BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
TIDAK APA2


__ADS_3

Para preman yang mendengar teriakan Rafael,berbalik dan menatap Rafael meremehkan.


"Oh siapa ini,mau jadi sok pahlawan kah"ucap Salah satu Preman dengan sedikit tersenyum mengejek pada Rafael.


Rafael mengepalkan tangannya dengan wajah yang sudah merah menahan emosi.


"Gue bilang jangan ngangu cewek gue"ucap Rafael sambil mengertakkan giginya.


Sarah yang mendengar hal itu,menundukkan kepalanya karna merasa bersalah pada Rafael.


"Hahaha,Lo lebih baik pergi deh,ngga usah sok pahlawan"ucap preman itu masih dengan senyum meremehkan.


"Kalau kau masih ingin berjalan,lebih baik segera pergi dan jangan membuatku kesal."ucap Rafael.


"cih dasar keras kepala,kalian serang dia...!!"ucap Preman itu kepada kedua orang preman yang berdiri di belakangnya.


Kedua preman itu pun maju dan siap memukul Rafael.salah 1 preman itu siap memukul Rafael dengan tinjunya.


TAP


Rafael menangkap tangan preman itu dengam sempurna dan.


KRIEET


"Aaaaaaaa"teriak preman itu saat tangannya di patahkan oleh Rafael.


BUGH


Rafael menendang preman yang sudah dia patahkan tangannya membuat keempat preman itu terkejut.


"Kalian bukan tandingan gue"ucap Rafael meremehkan membuat ke 4 preman itu kesal.


"SIALAAAAN."teriak ketua preman yang sedari tadi meremehkan Rafael.


Ketua preman itu pun maju dan siap menghantam kepala Rafael dengan kakinya.


HAP


Lagi2 Rafael menangkap kaki preman itu dan mematahkannya.


KRIEET


"Aaaaaaaa..."Teriak preman itu saat kakinya di patahkan oleh Rafael.


BUGH


Rafael menendang preman itu hingga terpental dengan jarah yang lumayan jauh.


3 orang preman yang tersisa maju secara bersamaan.


BUGH


BUGH


BUGH


ke 3 preman itu meringis kesakitan sambil memengang perut dan beberapa tempat yang di pukul oleh Rafael.


"Bawa temen2 kalian pergi,sebelum gue patahin juga kaki dan tangan kalian"ucap Rafael membuat ke 3 preman itu seketika berdiri dan memapah ke 2 temannya yang sudah di patahkan tangan dan kakinya.


Rafael menghembuskan nafasnya dan kemudian berbalik untuk melihat Keadaan Sarah yang mungkin ketakutan karenanya.

__ADS_1


"Kamu baik2 a.......ja"Rafael terkejut saat berbalik dan mendapati Sarah tidak ada di tempatnya.


Rafael mengarahkan pandangannya ke segala Arah,tapi tetap saja tidak melihat Sarah.


"Sial"ucap Rafael sambil mengacak acak rambutnya dengan 1 tangannya.


Rafael kembali ke tempat Zen dengan wajah yang begitu kesal karna Sarah tiba2 menghilang dari pandangannya.


Zen yang melihat raut wajah sang bos yang tidak seperti biasanya jadi penasaraan dan memberanikan diri untuk bertanya.


"Anda baik2 saja tuan..?"ucap Zen saat Rafael sudah berada di hadapannya.


Rafael mengangkat kepalanya dan melihat Zen dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Zen.


"Tidak apa2"ucap Rafael sambil merebut belanjaannya dari tangan Zen.


"Anda hebat sekali tuan,bisa mengalahkan 5 preman dan membantu seorang wanita yang hampir di lecehkan,sangat keren"ucap Zen kagum pada Tuannya itu.


"Kau melihat semuanya dari sini dengan jelas..?"ucap Rafael sambil mengernyitkan alisnya.


Zen yang di tanya seperti itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Jadi kau melihat wanita tadi pergi ke mana....?"ucap Rafael lagi.


