
Arian menatap datar pada seseorang yang beraninya membuka pintu ruangannya dengan keras dan meneriakinya dan orang itu tidak lain adalah Rafael.
Rafael masuk setelah menutup pintu dan duduk di sofa yang berada di ruangan Arian dengan menyilangkan tangannya di dada.
"Kau itu benar2 keterlaluan ya,Arian"ucap Rafael sambil mendengus kesal.
"Apa maksudmu...?"ucap Arian fokus ke berkas2 yang harus dia kerjakan dengan cepat.
"Jangan pura2 tidak tau begitu,Ran.Gara2 kamu bilang udah nikah sama Mami gue,Dia jadi sangat sibuk"ucap Rafael masih dengan wajah kesalnya.
"Maksudnya...?"tanya Arian pura2 tidak tau.
"Jangan pura2 begitu,Ran.Kau tau kan Aku dan Mamiku itu punya perjanjian.dan kamu tau kalau perjanjiannya itu,jika kau sudah menikah maka aku juga akan menikah dengan wanita pilihannya kalau aku belum mengenalkan seorang calon menantu padanya"ucap Rafael panjang lebar.
"Aku hanya berkata jujur,lagi pula aku tidak bisa bohong padanya karna saat itu dia ada di sana"ucap Arian masih fokus pada berkas2nya.
"Dan bukankah kau sudah janji padaku kalau kau akan membantuku untuk mencari informasi tentang siapa yang di jodohkan dengan Sarah"ucap Rafael mengingatkan Arian dengan janjinya.
"Aku baru meminta Kimso untuk mengeceknya tadi,Jadi kau tunggu saja.Oh bukankah kau juga punya janji denganku"ucap Arian mencoba untuk mengingatkan Rafael pasal janjinya tempo hari.
"Apa....?"tanya Rafael sedikit bingung.
TAP
Rafael menghindar saat Arian melemparkannya dengan pulpen,Rafael melirik ke belakangnya di mana sudah Ada pulpen yang menancap di dinding akibat lemparan Arian.
Rafael menelan salivanya dengan susah payah lalu menatap Arian yang menatapnya tajam Dan Akhirnya Rafael mengingat kembali apa yang dia janjikan pada Arian yaitu mengembalikan pedang yang di pinjamnya dari Arian.
Arian kesal saat Rafael tidak mengingat apa yang dia katakan tempo lalu di mana dia menjanjikan akan mengembalikan pedang Arian saat sudah selesai,Arian tidak akan marah jika itu barang lain,tapi itu adalah pedang kesayangan Arian yang dia dapatkan di pelelangan.
"Hihi sorry lupa,Aku akan mengembalikannya besok,Barang itu ada di apartemenku aku tidak membawanya karna terburu - buru le sini.Kalau aku tidak kesini dengan cepat,bisa2 mami akan memintaku untuk pergi kencan buta"ucap Rafael membuat Amarah Arian sedikit mereda.
"Maksudmu apa..?"tanya Arian dan Rafael pun menceritakan kemalangan yang terjadi pada dirinya.
Flashback On
Navira dan Irkan sedang dalam perjalanan pulang ke kediaman mereka setelah tadi sempat mampir di pernikahan keluarga Mo.
Navira terus menerus tersenyum sambil memengang ponselnya sedang chat2 tan dengan seseorang.Irkan yang duduk di sebelah Navira,terus memperhatikan tingkah istrinya itu yang menurutnya sedikit Aneh.
Irkan mulai merasakan firasat buruk sepertinya anaknya akan mengalami kemalangan.
"Pa,bagaiman pendapatmu tentang anak perempuan dari keluarga Qin...?"Tanya Navira pada suaminya.
"Memangnya Mama mau apa dengan anak perempuan dari keluarga Qin...?"ucap Irkan malah balik bertanya.
"Tentu saja untuk kencan buta dengan putra kita lah,Pa"ucap Navira menjelaskan maksudnya.
'Sudah ku duga,Putraku akan mendapat kemalangan dari Mamanya'ucap Irkan dalam hati turut prihatin dengan nasib putranya.
"untuk apa,Ma.Kan Rafael bisa cari perempuan yang baik untuk dirinya kenapa harus mama yang carikan sih"ucap Irkan mencoba menolong putranya itu.
"Emang papa engga mau gendong cucu lebih cepat Apa,kalau tunggu Rafael yang cari sendiri bakalan lama kita gendong cucunya.Kan papa tau sifat Rafael itu gimana,Playboy ngga bisa serius ama 1 perempuan,Turunan dari siapa coba..?"ucap Navira sedikit menyindir suaminya itu.
