BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PEDOFIL


__ADS_3

Carlson dan Rafael berjalan mendekati Arian yang duduk sendirian dengan wajah tampa ekspresi.


"DI MANA WANITA SIAL*N ITU"teriak Rafael saat berada di depan Arian,membuat Arian membelalakkan matanya sedang Carlson menutup telinganya karna dia berada di samping Rafael.


mereka menjadi pusat perhatiaan Para pengunjung Cafe,bahkan ada yang mulai berbisik bisik,bukan karna teriakan Rafael tapi,karna ketampanan mereka.


"Wah liat para cogan ngumpul,ngga sia2 ya kita datang ke Cafe ini"begitulah pembicaraan para wanita pengunjung cafe.


"Jawab Ran,Tuh cewek sial......ehmmmm"ucap Rafael yang terpotong, karna Carlson yang menutup mulut Rafael dengan Tangannya membuat Rafael sulit bernafas dan akhirnya mengigit tangan Carlson.


"Ahh..."jerit Carlson saat Rafael mengingit tangannya.


Plak


"aduh.."Rintih Rafael saat Carlson memukul kepalanya


Carlson memukul kepala Rafael,karna sudah mengigit tangannya.


"Kambi*g,lo gigit tangan gue,anying"ucap Carlson membuat Arian menahan tawanya sedang Rafael hanya cengegesan.


"lah lo sendiri yang mulai,nutup mulut gue pake tangan lo,emang lo mau buat gue mati habis nafas apa"ucap Rafael membuat tawa Arian pecah.


"ha..ha..ha...."tawa Arian pecah.


para pelanggan wanita di Cafe itu di buat terkesima dengan tawa Arian yang menurut mereka semakin membuat Arian tampan.


"jangan ketawa Woi"ucap Rafael membuat Arian mengingit bibir bawahnya untuk menahan tawanya.


Di tengah2 kebisingan mereka,Sarah dan Ana datang karna penasaran.


"ada apaan nih"ucap Sarah saat sudah sampai di depan ketiganya bersama dengan Ana yang berjalan di sampingnya.


Sarah memperhatikan ketiganya hingga pandangannya terhenti pada Carlson.


"Astaga....."ucap Sarah sambil menutup Mulutnya membuat Ana,Arian dan Rafael terkejut.


"Kamu kenapa Sa,"ucap Ana pada Sarah.


"Jodoh emang ngga bakal kemana ya"ucap Sarah semakin membuat mereka bertiga heran.


"maksud lo apaan"ucap Rafael.


"maksud gue itu,kakak tampan udah punya pacar belum..?"ucap Sarah pada Carlson membuat Rafael membelalakkan matanya.


"Maaf,tapi saya sudah punya pacar dan sebentar lagi tunangan"ucap Carlson membuat senyum di wajah Sarah pudar seketika,melihat hal itu Rafael tertawa membuat Sarah serasa ingin mencekiknya apalagi Rafael mengatakan kata yang membuat Sarah semakin jengkel.


"Ha..ha...ha,kasian banget deh lo ngga laku,dari pada lo jomblo mending ama gue"ucap Rafael sambil menaik turunkan alisnya.


"idih najis, asal lo tau ya,mendung gak berarti hujan itu sama dengan jomblo bukan berarti gak laku,dan lagi ogah gue ama cowok mesum kayak lo"ucap Sarah membuat Carlson heran mendapati sahabatnya di katakan mesum,sedang Arian semakin manahan tawanya melihat ekspresi Carlson yang seperti orang bingung.


Ana melihat Arian yang berusaha menahan tawanya,Ana mendekat dan bertanya.


"kak Arian kenapa,kok kayak nahan Tawa gitu"ucap Ana polos.


"ngga apa2 ko sayang"ucap Arian masih dengan menahan tawanya.


Carlson yang mendengar Arian mengatakan Sayang pada Ana,kembali di buat terkejut,Carlson pun menatap Arian meminta penjelasan.


"dia kakak ipar"ucap Rafael membuat Carlson membelalakkan matanya tidak percaya.


Rafael memang pernah menceritakan pada Carlson soal Ana yang adalah wanita polos,tapi Rafael tidak mengatakan kalau Ana masih sangat muda.Carlson pernah mencari tau soal keluarga Kim dan informasi yang dia dapat mengatakan kalau Anak perempuan dari keluarga Kim sudah lulus kuliah jadi,Carlson mengira kalau usia Ana sudah 20 lebih tapi ternyata masih sangat muda.


1 kata yang keluar dari mulut Carlson yang membuat Arian membelalakkan matanya dan serasa ingin melempar Carlson dengan gelas yang berada di depannya.


