
Warki tidak percaya saat melihat siapa orang yang berada di hadapannya sekarang.
"Kau.....,Mr.A.."ucap Warki terkejut melihat orang di hadapannya yang tidak lain adalah Arian.
Bukan cuma Warki saja yang terkejut,bahkan Werdina juga terkejut melihat Arian adalah orang yang begitu kejam.
"Mr.A kenapa kau melakukan hal ini,aku sama sekali tidak mencari masalah denganmu,kenapa kau lakukan ini pada keluargaku,HAHHH"ucap Warki menatap tajam pada Arian.
Arian berjalan mendekati Warki dan....
BUK
Arian memukul Warki hingga tersungkur di lantai tepat di hadapan Arian.
"AYAHHHH"teriak Werdina dan kedua anak Warki yang ada di panggilan video.
Yah,orang yang berada di panggilan video adalah putra dan putri Warki Oldenio.
Sebelum ke kota B,Arian sudah menelfon Desta untuk mencari keberadaan putri Warki Oldenio yang berada di kota A yang sudah membuat Ana masuk ke rumah sakit.
"Breng**k,Apa yang kau lakukan,lepaskan ayahku"teriak putra Warki yang menatap geram pada Arian dari telfon video.
Arian mengangkat tangannya dan memberi isyarat pada Rafael yang berada di seberang panggilan video dan sedetik kemudian...
DOR
Warki dan Werdina terkejut melihat hal itu,satu tembakan berhasil lolos dan mengenai kepala putra Warki dan akhirnya terjatuh ke lantai di markas mereka.
"LIOOO,kau lepaskan anakku,"teriak Warki yang terduduk di lantai pada Arian yang berdiri di hadapannya.
Arian tidak peduli,Arian kembali mengangkat tangannya persis saat dia memberi isyarat pada Rafael untuk menembak putra Warki.
DOR.
Lagi2 1 tembakan lolos dan kali ini adalah Vesia Oldenio,setelah itu panggilan Video pun berakhir.Warki mengepalkan tangannya melihat hal itu dan bersiap untuk memukul Arian.
Sebelum pukulan Warki mengenai Arian,Arian sudah lebih dulu memukulnya hingga tersungjur lagi di hadapan Arian.
Werdina menghampiri Warki dan meneriaki Arian.
"Apa yang kau lakukan,kami sama sekali tidak mencari masalah denganmu,kenapa kau melakukan ini,"ucap Werdina yang kini sudah berada di dekat sang Ayah yang terduduk di lantai tidak jauh dari tempat Arian berdiri.
Arian mengepalkan tangannya saat mendengar perkataan Werdina.Arian menatap tajam kepada 2 orang itu yang mulai gemetar.
"Tidak mencari masalah,apa kau fikir aku akan membunuh seseorang dengan sengaja tampa masalah,"ucap Arian yang kini menatap dingin pada Warki dan Werdina.
"Aku membunuh hari ini di keluarga kalian karna kesalahan adik perempuanmu,kana adik perempuanmu itu sudah melakukan kesalahan fatal."ucap Arian membuat kedua orang itu gemetar.
__ADS_1
Arian memutar badannya dan kemudian berjalan ke pintu keluar dan memberi isyarat pada bawahannya untuk memusnahkan para pembuat masalah itu.
Arian sudah berada di luar kediaman Oldenio.Tiba2 ponsel Arian berdering dan tertera nama Rafael di sana.
"Hmm"dehem Arian saat mengangkat telfon dari Rafael.
"Kapan kita akan pulang ke kota A,Bibi baru saja menelfonku,Kakak ipar sudah siuman.tadi dia menelfonmu tapi nomormu tidak aktif."ucap Rafael memberi tahu Arian tentang Ana yang sudah siuman.
Arian terdiam sejenak dan seutas senyum kecil terukir di bibirnya saat mendengar bahwa istrinya sudah sadar dari pingsan.
"Kita bersihkan diri dulu di hotel,aku juga akan mengambil barangku dan kemudian kita pulang,aku akan mengirim alamat hotelnya lewat pesan"ucap Arian kemudian mematikan panggilan sepihak membuat Rafael mengerutu.
Saat Arian ingin masuk ke dalam mobilnya,tiba2 bawahannya datang dan membungkuk padanya.
"Sudah beres,Bos."ucap bawahan Arian sambil membungkukkan badannya.
"Bereskan sisanya"ucap Arian datar dan kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya ke hotel tempat dia dan Kimso cek in.
20 menit kemudian.
Arian tiba di parkiran hotel,Arian kemudian turun dari mobilnya dan mendapati Rafael yang berdiri sambil bersandar di mobil BMW berwarna merah miliknya.
Rafael memasang wajah kesal saat melihat Arian turun dari mobilnya dengan wajah datarnya.
Rafael kesal pada Arian karna langsung mematikan panggilannya tadi,padahal Rafael belum selesai berbicara,Rafael ingin mengatakan kalau dia tidak bisa ke tempat umum karna jas yang dia kenakan berwarna putih dan sudah terkena cipratan darah saat membunuh tadi.
