sahabatnya yang kehilangan satu lengannya.


"Aku.....ti...tidak..akan ...membiarkan..kalian...menemukan tuan....muda...Arian."ucap Ririn yang tengkurap di tanah sambil memengang kaki pembunuh yang berada di hadapannya.


"Kalau begitu kau mati saja"ucap Pembunuh itu lalu menusuk pedangnya tepat di jantung Ririn,Arian yang melihat hal itu berteriak membuat kedua pembunuh itu mengetahui keberadaannya.


SEK


"RIRIN"teriak Arian dari balik pohon.


"kau ternyata ada di sini toh,tuan muda keluarga Li hari ini kau akan mati"ucap Pembunuh itu mendekati Arian Saat sudah mencabut pedangnya dan berjalan mendekati Arian dengan pedang yang masih di aliri oleh darah Ririn.


Arian menundukkan kepalanya,dan pembunuh itu semakin mendekat padanya hingga kini berhadapan dengan Arian.


Pembunuh itu siap untuk mengangkat pedangnya dan membunuh Arian tapi....


SRET


KLANG


Suara besi menyentuh tanah,tangan membunuh itu terpotong dan terjatuh beserta pedang yang di pengangnya.


"Aaaaaaa"teriak pembunuh itu saat tangannya sudah terpotong dan menatap Arian yang memengang sebuah belati dan menatap matanya yang merah.


DEG


pembunuh itu terduduk di depan Arian sambil memengang tangannya yang terus mengeluarkan darah.Arian mengangkat tangannya yang memengang belati dan....


SRET


Arian menyanyat leher Hingga membuat pembunuh itu tumbang.


BUK


pembunuh itu terjatuh ke tanah membuat temannya yang masih hidup gemetar dan kemudian melihat mata Arian yang seperti mata Iblis.Arian mengambil pedang pembunuh yang dia bunuh kemudian berjalan mendekati pembunuh yang sudah gemetar.


Perlu kalian ketahui,Ririn mengajar Arian bela diri secara diam2 tampa sepengetahuan Ryung dan Naina,bukan hanya itu,Ririn bahkan mengajarkan Arian cara menembak,cara mengunakan pedang dan lain sebagainya dan semua itu tampa sepengetahuan Ryung dan Naina.


Arian mendekat semakin mendekat dan sekarang berdiri di hadapan Pembunuh itu dan...


Sret


Arian memotong Tangan pembunuh itu yang memang terduduk di bawa pohon karna kakinya sudah di lukai oleh Ririn.


"Aaaaa"teriak pembunuh itu.


Sret


Arian melayangkan pedang itu hingga membuat kepala pembunuh itu terpisah dati tubuhnya.


Tidak lama setelah itu,Arian pingsang.


perlahan - lahan Arian membuka matanya dan yang di lihatnya hanyalah langit2 kamar yang berwarna putih beserta dindingnya dan Ada seseorang di sampingnya,Itu adalah ibunya,Naina.


"Arian kau sudah sadar sayang"ucap Naina sambil memeluk Arian.


tidak lama itu pintu ruangan rawat Arian terbuka dan terlihat Ryung berdiri dan kemudian berlari untuk memeluk Arian yang di peluk oleh istrinya.


"Arian kau baik2 saja,apa ada yang terluka sayang"ucap Ryung tapi Arian tidak menjawab.


Arian hanya terdiam dan menatap kosong ke depan seperti tidak ada kehidupan di matanya.Ryung dan Naina saling menatap karna tidak mendapat jawaban dari putranya.

__ADS_1


"Sayang kau baik2 saja,..?"tanya Naina dan Arian hanya diam tidak menjawab.


Tiba2 datang seorang dokter dan memanggil Ryung dan Naina untuk berbicara.


"Tuan Li dan Nyonya Li,saya ingin membicarakan sesuatu dengan kalian dan mungkin Untuk membuat Tuan muda Arian untuk sendirian"ucap dokter itu.


awalnya Naina tidak ingin pergi tapi dokter itu berkata untuk meninggalkan Arian sendiri.


Setelah kepergian kedua orang tuanya,Arian hanya terdiam memandang kosong ke depan,Kini Arian seperti mayat hidup,Ryung dan Naina melihat Arian dari jendela pintu sambil menangis.


"Arian,Pa.Arian kita kenapa bisa begini"ucap Naina menangis di pelukan Suaminya.


'Kenapa hal ini harus terjadi,kenapa hal ini harus menimpa Arian yang masih begitu kecil,kenapa'ucap Ryung dalam hati sambil menatap Arian dari balik pintu dengan miris.


