
Ana tertawa setelah ibunya selesai bercerita,Sedang Young hanya bisa menutup Wajahnya dengan tangannya karna aibnya sudah di ketahui oleh putrinya.Sedang Arian,jangan di tanya lagi dia menahan tawanya agar tidak keluar dari mulutnya,karna bisa saja sang mertua marah besar.
Young mengarahkan pandangannya ke Arian,pandangan Arian dan Young bertemu,membuat Arian segera mengalihkan pandangannya ke lain Arah untuk menghindari tatapan intimidasi dari sang mertua.
"Jadi sayang,kalau kamu ngidam sesuatu itu,jangan bikin suami kamu susah kayak Ibu dulu,bisa2 dapur jadi kayak kapal pecah"ucap Liyana saat tawanya sudah mereda.
"Maksud Ibu"ucap Ana tidak mengerti.
"maksud Ibu itu,misalnya kamu mau makan sesuatu jangan minta suami kamu yang buat,gimana kalau Arian ngga pintar masak kayak Ayah kamu tuh"ucap Liyana sedikit menyindir.
"Sayang,jangan gitu dong"ucap Young yang tau kalau dirinya tengah di sindir oleh sang istri.
"Hihi,iya2.Tapi emang kenyataan kok"ucap Liyana semakin suka mengusik suaminya itu.
"Sayang....."ucap Young sudah tidak tahan terus menerus di usik oleh sang istri.
Liyana terkikik geli mendengar suaminya itu,Dia pun kembai menatap putrinya.
"Kamu kenapa Na..?"tanya Liyana penasaran karna Ana hanya terdiam dan kemudian terkikik membuat Ibunya heran.
"Ngga kok,Bu.Kalau Ana minta sesuatu seperti makanan,Kak Arian ngga masalah kan,Kak."ucap Ana sambil menatap Arian.
Arian yang mendengar hal itu,mengangguk dan kemudian berbicara.
"Apapun yang istriku minta,pasti akan aku buatkan"ucap Arian membuat Ana merona dan kemudian memukul pelan dada bidang suaminya.
Liyana yang melihat hal itu,tersenyum karna melihat anak dan menantunya bahagia.
"Ehem,nanti aja dong mesraannya pas Ayah sama ibu pulang,sekarang ini tahan2 aja dulu"ucap Liyana semakin membuat Wajah Ana memerah.
"Aku sih bisa tahan Bu,tapi Ana ngga bisa kayaknya"ucap Arian membuat Ana menatapnya dengan wajah yang semakin memerah bak tomat yang sudah siap panen.
"Ihhh,kak Arian jangan gitu,Ana malu sama Ibu tau"ucap Ana menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arian.
"Jadi kalau kalian ingin makan,pesen makanan...?"ucap Liyana membuat Ana dan Arian menatapnya.
"Kami ngga beli makanan Bu"ucap Ana masih menempelkan kepalanya di dada suaminya.
"Jadi kalian makan apa,kan kamu di larang kerja sama Arian,Na."ucap Liyana sedikit khawatir menantu dan Anaknya tidak makan makanan yang bergizi terlebih Ana sedang hamil.
"Yang masak kak Arian lah,Bu"ucap Ana membuat Liyana membulatkan matanya tidak percaya,kemudian menatap Arian yang hanya tersenyum padanya.
"Arian pintar masak..?"tanya Liyana penasaran.
__ADS_1
Arian mengangguk membuat Liyana Tersenyum dan kemudian berbicara yang membuat Young membulatkan matanya.
"Ibu kira kamu ngga pintar masak Arian,Syukurlah kamu pintar masak,ngga kayak ayah mertuamu itu"ucap Liyana membuat Young membulatkan matanya karna di bandingkan oleh sang menantu.
"Jelaslah Arian pintar masak,kan dia itu ketu..."ucap Young dan langsung menghentikan ucapannya karna sedikit lagi keceplosan.
Liyana mengernyitkan alisnya mendengar Young tidak melanjutkan ucapannya.
"Ketu...,Apa..?"ucap Liyana penasaran.
"Itu karna Arian ketulusannya mengalahkan segalanya"ucap Young membuat Liyana,Ana dan Arian bengong dan kemudian tertawa lepas.
"Hahahahaha"tawa Liyana,Ana dan Arian pecah membuat Young menatap Arian kesal.
'Dasar menantu,bukannya membantuku malah menertawakan mertuanya,kalau bukan karna dia yang meminta untuk merahasiakannya aku pasti sudah bicara dari tadi'ucap Young dalam hati tidak terima dengan Arian yang juga ikut menertawakannya.
