BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Carlson memukul Rafael hingga mundur beberapa langkah dari Sarah.Carlson menatap marah pada Rafael yang berani2 berniat untuk melecehkan Sarah.


Sarah sedikit takut melihat Rafael tapi di sisi lain dia juga merasa kasihan pada Rafael karna bagaimana pun Sarah masih mencintai Rafael.


"Kembali ke restoran,katakan pada Ana dan Fania kalau aku dan Rafael pulang lebih dulu karna ada urusan penting yang harus di urus"ucap Carlson kemudian menarik lengan Rafael untuk keluar dari toilet.


Sementara itu,Sarah kembali ke restoran tempat mereka makan tadi dan di sana masih ada Ana dan juga Fania yang sedang asyik mengobrol.


Sarah kemudian duduk di tempatnya tadi,Fania pun bertanya pada Sarah soal kemana Rafael dan Carlson.


"Sarah,kamu ngga ketemu sama Carlson dan Rafael kah...?"tanya Fania pada Sarah.


"Ketemu tadi,mereka bilang ada urusan mendadak jadi harus pulang duluan"ucap Sarah dan di balas anggukan oleh kedua wanita itu.


Tiba2 ponsel Sarah bergetar dan tertera nama papanya di sana,dengan cepat Sarah mengangkat telfonnya.


"Halo,Pa"ucap Sarah saat sudah mengangakt telfonnya.


"Kamu di mana,kita udah mau berangkat nih,buruan pulang ke rumah biar berangkat bareng papa dan mama"ucap Tuan Fang papa Sarah.


"oke,pa.sekarang Sarah ke sana"ucap Sarah dan kemudiam mengahiri panggilannya.


"Kak Fania,Ana aku balik dulu ya,mau ke pertemuan"ucap Sarah dan kemudian pergi setelah mendapat anggukan dari Ana dan Fania.


Sementara itu,Arian tengah berada di ruang rapat untuk mengurus masalah pembangunan untuk anak cabang di Negara B.


Arian menatap datar seseorang yang sedang melakukan presentasi di depannya.tiba2 ponsel Arian berdering membuat semua orang memandang Arian yang hanya menatap Datar pada ponselnya.


Drrrrrt.....drrrrt....drrrrt.


Lama berdering akhirnya Arian mengangkat telfonnya yang ternyata dari Navira.


"Halo,"ucap Arian masih dengan pandangan datar ke depan.


"Arian kamu lagi sama Rafael...?"tanya Navira pada Arian.


"Tidak"ucap Arian singkat dan jelas.


"Bibi sudah menelfonnya berkali - kali,tapi tidak di angkat padahal tidak lama lagi keluarga dari wanita pilihan Bibi akan datang,bisa kau bantu bibi untuk mencari Rafael dan segera memintanya untuk datang"ucap Navira sedikit memelas pada Arian.


Arian menghembuskan nafasnya membuat semua orang di ruang rapat itu menelan salivanya denan susah payah.


"Baiklah"ucap Arian lagi.


"terima kasih Arian"ucap Navira dan Arian pun mematikan panggilanny dan berdiri dari tempat duduknya.


"Rapat di tunda,aku ingin hasil yang memuaskan dari hari ini"ucap Arian kemudian berlalu pergi meninggalkan semua karyawan itu di ruang rapat.


Setelah kepergian Arian,barulah semua karyawan di ruang rapat itu bisa bernafas dengan santai.


"Pak Arian benar2 menakutkan"

__ADS_1


"syukurlah kita bisa bebas hari ini"


"Lebih baik kita pergi makan dulu,karna tenaga ku benar2 terkuras akibat berhadapan dengan pak Arian."


begitulah perkataan para karyawan saat Arian meninggalkan ruang rapat.


Arian berjalan menuju ke parkiran kantor,tiba2 ponselnya berdering dan tertera nama Desta di sana.


Arian mengangkat telfonya karna dia tau kalau Desta menghubunginya itu pasti hal yang penting.


"Ada Apa...?"ucap Arian to the point.


"Tuan bisa kah anda segera ke markas,Bos Carlson sedang memarahi bos Rafael"ucap Desta membuat Arian mematikan panggilannya dan segera memasuki mobilnya dan menancap gas menuju ke markas Dragon nigth.


****


BUK


1 bogem mentah kembali mendarat di pipi mulus Rafael membuat ujung bibirnya berdarah.


"Lo tau apa yang udah lo lakuin,El.lo hampir lecehin anak gadis orang,gue sama Arian ngga pernah ngajarin lo buat kayak tadi,lo benar2 minta di ajarin lagi yah,hah"ucap Carlson pada Rafael yang hanya menunduk tidak bisa menjawab.


Rafael tidak marah saat Carlson memarahinya,Rafael tidak menghindar saat Carlson memukulnya karna memang dia bersalah karna hampir melecehkan gadis yang di cintai.


"Lo....."ucap Carlson bersiap untuk memukul Rafael,tapi tiba2 pintu terbuka membuat dia menghentikan niatnya.