"Tadi saat tuan berkelahi dengan preman itu,saya melihat kalau wanita itu berlari menjauh dan masuk ke dalam mobil,setelah itu dia melajukan mobilnya pergi dengan cepat,Apa ada masalah tuan...?"ucap Zen panjang lebar membuat Rafael mengumpat.


"Kambi*g"umpat Rafael membuat Zen membulatkan matanya.


"Segitunya kah dia tidak ingin melihatku,sampai2 harus menjauh...ah"ucap Rafael dengan wajah kesal.


'apa ini,apa tuan baru saja di tinggalkan oleh wanita itu sampai2 dia sefrustasi begini,Astaga...!!,Kalau saja media tahu ini pasti akan jadi berita utama dengan judul Pewaris keluarga Sang yang di juluki playboy paling tampan di tolak oleh seorang wanita yang di selamatkannya'ucap Zen dalam hati sambil mengelengkan kepalanya.


Rafael yang melihat Zen mengelengkan kepalanya,membuat Rafael menatapnya dengan tatapan curiga,Rafael tau saat Zen bertingkah seperti itu pasti ada yang sesuatu yang di fikirkannya.


"tidak ada apa2 tuan"ucap Zen.


"kau tidak bisa membohongiku Zen,aku tau kau sedang memikirkan sesuatu dan itu pasti tentang diriku kan..."ucap Rafael membuat Zen semakin melebarkan senyumnya.


"Anda tau saja"ucap Zen,membuat Rafael serasa ingin memukul kepala Zen.


"Kau tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku,lagi pula bukan kah kau tau kalau aku ini masih kakak sepupumu jadi jangan coba2 berusaha untuk berbohong padaku,Aku tau semua yang kau lakukan meski aku tidak melihatnya dan juga,jangan sering memanggilku Tuan kalau kita tidak di kantor dan tadi aku seperti ingin memukul kepalamu saat kau memanggilku dengan sebutan tuan di dalam supermarket,Apa yang kau fikirkan tentangku.."ucap Rafael panjang lebar membuat Zen tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


"Maaf kak,aku hanya berfikir jika media tau kau baru saja di tinggalkan oleh wanita yang kau selamatkan,itu pasti akan menjadi trending topik"ucap Zen.


"Bagaimana bisa jadi trending topik,kalau mereka saja tidak tau seperti apa wajahku,bahkan mereka juga tidak tau seperti apa wajah Arian dan Carlson"ucap Rafael membuat Zen tersenyum.


"Sekarang kau pulang lah,aku juga ingin ke apartemen Arian untuk memasak makan malam"ucap Rafael membuat Zen menganguk kemudian pergi.


Rafael pun berjalan dan bergegas memasuki lift dan memencet tombol lift.Selang beberapa saat lift pun tiba di lantai apartemen Arian,Rafael bergegas untuk masuk ke dalam dan menaruh belanjaannya di atas meja makan.


Tampa menunggu lama,Rafael segera mengolah bahan makannya.Rafael mengupas kentang di atas meja makan sambil duduk terlihat seperti Seorang ibu yang akan memasak untuk anak2nya.


Saking asyiknya mengupas kentang,Rafael tidak menyadari kalau Arian sudah berdiri di samping meja makan.


"Mau masak apa Bu"ucap Arian sambil tersenyum.


Rafael yang mendengar hal itu,mengangkat kepalanya dan melihat Arian yang tersenyum padanya.


"Kambi*g"umpat Rafael yang membuat Tawa Arian pecah.


"Hahaha...,Mau di bantu Bu"ucap Arian lagi di sela2 tawanya sambil menarik kursi dan kemudian duduk.

__ADS_1


"Kambi*g lo,nih dari pada lo duduk2 manis lebih baik potong2 sayuran,gue mau masak Air"ucap Rafael memberikan Arian semua sayuran yang akan dia buat sup.


Arian yang melihat hal itu,hanya mengelengkan kepalanya dan kemudian mengambil kentang yang tadi di kupas oleh Rafael dan memotongnya.


"Lo udah tau siapa orang yang bakalan di jodohin ama Sarah"ucap Rafael di sela2 kegiatannya yang tengah menyiapkan air rebusan.