"Iya2,ngga usah bahas masa lalu juga kan,Ma.Terserah mama aja deh"ucap Irkan pasrah karna tidak ingin masa lalunya di ungkit oleh istrinya karna aibnya akan terbongkar nanti apalagi bukan cuma mereka berdua di mobil itu masih ada sopir mereka.
'Maafkan papa,Rafael.Papa tidak bisa bantu kamu,kalau papa terusin entar mama kamu ungkit masa lalu lebih dalam lagi'ucap Irkan dalam hati menyesal tidak dapat membatu putranya itu.
Navira pun mengetik nomor di ponselnya dan menelfonya.
******
Di sisi lain Rafael yang baru saja selesai membersihkan dirinya dari aroma darah yang melekat pada tubuhnya akibat pembatain yang baru saja dia lalukan tadi.
Rafael keluar dari kamar mandi di apartemennya dengan mengenakan handuk dan dengan handuk yang di gunakan untuk mengeringkan kepalanya.
__ADS_1
Tiba2 ponselnya berdering dan terdapat nama Maminya yang tertera di sana.
Drrrrt.....drrrrrrt.....drrrrrt.
"Halo,Mi.Ada apa telfon Rafael...?"tanya Rafael saat sudah mengangkat telfonnya.
"Memang mami ngga boleh telfon kamu..?"ucap Navira sedikit tersinggung dengan perkataan Putranya.
"bukan begitu,Mi.Cuma tumben aja mami telfon Rafael kalau bukan untuk hal itu"ucap Rafael.hal itu yang di maksud Rafael adalah kencan Buta.
"Kamu tau aja,sayang."ucap Navira membenarkan ucapan putranya.
"Mami...,Aku ngga mau pergi kalau untuk kencan buta,aku udah besar,Mi.ngga perlu lagi kencan buta kayak gitu,Aku juga bisa cari sendiri"ucap Rafael menolak untuk pergi kencan buta yang sudah di atur oleh Maminya.
Rafael sudah bosan terus menerus di minta untuk pergi kencan buta,pasalnya Dia selalu di minta oleh Carlson untuk mengantikan dirinya pergi kencan buta,Setiap kali Carlson di minta oleh mamanya untuk pergi kencan buta pasti selalu Rafael yang di minta untuk mengantikannya.
"Tadi kami bilang apa...?,Kamu lupa sama janji kamu sama mami,"ucap Navira mencoba mengingatkan putranya itu dengan perjanjian mereka.
"Aku ngga tau mami bilang apa"ucap Rafael pura2 lupa.
"Rafael jangan pura2 lupa,kamu udah janji sama mami kalau Arian sudah menikah maka kamu akan menikah dan tidak menolak apapun yang mami minta,Kamu mau durhaka sama mami"ucap Navira membuat Rafael pasrah.
"Iya2 Rafael pergi"ucap Rafael membuat maminya yang berada di seberanh telfon tersenyum penuh kemenangan.
Irkan yang melihat hal itu bergidik ngeri,'Rafael Papi harap kamu pulang dengan selamat'Doa Irkan dalam hati mendoakan agar Putranya baik2 saja.
"Baiklah,nanti siang jam 13 di restoran,di mall terbesar di kota ini,oke."ucap Navira membuat Rafael terkejut.
"Apa..!!!,cepat amat Mami"ucap Rafael yang terkejut karna terlalu mendadak.
"Ngga ada bantahan,oke"ucap Navira kemudian mematikan panggilannya tampa menunggu jawaban Rafael.
"Tapi Mi,..."ucap Rafael tapi Navira sudah mematikan panggilannya.
Rafael mendengus kesal saat Navira Mematikan panggilannya padahal dia belum selesai berbicara.
Rafael melihat arloji di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 1 siang dan dia sudah tiba di mall tempat pertemuannya dengan wanita yang sudah di tentukan oleh maminya.
Rafael memasuki Mall itu dan di sambut oleh Mile yang tidak sengaja melihatnya.
"halo kak Rafael,apa yang kau lakukan di sini..?"tanya Mile saat sudah berada di hadapan Rafael.
"Tidak ada,aku hanya datang untuk melakukan hal kecil kemudian pergi"ucap Rafael membuat Mile mengangguk mengerti.
"Kalau begitu semoga pekerjaan anda berjalan lancar kak Rafael,saya permisi dulu masih banyak hal yang harus saya lakukan,entar Bos Arian marah kalau saya tidak menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu"ucap Mile kemudian berbalik pergi.
Rafael pun berjalan menuju ke restoran di dalam Mall itu kemudian memesan meja yang berada di pojok di dalam restoran itu.
2 menit Rafael menunggu,tiba2 ada wanita cantik yang menyapanya.
"Hai apa kah anda Tuan muda Sang,"ucap Wanita itu lembut.