"Udah2,jangan ketawa lagi liat tuh,wajah Ayah udah asem gitu"ucap Liyana mencoba menghentikan Arian dan Ana yang terus tertawa terbahak-bahak.
"oh iya,hampir aja ibu lupa,Keluarga Mo akan mengadakan pesta pernikahan untuk putri mereka 2 hari lagi dan mereka mengundang keluarga kita.jadi ibu mau kamu dan Arian datang ya."ucap Liyana saat Ana dan Arian berhenti tertawa.
Ana terdiam mendengar perkataan ibunya,mungkin dulu saat dia putus dengan Kevin,dia sangat sakit hati apalagi ketika Melinda mengatakan akan segera menikah dengan Kevin.Tapi sekarang,Ana sama sekali tidak merasakan apapun,mungkin karna sudah ada Arian yang mengisi hatinya.
Arian menatap Ana yang juga menatapnya sambil tersenyum membuat Arian bingung.
"Kenapa..?"ucap Arian yang penasaran karna Ana yang terus menerus menatapnya sambil tersenyum.
"Iya Bu,Ana sama Arian pasti dateng"ucap Ana membuat Liyana tersenyum.
"baiklah,kalau begitu Ayah sama Ibu pamit pulang ya,"ucap Liyana.
"Kok cepat banget,Bu.tinggal bentar lagi ya"bujuk Ana pada Liyana.
"Ngga bisa sayang,ayah ada ketemu klien jam 4 sore dan ini udah jam 3 sore.jadi tinggal 1 jam dan lagi Ibu kamu banyak kerjaan"ucap Young yang di angguki oleh Liyana.
"nanti kan kamu bisa datang ke rumah,kalau rindu sama Ayah dan ibu"ucap Liyana mencoba menyakinkan putrinya yang seperti tidak ingin membiarkan mereka pulang.
Ana menganguk pasrah,Young dan Liyana pun tersenyum.
"Oke,kalau gitu kita pamit dulu ya sayang,Arian jaga Ana baik2 ya,Dan kamu juga jaga kesehatan,oke"ucap Liyana yang di angguki oleh Arian.
"Baik Bu"ucap Arian.
"Kalau gitu kami pulang dulu"ucap Young kemudian memeluk Arian dan kemudian pergi.
__ADS_1
Setelah kepergian mertuanya itu,Arian menatap Ana yang terlihat sedih dan ingin mengeluarkan Air matanya.Arian mendekati Ana kemudian memeluknya membuat Ana terkejut karna tiba2 di peluk oleh sang suami.
"Nanti kalau kamu mau pergi kerumah Ayah sama Ibu,bilang aja ke suamimu ini,pasti suamimu ini akan langsung mengantarmu ke sana"ucap Arian membuat Ana tersenyum.
"Beneran..?"ucap Ana masih dalam dekapan Arian.
"Iya dong,masa aku bohong sama kamu,Honey"ucap Arian membuat Ana mendongakkan kepalanya dan menatap Arian yang juga menatapnya.
Ana tersenyum lalu mencium pipi Arian kamudian melepaskan pelukannya lalu duduk di sofa.
Arian pun mengikuti Ana dan duduk di samping istrinya itu,lalu kemudian berbicara.
"Kamu ngga minum susunya sayang"ucap Arian yang melihat susu yang tadi di buat belum di sentuh sama sekali.
"Nanti aja ya,"ucap Ana membuat Arian mengelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
"tidak sayang,Susunya udah dingin dan lagi kalau minumnya nanti2 terus bisa2 susunya jadi basi"ucap Arian membuat Ana segera mengambil gelas itu dan menenguknya sampai tandas.
"istri pintar"ucap Arian sambil mengelus kepala Ana.
Arian mengangkat Ana ke pangkuannya dan memeluk Ana dari belakang,kemudian menyentuh perut Ana lalu mengelusnya.
"Cepat besar sayang,Daddy ngga sabar liat kamu"ucap Arian sambil mengelus perut Ana.
"Masih lama kak"ucap Ana sambil tersenyum kecil,karna tingkah suaminya itu.
"Entar kalau yang ini udah lahir,kita buat lagi ya"ucap Arian membuat Ana membulatkan matanya.
EHHH
-
-
-
HAPPY READING SEMUA
SEMOGA SUKA SAMA EPISODE KALI INI
JANGAN LUPA LIKE
BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN,INI LAGI IKUT LOMBA KAK JADI MOHON DUKUNGANNYA YA DENGAN CARA LIKE DAN JUGA VOTE
__ADS_1
KALAU NGGA VOTE JUGA NGGA APAPA
TAPI JANGAN LUPA LIKE YA