"Lo itu ya,kalau di telfon orang belom selesai ngomong udah di matiin"ucap Rafael sambil berjalan berdampingan dengan Arian untuk masuk ke hotel melalui jalur khusus.
"Makanya kalau mau bilang sesuatu itu bilang cepat,aku tidak suka menunggu"ucap Arian membuat Rafael hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar alasan sahabatnya itu.
'Malas menunggu,dihh,giliran nelfon sama kakak ipar dia nunggunya bahkan lebih lama dari pada kalau gue ngomong,dasar Arian pilis kasih'ucap Rafael dalam hati.
Arian segera memasuki kamarnya di ikuti oleh Rafael.Arian masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri dari bau anyir yang menempel di jasnya.
25 menit kemudian.
Arian dan Rafael sudah selesai mandi dankini sudah rapi dengan setelan jasnya.kini mereka berdua berada di parkiran setelah tadi Arian sempat memberi tau pihak hotel untuk cek out hari ini.
Mereka segera memasuki mobil masing2 dan pergi ke bandara tempat jet pribadi Arian.
Tidak butuh waktu lama,mereka pun tiba di bandara dan segera memasuki bandara untuk kembali ke kota A.
Semua anggota Dragon night yang ada di sana membungkukkan badannya saat melihat bos mereka yang akan kembali ke kota A.
pukul 8.30 malam di kota A.
Arian dan Rafael tiba di kota A.mereka segera berlari ke parkiran untuk segera ke rumah sakit melihat keadaan Ana.
__ADS_1
Tiba2 ponsel Rafael berdering dan tertera nama Sarah di sana membuat Rafael sehera mengangkat telfonnya.
"Halo,Sayang"ucap Rafael yang sudah bersiap untuk membuka pintu mobilnya.
"Kamu di mana,aku udah nunguin kamu dari tadi loh,dan lagi gara2 kamu belum pulang,aku harus jenguk Ana di rumah sakit sendirian tau"ucap Sarah mengoceh pada Suaminya itu.
"Maaf sayang,tadi habis urus sesuatu,ini aku baru mau jengukin kakak ipar"ucap Rafael pada istrinya di seberang telfon.
"Buruan,aku juga lagi di rumah sakit ini,sama Ana"ucap Sarah.
"Baik sayang,aku meluncur sekarang"ucap Rafael dan kemudian mematikan panggilan setelah Sarah mengatakan iya.
Arian segera memasuki mobilnya setelah Rafael selesai menelfon dan mereka pun berangkat menuju rumah sakit.
20 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah sakit.Arian bergegaa turun di ikuti oleh Rafael,mereka berlari menelusuri koridor rumah sakit dan tiba di kamar inap Ana.
Arian membuka pintu dan mendapati begitu banyak orang di dalam bahkan ayah dan ibu mertuanya juga ada di sana.
Arian berlari mendekati Ana dan kemudian memeluk tubuh mungis istrinya itu.semua orang yang melihat hal itu,kemudian berdiri dari duduk mereka dan keluar meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Maaf sayang,aku tel...."ucap Rafael saat berada di ambang pintu kamar inap Ana dan kemudian di tarik keluar oleh sang istri.
"Maaf.."ucap Arian di tengah pelukannya dengan sang istri.
Ana terdiam sejenak mendengar perkataan suaminya itu dan kemudian tersenyum kecil.
"Tidak perlu minta maaf,Kak.Aku baik2 saja dan anak kita juga baik2 saja"ucap Ana saat Arian melepaskan pelukannya.
"tapi...."ucap Arian yang terhenti karna Ana menaruh jari telunjuknya di bibir Arian.
"ngga usah nyalahin diri sendiri lagi,"ucap Ana sambil tersenyum pada Arian.
Arian kemudian mengangguk membuat Ana tersenyum.
"Kak Arian,kalau aku udah lahiran nanti,kita tinggal di rumah sendiri ya,aku mau belajar jagain anak dan jadi istri yang lebih baik lagi"ucap Ana membuat Arian tersenyum.
"Apa sih yang tidak untuk kamu sayang"ucap Arian mengelus pipi sang istri lembut.
Arian kemudian duduk di kursi di samping brangkar Ana dan kini kepalanya sejajar dengan perut Ana.
"Sayang cepetan lahir ya,kalau kalian udah lahir,kita bisa tinggal di rumah kita sendiri dan Daddy bisa jaga kalian,jangan buat mommy kalian susah ya sayang,kalau daddy ngga apa2,tapi kan mommy kalian juga capek,daddy tidak sabar menunggu kalian lahir"ucap Arian dan kemudian mencium perut Ana yang terbungkus baju.
Tiba2 Ana merasakan pergerakan oleh bayi yang ada dalam perunya seperti menendang merespon perkataan ayanya.
Mereka berdua tersenyum mengetahui bahwa anak mereka merespon perkataan Arian.
'Cepatlah lahir,Daddy akan menjaga kalian dan akan mengajarkan kalian hal yang daddy tau,'ucap Arian dalam hati menantikan kelahiran buah hati mereka.
__ADS_1
'cepatlah lahir sayang,agar kebahagian kedua orang tua kalian ini semakin lengkap'ucap Ana dalam hati sambil mengelus perutnya yang juga di elus oleh Arian.