"pedofil"ucap Carlson membuat Arian membelalakkan matanya sedang Rafael menahan tawanya.


"gue ngga nyangka kalau kamu pedofil Arian."ucap Carlson lagi membuat tawa Rafael pecah.


"ha....ha...ha...ha..,"Rafael tetawa sambil memengang perutnya membuat Arian melemparkan sendok padanya yang tepat mengenai kepala Rafael membuatnya meringis.

__ADS_1


"Aduh....,"ringis Rafael kemudian menatap Arian yang memberikannya tatapan dingin membuat dia seketika berhenti tertawa.


Ana yang melihat hal itu menjadi bingung.


"Ada apa"tanyanya membuat Rafael menatapnya sedang Arian hanya diam dan memandang Ana yang juga memandangnya.


"Begini kakak ipar,perkenalkan ini Carlson"ucap Rafael sambil menunjuk Carlson.,"Dia sama sepertiku menganggap Arian sebagai kakak meski umurnya hanya beda beberapa bulan dari kami"ucap Rafael menjelaskan.


Ana menganguk mengerti dan kemudian melihat Carlson dan tersenyum padanya.Carlson yang melihat Ana tersenyum kini paham,kenapa Sahabatnya ini memilih wanita yang jelas lebih muda darinya meski hanya beda 5 tahun.


"Aku fikir kau sudah berusia 20 lebih tapi ternyata,masih 19 tahun kan"ucap Carlson menebak dan di angguki oleh Ana.


"Baiklah kapan Kakak ipar pulang bekerja..?"tanya Carlson pada Ana yang membuat Ana membelalakkan matanya.


"itu....."ucap Ana yang terpotong Karna Arian sudah bersuara.


"dia tidak akan berhenti memanggilmu kakak ipar meski kau membujuk mereka sekali pun"ucap Arian membuat Ana menggembulkan pipinya.


Arian yang melihat Ana menggembulkan pipinya menatapnya gemas dan kemudian mencubit mesra pipi Ana membuat Carlson ternganga.


Carlson segera tersadar dari keterkejutannya dan berbicara.


"Kapan Kakak ipar pulang"ucap Carlson mengulang perkataannya.


"Jam 4 sore nanti""ucap Ana membuat Carlson mengangguk mengerti.


"Sepertinya masih Ada 2 jam jadi,kami akan menemani Arian di sini sementara Kakak ipar bekerja"ucap Carlson.


"Ayo Ana,aku akan membantumu agar cowok mesum ini segera pulang,"ucap Sarah sambil menunjuk Rafael,Rafael yang mendengar hal itu mengumpat dalam hatinya.


'Dasar dada rata'umpat Rafael dalam hati.


Saat Ana dan Sarah pergi,barulah Mereka berbicara yang membuat Arian serasa ingin mengubur mereka berdua sekarang.


"Aku tidak menyangka kalau kau ternyata seorang pedofil Arian"ucap Carlson yang hanya mendapat tatapan datar Dari Arian.


"ha...ha...ha..."Rafael tertawa tampa merasa takut dengan kemarahan Arian nanti.


"El aku ingin bertanya padamu"ucap Carlson yang langsung membuatnya berhenti tertawa dan fokus pada Carlson.


"Kenapa Wanita yang tadi bersama Kakak ipar,memanggilmu mesum..?"ucap Carlson dan kini membuat Arian menahan tawanya sedang Rafael hanya menunduk dan tidak berniat menjawabnya.


"kenapa kau diam,jelaskan"ucap Carlson.


Carlson yang tidak mendapat jawaban dari Rafael,beralih melihat Arian yang berusaha untuk menaham tawanya.


"Aku rasa kau tau Arian"ucap Carlson masih dengan wajah penuh tanda tanya.


Rafael yang mendengar Carlson bertanya pada Arian mengangkat kepalanya dan memberi isyarat pada Arian untuk tidak memberi tahukan Carlson tapi di abaikan oleh Arian.


"jadi begini"ucap Arian mulai menceritakan kejadian saat Rafael yang ijin ke toilet tapi saat pulang seperti orang yang baru saja di kejar oleh hantu.


Rafael yang mendengar Arian menceritakan semuanya pada Carlson,membuat Rafael serasa ingin memukul kepala Carlson tapi sayangnya dia tidak berani melakukannya karna bisa2 kepalanya yang di pukul.


Saat Arian selesai Bercerita,Kini giliran Carlson yang tertawa membuat Rafael mengupat pada mereka.


Untung saja kondisi Cafe mulai sepi,kalau tidak bisa mimisan semua wanita di sana.


"Kambi*g,"umpat Rafael membuat keduanya semakin tertawa.


Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan sudah saatnya Ana untuk pulang.