Pintu terbuka memperlihatkan Arian yang berjalan masuk.Arian memperhatikan Rafael yang penampilannya sudah benar2 berantakan dengan wajah yang lebam akibat bogem mentah yang di berikan Carlson dan sudut bibir yang sedikit robek.


"Ran anak ini udah..."ucap Carlson terhenti karna Arian memberikannya isyarat untuk tetap diam.


"kamu kenapa....?"ucap Arian pada Rafael membuat Rafael menatapnya dan berbicara membuat kedua orang itu membeku dengan perkataan yang keluar dari mulut Rafael.


"Gue selalu nurutin semua yang kalian bilang,karna gue udah anggap kalian sebagai kakak gue.gue selalu dengerin apa yang kalian bilang kalau berdekatan dengan wanita jangan pernah lebih dari sekedar pengang tangan sama cium pipi.gue dengerin semuanya dan juga nurutin semuanya,Kenapa di saat gue suka sama cewek dia malah ngha bisa gue milikin,kenapa Ran,kenapa...?"ucap Rafael panjang lebar mulai menitikan Air mata.


Ini pertama kalinya Rafael menangis sejak kejadian yang menimpanya di usianya yang ke 9 tahun,kejadian naas yang membuat sosok periang menjadi dingin,Rafael selama ini selalu menutupi sikap dinginnya di balik senyum manisnya kepada setiap wanita dan menutupi kepedihannya terhadap masa lalu yang membuatnya harus ke hilangan seorang kakak.


Arian kemudiam berjongkok agar sejajar dengan Rafael.


"aku mengerti,sekarang pergilah ke pertemuan yang sudah di adakan oleh bibi Navira,sedari tadi dia menelfonku untuk memberi tahumu soal ini,bersihkan wajahmu kemudian pergi"ucap Arian sambil memengang pundak Rafael.


"gue ngga mau pergi,Ran."ucap Rafael sambil mengelengkan kepalanya.


"Pergi,jangan buat gue harus nyeret lo ke restoran itu,aku yakin kau akan suka dengan hal ini"ucap Arian membuat Rafael mau tidak mau pergi.


Rafael berjalan dengan lemas keluar dari markas Dragon Night kemudian mengendarai mobilnya untuk segera pergi ke tempat yang sudah di siapkan oleh ibunya.


setelah kepergian Rafael,Carlson memarahi Arian karna melepaskan Rafael begitu saja tampa memberikannya pelajaran.


"kau melepaskannya begitu saja,Apa kau tau apa yang sudah dia lakukan,kalau saja aku tidak datang mungkin Sarah sudah..."ucap Carlson terpotong karna Arian menatapnya.


"Kau membuat dia bonyok seperti itu,kau sungguh sadis jadi saudara,Carl"ucap Arian membuat Carlson hanya memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Gue juga udah kasih dia pelajaran tuh,"ucap Arian kemudian memberikan berkas informasi tentang Sarah.


Carlson semula bingung tapi kemudian dia mengambil berkaa itu dan membukanya betapa terkejutnya Carlson saat melihat informasi tentang perjodohan Sarah.


"Kamb**g Lo,parah banget"ucap Carlson tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Carlson kemudian tersenyum penuh Arti dan di ikuti oleh Arian.


"Dapet pelajaran yang setimpal juga tuh anak"ucap Carlson sambil tersenyum.


"Aku yakin,saat dia melihat hal yang di sana,Dia akan mengumpat berkali - kali dalam hati untukku"ucap Arian dan kemudian membuat keduanya tertawa.


Sementara itu,Rafael tiba di restoran di tempat yang sudah di sediakan oleh ibunya untuk pertemuannya dengan wanita yang akan di jodohkan dengannya.


Rafael memasuki restoran itu,kemudian berjalan mendekati Maminya yang membelakanginya.


"mami..."ucap Rafael saat sudah sampai di belakang maminya.


Navira berbalik dan terkejut mendapati wajah putranya yang lebam.


"muka kamu kenapa,"ucap Navira khawatir.


"Bukan apa2,Mi.cuma tadi habis di pukul sama beruang"ucap Rafael enteng.


"Kok bisa"ucap Navira tidak percaya.


Navira menghela nafasnya karna tidak mendapat jawaban dari Rafael.


"Baiklah,lupakan.perkenalkan dia calon tunangan kamu"ucap Navira sambil menunjuk wanita yang tidak lain adalah Sarah.


Sarah dan Rafael membulatkan mata mereka saat pandangan mereka bertemu,mereka berdua terdiam hingga Navira meminta Rafael untuk duduk di kursi berhadapan dengan kursi Sarah.


"tuan dan nyonya Fang,perkenalkan ini putra kami,namanya Rafael Sang"ucap Navira memperkenalkan Rafael pada keluarga Sarah.


Rafael dan Sarah masih saling menatap,kemudian Sarah menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan dari Rafael.


"Gimana,El."ucap Navira pada Rafael dan kemudian Rafael berbicara membuat semua orang menatapnya.


"Aku tidak ingin bertunangan dengannya"


-


-


-


-


-


HAPPY READING ALL

__ADS_1


SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2