Rafael menatap wanita itu lama dari ujung kaki hingga kepala,Cantik memang tapi sayangnya tidak membuat Rafael tertarik pada pesona wanita itu.
"oh iya,Apa anda Nona Qin"ucap Rafael sopan sambil sedikit tersenyum.
Wanita itu mengangguk kemudian duduk berhadapan dengan Rafael sambil tersenyum.
'Tampan,aku rasa Mama tidak salah memilih'ucap Wanita itu dalam Hati.
"Aku sangat senang bisa bertemu dengan tuan muda Sang yang begitu tampan"ucap Wanita itu memuji Rafael.
'Cih...,dasar jal**g'ucap Rafael dalam hati sedikit jengkel.
"Nyonya Sang banyak bercerita tentang anda pada Mami,ternyata anda memang pria yang begitu baik ya dan juga penurut"ucap Nona Qin sedikit berbasa basi.
__ADS_1
"oh apakah dia sudah cerita semuanya pada Anda"ucap Rafael dan di angguki oleh Nona Qin yang sedang meminum jus pesanannya.
"Apa dia juga sudah bercerita tentang penyakit yang saya derita"ucap Rafael yang membuat Nona Qin tersedak dengan jus yang dia minum.
"uhuk...uhuk....,maksud anda Apa tuan muda Sang"ucap Nona Qin penasaran penyakit apa yang di bicarakan oleh Rafael.
"Jadi mami saya belum cerita kepada anda,"ucap Rafael yang di angguki oleh Nona Qin.
Rafael menghembuskan nafasnya lalu kembali berbicara yang membuat nona Qin membulatkan matanya.
"Sebenarnya saya......Impoten"Ucap Rafael semakin membuat Nona Qin membulatkan matanya tidak percaya.
"Ah aku hampir lupa aku ada janji dengan Seseorang,kalau begitu tuan muda Sang saya pamit dulu"ucap nona Qin bergegas pergi.
Rafael tersenyum penuh kemenangan karna berhasil mengelabui wanita itu,sebenarnya itu hanya alasan Rafael agar wanita itu tidak menyukainya.Rafael selalu mengunakan alasan seperti ini saat mengantikan Carlson untuk kencan buta dan ternyata hal itu selalu berhasil.
"Berhasil"ucap Rafael kemudian mengaduk jusnya dan meminumnya dengan terus tersenyum.
Dia tau apa yang akan terjadi jika ibunya tau kalau kencan butanya dengan nona Qin gagal.
Maminya pasti akan membuat dia pergi lagi untuk kencan buta selanjutnya,Tapi itu urusan belakangan yang penting sekarang dia sudah berhasil mengusir wanita yang begitu menjengkelkan di matanya.
Esoknya
pukul 06.25 pagi
Rafael terbangun dari tidurnya saat ponselnya terus menerus berdering membuat mimpi indahnya terngangu.
Tampa melihat siapa yang menelfonnya pagi2 begini,Rafael pun mengangkatnya.
Drrrrrt.....drrrrrt....drrrrt
"Halo...."sapa Rafael masih menutup matanya.
"Rafael ini mami"ucap Navira membuat Rafael langsung bangun dari tidurnya dan terduduk di ranjangnya.
"Ada apa lagi,Mi"ucap Rafael masih kesal dengan maminya itu.
"Apa maksudmu mengatakan pada Nona Qin kalau kamu impoten,Apa kau tau mereka menolak lamaran yang mami berikan gara2 kau mengatakan hal itu"ucap Navira marah pada putranya itu.
Irkan yang mendengar hal itu sedikit tersenyum.
'Bagus,Nak.Kau memang anak ku'ucap Irkan dalam hati bangga pada Rafael.
"memangnya kenapa,Mi.Kalau mereka membatalkan hal itu hanya karna aku mengatakan aku impoten itu berarti mereka tidak bisa di jadikan keluarga kita,"ucap Rafael membuat Maminya semakin kesal.
"Pokoknya mami tidak mau dengar,kau harus datang nanti saat jam 10 pagi untuk kencan buta dengan Nona Wu"ucap Navira membuat Rafael,dan irkan yang mendengar hal itu membulatkan mata mereka.
"tidak bisa,mami.Rafael ada janji sama Arian,Bye Mi"ucap Rafael kemudian mematikan panggilannya membuat Navira serasa ingin memukul bokong putranya itu.
'Ogah pergi kencan buta,lebih baik gue gangguin Arian dari pada pergi kencan Buta'ucap Rafael dalam hati kemudian bergegas pergi ke kamar mandi untuk segera ke H&G Group dan menganggu Arian.
Flashback Off
-
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA
JANGAN LUPA LIKE