BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PINDAH


__ADS_3

2 Bulan kemudian.


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan sekarang usia Revan dan Revin sudah 2 bulan,Tentu saja Arian dan Ana bekerja lebih keras untuk menjaga kedua putranya itu yang mulai sedikit berisik.


Selama 2 bulan ini,Arian dan Ana menjadi sangat sibuk bahkan bisa di bilang,Hampir setiap malam Arian tidak bisa tidur untuk menjaga kedua putranya itu yang kadang bangun tengah malam dan menangis karna lapar dan Arian harus membuatkan mereka susu.


Selama 2 bulan ini,Young dan Liyana sangat jarang berkunjung untuk menemui cucu mereka karna selalu ada urusan perusahaan yang mengharuskan mereka untuk keluar kota atau keluar negri,terakhir kali mereka datang berkunjung,Young dan Liyana memberikan hadiah kepada Revan dan Revin berupa mainan baru beserta baju lucu dari kota D.


Hari ini Arian memutuskan untuk meminta ijin pada kedua orang tuanya untuk tinggal di apartemen,meski Arian dan Ana kewalahan untuk menjaga kedua putra mereka,tapi itu tidak membuat mereka menghentikan niat mereka untuk kembali tinggal di apartemen.


Arian tidak ingin tinggal lebih lama di rumah orang tuanya,Arian ingin mengurus putra2nya dengan baik tampa harus ada ikut campur kedua orang tuanya,bukan apa2,Arian hanya ingin menjadi ayah yang baik sekaligus menjadi kepala keluarga yang bijak dalam mengurus keluarga kecilnya itu.


Saat ini Arian,Ana,Naina Dan Ryung tengah sarapan di meja makan,Revan dan Revin sudah tertidur sedari tadi itulah yang membuat Ana bisa sarapan bersama dengan mertua dan suaminya,karna biasanya Ana akan sarapan di dalam kamar karna merawat putra2nya.


Lama hening,tiba2 Arian berbicara membuat Ayah dan ibunya menatapnya,bahkan Ana pun juga menatap suaminya itu yang tiba2 berbicara.


"Ma,Pa,Aku mau bilang sesuatu..!!"ucap Arian,Ryung dan Naina pun menatapnya.


"Aku dan Ana akan pindah besok ke apartemen"ucap Arian membuat Ryung dan Naina terkejut.


"APAAA"ucap mereka bersamaan membuat Arian memejamkan matanya.


"Aku akan pindah di apartemen yang sama dengan Carlson dan Rafael,jadi papa dan mama tidak perlu khawatir dan lagi,jika kalian ingin datang ke sana itu juga tidak akan memakan waktu 20 untuk tiba di apartemen."ucap Arian dengan raut wajah datarnya.


"Tapi Arian...,"ucap Naina yang terpotong karna Arian kembali berbicara.


"Aku tidak menerima kata tidak"ucap Arian membuat Naina dan Ryung menghebuskan nafcas pasrah.


Ana yang melihat hal itu sedikit terkejut dan kemudian kembali fokus pada makanannya.


Setelah sarapan,Arian dan Ana masuk ke dalam kamar mereka.Arian duduk di sofa saat sudah masuk ke dalam kamar sedang Ana menutup pintu dan kemudian berjalan mendekati suaminya itu.


"Kak Arian..."ucap Ana membuat Arian yang ingin mengambil laptopnya di atas meja menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Ada apa..??"tanya Arian pada Istrinya itu.


Ana duduk di sofa di samping Arian dan menatap suaminya itu yang juga menatapnya.


Ana mengehembuskan nafanya ketika ingin berbicara,Arian yang melihat hal itu mengernyitkan alisnya bingung.


"Kak Arian tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk bekerja,dan juga aku rasa papa dan mama tidak setuju untuk kita tinggal di apartemen,jadi sebaiknya..."ucap Ana terhenti karna Arian tiba2 menyentuh pipinya.


"Aku melakukan ini bukan cuma untuk mengabulkan keinginan kamu,tapi aku juga lakuin ini buat kita bisa mandiri dan menjadi keluarga kecil dengan rumah kita sendiri."ucap Arian dengan senyum di wajahnya.


Ana mengangguk mengerti dan kemudian membalas senyum suaminya itu.