"Aku akan menyelidikinya besok,aku juga akan ke H&G Group untuk mengurus sesuatu"ucap Arian masih dengan kegiatannya yang sedang memotong motong kentang.


"Ran...,gue mau nanya"ucap Rafael yang kini sudah duduk di hadapan Arian yang sudah selesai memotong motong kentang.


"Apa"ucap Arian yang kini beralih mengupas Wortel.


"Kalau kamu ngelakuin itu ama Ana pas hamil,apa tidak apa2"ucap Rafael membuat Arian menghentikan kegiatannya dan melihat wajah Rafael yang sok polos itu.


Plak


"ADUUUUUH.."teriak Rafael saat Arian memukul kepalanya.


"Jangan sering menanyakan hal2 yang tidak penting"ucap Arian kemudian kembali mengupas wortel.


"kan gue cuma nanya"ucap Rafael sambil mengelus kepalanya yang tadi di pukul oleh Arian.


"Emang Lo ngga tau"ucap Arian tidak menghentikan tangannya yang terus menerus mengupas wortel.


"kalau gue tau,gue ngga bakalan nanya ama lo dan lagi,lo tau kan yang kita pelajari itu bukan hal seperti itu"ucap Rafael.


"itu tidak akan masalah jika tidak terlalu sering di lakukan dan juga ketika kau melakukannya kau tidak boleh terlalu kasar"ucap Arian membuat Rafael terdiam.


Mendapati tidak ada sahutan,Arian memalingkan pandangannya dan melihat Rafael yang terdiam bagai patung.


"Kau kenapa..?"tanya Arian.


"Maksudnya terlalu kasar itu apa...?"ucap Rafael masih dengan wajah polos seperti orang yang tidak pernah pacaran.


PLAK


"Aduuuuh..,lo ngapain pukul gue lagi sih"ucap Rafael sambil mengelus kepalanya yang sudah 2 kali terkena pukulan Arian.


"kau tidak pernah pacaran kah..?"ucap Arian membuat Rafael menatapnya sambil mengernyitkan alisnya.


"Pernah lah...,gue itu udah punya mantan 200 lebih dan lo malah bilangin gue kayak gitu"ucap Rafael yang kini sewot.


"Terus...,kenapa pertanyaanmu itu seperti orang yang tidak pernah pacaran,Be*o"ucap Arian.


"Lah lo gimana sih,kan lo yang bilang kalau pacaran itu ngga boleh lebih dari pengangan tangan ama cium kalau lebih bisa2 gue masuk rumah sakit,lo gimana sih"ucap Rafael membuat Arian mengingat perkataannya saat menasihati Rafael.


"Udah deh ngga perlu lagi di bahas,kau belum menikah jadi tidak perlu lagi membahas hal2 yang menyangkut hubungan suami istri"ucap Arian yang membuat Rafael mendengus kesal.


'mentang2 dia sudah menikah,jadi tidak mau membahas hal2 seperti itu dengan ku,gue jadi nyesel deh liat sikap Arian yang kayak gini,lebih baik kalau kayak dulu yang dingin bagai es batu'ucap Rafael dalam hati.


"Sekarang kau pergi kembali urus masakanmu,dan ini sayurannya tinggal di cucui abis itu di masukin ke dalam panci"ucap Arian sambil menyodorkan baskom kecil yang berisi sayuran.


Rafael pun melakukan semuanya dengan cepat.Tidak terasa semua masakan yang mereka masak sudah matang tinggal menatanya di atas meja makan.


Di sela2 kegiatan mereka,tiba2 seseorang bersuara membuat kedua pria itu mengarahkan pandangannya pada sumber suara.


"Wah...,Baunya enak nih"


HALO KAKAK2 SEMUA,AKU BALIK LAGI NIH.


URUSAN AKU BUAT SEMENTARA WAKTU UDAH SELESAI DAN MUNGKIN AKU BAKALAN UP BEBERAPA HARI INI.

__ADS_1


TERIMA KASIH UNTUK DOA KALIAN YA.


SELAMAT MEMBACA☺


__ADS_2