6 HARI KEMUDIAN


6 hari telah berlalu semenjak kajadian yang menimpa Arian,sejak pulang dari rumah sakit Arian tidak pernah berbicara,dia hanya berada dalam kamar makanannya pun di bawakan ke dalam kamar.


semenjak hari itu,Ryung tidak pergi ke kantor dan menyerahkan semuanya pada tangan kanannya,sedang Naina selalu berusaha untuk mengajak Arian bicara tapi nihil,Arian tetap memilih untuk diam.


1 bulan berlalu,Arian mulai keluar dari kamarnya tapi hanya untuk ke perpustakaan di dalam kediaman Ryung,Arian hanya berbicara 1 kata kemudian kembali diam.


Waktu terus berlalu dan Arian semakin dingin pada orang2 bahkan pada orang tuanya sendiri.


1 tahun berlalu,terdengar berita bahwa tuan muda dari keluarga Sia yaitu Carlson mengalami penculikan bersama dengan Adik perempuannya yang berusia 6 tahun dan penculikan itu membuat adik perempuan Carlson meninggal menyebabkan Carlson terpuruk dan menjadi orang yang dingin.


1 tahun setelahnya,Hal buruk kembali menimpa Keluarga Sang,penculikan yang menyebabkan Rafael kehilangan kakaknya yaitu Reykael karna melindunginya.


di tengah pemakaman,Rafael menangis keras di depan kuburan kakaknya.semua orang hadir di situ Ada keluarga Li dan Juga keluarga Sia.Arian menatap Datar Rafael yang menangis keras begitu pun dengan Carlson yang menatap Rafael dengan datar.


Di kediaman Keluarga Sang,Navira tidak henti2nya menangis dan Irkan memeluk Navira erat menyalurkan kekuatan pada istrinya.Sedang Rafael berada di kamarnya setelah tadi sempat menangis,mungkin air matanya sudah habis sehingga sudah tidak menetes lagi di pipinya.


Tiba2 seseorang menyodorkan air minum kepada Rafael membuat Rafael memalingkan wajahnya dan melihat seseorang yang tidak lain adalah Carlson dengan Arian di belakangnya dengan wajah datarnya.


"Minumlah,kau pasti haus"ucap Carlson dan Rafael pun meneguk air itu hingga tandas dan meletakkan gelas itu di hadapannya.


"Jadikan ini hari terakhir kau menangis,jangan biarkan orang lain melihat hal itu lagi"ucap Arian membuat kedua orang itu menatapnya.


ini pertama kalinya Arian berbicara banyak saat kejadiaan naas itu.


"iya"ucap Rafael dan kemudian menatap Arian dan Carlson.


"mulai hari ini,Kita bertiga adalah saudara,jika ada yang berusaha untuk menyakiti salah 1 dari kita itu berarti mereka mencari masalah dengan kita."ucap Carlson.


"1 tahun lagi,saat usia kita 10 tahun,aku akan pergi ke Negara S untuk sekolah militer,apa kalian ingin ikut"ucap Arian membuat keduanya mengangguk.


Hari itu mereka berjanji untuk menjadi lebih kuat untuk melindungi keluarga mereka dari bahaya meski harus menjauh dari keluarga asalkan mereka aman itu adalah yang utama.


Mereka menunggu 1 tahun lagi untuk berangkat ke negara S karna Arian sudah menelfon kakeknya yaitu Daenji untuk mengambilnya untuk pergi ke negara S.


1 tahun berlalu,Arian sedang Asik membaca sebuah buku di bawah pohon karna beberapa hari lagi dia dan kedua saudaranya yaitu Carlson dan Rafael akan berangkat ke negara S untuk sekolah militer sejak dini.


Tiba2 Arian mendengar suara seperti orang yang sedang berlari kecil dari belakang pohon yang di sandari,Arian sedikit mengintip dan ternyata seorang gadis kecil sedang berlari kecil kearahnya maksudnya ke arah pohon tempat dia bersandar di bagian belakang pohon itu dan gadis kecil itu sama sekali tidak melihatnya.


Dia terus memperhatikan getakan gadis kecil itu yang berusaha untuk memanjat tangga yang bersandar pada pohon yang belum di pindahkan oleh tukang kebun.Arian melihat gadis itu menaiki tangga hingga akhirnya gadis kecil itu sampai di dahan pohon.


Tiba2 saja gadis kecil itu terpeleset dan kemudian berteriak memanggil ibunya dan


Arian dengan Cepat bergerak untuk menangkap gadis kecil itu dan.


HAP


-


-


-


-


-


-


MAAF BUAT PARA PEMBACA SEPERTINYA BESOK AKU MASIH BAHAS SOAL MASA LAKU ARIAN DEH SOALNYA INI UDAH 2000 KATA DAN BELUM JUGA SELESAI INI LEBIH DARI YANG BIASA AKU TULIS JADI BESOK MASIH NYAMBUNG KE MASA LALU ARIAN YA


SEMOGA SUKA

__ADS_1


HAPPY READING ALL


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2