"Ketika mereka sudah berusia 4 atau 5 tahun,baru kita pindah ke rumah kita yang sebenarnya."ucap Arian dan Ana mengangguk mengerti.


Arian,Carlson dan Rafael sudah menyiapkan rumah di kawasan perumahan elit di kota A,Dimana hanya orang elit saja yang bisa tinggal di dalamnya.


Arian,Carlson dan Rafael sudah mempersiapkan semuanya bahkan sebelum mereka menikah.Bukan hanya di kota A,bahkan di negara S pun juga ada.


Ana mengangguk mengerti dan kemudian kembali terdiam.


Ana kemudian berdiri dari duduknya dan kemudian mengambil koper untuk menaruh baju2nya beserta baju suaminya.


Arian yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil kemudian kembali fokus pada laptopnya.Tiba2 ponsel Arian berdering di atas meja,Arian kemudian mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya dan ternyata Carlson.


"Halo.."ucap Arian saat mengangkat telfon dari Carlson.


"Halo,Arian.aku dengar besok kau akan pindah ke sini ya."ucap Carlson di seberang telfon.


"Hemm,Kenapa...??,"tanya Arian pada sahabatnya itu.


"Tidak ada apa2,itu berarti besok kau tidak akan pergi kerja lagi ya,"ucap Carlson membuat raut wajah Arian menjadi masam.


Sudah 2 bulan ini Arian tidak pernah pergi ke H&G Group atau perusahaan ayahnya,tapi itu tidak membuatnya beristirahat karna Kimso dan Fira yang mengirimkan semua pekerjaan yang harus Arian kerjakan lewat Email.

__ADS_1


Untuk perusahan ayahnya,Arian tidak terlalu repot karna Ryung selalu pergi ke perusahaannya sendiri dan Fira hanya mengirimkan hal yang harus Arian setujui dan berkas yang tidak bisa di selesaikan oleh Ryung.


Yang membuat Arian repot adalah H&G Group di mana begitu banyak email yang di kirim oleh Kimso yang membuat Arian harus begadang setiap malam.


"Terus..."ucap Arian dengan wajah masamnya.


"Bisa kah kau menjaga Fania,aku akan pergi besok untuk mengurus pekerjaan di pinggir kota hari itu,"ucap Carlson membuat Arian seperti ingin membanting ponselnya.


"Kau ingin meninggalkan Fania saat di sedang hamil tua..!!"ucap Arian menekan kata hamil.


"Bukankah kau juga meninggalkan kakak ipar hari itu,padahal kau juga tau kalau dia sedang hamil tua"ucap Carlson membuat Arian terdiam.


"Jadi aku meminta bantuanmu,lagi pula,aku ke sama bukan hanya untuk perusahaanku,tapi juga untuk perusahaanmu"ucap Carlson di seberang telfon.


Arian menarik nafasnya kemudian menghembuskannya perlahan.


"Baiklah,tapi ingat untuk pulang dengan cepat,karna Fania membutuhkanmu,"ucap Arian memijit keningnya.


"Kau tidak usah khawatir,setelah urusan di sana selesai,aku akan langsung pulang"ucap Carlson dan Arian pun mengangguk mengerti.


"Baiklah"ucap Arian.


"Terima kasih,Arian."ucap Carlson dan Arian pun mematikan sambungan telfonnya.


Arian kembali fokus pada laptopnya setelah menaruh ponselnya kembali ke atas meja di depannya.


Tiba2 salah 1 dari bayi mereka menangis membuat Ana yang sedang menyusun baju segera berdiri dan menghampiri putranya itu.


Arian berdiri dari duduknya dan menghampiri Ana yang tengah mengendong Revan yang sedang menangis.


Ana mengendong Revan sambil menyusuinya,Arian yang melihat hal itu sedikit terdiam dan kemudian melihat pekerjaan Ana yang belum selesai.


Arian mendekati lemari dan kemudian melanjutkan apa yang Ana lakukan tadi,yaitu menyusun baju ke dalam koper.

__ADS_1


Ana yang melihat Arian melanjutkan pekerjaannya hanya tersenyum kecil dan kemudian melihat Revan di gendongannya yang sedang menyusui.


'Mommy harap,saat kau besar nanti,kau akan seperti Daddymu,'ucap Ana dalam hati kemudian mencium kening putranya itu dan kembali melihat Arian yang begitu telaten menyusun baju ke dalam koper.


__ADS_2