"Kak Arian,ayo kita pulang,Ana udah selesai"ucap Ana pada Arian.


"baiklah"ucap Arian beranjak berdiri.


Arian melihat Sarah yang seperti kebingungan dia pun bertanya.


"kamu kenapa Sarah..?"tanya Arian pada Sarah.

__ADS_1


"ngga apa2,"ucap Sarah sambil tersenyum.


"Sarah bilang tadi pagi ban mobilnya bocor,jadi dia mau bilang bisa nebeng ngga"ucap ana yang membuat Sarah serasa ingin berteriak padanya karna terlalu polos jadi orang.


Arian yang mendengar hal itu tersenyum dan kemudian menatap Rafael.


"Apa"ucap Rafael saat menyadari dirinya di tatap Oleh Arian seperti mengiginkan sesuatu.


"kau memang peka Rafael,begini karna Sarah tidak punya kendaraan,karna mobilnya masuk ke bengkel,bisakan kau mengantarkannya pulang"ucap Arian membuat Rafael membelalakkan matanya lalu menatap Carlson.


Carlson menangkap maksud Rafael menatapnya,dia pun berbicara.


"Aku ada janji kencan dengan Fania,jadi aku tidak bisa datang terlambat"ucap Carlson membuat Rafael pasrah.


Mendengar hal itu membuat Sarah angkat bicara.


"ngga usah,lebih baik aku naik taksi aja dari pada aku sama dia,entar aku di apa2in lagi"ucap Sarah sambil menunjuk Rafael.


"Jika dia macam2 padamu,beritahu aku,aku akan meberinya pelajaran kalau dia berani macam2"ucap Arian yang di angguki oleh Carlson membuat Rafael bergidik gerih.


"aku tidak akan melakukan hal yang tidak baik padamu,jadi kau tidak usah khawatir,aku tidak sebrengs*k itu"ucap Rafael kemudian berjalan keluar.


Melihat hal itu,Sarah jadi merasa bersalah dengan Rafael karna sudah berkata kasar padanya.


Mereka semua keluar,Sarah mengunci cafenya dan kemudian menghampiri Rafael yang sudah berada di parkiran bersama Arian,Carlson dan Ana.


"Aku titip Sarah ya,kak Rafael"ucap Ana sambil tersenyum pada Rafael yang di balas pula Senyuman oleh Rafael.


"Kakak ipar tenang saja,aku akan mengantarnya pulang dengan selamat"ucap Rafael sambil memberikan jempol pada Ana.


Rafael dan Sarah pergi lebih dulu baru kemudian Carlson dan setelah itu Arian dan Ana.


30 menit perjalan akhirnya mereka tiba di apartemen mereka.


"Maaf aku tidak bisa menemanimu di apartemen,"ucap Arian saat Ana ingin turun dari mobil.


Ana berbalik pada Arian dan menatapnya lama sebelum dia berbicara.


"Kenapa..?"tanya Ana.


"Aku ada urusan sebentar,aku akan pulang sebelum makan malam,aku berjanji"ucap Arian pada Ana.


Ana terdiam sejenak,kemudian tersenyum terpaksa karna dia merasa kecewa karna tidak bisa menghabiskan waktu bersama Arian lebih lama di apartemen.


"Baiklah"ucap Ana sambil memaksakan tersenyum pada Arian.


Arian yang melihat hal itu,mendekati Ana dan kemudian menciumnya.


CUP


Arian mencium Ana,Ana tersentak dan kemudian menikmati ciumannya dengan Arian.


Karna Ana sudah melepas seatbeltnya,Arian menarik Ana di pangkuannya dan mulai Menciumi sang Istri lebih dalam.


Arian melepas Ciumannya,kemudian mencium Ana lagi Dan Ana pun membuka sedikit mulutnya agar Arian bisa lebih memperdalam ciumannya.


Setelah Beberapa Saat mereka melepas pangutannya dan Ana memajukan jari kelingkingnya kepada Arian.


"Janji..."ucap Ana masih berada di atas pangkuan Arian.


Arian mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Ana dan berkata.


"Aku berjanji,aku akan datang sebelum makan malam."ucap Arian sambil tersenyum,Ana pun tersenyum dan kemudian keluar setelah mencium pipi Arian.


Arian melajukan mobilnya dan tiba di kediaman Kakeknya.Arian memarkirkan mobilnya dan kemudian masuk ke dalam dan membuka pintu.


Krieet


Saat pintu terbuka,Arian masuk ke dalam semua pelayan yang melihatnya menundukkan badannya.Arian sampai di ruang tamu dan mendapati kakeknya yang sedang duduk sambil membaca koran.

__ADS_1


KAKEK


__ADS_2